DEVDAS

DEVDAS
Akan Membantumu



Dev dan Dasya sudah berada di ruang kerja lelaki itu. Dasya yang merutuki kebodohan nya tadi hingga membuat nya takut untuk berbicara.


"ada apa kau kemari?"tanya Dev tanpa melihat kearah Dasya


" aku sampai melupakan tujuanku kemari"gumam Dasya lalu mengahampiri Dev yang sedang berdiri di dekat jendela yang menampakkan pemandangan kota


"mmm Dev ada yang ingin ku bicarakan" ucap Dasya gugup,Dev hanya diam seraya menatap wanita itu.


"ini tentang Ka David dan kekasihnya" Dasya kembali bersuara


Dasya menceritakan semua yang telah Amel ceritakan padanya membuat Dev yang saat itu tenang terkejut dibuatnya namun dengan cepat ia menepis keterkejutannya itu.


"bagaimana, apa kau ingin membatu ku?" tanya Dasya Ia sangat berharap lelaki itu akan membantunya


"tidak" tolak Dev begitu saja


"ayolah Dev , David kan kaka mu tidak mungkin kau tidak mau membantunya" ucap Dasya


"bagaimana pernikahan mu dan ka David nanti?" tanya Dev membuat Dasya bungkam ia tidak lagi memikirkan perjodohannya dengan David ia apa lagi David akan menjadi seorang ayah


"aku tidak memikirkannya lagi, aku bisa menikah dengan siapa saja tapi anak yang itu, dia tidak mungkin tumbuh tanpa seorang ayah" ucap Dasya ia tidak bisa membayangkan bagaimana nasib anak yang berada dikandungan Amel nanti nya.


"aku akan berbicara pada orang tua ku setelah masalah ini selesai" ucap Dasya


"tidak semudah itu, papah mempunyai riwayat penyakit jantung, jika ia mendengar kabar ini penyakitnya akan kambuh lagi" ucap Dev. Dasya terdiam ia tidak tahu lagi apa yang harus ia lakukan.


Melihat Dasya yang sedang kebingungan membuat Dev merasa kasihan.


"jika kau memaksa, aku akan membantu mu" ucap Dev seketika wajah Dasya kembali ceria dengan tak sadar ia menghambur kedalam pelukan Dev membuat lelaki itu terkejut dibuatnya.


Bersamaan dengan pintu yang tiba tiba terbuka.dengan cepat Dasya melepas pelukannya namun Dev merengkuh tubuh Dasya mempererat pelukan keduanya.


sedangkan sekretaris Dev yang baru saja membuka pintu merasa terkejut saat melihat tuan nya berpelukan dengan wanita


"apa kau tidak bisa mengetuk pintu" bentak Dev membuat sekretaris nya skakmat lalu pergi begitu saja.


"Dev lepaskan aku" ucap Dasya seraya mendorong tubuh Dev menjauh dari tubuhnya namun nihil lelaki itu sangat kuat bahkan Dasya kewalahan.Menyadari keduanya yang begitu dekat tanpa jarak membuat Dev melepaskan pelukan mereka.


"Apa yang kau lakukan, orang akan mengira apa nanti" kesal Dasya


"bukan kah kita sepasang kekasih" ucap Dev dengan datar namun berhasil membuat Dasya bungkam


"i-itu itu" Dasya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.ia tidak tahu harus mengatakan apa.


"sudah lah aku sangat sibuk, jika tidak ada yang ingin kau katakan lagi kau boleh pergi" ucap Dev seraya berjalan kearah meja kerjanya.


"tapi kau akan membantuku kan?" tanya Dasya


"hmmm" dengan wajah gembira Dasya segera melangkah keluar dari ruang kerja Dev. sedangkan lelaku itu hanya menatap punggung Dasya yang semakin menghilang ia menaikan sudut bibirnya ingin tersenyum mengingat apa yang telah terjadi antara keduanya.


"aku tidak tau harus bersikap bagaimana jika berhadapan dengannya" gumam Dev seraya menampilkan senyum di wajahnya yang sangat jarang dilihat.


.


.


.


Amel dan Ando sudah berada di dalam ruang rawat ayah nya.


Amel masih merasa bingung kenapa ayah nya tiba tiba jatuh sakit. semua keanehan terjadi saat ayah nya pulang dari paris.


Dulu ayah nya sangat menyetujui hubungannya dengan David dan juga aya nya tak pernah jatuh sakit seperti ini.Tanpansadar air mata nya keluar begitu saja tanpa isakan bagaimana pun di hidup nya hanya ada ayah nya dan juga Ando setelah ibunya meninggal.


"kak" panggil Ando lelaki itu mengusap pundak kaka nya itu menyalurkan kekuatan.


Amel menghapus air matanya lalu tersenyum kearah Ando seakan ingin mengatakan bahwa ia baik baik saja.


seketika pintu terbuka menampilkan Dasya dan seorang lelaki di sampingnya yang tak lain adalah David.


Amel dan Ando berdiri karena terkejut atas kedatangan mereka.


"David" ucap Amel namun David hanya diam terus menatap wanita yang amat ia cintai itu.


"lebih baik kita bicara diluar saja" ucap Ando semua nya oun keluar dari ruangan itu.


Dev dan Dasya sudah menceritakan semua nya kepada David dan sejam sebelumnya Dasya mengajak David untuk mengunjungi Ayah Amel dirumah sakit.


Dan saat ini mereka sudah berkumpul di ruang tunggu rumah sakit .


