DEVDAS

DEVDAS
sayang



saat ini David dan Dasya sedang berada dí puncak menyaksikan matahari yang mulai tenggelam.seharian mereka berdua berjalan jalan mengelilingi kota hingga petang.


Dasya duduk di samping David seraya menyaksikan matahari yang semakin menghilang.


"apa kau suka?" tanya David dengan menatap wajah Dasya yang terlihat bahagia


"hmmm" Dasya terus menatap langit yang sudah berwarna jingga seakan ada rasa nyaman saat menatapnya


hening kedua nya kembali pada pikiran mereka masing masing seakan memberikan waktu bagi hati mereka untuk menerima apa yang telah terjadi.


Hari semakin malam bahkan bintang dan bulan sudah menampakkan dirinya.


kini keduanya berbaring dibawah langit malam.


"berbaring lah di lengan ku agar kau nyaman" pinta David membuat Wanita itu sedikit berpikir lalu menarik lengan David dan meletakkan kepalanya diatas lengan pria yang sedang berbaring disampingnya.


"baiklah, jika kau memaksa" ucap Dasya dengan terkekeh, membuat David tertawa dengan tingkah wanita itu.


"sayang" panggil David membuat Dasya terkejut lalu menatap David.


"kau memanggilku?" tanya Dasya tanpa melepaskan pandangannya pada David


"tidak ada orang lain disini" ucap David membuat keduanya tertawa


"aku merasa geli saat kau memanggilku seperti itu" ucap Dasya dengan tertawa


"kau harus membiasakannya,karena aku akan selalu memanggilmu seperti itu saat kita sudah menikah nanti" ucap David lalu keduanya kembali tertawa


"mengapa kau ingin dijodohkan denganku?" tanya David


Dasya mengubah posisi nya menjadi duduk diikuti oleh David


"karena kau seorang dokter" ucap Dasya membuat David bingung


"sejak dulu aku ingin menikah dengan seorang dokter" ucap Dasya sejenak larut dalam pikirannya


"karena aku pikir dia akan menjadi seorang dokter" batin Dasya mengingat 4 tahun yang lalu.


david melepas kemeja nya kemudian memasangkannya di punggung Dasya sehingga membuyarkan lamunan wanita itu.


"pakailah cuacanya sangat dingin" ucap David seraya menatap mata Dasya membuat wanita itu sedikit gugup


"terima kasih" keduanya kembali terdiam seakan melepaskan beban masing masing.


"kenapa kau ingin menjadi seorang dokter?" tanya Dasya


"karena aku ingin" jawab David seadanya


"kau bekerja sebagai dokter apa sebenarnya aku lihat kau sering sekali lembur dirumah sakit" ucap Dasya ia menanyakan apa yang ada di dalam pikirannya.


"aku ahli bedah Saraf" ucap David


"waw kau luar biasa" kagum Dasya kedua nya saling menatap


"tidak ada yang pernah tau dibalik luar biasa itu tersimpan rasa sakit seseorang" batin David lalu melepaskan pandangan nya pada Dasya


malam semakin larut keduanya masih belum ingin beranjak dari tempat mereka.


David memperhatikan Dasya yang sesekali menguap


"kau mengantuk,ayo kita kembali" ajak David namun Dasya menggelengkan kepalanya


"tidak aku masih ingin disini" ucap Dasya


"baiklah" David menarik Dasya lebih dekat padanya meletakkan kepala Dasya kebahunya. Dasya hanya diam merasakan kenyaman sesaat


"aku sangat merindukannya" batin David sekilas bayangan kekasihnya menghampiri pikirannya.


"mengapa dia tega mengkhianatiku" lirih David dada nya terasa sesak dibuatnya.4 tahun wanita itu bersamanya yang membuat nya bertahan hingga saat ini yang selalu mendukung saat kejadian itu terjadi dimana ia merampas hak orang lain yang selama ini baik padanya.


terdengar suara dengkuran halus membuatnya menatap kearah Dasya


"dia tertidur" ucap David seraya tersenyum menatap wajah Dasya.


Dikamar Clara sedang asyik memainkan ponselnya sedangkan Dion lelaki itu sibuk dengan laptop yqng berada dipangkuannya tak bekerja seharian membuat tugas nya menumpuk dikantor.


"sayang"panggil Clara menghampiri suaminya itu


" hmm"Dion tetap fokus pada benda yang berada didepannya


"kau sibuk? kau ingin aku buatkan kopi?" tanya Clara dengan senyum manja seakan tersirat sesuatu dibaliknya


Dion mengalihkan pandangan nya kepada istrinya itu menatapnya lama yang disambut senyum oleh Clara


"ada apa?" tanya Dion seakan tau apa maksud dari istrinya itu.


Clara hanya tersenyum ia sangat menyukai sifat Dion yang sangat peka.


"aku ingin ini" ucap Clara seraya memperlihatkan Foto diponselnya pada Dion


"mangga?" ucap Dion setelah melihat foto tersebut Clara hanya mengangguk dengan memasangkan wajah memelasnya.


"malam malam begini tidak ada yang menjual mangga sayang" ucap Dion seraya menyelipkan rambut Clara ke belakang telinga wanita itu.


"tadi siang aku melihat pohon mangga di halaman tetangga sebelah" ucap Clara dengan wajah yang masih memelas


"apa tidak bisa besok saja" ucap Dion namun Clara hanya menggelengkan kepalanya


"baiklah baiklah aku akan memintanya untuk mu" kesal Dion kemudian beranjak keluar dari kamarnya.


Clara dengan setia menunggu suaminya membawa mangga yang ia ingin kan.


terdengar suara pintu kamar terbuka terlihat Dion yang masuk kedalam kamar dengan membawa mangga didalam nampan dan segelas susu


"ini makanlah setelah itu minum susu mu" ucap Dion masih dengan wajah yang sedikit kesal


"terima kasih sayang" girang Clara lalu mengambil alih nampan yang berada di tangan Dion.


"sayang lututmu kenapa?" tanya Clara saat melihat lutut Dion yang dibalut dengan plester.


"tidak apa apa hanya lecet sedikit karena terjatuh dari pohon" ucap Dion seketika tawa Clara memecah kan keheningan malam membuat Dion semakin kesal dibuatnya


"apa kau senang melihat suami mu terluka" kesal Dion membuat tawa wanita itu terhenti


"maafkan aku sayang" ucap Clara lalu mencium bibir Dion sekilas lalu menjauhkan tubuh nya dari Dion dan memakan mangga yang telah suaminya itu cari.


Dion tersenyum lalu menghampiri Clara yang sudah duduk di atas sofa seraya memakan mangganya.


"apa enak?" tanya Dion ia sedikit tertarik dengan mangga yang terlihat enak dimatanya. Clara hanya mengangguk


"apa kau mau?" tanya Clara dengan memberikan mangga ke dalam mulut Dion.


"aargghh masam sekali" ucap Dion lalu meminum susu yang berada diatas meja


"Dion itu kan susu ku" ucap Clara saat melihat suaminya meminum susu hamil nya


"ini masam sekali aku tidak suka" ucap Dion dengan masih merasakan masam dimulutnya.


"tapi ini enak sekali" ucap Clara dengan masukkan dua potongan mangga sekaligus ke dalam mulutnya membuat Dion bergidik ngeri.


"memakan 1 saja sangat masam apalagi banyak seperti itu" ucap Dion dengan menatap istrinya lalu tersenyum.


berharap banget apresiasi dari kalian pembaca beri aku semangat vote dan like karya aku dan komen jika ada saran dari kalian.


terima kasiiihh😘😘😘