DEVDAS

DEVDAS
Rencana?



Dev berlalu meninggalkan Dasya yang mematung


"kenapa Dev ada disini?"pikir Dasya lalu ia masuk kembali kedalam restoran


"maaf lama pah,paman"ucap Dasya lalu duduk di kursi nya


"tidak apa apa"ucap Arya


"nah itu putraku"ucap Arya


Seorang lelaki yang baru saja datang kemudian menghampiri mereka


"ini putraku David dia putra angkat ku"ucap Arya ia memperkenalkan putra nya tersebut


"maaf paman saya terlambat tadi tiba tiba ada operasi mendadak"ucap David


"kau seorang Dokter?"tanya Gino


"iya paman"jawab David lalu duduk di samping ayahnya


"kau sangat hebat"ucap Gino seraya mengacungkan jempol nya


"terima kasih paman itu semua berkat papah"ucap David lalu melirik kearah Dasya yang hanya memperhatikan obrolan mereka


"David perkenalkan ini putri paman"ucap Gino


David pun mengulurkan tangan nya memperkenalkan diri


"David "


"Dasya"


Mereka pun melepaskan uluran tangan masing masing


"Gino bagaimana rencana kita"ucap Arya yang membuat Dasya dan David terkejut


"Rencana?"ucap David dan Dasya kompak


"waah kalian sangat kompak sekali"ucap Gino


"papah"ucap Dasya ia sangat malu membuat rona merah di pipinya


Mereka oun melanjutkan obrolan mereka dengan diselip kan candaan dari Gino dan Arya


"saya permisi ke toilet dulu" ucap David lalu beranjak pergi


"ka David"ucap seseorang yang tak lain adalah Dev


"Dev kau disini?"ucap David


"aku ada meeting dengan klien disini kau sendiri?"


"aku dan papah sedang bertemu dengan rekan kerja papah"


"kenapa papah mengajak mu"


"papah ingin menjodohkan ku dengan anak rekan kerjanya papah"ucap David terlihat wajahnya sedang gelisah


"lalu kenapa"


"kau tau aku sudah mempunyai kekasih dan aku berencana untuk melamarnya"


"waahh luar biasa nikmati kegalauan mu ka"ucap Dev dengan nada mengejek membuat David kesal


"ya sudah aku pergi dulu"ucap Dev sebelum itu menepuk pundak kaka nya tersebut


"sial kau"umpat David lalu kembali kemeja yang ditempati mereka


.


.


.


.


Setelah pertemuan malam itu Arya dan Gino sengaja mendekatkan Dasya dan David. Seperti saat ini mereka sedang bertemu di kafe atas permintaan ayah mereka


"kau setuju menikah dengan ku?"tanya David menbuka obrolan


"hmm papah tidak pernah meminta sesuatu dari ku baru kali ini saja jadi aku tak enak untuk menolak lagi pula kau terlihat lelaki yang baik baik"ucap Dasya


"papah juga tidak pernah meminta apapun dari ku aku sangat berterima kasih padanya karna menerima ku dikeluarga nya tapi..."David menggantungkan kalimatnya ia tak mau menyakiti perasaan Dasya


"kau keberatan dengan perjodohan ini?"tanya Dasya spontan


"aku tidak bisa membayangkan perasaan kekasih mu itu"ucap Dasya


"aku jadi bingung"ucap David


"aku akan membantu mu"ucap Dasya membuat David terkejut tak percaya akan ucapan wanita didepan nya ini


"kau bawa tunangan mu besok dan lamar dia aku akan mengatur pertemuan kita"ucap Dasya


"kau serius"Dasya hanya mengangguk mengiyakan


"Dev "David menghampiri Dev yang terlihat sednqg melewati mereka berdua


"kak kau disini?"tanya Dev


"iya aku sedang bertemu dengan anak rekan kerja papah"ucap David


"waah ternyata ada calon kaka ipar disini ayo kenalkan padaku"ucap Dev. David pun mengajak Dev menuju kemeja nya dengan Dasya


"Dasya perkenalkan ini Dev"ucap David


Dasya yang terkejut akan kedatangan Dev hanya bisa mematung begitu juga dengan Dev mereka berdua hanya saling menatap


"heei kalian dua kenapa"tanya David


"kaka akan dijodoh kan dengan wanita ini"tanya Dev dan David hanya mengangguk


Tiba tiba ponsel David berdering


"sebentar aku menerima telepon dulu"pamit David


Suasana menjadi canggung Dasya menundukkan pandangannya


"kenapa kau menerima perjodohan ini"tanya Dev membuat Dasya menegakkan kepalanya fan menatap Dev


"apa rencana yang kau buat"tanya Dev lagi Dasya hanya bingung dan sedikit takut akan tatapan Dev padanya


"kau ingin mengambil Dion dari adikku makanya kau masuk kedalam keluarga ku"ucap Dev ia berjalan mendekati Dasya


Kemudian David datang membuat Dev menjauhkan tubuh nyadari Dasya


"maaf tadi papah yang menelpon"ucap David


"maaf saya pamit pulang ucap Dasya lalu meraih tas nya di atas meja kemudian beranjak pergi


"Dev kau kenapa?"tanya David yang melihat Dev menatap kepergian Dasya.


"tidak ada apa apa aku pergi dulu"ucao Dev lalu meninggal kan kafe tersebut


"kenapa mereka meninggalkan ku sendiri"ucap David


"lebih baik aku kembali ke rumah sakit"David pun pergi dan tak luoa membayar minuman yang ia pesan tadi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Aku diam karena aku mencintaimu


Dasya



Devano