DEVDAS

DEVDAS
Memendam Perasaanku



Hari cukup cerah untuk menikmati hari pekan.


Dev dan Dasya memutuskan untuk pergi berjalan-jalan mengisi hari libur itu pun atas permintaan Dasya.Dev sebenar nya sangat enggan untuk pergi ia lebih betah dikamar dan memakan istrinya itu.


"Dev ayo kita ke Taman hiburan, pasti menyenangkan" seru Dasya


"terserah" Dev hanya menjawab seadanya saja membuat Dasya menjadi kesal


"kenapa wajah mu seperti itu? kau tidak suka jalan -jalan dengan ku?" kesal Dasya seraya menatap taja ke arah suami nya itu.


"aku tidak mengatakan aku tidak menyukai nya ayo berangkat,kau sangat cerewet sekali" Dev lebih dulu masuk ke dalam mobil nya kemudian disusul oleh Dasya.


Sesampainya.


"waah ramai sekali" takjub Dasya saat melihat taman hiburan yang begitu dipenuhi oleh pengunjung.


"Dev ayo kita ke sana,aku ingin berburu makanan manis"seru Dasya seraya menarik lengan Dev .


Kini Dasya berada di kedai cake.Ia sangat menyukai makanan yang satu ini.


" kau ingin aku belikan untuk dibawa pulang?"tanya Dev saat melihat istrinya memakan cake tersebut dengan lahap.


"mmm" Gumam Dasya seraya memasukan kembali cake tersebut kedalam mulutnya seakan tak membiarkan mulut nya kosong.


"pelan-pelan saja nanti kau tersedak"Dev membantu Dasya membersihkan mulut nya yang di penuhi krim.


" astaga,kau seperti anak kecil saja"ucap Dev


"kenapa, kau tidak suka" kesal Dasya lalu berjalan mendahului Suaminya.


"astaga, kenapa dia?" gumam Dev kemudian berlari kecil untuk menyusul Dasya.


"kenapa kau mengikuti ku?" bentak Dasya saat melihat Dev berjalan di samping nya.


"hei kau ini kenapa?" Dev yang mulai kesal menarik lengan Dasya agar berhenti berjalan.Dasya hanya memasang wajah kesal dengan mata yang berkaca kaca.


Dev yang melihat istrinya itu ingin menangis langsung memeluk nya.


"maafkan aku,ayo kita cari makanan lagi" ajak Dev membuat wanita itu kegirangan.


"ayo" seru Dasya dengan menggelayut manja di lengan suaminya.


Tiba-tiba ada seseorang yang menabrak mereka dari belakang.


"hei apa kau tidak bisa berjalan" bentak Dev saat tubuh nya dan Dasya hampir tersungkur.


"ma_maaf tuan saya tidak sengaja" ucap seorang lelaki itu.


"lain kali berhati hatilah" ucap Dev dengan Datar.laki laki itu terus menatap Dasya membuat wanita itu sedikit risih.


"sekali lagi maafkan saya" ucap lelaki itu lalu pergi begitu saja.


"kau tidak apa apa?" tanya Dev seraya memeriksa keadaan istrinya itu.


"aku baik baik saja Dev,seharusnya kau tak perlu kasar seperti itu padanya" ucap Dasya.


"kau menyukainya?"pertanyaan yang dilontarkan suaminya itu membuat Dasya tercengang


" tidak,mana mungkin aku menyukai nya sedang kan kami baru saja bertemu"ucap Dasya


"ya sudah ayo" Dev mengajak istrinya itu untuk berburu makanan.


Setelah merasa puas Dev dan Dasya memutuskan untuk pulang.


Sesampai nya di Apartemen.


Dasya merasakan getaran yang berasal dari ponsel yang berada di dalam tas nya.


"Bisa kah kita bertemu,ada yang ingin aku katakan"


Dasya membaca pesan singkat yang Tama kirim padanya.


"siapa?" tanya Dev penasaran.


"Tama"


"oh" Dev berjalan mendahului Dasya memasuki apartemennya.


"aku akan menghubungimu nanti"Dasya membalas pesan dari Tama kemudian menyusul suaminya masuk ke dalam.


Dasya masuk kedalam kamar dan melihat Dev yang sedang sibuk dengan laptop gang berada di pangkuannya.


" Dev apa aku boleh keluar sebentar?"tanya Dasya ragu


"ingin bertemu dengan lelaki itu" tebak Dev tanpa menatap kearah Dasya.


"tidak, aku hanya keluar untuk menemui teman SMA ku dulu" ucap Dasya. Sejenak berpikir Dev mengizinkannya membuat Dasya merasa senang. Wanita itu langsung bersiap siap lalu pergi sebelum itu ia berpamitan dengan Dev terlebih dahulu.


Di Art Cafe salah satu restoran termewah di kota itu hingga Dasya dibuat bingung karena Tama mengajak nya kemari.


Pengunjung terlihat sepi yang semakin membuat Dasya merasa heran.Banyak lampu berkelap-kelip seolah tempat itu sudah di dekor sedemikian rupa.


Hingga ia berdiri tepat di belakang seorang lelaki yang ia yakini itu adalah Tama.


Lelaki itu berbalik menghadap Dasya dengan wajah yang berseri.Lelaki yang tak lain adalah Tama itu berjalan mendekati Dasya dengan memegang buket bunga mawar merah.


"Tama ini_" belum sempat Dasya berbicara ia dikejutkan dengan Tama yang berlutut di depan nya dengan memberikan bunga buket tersebut.


"Dasya aku sudah lama memendam perasaan ku dan hari ini aku ingin mengatakan perasaan ku padamu" ucap Tama yang berhasil membuat Dasya membulatkan kedua matanya karena terkejut.


"Dasya Nabila Kekkon shite kuremasen ka?" ucap Tama dalam bahasa asli negaranya sontak membuat Dasya terkejut.


Belum sempat menjawab Derap langkah seseorang mengisi keheningan tempat itu membuat Dasya membalik tubuhnya untuk melihat siapa yang datang.


"Dev"