DEVDAS

DEVDAS
Untuk ini



Pertunangan berjalan dengan lancar senyum dari kedua keluarga David dan Dasya terus mengembang tanda kebahagian.


Sedang kan David ia terus memikirkan kekasih nya yang tiba-tiba datang dengan kekasih barunya bukan kah ia berjanji untuk melamarnya hari ini lalu mengapa wanita itu mengkhianatinya.


Melihat David yang termenung Dasya mengajak David keluar menuju balkon dan David hanya mengikutinya dari belakang


"kau baik baik saja?"tanya Dasya ia tak yakin dengan pertanyaan nya tersebut


"bagaimana aku bisa baik baik saja ini adalah hari yang ku tunggu dimana aku melamar kekasih ku yang telah bersama ku selama 4 tahun ini tiba tiba dia datang di hari pertunangan ku dan membawa kekasih baru nya"ucap David ia menatap kosong segala arah


.Dasya tidak tau harus berbuat apa ia hanya memandang David dengan rasa kasihan.


"aku baru tau ternyata kau bisa galau juga"ejek Dasya berusaha mengembalikan keceriaan David namun nihil David terus menatap kosong ke sembarang arah membuat Senyum Dasya menghilang dari wajahnya.


Tiba tiba ia dikejutkan dengan David yang memeluknya.Dasya hanya mematung membiarkan David meminjam tubuhnya untuk bersandar ia seperti merasakan rasa sakit yang David rasakan.Ia dengan ragu mengusap punggung lelaki tersebut membuat David semakin mengeratkan pelukannya.


Dasya merasakan basah dilehernya membuat sebagian rambut Dasya yang tergerai bebas menjadi basah.Ia yakin lelaki tersebut pasti menangis.Dasya hanya diam membiarkan David larut dalam kesedihannya.


.


.


.


.


Di dalam ruangan tempat pertunangan David dan Dasya masih terlihat ramai banyak tamu nyang menikmati hidangan yang telah disediakan.


Dev yang sedang berkumpul dengan sahabat sahabat nya hanya diam melihat kelakuan yang sahabat nya lakukan


"hei Dev kenapa kau melamun?"tanya Andre. Dev hanya diam tanpa menghiraukan pertanyaan sahabatnya itu


"Dev sedang galau karena ia masih jomblo sedangkan kakak nya sudah bertunangan"seru Raga yang membuat mereka tertawa


Dev menatap tajam kearah Raga membuat lelaki tersebut berhenti tertawa dan mengalihkan pandangan nya dari Dev


"Dev akan mencabut lidahmu jika kau terus menggodanya"ucap Dion yang masih tertawa bersama Andre sedangkan Raga hanya terkekeh.


.


.


.


.


"terima kasih"Dev membuka suaranya memecahkan keheningan


"untuk?"tanya Dasya tak mengerti ucapan David


"untuk ini"jawab David seraya menepuk pundak Dasya dan membuat wanita tersebut paham akan yang dimaksud David


"ooh sama sama"ucap Dasya gugup


"apa kau tak mau menjelaskan nya pada kekasih mu?"tanya Dasya ia kembali menatap David


"aku sudah menjelaskan nya beberapa hari yang lalu"ucap David


Benar,beberapa hari yang lalu David menemui Amel dan menceritakan bahwa ia dijodohkan oleh orang tua nya tetapi ia tetap akan melamar kekasih nya itu di depan orang tua nya.


Namun semuanya tidak berjalan dengan semestinya.Kekasih nya datang ke pertunangan nya dengan membawa kekasih barunya itu.Sungguh itu membuat David merasakan bagai di sambar petir disiang bolong.


"lalu bagaimana dengan perjodohan ini?"tanya Dasya membuat David menoleh padanya dengan sedikit berpikir


"kurasa kita harus melanjutkan nya"ucap David membuat Dasya terkejut


"lalu bagaimana dengan kekasihmu?"tanya Dasya ia tidak mau di cap sebagai wanita yang merebut lelaki orang lain


"aku akan berusaha melupakannya"ucap David lalu menatap kedalam mata biru milik Dasya.Lalu mereka berdua tertawa bersama


"haahh aku tidak pernah berpikir akan menikah semuda ini"ucap Dasya dengan senyum lebar membayangkan bagaimana jika dia menikah dengan David nantinya


"kau pikir aku sudah tua, aku rasa kita hanya terpaut usia 3 tahun saja "ujar David yang hanya di tanggapi kekehan oleh Dasya


"kau pasti seusia Dev"ucap David kembali Dasya hanya mengangguk mengiyakan


"aku bahkan berpikir untuk menjodohkan mu dengan Dev jika kita tidak jadi bertunangan"ucap David seketika membuat Dasya batuk tersedak ludahnya sendiri.


"kau baik baik saja?"tanya David melihat Dasya yang tiba tiba batuk seraya mengusap bahu Dasya


"hmm aku hanya tersedak"ucap Dasya polos David hanya terkekeh melihat kepolosan Dasya.


"ayo kita kembali orang orang pasti mencari kita"ajak David lalu mengajak Dasya masuk ke dalam.