
cinta dari masa lalu yang sama sekali belum pudar dan di pertemukan kembali di saat kau ingin dijodohkan dengan lelaki lain.
Namun cinta berpihak padamu membuatmu hidup satu atap bersama nya
perkenal dulu Dasya Nabila atau sering di sapa Dasya dengan sejuta keceriaan diwajahnya adalah anak Blasteran dari pasangan konglomerat Gino Wijaya dan Clairin Wijaya . Wajah Dasya merupakan fotocopy wajah Clairin ibunya yang berdarah eropa iris mata yang berwarna biru membuat nya begitu cantik namun tetap saja Wajah nya tetap seperti orang Asia hanya saja warna matanya yang mengikuti gen ibunya.setelah menyelesaikan pendidikan SMA nya di sekolah ternama di Jakarta ia melanjutkan kuliah nya di London. 4 tahun berlalu Dasya kembali ke tanah air rasa rindu kepada orang tua nya membuat nya semangat untuk pulang meskipun melewati perjalan yang cukup panjang. Sesampai di Bandara ia di sambut oleh Pak Tarno yang tak lain adalah supir pribadinya waktu SMA ia sering menganggap pak Tarno adalah papah keduanya setelah papah Gino.
Selang beberapa jam Mobil yang dikendarai oleh Dasya sudah sampai di pekarangan rumahnya.
Dasya pun melihat sekeliling rumahnya dan tersenyum tipis mengingat kenangan semasa ia masih SMA. sudah lama ia tak menginjakkan kakinya dirumah ini karna menjalankan pendidikan di luar negeri.
Dasya melangkah kan kaki nya diikuti oleh Pak Tarno yang membawa kopernya
"Non Dasya" ucap seorang pelayan wanita yang sedang menyambut kedatangan nya
"Bi Merry...bi Merry apa kabar..?seru Dasya lalu memeluk wanita yang bernama Merry itu
" Baik non..Non Dasya makin cantik aja"ucap Merry yang di sambut tawa oleh Dasya
"Bi Merry bisa aja..mamah papah dimana bi?" tanya Dasya lalu melihat sekeliling namun tak melihat kehadiran orang tuanya.
"ooh Tuan dan Nyonya sedang keluar non. kata Tuan kalo nona sudah sampai rumah Non Dasya kabarkan beliau" ucap bi Merry
"ooh iya bi nanti saya telpon papah kalo sudah sampai kamar...ya udah bi Dasya ke kamar dulu ya Dasya cape banget" ucap Dasya lalu melangkahkan kaki nya menuju kamar.
sesampai di kamarnya Dasya langsung menjatuhkan diri ke atas kasur empuk nya rasanya ia sangat merindukan kamarnya tersebut lalu mengambil boneka besar disamping nya
"hai nino apa kabar apa kau merindukan ku?" ucap Dasya kepada boneka panda berwarna biru itu seakan boneka tersebut dapat berbicara dan menjawab pertanyaan nya
"aku juga sangatt merindukanmu dan aku juga merindukan dia yang telah memberikan mu padaku" ucap Dasya lalu memeluk boneka nya sambil tersenyum berharap yang ia peluk adalah seseorang yang sangat ia rindukan.
Tak terasa Dasya pun ketiduran karna terlalu lelah melewati perjalanan yang cukup meremukkan semua tulang nya.
"Non..makan malam sudah siap tuan dan nyonya sudah menunggu di meja makan" suara bi Merry mengejutkan Dasya
"astaga jam berapa ini" Dasya menengok jam dinding kamarnya
"astaga aku ketiduran"
"ia bi Dasya mandi dulu" Dasya mengeras kan suara nya agar terdengar dari luar
Dasya pun bangkit dari tempat tidurnya dan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya yang terasa lengket
.
.
.
.
.
.
.
.
.
jangan stop dulu lanjut ke part dua