
Saat ini Dasya berada di dalam mobil dengan seorang supir yang mengemudi.
Setelah dari rumah sakit untuk memeriksa kandungan nya, wanita itu segera menemui sahabat nya yang akan kembali ke Jepang.
Sesampainya,
Ia langsung memasuki kafe tersebut dan menghampiri Tama yang sudah menunggunya.
"Hai" sapa Dasya
"Waah kau sedang hamil?" tanya Tama saat melihat perut Dasya yang membesar.
"iya, maaf tidak memberitahu mu"
"tidak masalah, saat itu pasti suami mu melarang mu untuk berhubungan denganku lagi" ucap Tama ada rasa sesal di balik ucapannya.
"Lalu kenapa kau ingin kembali ke Jepang?" tanya Dasya
"aku dan Aurel akan menikah jadi kami akan mempersiapkan semuanya disana"
"menikah? waaah aku tidak percaya, selamat Tama aku turut bahagia" seru Dasya kebahagiaan terpancar dari wajahnya yang ikut bahagia mendengar kabar sahabatnya yang sama sekali tidak pernah dekat dengan wanita tiba tiba sudah ingin menikah.
"terima kasih, kau juga semoga bayi mu sehat sampai lahir nanti, aku akan senang menjadi uncle nya " ucap Tama kemudian keduanya tertawa.
"aku sudah tau bahwa Aurel dari dulu menyukaimu, hanya saja kau terlalu bodoh untuk menyadarinya" ucap Dasya dengan tertawa
"saat itu aku hanya ingin kau wanita yang ada di kehidupanku, tetapi takdir berkata lain" ucap Tama keduanya kembali tertawa.
.
.
.
Setelah sekian lama mengobrol Dasya pamit untuk pulang lebih dulu ia takut Dev akan marah jika ia terlalu lama keluar rumah.
Di perjalanan,Dasya berhenti untum membeli sate,rasa nya ia ingin sekali memakan sate kambing.
setelah selesai memesan seorang lelaki menghampirinya.
"Hai" sapa lelaki itu
"hai" Dasya tersenyum meski tak mengenalnya ia harus bersikap sopan itulah Indonesia.
"kau mengenalku?" Tanya Dasya penasaran
"tidak" jawab lelaki itu kemudian pergi begitu saja membuat Dasya mendelik heran.
"Orang aneh" ucap Dasya lalu mengambil sate nya yang sudah selesai di buat.
Dasya pun kembali ke rumah, untunglah Dev masih belum pulang jadi ia tak harus mendengar omelan suaminya itu
Wanita itu berjalan menuju dapur untuk memakan sate yang baru saja ia beli.
"enak sekali" gumamnya seraya melahap satu persatu susuk sate yang berada di dalam piring.
Setelah menghabis kan lebih dari 10 tusuk Dasya merasa perut nya seakan ingin meledak.
"ah kenyang" Dasya bersandar di kursi memberi leluasa pada perut nya.
"sayang apa kau sudah kenyang?" ucap Dasya seraya mengusap perutnya.
"mommy juga kenyang, bahkan sangat kenyang" ucap nya lagi dengan kekehan.
"apa kau merindukan daddy mu?"
"sedang apa dia sekarang mengapa dia tidak menelponku" gumamnya
"kenapa aku ingin sekali memeluk Dev"Dasya meraih ponsel nya untuk menghubungi suaminya.
" kenapa tidak di angkat?apa dia sangat sibuk"Dasya merasa kesal karena Dev tak mengangkat teleponnya.
"hah aku ingin memeluknya" teriak Dasya
"sabar ya sayang kita akan menemui daddy mu di kantor" Dasya tersenyum lebar kemudian beranjak dari tempatnya ntuk menuju kantor Dev.
.
.
"Dev" panggil Dasya saat melihat Dev yang sedang berbicara dengan sekretaris nya di meja kerja lelaki itu.
"Dasya ada apa kau kemari?" tanya Dev lelaki itu sedikit terkejut atas kedatangan istrinya.
Dasya hanya diam tak menjawab seraya menatap sinis wanita yang sedang berdiri di samping suaminya.Sangat seksi itu yang ada dalam pikiran Dasya.
