
"sayang kenapa pintu nya di kunci" ucap Dion sambil mengetuk pintu kamar nya
"kau tidurlah diluar" ucap Clara dari dalam kamar Dion hanya pasrah lalu menuju ruang utama untuk tidur di sofa
.
.
.
.
.
Di dalam kamar terlihat seorang lelaki tampan dengan wajah yang dipahat dengan begitu sempurna namun tegas tatapan mata yang tajam yang membuat siapa oun tunduk padanya.
Malam sudah berganti pagi cahaya matahari menyelinap masuk melalui celah celah jendela kamar membuat laki laki tersebut terbangun
Devano Wilfred seorang CEO muda dari perusahaanDW' Compeny ia adalah sahabat Dion sekaligus kaka ipar nya.
setela menyelesaikan kuliah nya bersamaan dengan Dion ia langsung masuk ke dalam dunia perbisnisan ia ingin seperti ayanya .ia termasuk salah satu pembisnis muda yang sukses di dalam mau pun luar negri tak jarang ia mendapat pujian dari banyak perusahaan yang ingin menanam kan sahamnya.
Devano mempunya adik perempuan yaitu Clara Wilfred yang tak lain adalah istri dari Dion sahabat nya
merasa tidur nya terganggu oleh sinar matahari membuat Devano mengakhiri tidur nyenyak nya lalu beranjak membersihkan diri
setelah beberapa menit ia pun selesai mandi dan memasang pakaian kerja nya tiba tiba ia teringat perkataan Dion tadi malam
"Dasya sudah kembali" ucap nya
"aku tidak akan membiarkan dia mengambil kebahagiaan adikku" ucap nya
Devano bukanlah tipe seseorang yang mudah lupa ia masih ingat betul dengan Dasya teman perempuan Dion yang sangat dekat dengan Dion ia curiga bahwa Dion dan Dasya sama sama menyimpan perasaan dulu namun mereka tak mau mengungkapkan nya. ia tidak mau Dion meninggal kan adiknya nya karna Dasya
"aku harus menjauhkan Dasya dari Dion" ucap Dev lagi lalu tersenyum sinis
.
.
.
.
.
.
di lain sisi Dasya yang sudah siap dengan hari baru nya sebagai manager dari perusahaan Wijaya Compeny milik papah nya.ia tidak mau langsung menjadi CEO ia ingin menunjukkan bahwa ia bisa mencapai nya dari bawah.
Dasya pun mengemudi mobil nya menuju kantor
setelah beberapa jam di perjalan karna ia sempat terjebak macet akhirnya Dasya sampai di kantor nya dan segera menuju ruangan nya.
tok tok tok
"masuk" ucap Dasya dari kursi kebesarannya
"nona Dasya hari ini ada jadwal pertemuan dengan manager DW'Compeny kafe CoffeeBrow" ucap sekretasris nya yang bernama Risti
"baiklah terima kasih" ucap Dasya
"sama sama nona"ucap Risti lalu beranjak keluar
Dasya pun bersiap siap untuk menghadiri pertemuan tersebut
setelah sampai di tempat tujuan betapa terkejutnya ia bertemu dengan Dion.
" kau manager perusahaan DW' Compeny? wah kau sangat luar biasa sekali itu kan perusahaan besar"ucap Dasya
"kau bisa saja dan kau pasti akan lebih terkejut jika kau tau siapa pemilik perusahaan itu" ucap Dion yang membuat Dasya penasaran
"Devano Wilfred kau pasti mengenal nya" ucap Dion
Dasya seperti mengingat ingat lalu
"AAPA" teriak Dasya lalu Dion menutup mulut Dasya karna suara nya yang begitu nyaring sehingga posisi mereka berdua menjadi sangat dekat.
"kecil kan suara mu lihat lah para pengunjung melihat kearah kita" ucap Dion
"maaf maafkan aku...apa kau serius Dev sahabat mu itu wah sungguh luar biasa" ucap Dasya Kagun
"baik lah akhiri obrolan kita. kita akan membahas masalah perusahaan " ucap Dion lalu menghentikan tawa nya
"aku hampir lupa" ucap Dasya dan membuka berkas berkas nya
Tanpa mereka berdua ketahui seorang perempuan menyaksikan kedekatan keduanya yang tak lain adalah Clara.ia tadi ingin menemui Dion untuk mengantar nya ke dokter kandungan namun ia urungkan niatnya lalu pergi begitu saja.
"Clara dimana Dion kalian jadi kedokter kandungan hari ini?" tanya Dev
"tidak Dion sedang asyik berduaan dengan cewe kemaren" ucap Clara
Devano hanya Diam ia tau wanita yang di maksud adalah Dasya
"Baiklah kaka akan mengatar mu" ucap Devano
"tidak usah ka aku bisa sendiri lebih baik kaka kembali bekerja" tolah Clara lalu pergi
.
.
.
.
setelah selesai pertemuan dengan Dasya Dion langsung kembali ke kantor dan menemui Devano
"Dev lihat kita sudah bekerja sama..." kalimat Dion di potong oleh Devano
"kau tau hari ini jadwal Clara ke dokter kandungan" ucap Devano
"aku tau" ucap Dion
"tapi tadi aku menghadiri pertemuan dengan manager Wijaya Company dan apa kau tau manager nya adalah Dasya ternyata itu adalah milik papah nya kami sempat mengobrol sedikit tadi" ucap Dion
Devano terdiam kini ia tau adik nya hanya salah paham saja.
"baik lah lebih baik kau susul Clara" ucap Devano
"biar aku tangani sendiri tentang kerja sama dengan Wijaya Compeny" ucap Devano yang membuat Dion bingung namun ia memilih diam dan mengiyakan nya
"baiklah ini berkas berkas nya aku akan menyusul Clara" ucap Dion lalu beranjak pergi
"Dasya " ucap Devano
.
.
.
.
.
.
oke aku pikir pertanyaan kalian sudah terjawab.
masih mau lanjut ke part 5?😁