DEVDAS

DEVDAS
Happy Annyversary



Dasya wanita bermata biru itu sedang sibuk dengan pisau yang ia pegang dan memotong sayur sayuran untuk membuat sarapan pagi.


Hingga ia merasakan lengan kekar melingkar di pinggang nya seraya mengelus perut nya yang sudah membesar hanya menunggu hari untuk kelahiran bayinya.


"Dev aku sedang memasak" ucap Dasya sedikit risih karena ia sedikit kesusahan memotong sayuran karena Dev yang mencium lehernya bahkan memberikan tanda merah disana.


"kita kembali ke kamar" ajak Dev dengan mata yang berbinar.


"apa kau tidak melihat aku sedang memasak"ucap Dasya lalu melanjutkan kegiatannya yang tertunda saat Dev melepaskan pelukannya.


" kan bisa bibi yang memasak, kenapa kau yang repot repot"ucap Dev dengan wajah yang memelas kini lelaki itu sudah duduk di kursi dengan lengan yang menopang dagunya seraya menatap istrinya yang sangat seksi jika sedang memasak.


"kau tidak ingin aku memasak untukmu" ucap Dasya dengan meletakkan kedua tangannya di pinggang.


"oh kau lebih menyukai masakan bibi dari pada masakan ku begitu" ucap Dasya kini dengan suara yang sedikit lantang.


"tidak sayang, aku tidak bermaksud seperti itu" elak Dev yang kini sudah mendapatkan tatapan horor dari istrinya. entah lah selama hamil besar istrinya itu menjadi sedikit pemarah.


"lalu?" Dasya semakin memberikan tatapan tajam kepada Dev membuat lelaki itu pasrah.


"baiklah baiklah, lebih baik aku kembali ke kamar untuk mandi" Dev kini berjalan menjauhi istrinya itu namun ia berhenti dan kembli menatap Dasya.


"kau tidak ingin mandi bersama?" Goda Dev hingga menerima lemparan buah tomat dari Dasya namun dengan cepat Dev menghindar dan berlari menuju kamar.


"hah kenapa dia menjadi menyebalkan seperti itu" gumam Dasya


"maafkan mommy sayang kau harus memiliki daddy yang menyebalkan seperti daddymu itu" Dasya mengusap perutnya lalu tersenyum geli.Lalu melanjutkan kegiatan memasaknya.


.


.


Dasya kini membantu suami nya itu mengenakan kemeja kerja dan memasang dasi untuk Dev.


"morning kiss" ucap Dev. Dasya memajukan bibirnya hendak mencium lelaki itu namun dengan sengaja Dev menghindar membuat Dasya kesal.


"kenapa kau jadi sangat menyebalkan Dev" Kesal Dasya.Namun lelaki itu hanya tertawa lepas.


"happy annyversary sayang" ucap Dev membuat Dasya terdiam.


"kau melupakan hari ulang tahun pernikahan kita?"Dasya terdiam. Ya dia lupa hari istimewa nya dan Dev.


" maaf"Dasya menundukkan wajahnya.


"hey kenapa meminta maaf, aku tidak marah" ucap Dev seraya menarik istrinya itu ke pelukannya.


"kau ingin apa?aku akan memberikan apa pun yang kau mau" ucap Dev


"benarkah?"


"aku ingin..." Dasya mengetuk jarinya di dagu tanda wanita itu sedang berpikir.


"tidak ada, aku hanya ingin kau selalu ada di sisi ku, kau tidak boleh pergi dan akan menemaniku hingga kita menjadi tua nanti" ucap Dasya dengan tulus membuat Dev begitu bahagia dan beruntung memiliki istrinya seperti Dasya Dimana wanita diluar sana ingin meminta di belikan barang barang mewah namun tidak dengan Dasya wanita itu begitu spesial baginya.


"cepatlah berangkat,kau akan terlambat ke kantor nanti" ucap Dasya seraya merapikan kemeja lelaki itu.


"baiklah aku akan pulang cepat hari ini dan mengajak mu kencan" ucap Dev lalu memberikan kecupan di kening Dasya yang sudah menjadi kebiasaannya.


"aku akan menunggumu" ucap Dasya lalu mengantar suaminya itu ke depan pintu.


"sayang daddy berangkat kerja dulu" ucap Dev seraya mencium perut Dasya.


"hati hati" ucap Dasya seraya melambaikan tangannya ke arah dev yang sudah memasuki mobil nya yang berjalan menjauh.


.


.


.


Dev memasuki kantornya menuju ruang kerja Dion.


"Dion apa kau mengenal orang ini?" tanya Dev saat sudah memasuki ruangan sahabatnya itu.


"mmm sepertinya tidak, tapi nama nya tidak asing menurutku" ucap Dion lalu sedikit berpikir.


"apa kau yakin, dia satu sekolah dengan mu dan juga Dasya"


"memang ada apa?"tanya Dion


" aku mendapatkan nomor pria ini di ponsel Dasya dan mengirim pesan yang menurutku sangat aneh seolah dia sudah mengenal Dasya sejak lama"ucap Dev. Ia mengingat saat istrinya tadi pagi memasak ia melihat ponsel Dasya yang diletakkan di atas kasur berbunyi. Karena penasaran Dev membuka pesan tersebut tidak hanya satu tetapi banyak sekali pesan yang pria itu kirim namun selalu di abaikan oleh Dasya.Kemudian Dev melacak nomor pria tersebut.ia bertanya pada Dion karena lelaki itu satu sekolah dengan istrinya dulu dan juga pria misterius itu


"Reyhan" gumam Dion lalu membesarkan kedua matanya.


"aku mengingatnya Dev, Dia Reyhan laki laki cupu yang suka sekali di bully dan kau tau Dasya selalu membela nya saat lelaki itu di bully.saat itu mereka tidak terlalu dekat tapi aku tau dari tatapan lelaki itu dia pasti menyukai Dasya.Tapi aku tidak tau jika dia berubah sedrastis ini" ucap Dion yang membuat Dev terkejut.


"apa mungkin dia terobsesi dengan Dasya" gumam Dev


.


.


.


Di lain sisi Dasya yang sedang menikmati pemandangan halaman rumahnya menghirup udara segar yang di hasilkan dari pepohonan yang tumbuh di sekitar nya.


"hah sejuk sekali" ucap Dasya hingga seseorang membekap mulutnya dari belakang.Wanita itu sedikit meronta namun nihil orang tersebut begitu kuat hingga kegelapan mengambil kesadarannya.