
sudah 2 hari Aurel dirawat dirumah sakit Raga dengan senantiasa merawat dan menjenguk wanita itu.
"kau makan lah agar cepat sembuh"pinta Raga hendak menyuapi Aurel namun wanita itu hanya menggeleng
"apa kau ingin sesuatu?"tanya Raga namun lagi lagi Aurel hanya menggelengkan kepalanya membuat laki laki itu menjadi bingung
"maaf merepotkan mu" ucap Aurel tiba tiba
"tidak sama sekali aku senang bisa membantumu"ucap Raga membuat wanita itu tersenyum
"ayo makanlah aku sudah membelikan mu bubur dan ini enak sekali karena aku suka memakannya"ucap Raga
Aurel pun membuka mulut nya dan memakan bubur itu hingga habis
.
.
.
.
Di jalanan yang sepi Dasya sedang berdiri di tepi jalan seraya menengok kanan kiri.
"kenapa harus mogok sekarang sih"kesal Dasya
ia berencana pergi ke rumah sakit untuk menemui David namun kesialan menimpanya
sebuah mobil berwarna hitam tiba tiba menepi. seorang leleki keluar dari mobil tersebut membuat Dasya terkejut
"sedang apa kau disini?"tanya lelaki tersebut
"Dev kau disini?"Dasya balik bertanya
"jika orang bertanya kau harus menjawab nya bukan malah balik bertanya"bentak Dev yang membuat Dasya sedikit kesal
"lihatlah dia tidak pernah berbicara sopan padaku"batin Fasya seraya menatap Dev dengan kesal
"mobil ku mogok apa kau tidak melihat nya"Ketus Dasya
"tidak"ucap David lalu hendak masuk kembali kedalam mobilnya
"tunggu"panggil Dasya
"apa aku boleh ikut denganmu"ucap Dasya Dev sedikit berpikir
"naiklah"ucap Dev lalu masuk kedalam mobilnya
"cepatlah ,kau ingin aku tinggal"ucap Dev saat melihat Dasya masih berdiri diluar. dengan cepat Dasya menyusul lelaki itu kedalam mobil nya
"kau ingin kemana?"tanya Dev saat mereka sudah di dalam mobil dengan segera Dev mengemudi mobilnya itu
",kerumah sakit menemui David"Jawab Fasya
"kau memanggilnya David?"Tanya Dev lagi yang hanya dibbalas anggukan oleh Dasya
"tidak sopan, dia lebih tua dari mu"ucap Dev membuat Dasya menatap kearah nya
"aku kan calon istrinya jadi terserah aku saja memanggilnya apa"ucap Dasya. mendengar penuturan Dasya membuat lelaki tersebut terdiam.
Di rumah sakit, Dasya langsung menuju ke ruangan Davi disusul oleh Dev dibelakangnya
"apa dia sering menemui ka David bahkan dia tau letak ruangannya"batin Dev dengan menatap wanita yang berjalan di depannya
"kau mengikutiku"ucap Dasya mengejutkan Dev
"aku juga ingin menemui ka David"ucap Dev kemudian masuk kedalam ruangan tersebut mendahului Dasya
"tidak sopan"umpat Dasya namun masih didengar oleh Dev
"kau bilang apa ?"tanya Dev namun Fasya hanya menggelengkan kepalanya
"Dasya, Dev kalian disini"ucap David yang baru saja datang
"hmm aku hanya ingin memberikan ini papah menitipkannya padaku "ucap Dev seraya menyerah kan stopmap berwarna merah tuanitu pada David
"entahlah papah tidak memberitahu nya padaku "jawab David
"ya sudah aku pergi dulu"Pamit Dev
"kau tidak masuk dulu?"tawar David namun Dev hanya menggeleng
"tidak,masih banyak pekerjaan dikantor,lain kali saja"ucap Dev David hanya mengangguk lalu menatap punggung adiknya itu yang berlalu pergi.
"hai Ka David"ucap Dasya dengan senyum lebar
"apa kau memanggil ku kakak"David terkekeh mendengar panggilan dari Dasya
"iya kau kan lebih tua dari ku tidak sopan jika aku tidak memanggilmu Kaka"ucap Dasya
"hmm baiklah terserah kau saja, tetapi setelah menikah nanti kau harus memanggil ku sayang"canda David membuat wajah Dasya memerah
"aku hanya becanda"tawa David saat melihat wajah Dasya yang menurutnya sangat menggemaskan
"ada apa kau datang kesini"tanya David
"mamah menyuruhku membawakanmu makan siang"ucap Dsya seraya mengangkat kantong plastik yang berada di tangannya
"oh ayo masuk"ajak David mereka berdua pun masuk kedalam ruang kerja David
"kenapa kau selalu mengatas namakan mamah Clairin setiap datang kesini , kau tidak ada niat sendiri?"tanya David membuat wanita itu tertawa
"apa ada yang lucu"tanya David saat melihat Dasya yang tak berhenti tertawa
"kau memanggil mamah pada ibuku?"tanya Dasya
"kenapa apa ada yang salah dia kan nanti akan menjadi mertua ku otomatis dia akan menjadi ibuku juga nanti"ucap David membuat Dasya menghentikan tawanya
"kau benar juga"ucap Dasya lalu kembali tertawa
"aku tidak pernah mendengar orang lain memanggil ibuku dengan sebutan mamah Karena aku anak satu satu nya jadi aku sedikit merasa aneh jika ada orang memanggilnya dengan sebutan mamah"ucap Dasya membuat David terdiam
"kau beruntung, bahkan aku tidak pernah memanggil ibu kandung dengan sebutan mamah"ucap David. Dasya terdiam menatap wajah David yang sibuk membuka makanan yang berada di plastik seakan menyembunyikan rasa sedihnya
"maaf"ucap Dasya
"untuk apa?"tanya David. Dasya hanya diam tanpa melepaskan pandangannya
"sudahlah kau harus membiasakan berbagi mamah Clairin untukku"ucap David lalu mengusap rambut Dasya
keduanya pun menikmati makanan yang di masak oleh Clairin dengan di selipkan candaan yang dibuat oleh David
"setelah ini kau kemana?"tanya David
"hmm entahlah mungkin pulang kerumah karena pekerjaan kantor sudah tidak ada"jawab Dasya seraya memasukkan makanan tersebut kedalam mulutnya
"kau mau jalan jalan"ajak David
"kau tidak bekerja?"tanya Dasya
"pasien ku sedang tidak ada"jawab David
"baiklah"ucap dasya membuat senyuman di wajah David
.
.
.
.
Visual Dev Dasya dan David