
Setelah pertemuannya dengan Devano Dasya tidak pernah lagi hadir di pertemuan kerja sama dengan DW' Compeny ia hanya di wakil kan oleh sekretaris nya saja.Hal itu membuat Dev memjadi merasabaneh seperti ada sesuatu yang mengganjal di hati nya.
"hah kenapa perasaan ku jadi kacau seperti ini"ucap Dev seraya mengacak berkas berkas yang ada di depan nya
"apa jangan jangan"Dev seketika mematung memikir kan apa yang ia pikirkan sekarang
"tidak tidak, tidak mungkin perasaan itu sudah lama menghilang semenjak dia pergi"ucap nya meyakin kan pikiran nya meskipun berbanding terbalik dengan perasaan nya
"bagus kan jika dia tidak hadir di pertemuan aku tidak perlu bersusah payah memisahkan nya dengan Dion"ucap nya dengan senyum kecut.
"apa ada masalah"ucap seseorang yang tak lain adalah Arya ayah nya membuat Dev terkejut dan membuyar kan semua yang telah ia pikirkan tadi
"papah mengaget kan ku saja"ucap Dev lalu menghampiri ayah nya tersebut duduk di sofa yang ada di ruangan nya itu
"kau melamun seprti ada masalah saja"ucap ayah nya seraya menyelidiki wajah tampan putra nya tersebut.
"melamun? Aku tidak melamun pah aku hanya berpikir saja tadi"ucap Dev mengelak perkataan ayah nya
"terserah kau saja"ucap Arya ia menyerah jika berdebat dengan putra itu.
"ada apa ayah kemari?"tanya Dev karna tidak biasa nya ayah nya kemari jika tidak ada hal yang penting
"tidak ada. Apa papah tidak boleh berkunjung ke kantor mu?"ucap Arya sambil terkekeh yang di sambut tawa oleh Dev
"bukan begitu pah tidak biasanya papah berkunjung papah an bisa menelpon ku untuk ke kantor papah"ucap Dev
"tidak ada hal yang penting papah hanya ingin menyuruh mu pulang kerumah ada sesuatu yang ingin papah katakan"ucap Arya
"kenapa tidak sekarang saja?"tanya Dev
"tidak papah ingin katakan dirumah saja"
"baiklah aku akan pulang kerumah nanti"
"ya sudah papah pergi dulu papah ada pertemuan di sekitar sini jadi papah mampir kekantor mu"Arya lalu berdiri dan beranjak keluar dari ruangan Dev.
.
.
.
"aku mengantuk sekali lebih baik aku istirahat untuk minum kopi"Dasya pun beranjak untuk pergi ke kafe terdekat
.
.
.
Dasya pun menyeruput kopi nya yang sudah tersaji di meja ia duduk di pojok dekat jendela kafe ia melihat banyak kendaraan yang berlalu lalang.Terbesit di pikirannya tentang pertemuannya dengan Devano waktu itu.
"dia tidak pernah berubah masih dingin pada ku seperti dulu"ucap nya lalu mengingat beberapa tahun yang lalu saat ia pertama kali bertemu dengan Dev.Dion memperkenal kan Dev padanya saat akhir semester.Dev dan Dion sudah bersahabat sejak Sekolah menengah pertama setelah lulus Dion dan Dev berbeda sekolah karna Keluarga Dion yang hampir bangkrut menyebab kan Dion kekurang biaya untuk sekolah di tempat yang elit.Dion pun berusaha mendapat beasiswa dengan kepintaran nya dan sejak itu ia masuk ke sekolah dimana ia bertemu dengan Dasya.Namun Dion dan Dev tetap bertemu dan sering berkomunikasi.Pada saat itu selesai akhir semester Dasya ingin merayakan kemenangan Dion di kelas nya dan Dion pun menyetujui nya dan mengajak Dev.Setelah Dasya bertemu dengan Dev,lelaki itu tidak pernah bicara banyak padanya jika berbicara hanya seadanya saja.melihat kedekatan Dion dan Dev membuat Dev berpikir jika mereka mempunyai hubungan.
Braakk
Lamunan Dasya di buyarkan oleh sesuatu yang terjatuh ternyata ada seorang pelayan yang tak sengaja menabrak seorang pria yang tak asing di mata Dasya
Dasya pun menyipitkan kedua matanya
"benar itu dia"ucap Dasya lalu tersenyum
.
.
.
.
akan semakin banyak cinta yang datang namun tidak akan
membuat cintaku padamu hilang
*Mntalya*