
Setelah acara pertunangan selesai para tamu yang hadir sudah beranjak untuk pulang ke rumah mereka masing masing.
"sayang papah dan mamah akan pulang duluan tidak apa apa kan kau disini?"tanya Gino pada putrinya.
"hmm iya pah"ucap Dasya
"paman tenang saja ada David disini menjaga Dasya, jika dia nakal aku akan menarik telinganya"ucap David membuat keluarga mereka tertawa
"jika kau berani menarik telingaku akan kutarik rambut mu"seru Dasya tak terima yang di sambut gelak tawa oleh kedua orang tua mereka
"ya sudah papah pulang dulu baik baik disini"ucap Gino yang hanya di balas anggukan oleh Dasya
"Arya kami pulang dulu aku titip putriku pada kalian"pamit Gino
"tenang saja kami menganggap Dasya sudah seperti anak kami sendiri ya kan mah"ucap Arya lalu menatap istri nya
"Arya benar kami menyayangi Dasya seperti kami menyayangi Clara"ucap Tari istri Arya
"ya sudah kami pulang dulu" pamit Gino lalu mengajak istrinya tersebut untuk pulang.
Hari semakin malam ruangan tersebut sudah rapi dan dibersihkan oleh pelayan rumah Keluarga Dev
Keluarga Arya berkumpul di ruang tamu.
"sayang dimana David?"tanya Tari pada Dasya
"dia sedang menerima telepon bi"jawab Arya
Kemudian perhatian mereka teralihkan oleh kedatang Dev
"Dev kau dari mana?"tanya Arya.
"aku dari kantor pah ada sedikit masalah disana"ucap Dev
"oh ya sudah ke marilah dan duduk disini"ucap Arya seraya menepuk sofa disampingnya
"tidak pah Dev lelah aku langsung ke kamar saja"ucap Dev lalu menuju ke kamarnya
"pah mah David ke rumah sakit dulu ada pasien yang akan di operasi"ucap David yang tiba tiba datang
"aku ikut"Dasya bersuara dan menatap David membuat semuanya tersenyum melihat tingkah Dasya
"aku tidak akan lama tinggallah disini"ucap David yang membuat Dasya sedikit kecewa
"sepertinya ka Dasya tidak bisa jauh dari ka David"goda Clara yang membuat semuanya tertawa membenarkan ucapannya.
Dasya hanya tersenyum malu
"setelah operasi aku akan langsung kembali dan mengantar mu pulang"ucap David meyakinkan Dasya. Wanita itu hanya mangangguk terpaksa Dan melihat kepergian David.
Dasya merasa canggung ia hanya mengenal David di keluarga ini membuatnya sedikit takut
"ka Dasya ayo ke kamar ku"ajak Clara menarik tangan Dasya.Wanita itu hanya mengikutinya dari belakang
Di kamar,
"bagaimana perasaan mu pada ka David?"tanya Clara
"hmm entah lah aku tidak tau perjodohan ini mendadak sekali"ucap Dasya jujur
"pernah tapi itu dulu"jawab Dasya "kenapa?"sambungnya dan menatap Clara yang terlihat sungkan padanya
"mmm maaf aku sudah salah paham padamu dan Dion"ucap Clara membuat Dasya tertegun
"aku pikir kau mempunyai hubungan dengan Dion"sambung Clara, Dasya hanya diam
"tapi Dion sudah menjelaskan semuanya, maafkan aku"ucap Clara seraya menggenggam tangan Dasya.Dasya hanya tersenyum membalas genggaman Clara
"tidak apa apa, dulu memang aku sangat dekat dengan Dion banyak orang kampus mengira kami mempunyai hubungan tetapi kenyataan nya tidak. Sekarang seperti nya aku harus menjaga jarak dengan Dion"ucap Clara kemudian tersenyum menatap Clara
"tentu saja kau kan sudah miliknya ka David"ucap Clara kemudian keduanya pun tertawa
"ehem"deheman seorang pria membuat mereka berhenti tertawa
"Dion"ucap Clara yang melihat suaminya sedang berdiri di depan pintu kamar
Seakan tau maksud Dion membuat Dasya beranjak dari tempat duduknya
"aku akan keluar"ucap Dasya namun tangan nya dipegang oleh Clara
"disini saja"ucap Clara Dasya hanya tersenyum
"kau harus beristirahat kau kan sedang hamil"ucap Dasya mengusap kepala wanita yang lebih muda 2 tahun dari nya itu
"baiklah"ucap Clara.
Dasya pun keluar dari kamar menuju dapur karena tenggorokan sedikit kering
Di dapur ia di kejutkan oleh Dev yang sedang mengambil air mineral di dalam kulkas. Keduanya saling menatap namun Dev terlebih dulu melepaskan tatapan mereka
"sedang apa?"tanya David seraya meneguk air yang berada di dalam botol tersebut
"a aku merasa haus dan ingin mengambil air mineral"ucap Dasya gugup perasaan yang sama setiap kali ia bertemu dengan Dev.Kemudian Dev memberikan botol mineral yang ada di dalam kulkas tersebut untuk Dasya tetapi tak di sambut oleh Dasya
"ya sudah kalau tidak mau"ucap Dev hendak memasukkan kembali botol tersebut
"aku mau"seru Dasya lalu merebut botol mineral dari tangan Dev dan langsung meminum nya dengan tergesa gesa. Dev yang melihat nya hanya menatap heran ke arah Dasya
"pelan pela nanti kau akan terse_"belum selesai Dev berbicara Dasya sudah terbatuk batuk.
Dev langsung menepuk punggung Clara untuk menghentikan batuk nya.
"kau pikir kau itu ikan bisa minum dengan cepat"bentak Dev tanpa menghentikan usapannya
"memangnya uhuuk ikan bisa minum air uhuuk"ucap Dasya di sela sela batuk nya yang membuat Dev terdiam menatap wanita di depannya.Lagi lagi pandangan mereka bertemu seakan akan tenggela di dalam pikiran mereka masing masing.
"eheem"seseorang tiba tiba datang dengan cepat menjauhkan tubuh mereka. Dasya melihat kebelakang dan terkejut melihat siapa yang datang.
.
.
.
.
.