
keesokan harinya Dasya berencana membantu ibunya pergi berbelanja di supermarket karena hari ini adalah hari libur ia ingin menghabiskan waktunya untuk melakukan sesuatu yang menyenangkàn seperti berbelanja mungkin.
Di supermarket,dasya dan Clairin sedang mencari bahan bahan yang akan mereka beli.
"mah aku akan mencari di bagian sana" ucap Dasya lalu berjalan kearah rak yang berisi banyak makanan ringan dan kotak susu.
Tak lama kemudian Dasya dan ibunya pergi ke kasir untuk membayar.
"pak susu hamil nya 1" ucap seseorang wanita yang tengah membayar belanjaannya.
"bukan kah itu mantan kekasih nya ka David" gumam Dasya saat melihat wanita yang tak asing baginya.
wanita itu berjalan keluar supermarket dengn membawa belanjaannya.
"mah aku duluan ya nanti aku pulang naik taksi saja" ucap Dasya lalu melangkah keluar dengan sedikit berlari
"Dasya, kau mau kemana?" panggil Clairin namun tak di dengar oleh Dasya.ia pun berjalan keluar dari supermarket tersebut kemudian meminta pak Tarno untuk memasukkan belanjaan nya ke dalam mobil.
Dasya terus mengejar wanita yang ia yakini adalah mantan kekasih David .
"permisi nona" ucap Dasya seraya menarik lengan wanita itu
kedua nya terlihat terkejut
"bukankah kau mantan kekasihnya ka David" ucap Dasya meyakinkan namun wanita itu segera melepaskan lengan nya lalu berlari menjauh.
"nona tunggu" cegat Dasya kemudian memegang lengan wanita itu kembali
"bisa kah aku berbicara sebentar" ucapa Dasya wanita itu sedikit berpikir kemudian mengangguk. Dasya menuntun wanita itu untuk duduk di kursi yang ada di tepi jalan tersebut.
"cepat berbicara lah" ucap Amel
"nona apa kau sungguh hamil?" tanya Dasya membuat wanita itu bungkam
"aku yakin kau wanita yang baik baik" ucap Dasya kembali
"semalam ka David sangat terpukul saat mengetahui kau sedang hamil" ucap Dasya membuat Amel yang saat itu menatap ke arah lain memindahkan tatapannya ke arah Dasya
"ka David pasti sangat mencintaimu begitu juga kau" ucap Dasya
"aku tidak mencintainya" bantah Amel
"kau boleh saja berbohong tapi aku yakin ada sesuatu yang terjadi, ceritalah padaku aku akan berusaha membantu hubungan kalian" pinta Dasya
"kau kan caloñ istrinya apa kau tidak mencintai nya?" tanya Amel membuat Dasya tersenyum
"aku dan ka David masih belum tahu bagaimana perasaan kami, kami hanya menjalani nya saja" ucap Dasya
"dan aku yakin Ka David masih belum bisa melupakan mu, bagaimana bisa dia mencintaiku" ucap Dasya kembali ia menatap Amel yang juga menatapnya
"mengapa kau mengkhianatinya?" tanya Dasya
"aku_" suara dering ponsel Amel menghentikan obrolan mereka
"hallo" ucap Amel
"hallo ka, kaka dimana sekarang, ayah sedang di bawa kerumah sakit" ucap seorang lelaki dari seberang sana
"apa, baiklah kaka akan kesana sekarang" ucap Amel lalú menutup teleponnya dengan cepat ia beranjak dari tempat nya
"maaf aku harus pergi" ucap Amel
"apa boleh aku ikut" pinta Dasya wanita itu sedikit berpikir
"baiklah ayo" kedua nya mencari taksi untuk menuju rumah sakit.
sesampainya,Dasya dan Amel langsung mencari ruangan tempat ayah Amel di rawat.Dasya hanya diam meskipun banyak yang ingin ia tanyakan
"Ando bagaimana keadaan ayah?" tanya Amel
"kaka, dokter sedang memeriksanya" ucap adiknya yang bernama Ando
"bukan kah itu kekasih barunya Amel" batin Dasya kening nya terlihat mengkerut.
"kaka dia" ucap Ando menggantungkan kalimatnya
"kaka mengajaknya kemari" ucap Amel lelaki itu hanya mengangguk
"kaka?bukan kah dia kekasihmu?" tanya Dasya ia semakin bingung dibuatnya.
"Dasya ,aku tidak bisa menceritakannya padamu maafkan aku"ucap Amel
" tapi"Amel lebih dulu menghentikan kalimat Dasya
"aku mohon pergi lah" ucap Amel memohon membuat Dasya tak punya pilihan lain. ia pun memutuskan untuk pergi.
"ka, ceritalah pada tunangan ka David mungkin dia bisa membantu kakak" ucap Ando seraya menatap iba pada kaka nya tersebut
"tidak An, kaka tidak ingin terjadi sesuatu dengan David" ucap Amel berat ia menahan agar tidak menangis
Amel sedikit terkejut ia tidak pernah memikirkan sampai disitu.ia hanya memikirkan David jika mereka tetap bersama.
