
"Dion lagi" ucap Clara namun tak dihiraukan oleh Dion.
Dion berdiri dan beranjak pergi menghampiri perempuan tersebut.Clara hanya diam dan memandang Dion dari kejauhan.
"Dasya" ucap Dion yang membuat perempuan tersebut terlonjak kaget dan menatap Dion lama seakan mengingat ingat apaka ia mengenalnya.
tiba tiba Dasya melebarkan kedua mata nya
"Dion" seru Dasya ia tak menyangka akan bertemu dengan Dion teman semasa SMA nya dulu.
"kau kapan kembali dari London?" tanya Dion
"Tadi pagi aku sudah menyelesaikan Kuliahku di sana jadi aku kembali ke Jakarta" ucap Clara
"Bagaimana dengan kau sudah menyelesaikan kuliah mu?" tamya Clara
"kau seperti tidak tau aku saja tentu saja sudah aku menyelesaikan nya 1 tahun yang lalu" ucap Dion yang membuat Clara tertawa
"benar sekali aku lupa bahwa kau itu sangat pintar dan cerdas tidak heran kau bisa menyelesaikan kuliah mu dengan cepat" ucap Clara
mereka berdua tertawa bersama membuat Dion lupa dengan Clara yang menatap nya dengan marah diujung sana
"lalu kau kerja dimana?" tanya Clara
"aku kerja di perusahaan milik kaka Ipar ku" ucap Dion membuat Clara mengernyit heran
"kaka Ipar? kau sudah menikah?" tanya Clara
"iya aku sudah menikah 8 bulan yang lalu aku akan memperkenalkannya padamu" ucap Dion lalu ingin menghampiri Istrinya
"dimana istrimu" tanya Clara yang melihat Dion kembali dengan seorang diri
"mungkin dia sudah kembali ke mobil aku akan menyusul nya sampai ketemu lagi Sya" ucap Dion sambil melambaikan tangan nya dan beranjak pergi meninggalkan Dasya yang masih tak percaya jika Dion sudah menikah
"secepat itu kah" ucap Dasya lalu memalingkan pandangan nya dari Dion yang sudah tak terlihat
"neng ini sate nya" ucap tukang sate tersebut lalu menyerah kan bungkusan sate kepda Dasya.
"makasih pak" ucap Dasya
"mampir lagi neng Dasya" ucap tukang sate itu yang hanya dibalas anggukan oleh Dasya yang beranjak pergi.
dijalanan yang sepi Clara hanya berjalan tak tentu arah menyusuri jalanan yang kosong terlihat mata nya yang begitu sembab karna menangis.tak jarang air mata nya lolos begitu saja membasahi kedua pipi nya.
Setelah cukup lama berjalan Clara pun tersadar jalanan yang ia lewati sangat lah sepi.ia pun mengambil handphone nya lalu menelpon seseorang
"hallo kenapa nelpon malam malam Ra?" tanya lelaki dari sebrang sana
"ka aku tersesat" ucap Clara sambil sesegukan
lelaki itu hanya diam seakan tau apa yang terjadi.
"kirim alamat mu kaka akan kesana" ucap lelaki tersebut
panggilan pun berakhir lalu Clara mengirim pesan singkat untuk kaka laki laki nya tersebut.
beberapa menit sebuah mobil berwarna abu abu berhenti di pinggir jalan dan terlihat seorang laki laki.
"ka Dev" seru Clara lalu menghambur kepelukan kaka nya yang bernama Devano yang sering disapa Dev
"dimana Dion kenapa dia meninggalkan mu sendiri disini?" tanya Dev
Clara hanya diam tak menjawab takut takut kaka nya itu memarahi Dion setelah ini
"kaka akan mengantarkan mu pulang" ucap Dev lalu membawa Clara menuju mobil.
Dion yang sudah berkeliling mencari Clara hampir putus asa tidak ada tanda tanda ia bertemu dengan istrinya rasa kekhawatiran memenuhi pikirannya karna Clara yang sedang mengandung.tiba tiba ponsel Dion berbunyi.
" Dev" ucapnya tanpa suara lalu mebuka pesan singkat yang dikirim kaka ipar nya tersebut padanya
**kau dimana Clara bersamaku kami dalam perjalanan pulang
*Devano***
raut wajah yang semula nya khawatir kini Dion tersenyum lega karna Clara bersama kaka nya namun ia tau pasti setelah ini ia akan dimarahi oleh kaka ipar nya itu
setelah sampai dirumah Dion langsung memeluk istrinya itu
"sayang kau dari mana saja aku mencari mu diaman dimana tadi" ucap Dion namun Clara hanya diam lalu meninggalkan Dion dan Devano
"kenapa Clara menangis?" tanya Dev
"apa. Clara menangis kenapa?" tanya Dion balik
"aku bertanya padamu kenapa kau malah balik bertanya" seru Dev
"aku juga tidak tau tadi kami sedang makan sate dipinggir jalan tiba tiba Clara menghilang begitu saja" ucap Dion
" lalu kau pikir adik ku gila berjalan sendiri malam malam begini?"seru Dev mulai kesal dengan Dion
"aku juga tidak tau Dev kenapa Clara seperti itu" ucap Dion
Devano menatap tajam kearah Dion
"Dion kau sudah berjanji menjaga adik ku dengan baik apa lagi sekarang Clara sedang hamil tidak baik jika dia berjalan sendiri seperti tadi bagaimana jika ada orang jahat yang menghampirinya" seru Dev
"bicaralah dengannya ingat sekali lagi kau buat kesalahan aku tak segan mematah kan lehermu" ancam Dev yang membuat Dion merinding
"baiklah maafkan aku" pinta Dion
"ya sudah bicaralah dengan nya" ucap Dev seraya menepuk punda Dion lalu beranjak pergi tapi di berhentikan oleh Dion
"Dev" panggil Dion membuat Devano berbalik kearah nya
"tadi aku bertemu dengan Dasya kau masih ingat" ucap Dion sambil tersenyum. Dev hanya diam lalu menggelengkan kepalanya dan pergi begitu saja
"tidak mungkin dia lupa" ucap Dion dan masuk kekamarnya namun terkunci.
sudah terjawab atau pertanyaan mu semakin bertambah?.
lanjut ke part 4