DEVDAS

DEVDAS
Kenapa dia?



Matahari sudah menunjukkan sinar senjanya menandakan hari mulai sore.Cukup lama mengobrol Dasya segera berpamitan dengan Tama untuk pulang terlebih dahulu meninggalkan Tama dan Aurel di kafe tersebut.


Mata Tama tak lepas memandangi Dasya yang berlalu pergi dan hal tersebut disadari oleh Aurel ia hanya menghembuskan nafas kasarnya lalu memalingkan wajah nya


"kau kenapa?"tanya Tama


"tidak"ketus Aurel membuat Tama heran karena sikap Aurel yang tiba tiba menjadi ketus


"oh"Tama hanya berohria kemudian meminum minuman yang berada di hadapannya


Melihat tingkah Tama membuat Aurel semakin kesal kemudian beranjak dari tempat duduk nya


"kau mau kemana?"tanya Tama saat melihat Aurel yang hendak pergi


"kembali ke kantor"ucap Aurel dengan nada datarnya lalu meninggal kan Kafe tersebut


"kenapa dia?"Tama hanya menggelengkan kepala nya karena melihat sifat Aurel yang tiba tiba berubah


.


.


.


Aurel mengemudi mobilnya kembali ke kantor dengan wajah nya yang terlihat kesal


"dasar bodoh"umpat nya seraya menambah kecepatan mobilnya


"kenapa aku bersikap seperti itu, bagaimana jika Tama semakin tidak menyukai ku"sesal nya dengan menutup kedua mata nya untuk meredam kekesalan nya. Tiba tiba sebuah mobil datang dari arah yang berlawan . Menyadari hal tersebut Aurel segera menghindari mobil tersebut sehingga membuat nya kehilangan kendali dan menabrak pohon di tepi jalan.


.


.


.


Di ruangan yang luas terlihat Dev yang sedang sibuk dengan laptop yang berada di hadapannya.


"sial kenapa jadi seperti ini"umpat nya karena melihat laporan yang tak cukup akurat menurut nya. Ia memanggil sekretarisnya lalu menunjukkan laporan tersebut.


"apa kau tidak bisa bekerja?"teriak Dev dengan kesal membuat wanita di hadapannya tersebut ketakutan.


"ma maaf tuan"ucap wanita tersebut dengan terbata bata


"saya tidak membutuhkan ucapan maaf mu"Dev kembali berteriak,wanita tersebut hanya diam menundukkan kepalanya menerima amarah dari bosnya itu


"pergilah perusahaan ku tak membutuhkan orang sepertimu"putus Dev yang hanya diterima pasrah oleh sekretaris nya lalu meninggalkan ruangan nya


"dasar tidak berguna"kesal Dev lalu membuang laporan tersebut ke tempat sampah


Drrrttt drrtttt


Dev mengambil ponsel nya yg berbunyi lalu menekan ikon berwarna hijau di layar ponselnya


"ada apa"ketus Dev membuat Raga yang menelponnya terkejut


"kau kenapa Dev, apa kau masih galau karena masih jomblo"ejek Raga yang membuat Dev semakin kesal


"jika tidak ada yang penting aku akan menutup telponnya"seru Dev hendak mengakhiri sambungan teleponnya.


"tunggu dulu,kenapa kau marah?"tanya Raga membua Dev mengurungkan niatnya.


"baiklah baiklah, ayo kita minum kopi di kafe yang berada di dekat kantormu aku akan mengajak Andre nanti"ucap Raga. Dev sedikit berpikir kemudian mengiyakannya


"jangan lupa mengajak Dion"ucap Raga kembali


"Dion tidak bekerja, dia sedang menjaga istrinya"ucap Dev


"wah enak sekali jika memiliki istri ya"ucap Raga kemudian terkekeh. David langsung menutup teleponnya dengan sepihak membuat Raga di seberang sana kesal dibuatnya.


.


.


.


.


Raga sedang dalam perjalan menuju kantor David tetapi tiba tiba ia melihat sebuah mobil yang melaju begitu cepat ke arah nya kemudian mobil tersebut kehilangan kendali dan menabrak pohon di tepi jalan


"sial siapa yang mengemudi ugal ugalan seperti itu"umpat Raga kemudian menghampiri mobil tersebut


Ia kemudian membuka pintu mobil berusaha mengeluarkan pengemudi mobil tersebut dan betapa terkejut nya ia melihat seorang wanita yang sudah tidak sadarkan diri dengan darah yang mengalir keluar dahi wanita tersebut.


Dengan segera Raga membawa wanita itu ke rumah sakit terdekat.


Dirumah sakit, kini raga sedang berdiri di depan pintu ruang UGD seraya menunggu dokter yang memeriksa keadaan wanita tersebut.


"apa anda keluarga pasien?"tanya dokter ketika keluar dari ruang UGD


"bukan dok saya yang menemukan nya saat kecelakaan tadi"ucap Raga


"pasien membutuh kan donor darah secepatnya karena kehilangan banyak darah sedangkan stok golongan darah pasien di rumah sakit ini sedang habis"ucap dokter tersebut


"apa golongan darah nya dok?"tanya Raga


"golongan darah pasien AB+ "ucap dokter


"darah saya bergolongan AB+ dok ambil darah saya saja"ucap raga


"baiklah mari ikut saya untuk melakukan pemeriksaan"ucap dokter lalu mengajak Lelaki tersebut keruang transfusi darah.


.


.


.


.


.


.


.


Bonus visual Tama dan Aurel menurut author yaa