DEVDAS

DEVDAS
Siapa dia?



Malam ini adalah acara pertunangan David dan Dasya sesuai kesepakatan keluarga kedua nya. Mereka berdua kesal karna mereka tak turut campur dalam pertunangan mereka.


Kini Dasya dan David sedang berbincang seraya mengutarakan kekesalan mereka.


"bagaimana dengan kekasihmu, apa kau sudah mengajaknya?"tanya Dasya ia menatap ke arah David lalu ia tersenyum


"kenapa menatap ku seperti itu?"tanya David karna merasa aneh jika Dasya menatap nya seperti itu


"kau berpenampilan seperti ini untuk kekasih mu atau untuk calon tunangan mu ini?"tanya Dasya dengan senyum mengejek


"tentu saja untuk kekasih ku, kau berharap aku apa padaku?"tanya David dengan sedikit menggoda membuat Dasya menjadi salah tingkah


"sial aku yang menggodanya kenapa aku yag jadi salah tingkah seperti ini"umpat Clara namun tak di dengar oleh David karna kebisingan dari para tamu yang hadir


"tunggu tunggu "ucap David seraya memegang pundak Dasya lalu menatap wajah nya yang telihat memerah karna malu


"kau salah tingkah padaku?"tanya David lalu tertawa memperlihat kan deretan giginya yang rapi dan kedua matanya yang terpejam jika sedang tertawa


"Daviiidd!!"seruu Dasya lalu menarik telinga David meskipun kesusahan karna tingginya dan David sangatlah beda jauh


"aww Dasya sakiitt!!"lirih David seraya memegang tangan Dasya yang menarik telinganya


"mau mengejek ku lagi?"tanya Dasya dengan terus menarik telinga David sehingga wajah nya dan wajah David sangat dekat seketika tatapan mereka berdua bertemu. Dasya tersadar akan posisis mereka berdua yang begitu dekat dengan segera ia melepaskan tangannya dari telinga David dan menjauh kan tubuh nya. David pun sama ia menjauh kan tubuh nya dari Dasya dan berdiri tegap seraya merapikan kemeja nya yang sedikit kusut.


"ehmmm"David berdehem untuk mencairkan suasana yang sedikit canggung


"kau sangat menyeramkan jika marah"ucap David lalu tersenyum mengejeknya lagi.


"kau"Dasya ingin menarik telinga David lagi namun dengan cepat David menjauhkan tubuhnya


"jika kau mengejek ku lagi akan ku tarik rambut mu itu"ancam Dasya membuat David memegang rambut nya dan sedikit menjauh dari Dasya


"apa kau tau dengan susah payah aku merapikan rambutku ini"ucap David seraya memegang rabut nya dan sedikit merapikannya.


Dasya hanya memalingkan wajahnya karna merasa kesal.


"David Dasya pertunangan nya akan dimulai ayo keatas panggung"tiba tiba ibunya David datang dan menyuruh mereka untuk segera bersiap


"ya baik mah kami akan menyusul"ucap David lalu melihat punggung ibunya yang berjalan menjauh


"David dimana kekasih mu?"tanya Dasya seketika ia panik karna sebentar lagi pertunangan nya akn dimulai


"seharus nya dia sudah datang,Aku akan menelpon nya "David merogoh kantong celananya dan mengambil ponselnya.


"bagaimana?"tanya Dasya saat melihat David menaruh kembali ponsel nya.


"dia tidak mengangkatnya"ucap David.


"lebih baik kita keatas panggung pasti keluarga kita sedang menunggu kita akan melihat kekasih ku dari sana"ucap David lalu mengajak Dasya menuju keatas panggung.


"para hadirin semua ini adalah putra sulung ku David Wilfred"ucap Arya memperkenalkan David. David hanya membungkukkan tubuhnya


"hari ini adalah pertunangan resmi mereka"Arya kembali berbicara seketika semua tamu bertepuk tangan


"David dimana kekasihmu?"bisik Dasya ia cemas jika pertunangan ini terjadi ia tak bisa membayangkan bagaimana perasaan kekasih David nanti


"aku juga tidak tau"ucap David ia terus melihat ke arah pintu masuk berharap kekasihnya itu akan datang


Pemasangan cincin telah dimulai David terlebih dulu memasangkan cincinnya ke jari manis milik Dasya kemudian disusul oleh Dasya. Tepuk tangan dari tamu yang datang begitu riuh mengisi ruangan tersebut.


Ucapan selamat dari para tamu pun terus menghujani David dan Dasya dan mereka berdua hanya tersenyum paksa.


Disaat bersamaan seorang wanita dengan menggandeng lengan pria disampingnya datang untuk mengucap kan selamat pada mereka berdua seketika David menegang dan menatap wanita itu tak menyangka.


"selamat David"ucap wanita tersebut dengan senyum manis khas wanita itu yang paling disukai oleh David.


"Amel"David tak sanggup menyebut nama wanita itu


"kau, siapa dia?"tunjuk David pada lelaki di samping wanita tersebut


"dia kekasih ku,Ando"ucap wanita yang di sapa Amel


"kenapa kau"David tak melanjutkan ucapannya ia terus memandang wajah wanitanya itu


Dasya yang melihat David yang terus menatap wanita tersebut heran kemudian membulatkan kedua mata nya tak percaya


"sekali lagi selamat David"ucap Amel lalu menatap Dasya lalu tersenyum dan pergi meninggal kan David dan Dasya.


Dasya menatap David yang terlihat tidak baik baik saja matanya memerah ntah menahan amarah atau menahan rasa sakitnya


Tak pikir panjang Dasya memegang lengan David seakan menyalurkan kekuatannya kepada lelaki tersebut.


David menatap Dasya dengan senyum terpaksa seakan memberitahu bahwa dia baik baik saja meskipun sebenarnya tidak.


Di ujung ruangan seorang lelaki menatap Dasya dan David dengan tatapan tajam. Ia tak mengerti akan perasaan nya saat ini


"cinta bertepuk sebelah tangan"ucap nya seraya menautkan kedua alisnya


"tidak.Aku tidak mencintainya"sambungnya lagi meyakinkan perasaannya kemudian pergi.


.


.


.


.


.


Tolong like nya ya zheyeng beri jejak kalian😘😘