Kemudian Dasya menghampiri Dev lalu duduk di pangkuan suaminya itu lalu memeluk nya dengan erat.Dev terkejut dengan perlakuan Dasya kemudian menyuruh sekretarisnya untuk keluar.
"Ada apa hmm?" Dev mengusap puncak kepala Dasya. Namun wanita itu hanya diam menikmati kenyamanan yang ia dapat dari pelukan suami nya itu. Kemudian melepaskan pelukannya namun tetap duduk di pangkuan Dev.
"kau sangat sibuk,Baby sangat merindukan daddy nya" ucap Dasya dengan manja membuat senyum terukir di wajah Dev.
"apa kau tidak merindukan ku juga?" goda Dev membuat Dasya merona
"tidak" jawab Dasya seraya menggeleng kepala nya dengan cepat.
"sungguh" Dasya hanya mengangguk meyakinkan.Kemudian Dev berdiri dan menyuruh istrinya itu untuk duduk di kursinya sedang lelaki itu menaruh lututnya di lantai mensejajarkan kepalanya dan perut istrinya.
"baiklah baby apa kau merindukan daddy?" ucap Dev seraya mengusap perut Dasya.
"karena kau merindukan daddy, daddy akan menciummu" ucap Dev lalu mencium perut wanita itu membuat Dasya tersenyum geli.
"mm aku juga merindukanmu" seru Dasya membuat Dev menahan tawanya.
"benarkah? tadi kau bilang tidak merindukanku" ucap Dev
"tapi sekarang aku merindukanmu"kekeh Dasya
" baiklah baiklah"ucap Dev kemudian berdiri lalu mengambil laptop nya menuju sofa membuat Dasya melongo.
"itu saja?" ucap Dasya saat melihat Dev yang sudah duduk di sofa seraya sibuk berkutat dengan laptop nya.
"aku sangat sibuk" ucap Dev. Lelaki itu menahan tawa nya yang hampir pecah.
"tidak adil" kesal Dasya lalu hendak keluar .
"Dasya" panggil Dev menghentikan langkah istrinya itu.
"apa?" ketus Dasya. Dev menghampiri istrinya itu lalu memeluknya dari belakang.
"kau mau apa?" tanya Dev.
"tidak ada, aku ingin pulang" ucap Dasya masih dengan nada kesal.
"sungguh? padahal aku ingin mencium mu tadi, tapi jika kau ingin pulang tidak masalah" ucap Dev semakin membuat Dasya kesal.
"kau membiarkan ku pulang begitu saja" bentak Dasya bukannya takut Dev malah tertawa.
"tidak lucu" ketus nya
"istriku ini sangat menggemaskan" ucap Dev dengan mencubit kedua pipi istrinya itu.
"kau ingin aku cium?" tanya Dev. Wanita itu hanya diam.
"ya sudah jika tidak mau" ucap Dev lalu ingin membalik badannya untuk kembali ke sofa
"menyebalkan" gerutu Dasya seraya menatap punggung suaminya itu. Tiba tiba Dev membalik badannya menghadap Dasya dan meraih bibir wanita itu menciumnya dengan lembut dan **********. Dasya yang terkejut dengan cepat menyesuaikan ciuman suaminya.
Pintu terbuka membuat mereka menjauhkan tubuh masing masing.
"ma maaf tuan" ucap sekretarisnya.
"apa gunanya pintu jika tidak untuk di ketuk" bentak Dasya membuat wanita itu menunduk.
"sudahlah sayang" Dev menenangkan istrinya
"mengganggu saja" gerutu Dasya membuat Dev tertawa.
"ya sudah pergilah" ucap Dev pada sekretarisnya. wanita itu pun menutup kembali pintunya.
"kenapa sekretaris mu itu selalu memergoki kita berdua?" kesal Dasya saat mengingat dulu ia dan Dev pernah terciduk meskipun dulu bukanlah sengaja seperti sekarang tapi tetap saja wanita itu menganggu kegiatan romantis nya dengan Dev.
Lelaki itu tak menjawab ia menikmati wajah garang istrinya yang terlihat sangat menggemaskan. rasanya ia ingin sekali membawa istrinya itu ke atas ranjang.