DEVDAS

DEVDAS
Extra Part



Sudah berjalan 4 tahun pernikahan Dasya dan Alex kini mereka di karunia seorang anak perempuan yang kini berumur 3 tahun tingkah nya yang lucu dan wajahnya yang imut membuat semua orang menyukai anak perempuannya itu.


"Alle ayo makan" bujuk Dasya saat anak perempuannya itu tidak ingin membuka mulutnya.


"kenapa kau sangat susah sekali di bujuk makan" ucap Dasya yang hanya di balas tawa oleh Alle


"kau tertawa hah" ucap Dasya lalu menggelitik perut putrinya itu.


"mommy gak mau" ucap Alle membuat Dasya menyerah.


"sekarang Alle mau apa?" tanya Dasya dengan lembut


"Alle mau ketemu sama daddy" ucap Alle masih dengan bahasanya yang cadel


"daddy masih belum pulang sayang, nanti ya" ucap Dasya namu malah membuat Alle menangis.


"Daddy" ucap Alle di sertai dengan tangisnya.


"ia nanti kita ketemu sama daddy kalo daddy udah pulang kerja ya" rayu Dasya. Alle sedikit tenang namun masih dengan isakan kecil.


"Alle" suara Alex yang menggelar membuat Alle turun dari gendongan Dasya dan berlari menghampiri ayah nya itu.


"daddy" seru Alle. Alex langsung membawa Alle ke gendongannya menghampiri Dasya.


"kau sudah pulang,cepat sekali" ucap Dasya


"pekerjaan kantor tidak ada lagi jadi aku memutuskan untuk pulang saja" ucap Alex lalu mencium kening istrinya itu.


"daddy lindu" ucap Alle


"siapa yang rindu, Alle?" tanya Alex


"bukan,tapi mommy" ucap Alle membuat Dasya membulat kan matanya sedangkan Alex menatap Dasya dengan menahan tawa.


"oh ya, Alle rindu daddy juga?" tanya Alex


"iya Alle lindu daddy" ucap Alle. Alex mencium pipi chubby putrinya itu membuat Alle merasa geli.


"dimana Difa?" tanya Alex karena sedari tadi tidak melihat anak gadis nya itu.


"Difa masih ada jam kuliah" jawab Dasya


"apa Dev sudah mengurus keberangkatannya ke California?" tanya Alex


"sudah,minggu depan dia akan berangkat" ucap Dasya dengan sedih


Alex menurunkan Alle dari gendongannya dan meminta nya untuk ke kamar.


"Alle ke kamar dulu ya daddy mau bicara sama mommy dulu" ucap Alex yang hanya di balas anggukan oleh Alle.


Alex memeluk istrinya itu memberikan kenyamanan tersendiri untuk Dasya.


"Dev sudah besar dia pasti bisa menjaga dirinya sendiri" ucap Alex


"lagi pula dia sudah menurutimu untuk kuliah di universitas yang kau minta, jadi biarkan dia melanjutkan S2 nya di universitas yang dia inginkan" lajutnya.


"baiklah" Dasya mengeratkan pelukannya


"kau ingin bermain?" goda Alex membuat wanita itu melepaskan pekukannya.


"kau ini,nanti Alle akan mencari kita" ucap Dasya


"aku sangat merindukanmu" ucap Alex lalu menggendong istrinya itu menuju kamar membuat Dasya terkejut.


"Alex apa yang kau lakukan, cepat turunkan aku nanti ada yang melihat" teriak Dasya namun tak dihiraukan oleh Alex.


Alex menurunkan Dasya tepat di atas kasur lalu mencium bibir wanita itu.


"Al" erang Dasya saat Alex ******* bibirnya mengabsen seluruh rongga mulut nya.


Tangan lelaki itu kini berusaha melepas pakaian yang dikenakan oleh Dasya.Dengan terus mencium leher jenjang wanita itu.Hingga.


"Daddy sedang apa?" suara Alle terdengar begitu jelas membuat keduanya terkejut dan menjauhkan tubuh mereka masing masing.


Terlihat Alle yang sedang menatap mereka di depan pintu kamar yang terbuka.


"Alle sedang apa disini?" tanya Alex seraya menghampiri putri nya itu.


"Daddy sama mommy sedang apa tadi?" bukannya menjawab Alle malah bertanya tentang apa yang mereka lakukan membuat keduanya bingung harus menjawab apa.


"oh tadi mommy sama daddy mau buat adik untuk Alle,Alle mau?" ucap Alex membuat Dasya membelalakkan matanya.


"Al" tegur Dasya.


"Alle mau Dad, Alle mau punya Adik 2" ucap Alle polos membuat Alex tertawa.


"siap laksanakan tuan putri,jadi Alle ke kamar dulu ya" ucap Alex.Alle hanya mengangguk kemudian berjalan kekamarnya.


Alex menatap Dasya dengan senyum nakal membuat wanita itu merasa was was.


"ayo kita lanjutkan" ucap Alex lalu mencium bibir Dasya dan **********.Tangan nya yang tak tinggal diam kini sudah membuka pakaian yang di kenakan istrinya itu.Hingag suara desahan dan jeritan ranjang terdengar mengisi kamar mereka.


.


.


.


Malam hari.


Semuanya sedang berada di meja makan.


"Daddy dimana adikku?" tanya Alle membuat semua yang berada di meja makan menatap ke arah Alex.


"masih dalam proses sayang tunggu saja ya" ucap Alex lalu kembali memakan makanannya.


