DEVDAS

DEVDAS
Akhir Dari Kisah



Dev berusaha berkonsentrasi saat ini banyak klien yang hadir di pertemuan membuat nya harus tetap tenang dan profesional tapi tidak dengan pikirannya.Lelaki itu terus memikirkan wanita yang saat ini sedang menunggu nya di rumah.Ia terus memikirkan pesan yang dikirim lelaki itu.


aku akan menjemputmu


kata kata itu terus terngiang di benaknya hingga meeting selesai. Ia segera menuju rumah untuk menemui istrinya.


"Dasya" teriak Dev namun tidak ada sautan.Para pelayang di rumah juga tidak ada.


"dimana para pelayan?" pikiran Dev begitu kacau yang ingin ia lihat sekarang adalah Dasya.


"Dasya" lagi lagi tidak ada sautan hingga ia berpikir bahwa pria itu benar benar melakukannya.


"brengsek, kau tidak tau sedang berurusan dengan siapa" gumam Dev dengan tatapan tajam. Ia melacak nomor ponsel pria itu.berhasil.Ya Dev bergegas menuju ke tempat itu. Begitu mudah entah Dev yang terlalu pintar atau pria itu yang terlalu bodoh.


.


.


ruangan yang bernuansa putih dan emas itulah yang pertama kali dilihat oleh Dasya saat membuka matanya.terasa asing dan kepalanya terasa sakit.


"kau sudah bangun" ucap seorang lelaki yang baru memasuki kamar.


"kau" Dasya begitu terkejut mengapa lelaki itu ada disini. Lelaki yang ia jumpai saat ia membeli sate hari itu.


"siapa kau?" tanya Dasya ia sedikit merasa ketakutan


"tidak perlu takut Dasya, aku tidak akan menyakitimu" ucap lelaki itu.


"apa kau ingat lelaki yang sering di bully saat itu dan kau menolongnya"


"Reyhan" ucap Dasya membuat lelaki itu tersenyum bahagia karena Dasya masih mengingatnya


"tapi kau"


"kau terkejut dengan perubahanku" Dasya hanya mengangguk tak menyangka lelaki yang dulunya kutu buku menggunakan kacamata besar dan selalu di bully kini menjadi lelaki yang tampan tapi mengapa lelaki itu membawanya kemari.


"Rey mengapa kau membawa ku kemari" tanya Dasya.


"aku ingin hidup bersama mu"ucap Reyhan membuat Dasya begitu terkejut.


" apa maksudmu"


"aku selalu menunggumu dan aku seperti ini karena mu tapi kau melupakan ku begitu saja.saat aku menemuimu di rumah sakit waktu itu kau tidak mengenaliku dan saat aku sengaja menabrakmu hari itu kau juga tidak mengingatku membuat ku kesal dengan mu lelaki itu membuatmu melupakanku Dasya" Ucap Rayhan Dasya hanya diam bagaimana bisa dia mengenal Reyhan yang sudah begitu berbeda.


"tanda tangan ini" Reyhan memberikan kertas putih untuk Dasya


"apa ini?


" Surat cerai mu dengan Dev"ucap Reyhan membuat Dasya menjadi marah


"apa maksudmu!!" teriak Dasya


"jangan berteriak kepadaku" kini Reyhan sudah tersulut emosi


"cepat tanda tangan"


"tidak mau" Dasya berusaha kabur namun ia kesusahan karena tengah hamil besar.


"kau mau kemana?"


"apa kau tau dulu aku menganggapmu sebagai temanku tapi sekarang kau berubah kau bukan teman ku lagi" teriak Dasya


"kita tidak lagi berteman Dasya kau akan menjadi istriku sekarang" ucap Reyhan


"tidak aku tidak mau menikah dengan lelaki seperti mu apa kau tau kau mengambil istri orang lain" ucap Dasya


"aku tidak perduli kau adalah milikku" Reyhan kekeh dengan niatnya.


