DEVDAS

DEVDAS
Apa Aku Mengenalmu?



Aurel kembali ke kantor setelah lama mengobrol dengan Raga, rasa nya ia cukup menyukai lelaki humor itu tapi tidak ada yang bisa menyingkirkan Tama yang sudah melekat di hatinya.


Hanya memikirkan nya saja membuat nya tidak dapat melupakan betapa buruk kisah cinta nya.


"kau bisa melupakannya Aurel, ya kau bisa" seru Aurel memberi semangat untuk dirinya sendiri.


Setelah meyakinkan dirinya ia memutuskan untuk menemui bos nya itu ia sangat yakin lelaki itu pasti akan mengomel padanya.


tok tok tok


suara ketukan pintu terdengar membuat Tama tersadar dari lamunannya.


"Permisi Tuan" suara wanita yang sangat Tama kenal.


Dengan cepat Tama mengubah posisi nya menghadap kearah laptop dan berkas yang begitu banyak di atas meja nya.


"masuk" Tama bersuara namun ia berpura pura sibuk dengan berkas berkas nya


Terlihat seorang wanita berjalan kearahnya.


"Tuan saya_" belum selesai berbicara Tama lebih dulu menyela


"antar berkas ini kebagian pemasaran saya membutuhkan data yang lengkap" ucap Tama tanpa menatap ke arah Aurel.


"mmm baik tuan,permisi" Aurel berjalan keluar.


"bahkan dia tidak menanyakan bagaimana keadaanku" gumam Tama seraya mengusap wajahnya.


.


.


.


Alex mengemudi mobil menuju kantor nya dengan seorang wanita yang duduk di kursi sebelahnya.


"sayang aku ingin sekali berbelanja" pinta Ketrin membuat Alex membagi konsentrasinya saat mengemudi.


"baiklah, tapi apa kau bisa sendiri saja aku ada sedikit pekerjaan di kantor tidak apa kan?" tanya Alex.


"hmmm apa kau begitu sibuk? sejak kemarin kita tidak ada waktu bersama" ucap Ketrin dengan wajah yang memelas membuat Alex tak tega.


Alex menghembuskan nafasnya"baiklah kita akan pergi berbelanja"putus Alex membuat Ketrin begitu senang dan mendarat kan satu ciuman di pipi lelaki blasteran Amerika itu.


Geraldlex Braston keturunan Amerika Belanda yang membuat wajah nya begitu tampan, tingginya yang hampir mencapai 2 meter itu membuat nya terkesan gagah dan juga sikap nya yang sangat friendly semakin menambah nilai plus di setiap mata wanita.


10 Tahun tinggal di Indonesia membuat nya menyukai negara 1000 pulau itu dan memutuskan untuk kembali setelah menyelesaikan pendidikannya di Los Angeles.Sekarang ia memimpin perusahan kakek nya yang menjadi tugas turun temurun keluarganya.


Hubungan nya dengan Ketrin sudah berjalan 2 tahun sejak pertemuan mereka di Paris. Entah apa yang menjadi daya tarik Ketrin baginya namun ia begitu menyayangi wanita itu.


.


.


.


Malam hari.


Dasya duduk berselonjor di atas kasur nya seraya memainkan ponselnya tiba tiba seseorang mengirim pesan singkat padanya.


selamat atas kehamilanmu sayang ku harap aku akan menjadi ayah nya setelah suamimu


Setelah membaca pesan tersebut Dasya membulatkan kedua matanya dengan sempurna.


"siapa orang ini" batin Dasya . wanita itu merasa heran pengirim pesan tersebut tau segalanya tentang dirinya.


"apa aku mengenalmu?" Dasya mengetik pesan tersebut lalu mengirim nya.


"apa yang dia maksud,aku melupakannya?yang benar saja aku bukan seseorang yang sangat mudah lupa" gerutu Dasya tak ada niat untuk membalas pesan tersebut lalu mengabaikannya begitu saja.


Tiba tiba pintu terbuka membuat Dasya terkejut.


"ada apa?" tanya Dev yang baru saja masuk kamar.


"hah"


"kau seperti terkejut, apa terjadi sesuatu?" tanya Dev dengan cepat Dasya menggeleng.


"tidak ada aku terlalu fokus memainkan ponsel ku tadi " bohong Dasya. lelaki itu hanya mengangguk.


"baiklah ayo tidur" ajak Dev kemudian merangkul pinggang istrinya itu.


"Dasya" panggil Dev membuat wanita itu menoleh kearahnya


"apa saat hamil kita boleh melakukannya?" tanya Dev membuat Dasya membulatkan kedua matanya.


"kenapa kau sangat suka melototkan kedua matamu itu?" tanya Dev seraya mengusap wajah istrinya itu.membuat Dasya kesal.


"aku tidak tau" jawab Dasya


"baiklah lebih baik kita tidur saja" Dev memejamkan kedua matanya seraya memeluk tubuh istrinya itu.


Dasya menatap wajah tampan Dev lalu tersenyum ia memberikan kecupan singkat di bibir suaminya itu membuat mata Dev yang awal nya terpejam menjadi terbuka lebar.


"cepatlah tidur sebelum aku membuatmu kelelahan nantinya" ucap Dev membuat Dasya dengan cepat memejam kan matanya. Dev tersenyum lalu mencium kening Dasya.


"selamat malam" Dev menjeda ucapannya lalu mengeratkan pelukan ditubuh Dasya


"sayang" sambung Dev membuat jantung keduanya berdetak kencang. Dasya yang masih dapat mendengar perkataan Dev menjadi merona dan gugup hingga keduanya terlelap kedalam mimpi.


.


.


.


Pagi hari,


Dev membuka kedua matanya merasakan sesuatu yang memaksa ingin keluar dari perutnya.


kemudian beranjak dari tempat tidur menuju ke kamar mandi. sesampainya Dev memuntahkan semua makanan yang ada dalam perutnya. kepalanya terasa berat.


" sial, Ada apa denganku?" ucap Dev lalu merasakan sesuatu ingin keluar lagi lalu memuntahkannya.


Dasya yang merasakan sinar matahari menerpa kulitnya membuat wanita itu terbangun lalu melihat Dev yang tidak berada di samping nya.


Ia mendengar suara shower di kamar mandi yang ia yakini itu adalah suaminya kemudian menyusul nya ke kamar mandi.


"Dev kau kenapa?" tanya Dasya saat melihat suaminya itu terus mengeluarkan isi perutnya.


"entah lah,rasanya perutku terasa mual" keluh Dev lalu kembali merasa mual.


"ayo kita ke dokter mungkin kau sedang gangguan pencernaan" ucap Dasya. Lelaki itu hanya mengangguk rasa nya ia menjadi lemas.


.


.


.


.