DEVDAS

DEVDAS
Melakukan apa?



Setelah lama mengobrol Dasya dan Dev kembali ke Apartemen..


"Dev" panggil Dasya namun tak ada sahutan dari lelaki yang ia panggil


"Dev kau mendengarkan ku?" tanya Dasya yang mulai kesal. Lagi lagi yang ia panggil tak menjawab.


"DEEEVVV" teriak Dasya di dekat telinga lelaki itu.


Dengan cepat Dev menginjak rem mobilnya hingga Dasya tersungkur ke depan membuat kepala wanita itu terbentur dan tidak sadarkan diri.


"Dasya " Dev menepuk kedua pipi Dasya namun wanta itu tak kunjung bangun.


"Ya Tuhan, Dasya sadarlah" panik Dev namun ia melihat bibir Dasya yang terlihat tersenyum membuat lelaki itu kesal.


Seketika Dev keluar dari mobil nya lalu menggendong Dasya keluar dari mobil.


Karena merasa tubuhnya melayang Dasya membuka kedua matanya lalu meronta-ronta


"Dev kau ingin bawa aku kemana?" tanya Dasya berusaha untuk turun dari gendongan Dev.


"akhirnya kau sadar, tadi aku ingin meninggalkan mu disini, aku tidak ingin masuk penjara karena dituduh membunuh istrinya sendiri" ucap Dev santai lalu masuk kedalam mobilnya kembali.


"Dev kenapa kau jahat sekali,apa kau ingin aku cepat mati?" kesal Dasya seraya ikut menyusul suaminya itu masuk ke dalam mobil


"siapa yang menyuruh mu berpura-pura pingsan seperti itu" ucap Dev


"apa kau ingin aku beri nafas buatan" goda Dev hingga kedua bola mata Dasya membulat sempurna.


"Kau_Kau mesum sekali" dengan kesal Dasya memalingkan wajahnya menghadap kearah jendela. Ia sangat kesal dengan Dev yang begitu tak ada perhatiannya.


sesampainya, Dasya turun lebih dulu lalu melangkah masuk ke apartemen.


Dikamar.


Dasya menghempaskan tubuhnya di kasur sesekali menghentakkan kaki nya.


"huh dia sangat menyebalkan"Dasya memukul-mukul bantal dengan kesal.


" Dev kau sangat menyebalkan"teriak Dasya tanpa ia sadari sejak tadi Dev mengikutinya masuk kedalam kamar.


"bukan hanya menyebalkan Dasya dia juga mesum" Dasya berbicara dengan dirinya sendiri membuat Dev tersenyum melihatnya.


"wanita aneh" gumam Dev dengan terus memperhatikan apa yang dilakukan istrinya itu.


Dasya mengubah posisi nya menjadi duduk membuat nya dapat melihat Dev yang sedang berdiri di pintu kamar.


"Dev" ucap Dasya "sejak kapan kau disitu" tanya Dasya dengan wajah yang masih terkejut.


"sejak kau mengatakan aku sangat menyebalkan" ucap Dev dengan datar membuat keberanian Dasya sedikit menciut.


"tidak sopan,kau masuk ke kamar tanpa seizinku" ucap Dasya


"hei ini apartemen milikku jadi aku bisa berbuat apa saja disinj" ucap Dev membuat Dasya bungkam.


"tapi aku kan istri mu jadi apartemen ini milikku juga" ucap Dasya


"istri ku ya" Dev menampilkan smirk nya seraya mendekati Dasya.


"kalau begitu kau harus melakukan apa yang harus dilakukan seorang istri" ucap Dev.Kini tubuh nya sudah berada di atas tubuh Dasya.


"kau_kau mau apa?" gugup Dasya ia menahan tubuh Dev dengan kedua tangannya yang ia letakkan di dada lelaki itu.


"kau kan istriku jadi kau harus melayani ku" ucap Dev lalu mendekatkan bibir nya ke bibir milik Dasya yang sedari tadi menggoda di mata Dev. Ia ******* bibir wanita yang sudah menjadi istrinya itu.


Tubuh Dasya menegang namun lama kelamaan ia kembali merileks kan tubuh nya yang terasa panas.


Semakin lama Dev tak tinggal diam tangan nya membuka pakaian yang istrinya itu kenakan dan pakaian nya sendiri hingga kedua nya sudah tak menggunakan apa pun.


Dasya dengan malu membalas ciuman Dev.namun ia semakin merasa ingin terus Dev menyentuhnya.