Hingga suara ketukan pintu terdengar


"jaga Dasya untukku jangan sampai dia pergi" ucap Reyhan kemudian beranjak pergi.


"aku tinggal sebentar sayang" ucap Reyhan Dasya hanya memalingkan wajahnya.


"aku tidak tau apa yang Dev sukai dari mu" ucap Ketrin, Dasya tak menghiraukan nya.


Ketrin mendekati Dasya kemudian menarik rambut wanita itu.


"apa kau tau kau harus mati agar aku bisa bersama dengan Dev" ucap Ketrin seraya menyeret Dasya ke rooftop


"apa kau pikir Dev mau menerima wanita sepertimu,aku sangat meragukannya" Dasya tersenyum sinis seraya menahan rasa sakit karena rambut nya ditarik keras oleh Ketrin saat mereka sudah berada di rooftop gedung yang memiliki 5 lantai


"wanita ******!!" Ketrin menghempas Dasya kelantai saat mereka sudah sampai kemudian menampar pipi wanita itu hingga Dasya jatuh tersungkur ke lantai.


"aakh" Dasya meringis saat lututnya bergesekan dengan lantai beruntung ia dapat menahan tubuhnya sehingga tidak berakibat fatal untuk bayinya.


"kau tidak pantas untuk Dev" ucap Ketrin


"aku merasa miris padamu,Alex sangat mencintaimu tapi kau" Dasya tersenyum sinis hingga ia merasa rambutnya tertarik. Ya ia mengingat saat itu Alex menyebut nama kekasihnya ia yakin wanita ini adalah kekasih Alex.


"itu bukan urusanmu lelaki bodoh itu tidak pantas untukku" ucap Ketrin semakin kuat menarik rambut Dasya hingga wanita itu meringis kesakitan.


"Dasyaa" teriakan yang tak asing bagi Dasya.suara itu milik Dev lelaki yang ia harapkan untuk datang.


"Dev tolong aku" teriak Dasya dengan cepat Ketrin membekap mulut Dasya hingga suara wanita itu tenggelam


"Ketrin apa yang kau lakukan, lepaskan Dasya" ucap Alex yang baru saja datang


"Diam jika kalian bergerak aku akan menembak nya" ucap Ketrin wanita itu mengeluarkan pistol lalu mengarahkan nya ke kepala Dasya.


"Ketrin ada apa denganmu?" Alex berucap lembut ia tak menyangka wanita yang menjadi kekasihnya akan bisa bersikap sekejam ini.


Tiba tiba seseorang memukul Dev dan Alex dari belakang hingga mereka tersungkur


"Kerja bagus Ketrin" ucap Reyhan kemudian mengambil alih tubuh Dasya.


Saat ini Dasya hanya menangis saat melihat Dev yang tersungkur dilantai


"Devv, lepaskan aku Rey" Dasya mencoba meronta


"Diam!!" bentak Rey hingga wanita itu terdiam karena takut dan hanya menangis terisak


Dev berusaha berdiri begitu juga dengan Alex


"lepaskan istriku" teriak Dev


"istrimu? dia bukan istrimu Dasya adalah milikku" ucap Reyhan


Merasa Reyhan sedang lengah Dasya berusaha meronta dan akhirnya terlepas kemudian berlari.


Dev yang melihat Reyhan akan mengejar Dasya dengan cepat menubruk tubuh Reyhan hingga keduanya jatuh dari gedung bertingkat 5 itu.


"DEEVV!!" Teriak Dasya saat melihat Dev terjatuh.


DOORR


suara tembakan terdengar. Dasya memegang dada kirinya yang mengeluarkan darah segar.


Ketrin yang melihat itu berusaha melarikan diri.


Alex menghampiri Dasya yang sudah tergeletak bersimbah darah.


"Dev" gumam Dasya


apakah ini akhir dari kisahku. aku tidak menginginkan ini terjadi aku hanya ingin bisa hidup bersama dengan Lelaki yang aku cintai.Batin Dasya hingga kegelapan datang.