
setelah memilih gaun pernikahan kini Dev dan Dasya sudah berada di dalam mobil. Keringat Dev masih mengucur deras membasahi wajah tampan nya.
"Dev kau berkeringat sekali" ucap Dasya lalu mengambil tisu yang berada di dekatnya
"aku akan mengusapnya" ucap Dasya lalu tangan nya mengusap keringat di wajah Dev. lelaki itu tak bergeming masih menatap lekat wajah Dasya
"rasanya aku ingin menciumnya lagi" batin Dev dengan cepat ia menggeleng kepala nya menghapus pikiran kotor nya
"kau kenapa?" tanya Dasya saat melihat Dev yang menggeleng
"tidak ada" Dev menjawabnya dengan wajah datar membuat Dasya merasa kesal
"selalu saja dingin" gumam Dasya lalu memperbaiki posisi duduknya.
Dev pun melajukan mobilnya untuk ke apartemennya.
"ini apartemen siapa?" tanya Dasya namun tak di jawab oleh Dev . lelaki itu masuk begitu saja kedalam apartemennya.
"tunggulah disitu aku akan mandi lalu mengantar mu pulang" ucap Dev. Dasya hanya mengangguk mengiyakan.
tiba tiba suara ketukan pintu terdengar. Dasya beranjak untuk membuka pintu tersebut.
"hei kau kan tunangannya ka David" ucap lelaki itu yang tak lain adalah Andre dan Raga
"kenapa kau ada disini?" tanya Raga namun Dasya tak kunjung menjawabnya
"apa Dev ada?" tanya Andre
"dia sedang mandi" ucap Dasya
"bisakah kau memanggilnya kami sangat buru buru sekali" pinta Andre
"kenapa tidak kalian saja" ucap Dasya
"Dev tidak memperbolehkan kami masuk ke dalam kamarnya, jika kami masuk pasti kami akan di hajarnya tapi jika kau yang masuk tidak mungkin dia menghajar seorang wanita" ucap Raga seraya tertawa diikuti oleh Andre
"tidak" tolak Dasya "kalian teman nya saja tidak diperbolehkan apalagi aku"ucap Dasya ia juga takut jika dimarahi oleh Dev
" ayolah kami sangat buru buru sekali"mohon Andre. Dasya sedikit berpikir.
"baiklah tunggu disini" ucap Dasya lalu membuka pintu kamar Dev sebelum itu ia mengumpulkan semua keberaniannya lalu masuk kedalam kamar lelaki itu.
sedangkan diluar sana Andre dan Raga terlihat sedang tertawa.
"aku ingin tau bagaimana reaksi Dev jika wanita masuk ke dalam kamarnya" ucap Raga "ayo kita mengintip" ajak Raga
"apa kau gila,kita akan dibunuhnya jika ketahuan" ucap Andre namun Raga menarik lengannya menuju pintu kamar Dev.
Dasya melihat seisi kamar milik Dev yang begitu elegan dan mewah
"rapi sekali,dan banyak buku" ucap Dasya ingin menyentuh buku tersebut.
"jangan menyentuh barang milikku" suara menggelagar milik Dev mengisi ruang kamar itu membuat Dasya terkejut lalu membalikkan badannya menghadap kearah Dev yang baru saja keluar dari kamar mandi dan berdiri di dekat tempat tidur nya dengan handuk yang masih terpasang di pinggang nya dan menampilkan tubuh atas Dev yang atletis membuat Dasya menelan kasar ludahnya.
"kenapa kau masuk kedalam kamar ku?" tanya Dev dengan tatapan tajam.
"a-aku, diluar ada teman teman mu mereka ingin menemuimu dan mereka bilang sedang terburu buru makanya aku datang menghampirimu" jelas Dasya dengan gugup.
Dev sedikit berpikir lalu tersenyum jahil.
"Dasya ada binatang di baju mu" ucap Dev seketika Dasya berteriak heboh
"aaaaaaa mana mana" teriak Dasya dengan melompat lompat menghampiri Dev. Dasya melompat ke arah Dev membuat lelaki itu tak bisa menyeimbangkan tubuhnya lalu terjatuh ke tempat tidur dengan posisi nya menindih Dasya.
mendengar Dasya berteriak membuat Andre dan Raga sedikit khawatir.
"Raga, Dasya berteriak, jangan jangan Dev menghajarnya" ucap Andre
"ayo kita masuk" ajak Raga kedua nya membuka pintu kamar Dev dan dikejutkan dengan apa yang mereka lihat.
menyadari kedatang Andre dan Raga, Dev dengan cepat menarik tubuhnya menjauh dari Dasya.
