
Alex dan Dasya kini berada di sebuah pemakaman.Hari ini adalah hari pernikahan mereka.Setelah resepsi pernikahan keduanya berniat untuk mengunjungi makam Dev.
"Dev apa kau baik baik saja disana?" tanya Dasya suara nya menjadi berat menandakan wanita itu akan menangis.Alex segera merangkul tubuh wanita yang sudah resmi menjadi istrinya itu.Dasya menangis.Masih sama dengan hari hari sebelumnya setiap ia mengunjungi makam Dev wanita itu selalu menangis
"Al maafkan aku, aku masih saja menangis" ucap Dasya seraya menghapus air matanya.
"aku tidak pernah memintamu untuk berhenti mencintai Dev Dasya,tetap cintai Dev seperti dulu" ucap Alex lembut ia membantu mengusap airmata wanita itu.
Dasya memeluk Alex membuat lelaki itu sedikit terkejut kemudian membalas pelukan Dasya yang begitu erat.Wanita itu menangis di bahu Alex. Airmata nya membasahi kemeja lelaki itu.
Entah berapa banyak lelaki baik seperti Alex di dunia ini.Ia tidak tahu.Yang ia tahu, Ia beruntung bisa mencintai dua lelaki yang begitu baik seperti Dev dan Alex dan ia tidak ingin kehilangan untuk kedua kalinya.
Keduanya melepas pelukan mereka.Lalu memberikan bunga mawar di makan Dev.
"ku harap kau juga bahagia disana" ucap Dasya.Angin sepoi menerpa wajah cantiknya seolah mengisyaratkan bahwa Dev ikut bahagia di hari bahagia mereka.
Hati wanita itu menjadi tenang.apakah ini yang diinginkan hatinya.melanjutkan hidupnya tanpa harus terpuruk oleh masa lalu melepaskan semua rasa kehilangan dan kesedihan yang mendalam di hatinya dan belajar mencintai lelaki yang juga begitu mencintainya.Ya ia tahu jawabannya.
"ayo kita pulang" ajak Dasya kini wajah nya kembali berseri.
"kau baik baik saja?" tanya Alex yang heran dengan perubahan Dasya.
"aku baik baik saja Al" jawab Dasya lalu memberikan senyum manis untuk suaminya itu.
Alex hanya mengangguk kemudian mereka kembali menuju rumah.
Sesampai nya,Rumah mewah itu masih begitu ramai.
"Mommy Daddy" teriakan cempreng itu menggema membuat seisi rumah menatap ke arah pintu keluar.
"waah pengantin nya baru saja pulang" ucap Raga membuat semuanya tertawa.
"makanya paman cepatlah menikah,paman sudah tua nanti tidak ada wanita yang ingin menikah dengan paman" ucap Difa membuat gelak tawa seisi rumah itu.
"Hei Raga sepertinya dari dulu sampai sekarang kau masih saja di bully" ejek Andre yang kini ikut bersuara lalu tertawa lepas.
Raga hanya mendengus kesal lalu menatap gadis yang kini berada di hadapannya yang tengah tertawa dengan kedua lesung pipi yang membuat wanita itu semakin menggemaskan.
Lelaki itu menghampiri Difa yang masih tertawa kemudian mencubit kedua pipi wanita itu.
"Aku tidak mau menikah dengan lelaki tua seperti paman" ucap Difa saat Raga melepaskan tangannya dari kedua pipi wanita itu.
"benarkah?" Raga kembali mencubit pipi Difa hingga wanita itu meringis.
"aahh paman sakit" lirih Difa.
Semua yang melihat nya hanya tertawa sudah menjadi kebiasaan keduanya jika bertemu selalu adu mulut.
Dasya melihat semua nya tertawa.ia tidak tahu kapan terakhir kali bisa tertawa lepas seperti ini.kemudian menatap Alex yang duduk di samping nya.Lelaki itu ikut tertawa.
"ada apa menatapku?" tanya Alex yang mengetahui Dasya menatapnya sedari tadi.
"mmm tidak ada " ucap Dasya yang kini merasa malu kemudian memalingkan wajahnya dari lelaki itu.Setelah beberapa detik ia merasakan ciuman mendarat di pipinya.
"jangan malu malu seperti itu, aku jadi tidak sabar untuk memakanmu" goda Alex membuat pipi Dasya semakin panas.
"Pengantin baru sepertinya tidak sabar untuk malam pertama mereka lebih baik kita pulang" goda Gino membuat semuanya kembali tertawa.
"papah" Dasya melototkan matanya kearah Gino membuat pria paruh baya itu ikut tertawa.
Semuanya berjalan begitu cepat bagi Dasya saat ia merasa kehilangan ada seseorang yang selalu melengkapinya dan masih memiliki keluarga yang utuh dan jangan lupa kedua anaknya yang selalu menghiasi hari hari wanita itu.Ia berharap ini tidak akan berakhir dengan cepat ia masih ingin menikmati momen ini menikmati kebahagiaan sederhana bersama lelaki yang kini berada di sampingnya lelaki yang kini sudah berstatus suaminya.
**END**
Oke tengkyu Readers yang sudah mau mampir buat baca karya aku untuk ucapan terima kasih nya aku bakal kasih extra part untuk kalian.
Maaf kalau ceritanya masih aruk arukan ku harap para readers suka dengan alur ceritanya.
jangan lupa like komen and vote nya readers kalo suka sama karya aku biar aku semangat buat sequel nya.
Sarangheo❤