Dear keisha

Dear keisha
PART 9



Di cafe


"Hai. keis"ucap kevin melampai dari atap cafe "cepat ganti baju dan bantu aku disini, oh iya, jangan lupa ikatan badanmu dengan tali yang ada didalam, minta saja tali sama hazel?"


keisha pun mengangguk cepat dan masuk ke dalam


"hazel, gue minta tali"ucap keisha berhenti karna felix sudah ada didepan pintu, Keisha menghindari matanya


"Lo bantu hazel aja" katanya dan pergi membawa gulungan dan keluar cafe, keisha tercengang, bertanya-tanya sendiri, apa dia bermaksud membantunya? keisha tersenyum kecil, ada kebaikan juga dari anak itu


Setelah berganti pakaian, ia mendatangi hazel


"Hazel, apa yang bisa gue bantu? Felix menyuruh gue untuk membantu lo"


"Apa?"ucap Hazel mengerutkan dahinya


"Gue tak yakin, lo benar-benar bisa membantu gue atau tidak," hazel melirik ke belakang dan mata gue melihat ada kardus-kardus jenis barang yang terletak didapur,"


"Itu...apa?"


"Felix tak bilang? Itu bahan makanan yang akan digunakan, isinya tepung, gula, kopi, jeruk dan makan jenis lainnya terus yang disana itu ada kotak barang-barang yang akan kita pakai buat para tamu kita, isinya gelas, piring, mangkok, panci, kuali dan lainnya,"


Felix sialan, dia kerjain keisha lagi, dia tidak bilang kalau dia mendapat pekerjaan ya lebih parah daripada pekerjaan yang ditawar kevin,


Kini keisha disibukkan mengangkat karung tepung, karung kopi, karung apel dan karung lainnya. hingga Beberapa menit kemudian bel cafe kami berbunyi, Keisha tidak perlu melihat siapa yang masuk ke cafe, cafe kami belum buka dan masih dalam keadaan hancur, jadi bisa pastikan kalau felix atau kevin yang masuk


"Permisi"


Hazel berhenti mengangkat karungnya dan keluar dari dapur


" ya?"


"Ah, aku melihat dari selebaran kalau cafe ini membutuhkan pegawai"


keisha yang sedang mengangkat kardus piring putih pun terdiam merasa pernah mendengar suara yang sama, suara yang familiar baginya


"Tunggu sebentar, aku akan panggil managernya terlebih dahulu"ucap suara hazel terdengar sangat ramah


"kevin" ucap hazel teriak


"Apa?"


"Ada yang mau melamar pekerjaan"


"Apa? Siapa yang melamar pekerjaan"


"kau tak harus teriak hazel" ucap felix jengkel "ah, kau yang kemarin" suara felix kedengaran setelah sunyi beberapa detik


keisha pun mengerut dahi yang kemarin?


keisha cepat-cepat keluar dari dapur dan bertapa kagetnya dirinya mendapati david ditengah ruangan cafe bersama dengan kevin dan felix, mereka semua menatap padanya


"DAVID" ucap keisha tak percaya


Sumpah gue nggak percaya, ada david disini, dan dia melamar pekerjaan disini bersama gue, jangan-jangan david ingin dekati gue lagi!


"Keis, kau kenapa! kau kenal dia!" Ucap kevin melotot


"Si idiot" guman felix mengejek keisha


dengan cepat ia pun menarik tangan kevin untuk menjauhi dari david. gadis itu terlihat panik melirik ke gudang


"Bos, jangan terima dia"ucap keisha berbisik pada kevin


"Memangnya kenapa, apakah kau kenal dia? dan emang siapa dia sampai kau panik begini?"


"Pokoknya jangan terima dia, dan gue janji akan menceritakan siapa dia serta cari pekerja yang lebih baik dari dia, kau bisa mempercayai gue bos"


Kevin terdiam beberapa saat, dia menolek ke belakang mengangkat alisnya, menatap keisha lalu berkata


"aku menolak" ucap kevin lalu melanjutkan dengan cepat


"tak ada satu orang pun yg melamar ke tempat ini, klasifasi sempurna seperti dia, apa matamu buta, lihat dia, dia tampan dan terlihat percaya diri, para pergunjung akan sering kemari hanya karna dia"


"Ayolah bos, jangan terima dia, gue mohon, gue janji bos akan mendapatkan pegawainya lebih baik darinya sekarang juga"


"Siapa"


keisha mengenyit dahinya berusaha perpikir sejenak dan beberapa derik mengeluarkan ide


"Digo"


"Maksudmu, digo sepupu kau itu"


"Iya"


"Dia dimana sekarang, kan dia tidak disini"


"Ok, aku akan telfon dia dan suruh kesini"


keisha pun mengambil ponselnya di celana jiansnya untuk menelepon digo dan panggilan tersambung


"Hallo, digo, lo dimana sekarang"


"Gue dimarkas, emang ada apa?"


"lo kesini sekarang, ketempat kerja gue, gue butuh bantuan lo sekarang"


"Ngapain gue kesana! Emang lo butuh bantuan apa!"


"Lo jangan banyak tanya, gue tunggu dalam waktu sepuluh menit, cepat" gue langsung mematikan sambungan telepon, dan menatap kevin lagi


"Iya, kita tunggu"


"Terus, bagaimana dengan dia" ucap kevin menunjuk ke arah david


"Biar gue bicara dengannya" ucap keisha langsung pergi dari hadapan kevin, dan pergi menghampiri david yang masih berdiri


"Dav, kayaknya lo nggak usah jadi karyawan disini"


"Emang kenapa keis! bukannya cafe ini membutuhkan karyawan"


"IYa memang, tapi kami sudah mendapatnya"


"siapa?"