"kalian" ucap Raga "kalian sedang apa?"tanya nya lagi matanya tak lepas dari Dasya dan Dev yang hanya menggunakan handuk
semuanya terdiam Dasya yang menyembunyikan tubuh nya belakang tubuh Dev karena malu.
" harus nya aku yang bertanya,kenapa kalian masuk ke kamar ku"bentak Dev membuat keberanian Andre dam Raga menciut
"tadi kami mendengar Dasya berteriak makanya kami masuk ke kamarmu" ucap Raga ia menyenggol lengan Andre agar lelaki itu ikut berbicara
" yang ada kalian yang aku hajar karena sudah mengerjai Dasya"bentak Dev lalu memukul kepala kedua lelaki itu
"kami tidak mengerjainya" bantah Raga seraya mengusap kepalanya yang terasa sakit
"pergilah" usir Dev hingga kedua lelaki itu keluar dari kamarnya
"kau juga keluar, apa kau mau melihat ku berganti pakaian" ucap Dev dengan cepat Dasya menggeleng dan berlari keluar dari kamar Dev.
Kini Dasya dan Dev sudah berada di rumah mewah mikik keluarga Wijaya.
"Bi mamah sama papah dimana?" tanya Dasya pada Bi Merry
"nyonya sama tuan sedang keluar kota non Dasya beliau menitipkan pesan agar non Dasya menginap di rumah tuan Dev saja" ucap Bi Merry
"oh iya Bi makasih" ucap Dasya.
"kenapa harus menginap sih?" kesal Dasya lalu berjalan ke ruang utama.
"Dev" panggil Dasya.
"mamah sama papah tidak ada dirumah" ucap Dasya
"lalu"
"mereka menyuruhku menginap di rumah mu, tapi aku tidak mau" Dasya memonyongkan bibirnya
"ya sudah, aku ingin pulang aku sangat lelah" ucap Dev hendak pergi
melihat Dasya yang masih terdiam membuat Dev tak tega
"kita akan menginap di rumah Dion saja di sana ada Clara yang akan menemanimu" ucap Dev. Dasya yang mendengarnya menjadi girang dan hendak memeluk Dev
"kau mau memeluk ku lagi?" tanya Dev saat kedua lengan Dasya yang ingin memeluknya namun Dasya hanya nyengir kuda
"seperti nya kau suka sekali memelukku" goda Dev dengan wajah Datarnya
"siapa bilang" bantah Dasya seraya menjauhkan kedua tangan nya
"sudah lah, ayo kita pergi" ucap Dev. hingga kedua nya sudah berada di dalam mobil menuju apartemen milik Dion
sesampai nya, Dasya dan Dev di persilahkan masuk oleh Dion, Clara yang mendengar bahwa mereka akan menginap disini sangat senang ia akan mempunyai teman untuk mengobrol.
Di ruang utama apartemen Dion mereka berempat berkumpul untuk mengobrol
"aku tidak sabar kau akan menjadi kaka ipar ku nanti" ucap Clara dengan senang. Dasya hanya tersenyum seraya menatap Dev yang terus menguap.
"ka Dev memang dingin tapi dia sangat penyayang" ucap Clara
"aku harap begitu" gumam Dasya matanya tak lepas dari Dev
"Dev kau bisa tidur di kamar sebelah" ucap Dion ia menyadari Dev yang sudah sangat mengantuk
"baiklah" ucap Dev lalu beranjak dari tempat duduknya menuju kamar karena ia sangat lelah sekali.
"Clara, lalu aku tidur dimana?" tanya Dasya
Clara dan Dion saling menatap.
"sayang apa kau lupa janji mu" ucap Dion
"tentu saja tidak sayang" ucap Clara membuat Dasya mengerti apa yang mereka maksud.
"kalian tidurlah duluan aku akan tidur di sofa untuk malam ini" ucap Dasya mendengar itu membuat Clara dan Dion tak tega
"kak, kenapa tidak tidur bersama ka Dev saja" tawar Clara membuat Dasya bepikir sejenak
"kalian kan akan menikah jadi kalian harus membiasakannya" ucap Dion
"baiklah" Dasya berjalan kearah kamar yang di tempati oleh Dev
Dasya melihat Dev yang sudah terlelap di atas tempat tidur ia mengambil bantal lalu meletakkannya di lantai
"dia pasti lelah sekali" gumam Dasya lalu hendak membaringkan tubuhnya dilantai
"apa yang kau lakukan disitu" tiba tiba suara Dev terdengar membuat Dasya terkejut