"apa kita akan melakukannya?" tanya Dev


"melakukan apa?" tanya Dasya dengan polos hingga membuat lelaki itu sedikit kesal.


"membuat cucu untuk orang tua kita" ucap Dev seraya melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda.


"kau kenapa?" tanya Dev.


"sakit" Dasya sedikit meringis


"aku bahkan belum melakukannya kenapa kau sudah merasa kesakitan" kesal Dev


"tangan ku sakit, kau terlalu kuat mencengkeramnya"ucap Dasya dengan cepat Dev melonggar cengkraman nya.


Keduanya merasakan apa yang belum pernah mereka rasakan sentuhan satu sama lain membuat keduanya menjadi candu.Seperti ada Sengatan listrik di dalam tubuh mereka.


.


.


.


Hari semakin petang langit sudah berubah warna menjadi jingga.


Dasya dan Dev masih terlelap karena aktivitas mereka yang begitu menguras tenaga.


Keduanya di baluti selimut tebal untuk menutupi tubuh polos mereka hingga kedua mata Dasya terbuka ia menatap wajah Dev yang begitu dekat. Tak pernah dalam pikiran nya untuk hidup bersama lelaki yang menjadi cinta pertamanya itu. Ya cinta pertama nya sejak SMA lelaki yang selalu ada dipikirannya.


Lamunannya terhenti karena mata Dev yang juga ikut terbuka.


"masih lelah?" tanya Dev. Dasya menggeleng ia mengubah posisi nya menjadi duduk selonjoran.Dev meletakkan kepala nya di perut Dasya memeluk tubuh wanita itu dengan erat.


"kalau kau masih lela tidurlah kembali" ucap Dev. Tak ada sahutan dari Dasya membuat Dev menatap wajah Dasya.


"apa kau menyesalinya?" tanya Dev hingga membuat Dasya terkejut.


"tidak, bukan begitu" ucap Dasya seraya mengusap wajah suaminya.


"lalu?"


"Dev, kita melakukannya tanpa didasari cinta, kau begitu membenci ku dan aku_" Dasya menghentikan ucapannya karena ciuman Dev yang begitu tiba tiba.


"aku mencintaimu" Hidup Dasya seakan berubah karena kalimat sakral itu keluar dari mulut Dev.membuat nya terkejut dan tak tau harus melakukan apa.


"kau ingin aku mengatakan itu?" tanya Dev. Dasya terasa di terbang di awan lalu dihempas ke bumi begitu saja.


"aku tidak mencintaimu tapi sangat sangat_" Dev menggantung kan ucapannya.Dasya hanya diam ia tau apa yang akan Dev katakan. Membencinya itulah yang akan Dev katakan rasanya ia tak akan sanggup mendengarnya.


"aku sangat sangat mencintai mu Dasya" lanjur Dev seketika Dasya membulatkan kedua matanya tak percaya.Airmata nya keluar begitu saja.


"kau ingin aku mengatakannya lagi?"


"Aku ingin membencimu karena kau melukai adikku tapi semakin aku ingin membencimu aku malah semakin mencintai mu bahkan kata kata pun tak akan mampu menunjukkan perasaan ku yang sebenarnya.


Dev memeluk tubuh Dasya hingga wanita itu menangis haru di pelukan suaminya.Laki-laki yang ia cintai selama ini mencintainya juga.Dasya ingin rasa nya berteriak mengumumkannya pada dunia.


"apa kau mencintai ku juga?" tanya Dev. Dasya hanya mampu mengangguk membuat Dev merasa senang karena perasaannya terbalaskan.


"sejak kapan?" tanya Dev kembali.


"saat kita masih duduk di sekolah menengah" jawab Dasya "kalau kau sejak kapan menyukai ku" tanya Dasya balik


"entahlah aku tidak pernah mengerti perasaan ku sendiri saat pertama melihat mu membuat jantung ku berdetak diatas normal"ucap Dev.


Keduanya saling memandang mata mereka memancarkan cinta mereka masing masing.


Tiba-tiba Dasya menarik telinga Dev hingga lelaki itu merasa kesakitan.


"apa yang kau lakukan?" tanya Dev


"ini nyata Dev" seru Dasya ia memeluk Dev dengan senang hati lelaki itu membalasnya.


"ingin melakukannya lagi?" tanya Dev


"melakukan apa?" tanya Dasya. Dev meraih bibir Dasya lalu ******* nya. Keduanya kembali memuaskan hasrat birahi masing masing.


"Tidak ada yang paling indah saat perasaanmu terbalaskan"


\[Mntalya\]