
"Kenapa kau lama sekali?" bentak Ketrin saat ia sudah memasuki sebuah mobil silver yang berhenti tepat di depannya.
"maafkan aku, kau tau kan jalanan begitu padat" Ketrin hanya menghembuskan nafas kasar mendengar alasan yang di sampaikan oleh Alex.
"seharusnya kau tau akan menjemput ku, jadi kau bisa datang lebih awal dan tidak membuatku menunggu lebih lama" Ketrin yang masih kesal membuat Alex tak ingin melanjutkan perdebatan mereka. Ia sudah biasa menghadapi keras kepala wanita itu. Ia lebih memilih untuk melaju kan mobilnya.
"aku lapar" ucap Ketrin. Alex hanya diam namun ia mengemudi mobilnya menuju restoran terdekat.
Beberapa Menit kemudian.
"kenapa restoran ini, apa kau sudah jatuh miskin sehingga kau mengajak ku makan di tempat seperti ini?" kesal Ketrin saat mereka berhenti di sebuah restoran sederhana.
"Restoran ini lebih dekat, setidaknya kau tidak kelaparan sayang" ucap Alex seraya mengusap rambut Ketrin namun wanita itu segera menghindar membuat Alex mendelik heran, kemudian menghela nafas nya dengan kasar.
"Ada apa dengan mu?" tanya Alex
"Tidak ada, aku ingin pulang aku sudah tidak lapar" ucap Ketrin. Alex hanya diam melihat sifat Ketrin yang tiba tiba berubah.Namun ia memilih untuk diam dan mengemudi mobilnya menuju apartemen milik nya yang sekarang menjadi tempat tinggal Ketrin.
.
.
.
.
Setelah Alex mengantarnya kembali ke Apartemen Ketrin segera mencari taksi saat Alex sudah pergi. Ia menuju rumah mewah kemudian masuk kedalam tanpa permisi.
Hingga ia memasuki sebuah ruangan dengan cahaya yang minim namun terlihat di sana ada seorang lelaki yang sedang duduk bersantai di atas kursi kebesarannya.
"Bagaimana tugas mu?" tanya lelaki itu.
"kau pikir aku tidak punya kehidupan lain sehingga aku harus berfokus pada kehidupan cintamu itu" bentak Ketrin membuat lelaki itu tertawa sinis.
"jangan melupakan tugas mu kau akan tau akibatnya jika kau melakukan sedikit kesalahan" ancam lelaki itu.
"Rey sampai kapan aku harus berpura pura seperti ini aku sudah lelah menghadapi pria sialan itu" ucap Ketrin. Lelaki yang di sapa Rey itu tertawa
"nikmati saja hartanya selagi kau bisa, mana lagi lelaki bodoh yang bisa kau manfaatkan selain dia" ucap Rey kemudian tertawa hingga suaranya menggelegar di ruangan itu.
"kau tidak merasa bahwa kau juga bodoh karena mencintai istri orang lain bahkan kau mencintai wanita yang jelas jelas tidak mencintaimu" ucap Ketrin membuat lelaki itu mengehentikan tawanya.
"tutup mulut mu itu atau kau akan tau akibatnya" ancam Rey
"Tapi tidak masalah,kita memiliki target yang sama" ucap Ketrin dengan tertawa sinis
.
.
.
.
Hari sudah gelap cahaya bulan begitu terang malam ini membuat seorang wanita yang sedang berdiri di balkon enggan untuk masuk ke dalam kamar nya meskipun terpaan angin malam begitu menusuk di kulit nya.
"Dev apa aku boleh memelukmu?" tanya Dasya saat suaminya itu sudah berada di samping nya. Dev menarik Dasya kedalam pelukannya memberikan kehangatan di tengah dinginnya malam.
Dasya merasakan kenyamanan saat memeluk suaminya itu seolah beban yang ada di pikirannya hilang entah kemana.
Kehamilannya yang sudah memasuki bulan ke empat membuat perutnya sudah membesar lebih dari usia kandungannya.
"ayo masuk" ajak Dev seraya menuntun Dasya memasuki kamar mereka.
"tidurlah aku ada sedikit pekerjaan" ucap Dev lalu mencium kening istrinya itu
"temani aku tidur" ucap Dasya dengan manja. Lelaki itu hanya mengangguk ia sudah terbiasa dengan sifat manja istrinya itu.Kemudian merebahkan tubuh Dasya dan memeluknya.
"tidurlah aku akan menemanimu" ucap Dev seraya mencium puncak kepala Dasya.
"Dev apa aku boleh bertemu dengan Tama?" tanya Dasya. lelaki itu hanya diam
"dia akan kembali ke Jepang jadi aku ingin mengucapkan selamat tinggal padanya" Dev masih terdiam sejenak berpikir merasa tak rela jika istri nya itu bertemu dengan lelaki lain.
"Aku hanya menganggapnya sahabat Dev tidak lebih" ucap Dasya meyakinkan ia tau apa yang dipikirkan oleh suaminya itu.
"sebentar saja oke hanya satu jam" ucap Dev membuat Dasya menjadi senang meskipun ia merasa kesal karena waktu yang diberikan suaminya itu sangat singkat. namun ia menyetujuinya.
"baiklah"ucap Dasya
" kau akan diantar oleh supir pribadi aku tidak mau kau mengemudi"
"baiklah baiklah dasar cerewet " ucap Dasya seraya menarik hidung Dev
"aku tidak cerewet" ucap Dev dengan semakin mempererat pelukannya lalu mencium singkat bibir istrinya itu.
"lagi"ucap Dasya
" apa?"
"cium" Dasya memajukan bibirnya membuat Dev begitu gemas sejak kehamilan Dasya wanita itu terkadang manja dan sangat agresif jika malam namun Dev sangat menyukainya.Lelaki mana yang tak ingin mendapat jatah setiap malam.pikir Dev.
Dengan cepat Dev ******* bibir istrinya itu hingga ciuman mereka menjadi liar dan panas.
Namun tiba tiba Dasya menghentikan ciuman mereka.
"bukankah kau ada pekerjaan tadi" goda Dasya yang membuat Dev begitu kesal.
"jangan menghindar, kau sudah membangunkannya" ucap Dev kembali ******* bibir Dasya. Wanita itu hanya tertawa di tengah ciuman panas mereka. menggoda suaminya menjadi kebiasaannya saat ini.
.
.
.
Beberapa part lagi bakal klimaks setelah itu End jadi jangan bosan readers.