"Amel" ucap David lalu mendekap tubuh wanita itu memeluk nya erat seakan tak ingin melepaskan nya lagi.


semuanya masih terdiam membiarkan kedua sejoli itu untuk saling melepaskan beban mereka.


"namun tiba tiba suara bel berbunyi yang berasal dari dalam ruang rawat Ayah Amel seketika semuanya masuk ke dalam ruangan tersebut.


"maaf pasien tiba tiba terkena serangan jantung dan tidak dapat kami selamatkan" ucap Dokter


seisi ruangan tersebut terkejut dengan kejadian yang begitu tiba tiba


"ayaah" teriak Amel wanita itu menggerakkan tubuh ayah nya yang sudah tak bernyawa


"Amel kendalikan dirimu" ucap David seraya memeluk wanita itu


"David, ayah ku" tangis pilu Amel membuat dada David begitu sesak seakan tahu apa yang kekasih nya itu rasakan


sedangkan Dasya ia sangat syok melihat kejadian yang terjadi di depan matanya langsung ia membayangkan bagaimana jika itu terjadi padanya. seketika ia mundur beberapa langkah dan menabrang Dev yang berada di belakangnya dengan cepat Dasya memeluk lelaki itu.


"Congestive heart failure" gumam Dev saat melihat kondisi yang terjadi pada ayah nya Amel.


Ia merengkuh tubuh Dasya yang terlihat syok


.


.


.


pemakaman Ayah Amel sudah dilakukan David dengan setia menemani Amel yang masih bersedih atas kehilangan ayahnya.Amel begitu menyayangi ayahnya jadi kehilangan seorang ayah adalah sesuatu yang sangat menyakitkan.


"maafkan aku" ucap David saat Amel sudah merasa tenang


"tidak, harus nya aku yang meminta maaf padamu" ucap Amel


"seharus nya kau menceritakannya padaku apa yang terjadi" David masih memeluk wanita itu


"semua nya terjadi begitu tiba tiba, dan aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan mu" ucap Amel


"aku tidak bisa membayangkan jika aku hidup tanpamu, aku mohon jangan tinggalkan aku lagi" ucap David seraya memperat pelukannya ia berjanji tidak akan membiarkan wanita nya itu sendiri lagi.


"kita mulai dari awal lagi ,membina rumah tangga kita dan merawat anak kita" ucap David lalu menyentuh perut Amel.


"maafkan untuk malam itu, aku benar benar tidak sadar" David menatap lekat mata Amel.


"aku tidak pernah menyesalinya karena aku tau kau akan selalu bersama ku" ucap Amel lalu memeluk lelaki itu lagi.


flashback


pada semester 6 David sudah menekuni dunia kedokteran atas permintaan dari Arya ayah angkatnya.sebenar ia sangat ingin menjadi seorang koki seperti impiannya namun ia sangat menghargai permintaan ayah nya itu yang telah memberikan nama belakang keluarga Wilfred padanya.


saat pulang dari kampus ia memasuki rumah mewah yang tak lain adalah milik keluarga Wilfred.


namun ia mendengar suara keributan di ruang utama yang ternyata Dev dan ayah nya sedang bertengkar. David ingin melerai perdebatan keduanya namun ia urungkan saat tau apa yang mereka perdebatkan


"papah sudah katakan kau tidak akan menjadi seorang dokter" uap Arya dengan lantang


"pah aku ingin menjadi seorang dokter aku ingin mengambil alih rumah sakit keluarga kita" ucap Dev


"cukup David yang menjadi dokter di keluarga ini , jika kau menjadi dokter lalu siapa yang mengurus perusahaan papah" ucap Arya


"pah kenapa papah tega membuang mimpi ku demi Ka David dia bukan anak kandung papah" ucap Dev seketika tangan kekar Arya mendarat begitu saja di wajah Dev.


"Jika kau berbicara lagi papah akan mengusirmu dari rumah ini" ucap Arya lalu meninggalkan Dev sendiri


Dari saat itu lah Dev lebih memilih tinggal di apartemen untuk menyelesaikan kuliah nya dengan terpaksa ia mengambil jurusan manajemen sesuai permintaan ayah nya


setelah mengetahui semuanya David yang selalu di hantui rasa bersalah nya menghindari untuk bertemu dengan Dev.ia meminum banyak alkohol dikamar nya untuk menghilangkan rasa bersalahnya pada Dev. ia mengemudi mobil nya menuju apartemen kekasih nya itu.


"David" ucap Amel saat melihat David yang hampir limbung karena tidak bisa menyeimbangkan diri


"David kau kenapa?" tanya nya lalu menuntun David ke dalam kamar nya


"aku tidak ingin mengambil hak orang lain" ucap David seraya menangis di pelukan Amel.


"ada apa ceritakan padaku" pinta Amel. David menceritakan semuanya bagaimana Dev begitu terpukul karena nya


"sudah lah ini bukan kesalahan mu tapi ini keinginan paman Arya" ucap Amel


David yang sudah sedikit tenang menatap mata Amel yang saat ini berada di hadapan nya. ia mendekat bibirnya dan bibir Amel hingga saling bersentuhan. Amel yang berusaha mengembalikan kesadaran David memukul dada lelaki itu namun David malah menarik tubuh Amel memperdalam ciuman mereka.Pada malam itu lah David membuat sebuah kesalahan yang ia lakukan tanpa sadar. setelah malam itu Amel tak ingin menceritakan tentang kejadian tersebut ia takut jika David akan semakin terpuruk jika mengetahui nya.


.


.


.


.