DEVDAS

DEVDAS
apa kau hamil?



seperti biasa Dasya mengunjungi David dirumah sakit. Namun sejak sejam yang lalu lelaki itu belum juga kunjung datang membuat nya tertidur diruang David.


Pintu seketika terbuka terlihat David memasuki ruangannya namun ia dikejutkan dengan Dasya yang sedang tertidur di sofa.


"astaga mengapa dia bisa tertidur disini" David menghampiri Dasya yang tertidur pulas


"Dasya" David menggoyang bahu Dasya berusaha membangunkan nya seketika wanita itu membuka kedua matanya.


"Kak David,kau sudah kembali?" ucap Dasya seraya mengucek kedua matanya


"mengapa kau bisa tertidur disini?" tanya David


"aku menunggumu sejak tadi karena aku merasa ngantuk jadi aku tertidur" ucap Dasya dengan tersenyum


David mengusap rambut Dasya seraya duduk di samping wanita itu.


"kau dari mana kenapa lama sekali" tanya Dasya


"aku mengunjungi Dev dikantornya" jawab David, Dasya hanya mengangguk


"kau ingin membantu ku mengemaskan barang barangku?"tanya David


" untuk apa, memangnya kau mau kemana"tanya Dasya


"aku akan bekerja di rumah sakit papah" ucap David membuat Dasya tertegun


"benarkah?" David mengangguk meyakinkan wanita itu.


"baiklah aku akan membantu mu tapi kau harus mentraktir ku nanti" ucap Dasya membuat keduanya tertawa


"aku akan mentraktir mu apa saja nanti" ucap David membuat Dasya menjadi girang dengan semangat ia membantu lelaki itu berkemas.


"mmm ka David apa aku boleh bertanya?" ucap Dasya seraya memasukkan barang barang David ke dalam kotak kosong


"bertanya apa?" tanya David


"kenapa kau tidak bekerja di rumah sakit paman Arya dulu dan mengapa kau memilih bekerja dirumah sakit ini?" tanya Dasya


David terdiam masih memikirkan jawaban yang akan ia katakan pada Dasya


"tidak apa apa jika kau tidak bisa memberitahuku" ucap Dasya lalu melanjutkan kegiatan nya yang sempat tertunda


David masih terdiam lalu menatap Dasya yang sibuk memasukkan barang barangnya


"sudah selesai, yang mana lagi yang ingin kau bawa?" tanya Dasya dengan menepuk kedua tangannya


"tidak ada, aku akan meminta penjaga untuk membawa nya ke bagasi mobil ku" ucap David, Dasya hanya mengangguk


"ayo kita minum kopi dulu aku akan mentraktirmu" ajak David lalu mengajak wanita itu ke kafe terdekat.


.


.


.


.


"nyonya Amelia silahkan masuk" panggil seorang dokter kemudian wanita itu masuk kedalam ruang kandungan.


Dokter itu kemudian memeriksa perut wanita itu .


"kandungan nyonya terlihat baik dan sehat " ucap Dokter itu membuat senyum terlukis di wajah cantik wanita tersebut lalu mengusap perutnya.


David dan Dasya memasuki rumah sakit milik keluarga Wilfred tanpa sengaja David melihat seorang lelaki yang tak asing di matanya sedang duduk di bangku ruang tunggu kandungan


"sedang apa laki laki itu disini?" gumam David seraya menghentikan langkah nya membuat Dasya mengikuti arah mata David


wanita yang masuk kedalam ruang kandungan tersebut telah keluar menghampiri lelaki yang telah menunggunya.


seketika David terkejut melihat wanita yang keluar dari ruang tersebut.


"Amel" gumam David namun masih dapat didengar Dasya.


David menghampiri wanita itu di ikuti oleh Dasya


"Amel" ucap David dan benar wanita itu adalah kekasihnya dulu ia menatap mata wanita yang selama ini ia cintai yang selama ini berada di samping nya saat ia senang dan sedih. pikirannya seakan penuh dengan pertanyaan yang tak bisa ia ucapkan dihadapan wanita itu.


"David" ucap Amel dengan terkejut begitu juga lelaki yang berada di sampingnya yang tak lain adalah Ando


"mengapa kau berada disini?" tanya Amel


"harusnya aku yang bertanya padamu, mengapa kau ada disini, kenapa kau keluar dari ruang kandungan apa kau" David menghentikan ucapan nya merasa tak percaya dengan apa nyang ia pikirkan


"apa kau hamil?" ucap David matanya memerah seakan merasakan sesak di dadanya


"apa kau hamil karena lelaki ini" teriak David membuat seluruh perhatian pengunjung menatap kearah nya


"apa karena ini kau meninggalkan ku" teriak David kembali dengan mencekram bahu wanita yang berada di hadapannya


"jawab Amel, apa kau hamil anak lelaki itu" ucap David semakin menguatkan cengkraman nya


"David kendalikan dirimu, dia merasa kesakitan" Dasya berusaha menyadarkan David yang di penuhi oleh amarah


"jawab aku amel apa kau_"


"iya aku hamil, aku hamil anak dari kekasih baru ku Ando kami sudah berhubungan lama dibelakang mu dan saat ini aku mengandung anaknya" ucap Amel berat namun ia tetap berusaha bersikap seperti biasa.


David melepaskan cengkraman nya lutut nya terasa lemas dengan pengakuan Amel


"aku mohon jangan ganggu kehidupan ku lagi aku sudah bahagia dengan kekasih baru ku" ucap Amel lalu keluar dari rumah sakit tersebut.


David masih terdiam rasa nya ia tak percaya dengan apa yang telah terjadi .


Dasya menyentuh lengan David seakan tau apa yang lelaki itu rasakan


"mengapa aku merasa ada yang aneh" batin Dasya seraya menatap punggung wanita tadi lalu mengajak David masuk kedalam ruang kerja baru lelaki itu.