Lonceng kembali berbunyi bertanda ada orang yang masuk semuanya menolek ke arah pintu tampak digo yang masuk cafe


"Keis, ada apa?" ucap digo jengkel


Belum sempat gue menjawab, kevin langsung ngorosos


"digo,kau diterima"


"APA" ucap digo melotot kaget "diterima apanya?"


"Kau diterima bekerja dicafe ini" ucap felix menambah


"Apa, gue diterima kerja dicafe ini, sejak kapan gue lamar pekerjaan!" Ucap digo bingung. Dan menatap tajam kearah gue


"keisya katakan sesuatu mengenai hal ini?"


"Sorry, nanti gue cerita kan" ucap keisha menatap david lagi "lo bisa lihat


Dav, kami sudah mendapatkannya, lo bisa pergi dari sini sekarang, dan jangan coba lo dekati gue lagi," ucap keisha ketus


David hanya tersenyum dan membalas


"aku menolak" ucap david berbalik badan dan pergi


Apa, jadi david akan dekati gue terus dong, dan akan membuat gue tersiksa berada didekatnya


"Siapa sih dia kei, sampai lo menghindar dari___" ucap hazel berhenti karna digo menarik tangan keisya menuju keluar cafe


Dan berhenti didepan toko kue cafe ini, digo mengacak pinggang, dan menatap tajam ke arah gue


"Keis, lo apa-apa sih, mempekerjakan gue ke tempat kerja lo tanpa sepengetahuan gue, gue pikir lo ada masalah, ternyata lo suruh gue kerja ketempat lo, lo tau kan, gue tak ingin bekerja"


"Iya, iya, gue tau lo tak mau bekerja, dan apa salahnya lo bekerja di sini, gitung-gitung lo belajar mencari uang sekarang, untuk lo sendiri, bukannya lo tadi bilang lo lagi boke,"


"Iya, gue tau lagi boke, tapi nggak gini caranya, gue kerja tempat lo, kan bisa gue minta uang ke mama gue atau ke papa gue, tanpa harus repot-repot bekerja disini"


keisha langsung menjidat kepala digo, dan dia semakin menatap tajam keisha


"Digo, lo itu udah gede, udah anak sma, bukan anak kecil lagi yang minta-minta ke orang tua lo setiap saat, dan juga hidup kita ini bukan hanya ada diatas saja, kadang-kadang kita ada dibawah atau dalam kesusahan keuangan, jadi mulai sekarang lo harus belajar mencari uang, menabung untuk lo kelak, buat mereka bangga dengan hasil kerja keras lo"


"Tapi__"


"Nggak ada tapi-tapi, gue ini ngelukuin ini untuk lo juga, dan besok lo bekerja ketempat gue, ngerti lo"


"Kalian bicara apa?" Kata felix didepan pintu masuk, dia melipat tanganya dan bertanya seperti seorang bos


"Bukan urusan lo" ucap keisha dan digo jengkel


Digo pun pergi masuk ke cafe duluan, sedangkan keisha melewati felix dan masuk ke dapur lagi


"Beritahu aku, aku mau tahu" felix menbunting keisha


keisah menghadapi felix, sekarang dirinya sudah mulai merasa terganggu dengan sikapnya selama ini


"Kenapa lo mau tahu? Kami tidak membicarakan masalah pribadi, kalau lo penasaran, tanya aja sama digo"


Felix menaiki alisnya


"Dasar pelit" ucapnya jengkel


...❤️❤️❤️❤️❤️...


keisha pun sampai dirumah tepat semua orang sudah tidur, tepatnya pukul 23.30 malam. gadis itu merebahkan diri dirinya di sofa, merasakan lelah bekerja hari ini.


Beberapa saat kemudian. ia pun berdiri dan berjalan menuju dapur, membuka kulkas untuk mengambil minuman dingin


"Aha, lega juga gue merasa lelah hari ini"


keisha pun keluar dapur dan menuju kamar mama untuk mengecek kondisi mama kembali. pelan-pelan ia buka pintu kamar mama,


tiba-tiba saja kedua mata keisha melotot, ia tercengang seolah tidak percaya dengan apa yang dia lihat malam ini


Ada suatu keajaiban yang terjadi dikamar mama, bukan mama yang tidur dengan pulas, bukan mama yang menangis dengan tatapan kosong, bukan mama yang menatapnya tajam, tapi Melainkan sarapan yang tadi siang, yang sudah ia siapin pulang sekolah kini sudah kosong, tinggal piringnya yang kotor, dan juga obat diatas meja sudah tidak ada


Astaga...! keisha nggak salah liat nih. Sarapan yang sudah ia siapin sudah habis, obat pun tidak ada, atau jangan-jangan mama memakan sarapannya, dan meminum obatnya


Tapi kok bisa?


Atau mama membuangnya


Cepat-cepat Keisha keluar rumah, melangkah kakinya menuju ke tempat jendela luar kamar mama untuk mencari tau apakah mama membuangnya diluar. Tapi tidak ada yang dirinya temukan, tidak ada bekas nasi yang berserakan, tidak ada butiran obat yang terlempar melainkan rumput bersih


Sungguh aneh yang kurasakan hari ini?!