"bicaralah ka aku akan menunggu ayah disini" ucap Ando dengan segera Amel mengejar Dasya yang sudah menghilang dari pandangan nya.
flashback
"ayah" panggil Amel dengan girang ia menyambut kepulangan ayah nya dari Paris ia ingin dengan segera menceritakan kabar gembira untuk ayah nya itu
"kau terlihat sangat senang,ceritakan pada ayah" ucap ayahnya Amel
"ayah, David akan melamarku malam ini aku sangat senang karena kami akan segera menikah" ucap Amel seketika senyum di wajah ayah Amel memudar
"David Wilfred" gumam Ayah Amel
"iya ayah dia seorang dokter" ucap Amel dengan gembira
"tidak" ucap Ayah Amel dengan tegas
"maksud ayah apa? bukankah ayah sudah setuju dengan hubungan ku dengan David sebelumnya" ucap Amel ia tidak tahu apa yang terjadi dengan ayahnya yang tiba tiba tak merestui hubungannya dengan David.
"ayah bilang tidak ya tidak jika kau tetap berhubungan dwngan keluarga Wilfred ayah akan menyuruh anak buah ayah untuk mencelakakan David" Ucap ayah Amel dengan keras
"ayah, apa yang ayah katakan?" Amel menangis sejadi jadi nya saat ayah nya melangkah menuju kamar
Ando yang saat itu melihat kaka nya menangis segera menghampirinya.
"kaka, apa yang terjadi?" tanya Ando, Amel masih menangis dengan sesegukan tak menyangka akan seperti ini.
karena takut ayah nya mencelakai David ia pun meminta kepada adiknya untuk menjadi kekasih pura puranya dimana disaat malam itu adalah hari dimana David akan melamarnya menjadi hari yang menjadi saksi hubungan mereka kandas.
flashback off
setelah bertemu dengan Amel dan wanita itu menceritakan semua nya Dasya berusaha membantu hubungan mereka agar membaik namun ia tidak mungkin melakukannya sendiri.
Dasya juga di kejutkan dengan anak yang dikandung oleh Amel ternyata adalah anak David tanpa sadar David telah melakukannya dengan Amel saat lelaki itu tidak sadarkan diri. namun Amel tidak pernah memberitahu David tentang malam itu.
"aku harus meminta bantuan siapa"ucap Dasya seraya memainkan layar ponselnya ny
" Dev"gumamnya saat melihat nama Dev tertera di ponselnya
dengan cepat ia menghubungi Dev namun ia urungkan kembali
"tapi apakah Dev mau membantuku" gumamnya lagi
"lebih baik aku tanya saja padanya" ucap Dasya ia kembali menghubungi nomor Dev namun lelaki itu tak kunjung mengangkat teleponnya.
"hah kenapa dia tidak mengangkat teleponnya, apakah karena kejadian kemaren" ucap nya kemudian mengingat kembali kejadian dimana Dev menciumnya membuat pipinya memerah
"aarrgghh kenapa aku mengingat nya lagi" ucap Dasya seraua menekan kedua pipinya yang terasa panas
"apa aku harus datang kekantor nya saja" ucap Dasya lalu melangkahkan kaki untuk mencari taksi menuju kantor Dev
sesampainya,Dasya menanyakan keberadaan Dev pada wanita yang tak lain adalah sekretaris Dev
"permisi nona apakah Tuan Dev ada di ruangannya?" tanya Dasya dengan sopan namun wanita itu menatapnya dengan sinis
"ada apa dengannya" gumam Dasya saat wanita itu melihatnya dari atas hingga bawah
"anda siapa nya Tuan Dev" tanya wanita itu
"jika bukan siapa siapa nya Tuan Dev silahkan keluar karena tuan Dev sedang sibuk" ketus Wanita itu membuat Dasya menjadi kesal namun ia menahannya tidak mungkin kan ia berkelahi disini
"tapi ini sangat penting" ucap Dasya meyakinkan namun wanita itu terus saja mendorongnya
"cepatlah keluar saya tidak mau di pecat oleh tuan Dev karena anda membuat keributan disini" ucap wanita itu seraya melotot ke arah Dasya
"apa kau bilang, saya tidak membuat keributan disini saya hanya ingin bertemu dengan tuan mu saja apa kah susah diakan bukan kekasih mu" bentak Dasya ia sudah terbawa emosi begitu juga wanita itu
"anda juga bukan kekasih nya tuan Dev kan" ucap Wanita itu dengan senyum mengejek membuat Dasya semakin tersulut emosi
"kalau saya kekasih Dev kau mau apa tetap ingin mengusir ku" ucap Dasya ia tidak memikirkan lagi apa yang ia ucapkan
"maaf saya tidak percaya cepat pergilah " ucap nya kemudian mendorong Dasya hingga terjatuh
"aawww" tubuh Dasya terhempas begitu saja di lantai membuat bokong nya terasa sakit
"cepat pergilah sebelum saya memanggil petugas keamanan untuk membawamu keluar" ucap Wanita itu tanpa menyadari kehadiran lelaki di belakangnya yang tak lain adalah Dev
"ada apa ini?" tanya Dev dengan dingin seketika membuat sekretarisnya menjadi takut
"maaf tuan wanita ini mengaku sebagai kekasih anda untuk bertemu dengan tuan" ucap wanita itu membuat Dasya membulatkan kedua matanya seakan ingin keluar dari tempat nya
Ingin rasanya Dev tersenyum namun ia sembunyikan dengan cepat ia menormalkan ekspresinya kemudian menghampiri Dasya yang masih duduk di lantai
"apa kau baik baik saja" tanya Dev membuat Dasya sedikit gugup namun ia tetap mengangguk
"wanita ini memang kekasih ku lain kali kau harus bersikap sopan padanya" ucap Dev tegas seraya merangkul bahu Dasya membuat wanita itu terkejut kemudian menuntun Dasya masuk ke dalam ruangannya.meninggalkan sekretaris nya yang mematung tak percaya.