DEVDAS

DEVDAS
Apa Yang Kau Pikirkan



Suara bel terdengar membuat Dasya yang tengah sibuk memotong sayuran terpaksa menghentikan aktivitas nya.


"Siapa yang bertamu sepagi ini?" gumam Dasya seraya berjalan menuju pintu.


"Kau" ucap keduanya serempak saat pintu terbuka menampilkan seorang lelaki di balik pintu itu.


"ah bukan kah kau wanita yang hampir ku tabrak waktu itu?" tanya lelaki itu. Dasya hanya tersenyum, seperti biasa menampilkan senyum khas miliknya lalu mengangguk.


"sayang, siapa yang datang?" suara dari dalam yang tak lain adalah Dev yang berjalan menuju kearah mereka.


"Alex" ucap Dev lalu mengajak sahabat nya itu untuk masuk.sedangkan Dasya, wanita itu kembali melanjutkan acara masaknya yang tertunda.


"Dimana Andre dan Raga?" tanya Dev


"mereka ada sedikit pekerjaan mungkin akan terlambat" jawab Alex


"mereka selalu saja begitu,baiklah aku tinggal ke kamar dulu" ucap Dev kemudian menuju kamarnya.


Alex menyusuri setiap sudut rumah Dev hingga sesuatu yang menarik perhatiannya. Ia menatap ke arah dapur terlihat seorang wanita yang tengah sibuk memasak di bantu oleh pelayan.


Ada sedikit kekecewaan di matanya saat mengetahui wanita itu adalah istri dari sahabatnya.


"apa yang kau pikirkan Alex" gumamnya kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah pintu karena bel kembali berbunyi


Ia berjalan ke arah pintu bersamaan dengan Dasya.


"biar aku saja yang membuka pintunya" ucap Alex


"oh baiklah maaf merepotkanmu" ucap Dasya


"tidak masalah pasti itu Andre dan Raga" ucap Alex. Wanita itu hanya mengangguk lalu kembali ke dapur.


.


.


.


Di Meja makan sudah tersaji kan berbagai makanan.


"huh akhirnya selesai" ucap Dasya kemudian memanggil suami dan teman teman nya untuk segera ke meja makan.


"waah Dasya kau sangat pintar sekali memasak" puji Raga


"terima kasih" ucap Dasya dengan tersenyum


"jangan tersenyum padanya" ucap Dev membuat semuanya tertawa


"ya benar Dasya senyum mu terlalu manis untuk seorang playboy seperti nya" ucap Andre yang membuat tawa mereka semakin pecah.


"hei tutup mulutmu itu, aku sudah tidak memiliki banyak wanita sekarang" sangkal Raga


"sudahlah apa kah kalian ingin mengabaikan makanan lezat ini" ucap Alex menghentikan candaan mereka.


Kemudian semuanya mulai memakan makanan mereka masing masing.


"Al apa kekasihmu itu tidak ikut?" tanya Raga


"tidak, dia sedang berbelanja jadi dia tidak bisa ikut dengan ku" jawab Alex


"apa pekerjaan kekasihmu itu hanya menghabiskan uang mu saja Al, kau terlalu baik apa terlalu bodoh" ucap Raga lagi ya siapa yang bisa mengalahkan si playboy sepertinya pengalaman seperti ini sudah ia alami pada masa sekolah dulu.


"aku tau mana wanita yang tulus dan wanita yang hanya mementingkan harta" ucap Raga.


Ya ia merasa Ketrin hanya mencintai uang dan harta nya saja tapi ia terlanjur nyaman dengan wanita itu.


Lelaki itu hanya tertawa kemudian melanjutkan memakan makanannya.


Semuanya menatap ke arah Raga yang tak bisa mengontrol ucapannya.


"Dasar bodoh" ucap Andre bersama dengan kaki nya yang menginjak keras kaki Raga hingga lelaki itu berteriak.


"jangan dengarkan dia Al dia sedikit tidak waras karena tidak memiliki wanita sekarang" ucap Andre mencairkan suasana yang sedikit menjadi tegang


"tidak masalah, mungkin Raga ada benarnya juga" ucap Alex lalu tersenyum.


Semuanya kembali melahap makanan mereka dengan hening tidak ada yang berbicara selain suara sendok yang berdenting.


.


.


.


Setelah acara makan mereka, para lelaki itu sudah berada di ruang tamu mengobrol dan menceritakan masa masa SMA nya.


Sedangkan Dasya ia sedang mengobrol dengan Clara. Ya Dion dan Clara baru datang beberapa menit yang lalu membuat nya memiliki teman untuk mengobrol.


"ka Dasya bagaimana kandungan mu?" tanya Clara


"sehat, besok jadwal ku untuk ke dokter kandungan" ucap Dasya. Clara tersenyum kemudian wajah nya terlihat sedih.


Dasya tau apa yang wanita itu pikirkan.


"maafkan aku" ucap Dasya


"hah"


"karena aku kau kehilangan bayi mu" ucap Dasya


"apa yang kau katakan itu semua tidak benar ka" sangkal Clara kemudian memeluk Dasya.


"seperti nya aku juga ingin di peluk"ucap Raga membuat kedua wanita itu melepaskan pelukan mereka.


" mengganggu saja"ucap Dasya


"cepatlah mencari istri Raga sebelum kau mengambil istri orang lain" ucap Dion membuat gelak tawa mereka pecah. Ya membuly si playboy itu menjadi kesenangan tersendiri bagi mereka.


"hah selalu saja aku yang menjadi sasaran untuk di bully" kesal Raga bukan nya kasihan mwreka semakin tertawa.


sedangkan Alex ia hanya menatap lekat ke arah Dasya entah apa yang membuat nya tertarik dengan wanita itu.


hingga ponselnya berdering membuatnya tersadar dari lamunannya.


"halo"


"baiklah aku akan kesana" Alex menyimpan kembali ponselnya


"aku ingin menjemput ketrin dulu sampai nanti" ucap Alex lalu beranjak dari tempatnya.


"huh dia terlalu bodoh memilih wanita" ucap Raga


"setidaknya dia memiliki kekasih, tidak seperti mu"ucap Andre membuat semuanya kembali tertawa.