"memang nya kenapa, kalian belum merasakannya saja" ucap Alex hingga ia merasa pinggang nya di cubit oleh Dasya.


"daddy ada ada saja" ucap Difa.


"jadi kapan kalian ingin menikah?" tanya Alex membuat Dev tersedak


"Dev hati hati kalau makan" ucap Dasya seraya memberikan segelas air untuk putra nya itu.


"kami masih muda daddy jadi belum berpikir untuk menikah" ucap Difa


"mommy kalian saja menikah di usia 22 tahun sedangkan kalian sudah hampir 23 tahun" ucap Alex.


"aku tidak mau menikah muda" ucap Dev


"aku juga, aku belum menemukan pujaan hatiku" ucap Difa


"tapi daddy lihat kau sangat dekat dengan Raga" ucap Alex kini giliran gadis itu yang tersedak.


"Paman Raga sudah tua aku tidak tertarik" ucap Difa kemudian melahap makanan nya kembali.


"cinta itu tidak kenal tua atau muda,Daddy saja jatuh cinta dengan mommy mu saat masih menjadi istri Daddy mu" ucap Alex kemudian ia tertawa.


"apa tidak ada wanita yang menyukai daddy?" tanya Dev membuat Alex terdiam.


Dasya hanya menatap suaminya itu ia tahu masih ada luka yang lelaki itu simpan.


"sudah lanjutkan makan kalian" ucap Dasya


"Dev jika nanti kau memilih istri pilihlah wanita yang tidak memandang apa yang kau punya tetapi wanita yang tulus mencintaimu dengan segala kekuranganmu,begitu juga kau" ucap Alex membuat semuanya terdiam.


Kini Dev tahu apa yang di maksud dengan Daddy nya itu.


"aku mengerti Dad" ucap Dev


"begitu juga kau Difa, tua atau mudanya seseorang cinta mereka tetap tulus jadi berhati hatilah memilih seorang lelaki. Jadi lah seperti mommy yang sangat hebat dalam memilih suami" ucap Alex dengan nada sedikit sombong membuat Dasya kembali mencubit pinggang nya.


"sudah lanjut kan makan nya jangan terus berbicara" Ucap Dasya berusaha mengakhiri pembicaraan mereka .


Setelah acara makan malam Dev dan Difa kembali ke kamar mereka masing masing.


Dasya kini menidurkan Alle di kamarnya sedangkan Alex lelaki itu tengah menatap bulan yang entah kapan terakhir kali ia menatapnya.


"Al kau belum tidur?" tanya Dasya yang baru saja memasuki kamar


"aku menunggumu" ucap Alex ia merangkul tubuh istrinya itu memeluk nya dari belakang seraya menatap bulan yang bersinar sempurna


"kau kenapa?" tanya Dasya


"aku hanya memikirkan bagaimana aku jika tanpanmu" ucap Alex


"untuk apa kau memikirkannya,sekarang aku adalah milikmu" ucap Dasya seraya mengusap wajah tampan suaminya itu.


Alex mengecup kilas bibir Dasya membuat wanita itu tersenyum.Kedua nya memilih untuk diam menatap langit malam yang begitu meneduhkan hati.


"Al" panggil Dasya membuat lelaki itu menatap kearahnya.


"Alle meminta adik 2 ku rasa kita harus bekerja keras dari sekarang" ucap Dasya dengan senyum nakal.


"kau menantang ku" goda Alex


"ku pikir iya" Dasya meraba dada bidang Alex membuat hasrat birahi lelaki itu memuncak.


"jangan salahkan aku jika nanti kau tidak bisa berjalan" ucap Alex dengan di sertai desahan karena tangan Dasya sudah berada di perut lelaki itu.


"Dasya" tegur Alex lelaki itu menahan nafas nya karena merasakan birahi nya yang sudah sampai di ubun ubun.


"jangan memintaku untuk berhenti nanti" ucap Alex kemudian mengangkat tubuh Dasya dan menurunkannya di atas kasur.


"aku tidak akan berhenti" Alex mulai mencium bibir Dasya turun ke leher wanita itu dan membuka piyama yang wanita itu kenakan.


Keduanya hanyut dengan kenikmatan yang mereka rasakan saling memuaskan hingga mereka merasakan lelah dan tertidur dengan saling memeluk tanpa busana.


Dasya yang masih belum terlelap menatap wajah suaminya yang berkeringat karena kegiatan mereka tadi.


"terima kasih Al kau memberikan kembali kebahagiaan untukku" ucap Dasya seraya membelai wajah Alex.


"aku mencintai mu Al" ucap nya lagi


"aku lebih mencintai mu" ucap Alex lalu membuka kedua matanya.


"kau belum tidur" tanya Dasya


"aku terbangun karena kau mengatakan kau mencintaiku" ucap Alex membuat rona merah di pipinya.


"tidurlah sebelum aku membuat mu kembali kelelahan" ucap Alex lalu mengeratkan pelukannya.


"apa kau tidak lelah?" tanya Dasya.


"apa kau ingin lagi?" Goda Alex membuat Dasya dengan cepat memejamkan matanya.Alex tersenyum kemudian mencium puncak kepala Dasya.Dan ikut memejamkan matanya.


.


.


.


Oke udah nih di kasih extra part jadi jangan lupa like nya ya readers


Baca sequelnya juga ya Cerita Devino Wilfred judul nya My Bad Girl


jangan lupa di baca readers


Sarangheo❤