DEVDAS

DEVDAS
ke hotel



saat ini David dan Dasya sudah berada di ruang kerja David yang baru.


Dasya sesekali memperhatikan David yang termenung seraya menatap sembarangan arah.


"ka David,apa kau baik baik saja?" tanya Dasya namun lelaki itu tak bergeming sekali pun.


Dasya mecoba memegang bahu David.


"ADA APA" teriak David membuat Dasya terlonjak kebelakang karena terkejut.


"aarrggh maaf, maafkan aku"sesal David seraya menarik rambutnya mata nya memerah seakan airmata nya memaksa untuk keluar.


Dasya hanya diam tidak berani untuk berbicara ia membiarkan lelaki itu tenang terlebih dahulu.


hening


keduanya terdiam tidak ada yang membuka suara terlebih dahulu.


" lebih baik aku pulang saja"gumam Dasya lalu beranjak dari tempat duduk nya


"Ka, lebih baik aku pulang, kau istirahatlah dulu" ucap Dasya seraya menepuk bahu David


"mmm baiklah, aku meminta maaf atas kejadian tadi" ucap David Dasya hanya mengangguk lalu memberikan senyumannya pada David seolah dapat membuat Lelaki tersebut tenang.


"aku pulang dulu" pamit Dasya


"maaf aku tidak bisa mengantarmu pulang" pinta David ia merasa bersalah karena sudah membentak wanita itu.


"tidak masalah aku akan pulang naik taxi" ucap Dasya lalu melangkahkan kaki nya keluar dari ruangan tersebut.


David menatap punggung Dasya hingga tak terlihat làgi oleh pandangannya.


Dasya berdiri di tepi jalan untuk mencari taxi namun nihil tidak ada satu pun yang lewat hingga sebuah mobil menghampirinya


"Dev" ucap Dasya


"ada apa? kau butuh tumpangan lagi, seperti nya kau sengaja agar kau bisa pulang bersama ku" goda Dev dengan wajah datar nya ingin rasanya ia tersenyum saat melihat wajah kesal Dasya yang menurutnya sangat lucu.


Karena kesal Dasya menendang ban mobil Dev sehingga kaki nya kesakitan


"hey apa yang kau lakukan" teriak Dev


"bagaimana jika mobil ku rusak" Dev menatap tajam kearah Dasya wanita itu hanya diam


"biarkan saja kalau kau mau aku akan merusak mu juga" kesal Dasya


"kau mau?" Dev menaikkan sebelah alisnya


"mau apa?" tanya Dasya yang tidak mengerti apa yang dimaksud Dev


"membawamu ke hotel lalu merusak mu. apa kau mau?" ucap Dev enteng membuat Dasya melotot kearah nya.


"tidak mau, lebih baik kau pergi saja" kesal Dasya


"kau pikir ini jalan ayah mu, seenak nya saja mengusir ku" ucap Dev lalu keluar dari mobil nya seketika ia mengangkat tubuh mungil Dasya lalu membawanya masuk ke mobil.


karena terkejut Dasya hanya meronta namun tenaga nya tak cukup kuat


"Dev apa yang kau lakukan?" Dasya berusaha keluar dari mobil Dev namun Dev mengunci pintunya lalu masuk ke mobil nya


"Dev kau ingin bawa aku kemana, aku mau turun" Dasya terus memohon ada sedikit rasa takut karena perkataan Dev tadi.


"membawa mu ke hotel" ucap Dev lalu melaju mobil nya


Dasya yang mendengar perkataan Dev barusan membuat nya terkejut dan semakin takut.


air matanya keluar begitu saja dengan isakan kecil.


"Dev aku mau turun" pinta Dasya namun tak digubris oleh Dev


Dev menghentikan mobilnya di depan hotel berbintang 5 membuat Dasya semakin ketakutan.


Dev ingin keluar dari mobilnya namun ditahan oleh Dasya yang bergelayut di lengannya.


"Dev aku mau pulang, aku tidak mau dirusak, aku akan menjadi kaka ipar mu nanti jadi kau tidak boleh melakukannya" Dasya berbicara dengan isakan tangis nya


"dasar bodoh, kau pikir aku akan berbuat apa" ucap Dev seraya menatap Dasya yang masih bergelayut di lengannya


"cepat lepaskan" ucap Dev namun wanita itu tidak mau sama sekali melepaskan tangannya


"apa kau mau kita melakukannya disini" goda Dev seketika mata Dasya menatap ke arah Dev sehingga saat ini wajah mereka sangat dekat jika bergerak sedikit saja bibir mereka akan bersentuhan.


kedua nya saling menatap seakan ada sesuatu yang menariknya.entah keberanian dari mana Dev mendekatkan bibirnya dan bibir Dasya sehingga saling bersentuhan membuat keduanya merasakan seperti ada sengatan listrik di tubuh mereka.beberapa detik keduanya masih terdiam.


seketika Dasya mendapatkan kesadarannya kembali membuatnya mendorong tubuh Dev menjauh darinya begitu juga dengan Dev ia merutuki diri nya yang bersikap tidak senonoh pada Dasya.keduanya masih diam tidak ada yang ingin berbicara.


"a aku akan mengantarmu pulang" Gugup Dev lalu melaju mobilnya