
Keisya menyelusuri koridor sekolah yang sudah sepi, ia kembali lagi ke sekolah lagi, untuk memangsa memburu yang sudah lama ia pedam sejak awal ia muncul disekolah ini,
sampaikan ruangan ia tuju yaitu ruang kepala sekolah, ia lalu membuka pintu dan memdapati seorang wanita separuh baya, umurnya empat puluh tahunan, bertubuh langsing, dan dan berwajah awet muda yaitu adriana istri baru papa,
"Aku mau bicara sama anda!" Ucap keisya kepadanya yang sedang duduk dimeja kerjanya
"Bicara!" Ucap wanita itu heran
"Iya, aku mau bicara padamu sebagai__" ucap keisya berhenti karna ia merasa jijik melanjutkan kata-kata ini, dan terpaksa "sebagai mama tiri aku"
Keisya dapat melihat reaksinya, matanya berbinar, lalu sedetik kemudian ia tersenyum bahagia karna anak dari suaminya akhirnya menerima ia juga, lalu ia berdiri mengangkat tangan seolah meminta berpelukan dan keisya mendekat menerima pelukannya
"Syukurlah" ucap wanita itu. dia mengelus rambut keisya "akhirnya kamu menerima saya sebagai mamamu, mama senang sekali"
Keisya tersenyum licik lalu melepaskan pelukannya dan memukul tengkuknya hingga akhirnya ia tak sadarkan diri
...❤️❤️❤️❤️❤️...
"Akhirnya lo sadar juga yaa" ucap keisya tersenyum licik
Kini keisya ada disebuah gudang kosong, duduk berhadapan dengannya, mama tirinya ia ikat Dengan tali di sebuah kursi ketika wanita itu tidak sadarkan diri
"saya ada dimana! Kamu apakan aku hah!" Ucap ardiana sedikit membentak "bukankah kau sudah mengangapku sebagai mama tirimu!"
Keisya tersenyum licik, lalu melangkah kearahnya, menarik rambutnya, menyiksanya
Seumur hidup keisya, ini adalah pertama kali ia menyiksa orang yang lebih tua darinya, biasanya ia selalu menyayangi dan menghormati orang tua, tapi tidak lagi, ia sudah lama cukup bersabar, sudah lama ia berdiam diri atas perlakuan mama tirinya itu yang selalu ia hormati, tapi malah apa yang ia dapatkan, perhinaan dari kedua anaknya itu, dan ancaman dari suaminya itu,
setiap orang memiliki batas kesabaran bukan?
"Eh, dengarin gue, gue keisya adelia tak akan pernah menganggap lo sebagai mama tiri gue, karna apa, karna gue sudah memiliki seorang mama yang sangat luar biasa bagi gue, yaitu mama adelia, jadi lo jangan berharap kalau gue akan mengangkui lo sebagai mama tiri gue, ngerti lo" ucap keisya memjambak rambutnya
"Adelia!" ucap wanita itu tersenyum licik "maksudmu, mama kandungmu itu, dia tidak cantik, tidak kaya, berpenyakitan itu, itu yang kamu bilang luar biasa!"
PLAKK
Keisya menampar mama tirinya keras
"Kamu" ucap wanita itu dengan matanya menahan amarah "beraninya kamu tampar aku, hah!"
"berani, emang kenapa hah!"ucap Keisha setengah teriak "lo itu bukan siapa-siapa gue, jadi gue berhak lakukan apapun ke lo, ngerti lo, dan satu lagi, lo jangan pernah menghina mama gue, memang dia tidak cantik dan tidak kaya, tapi ia selalu memberikan banyak cinta ke gue, selalu menyayangi gue, selalu kuat dan tegar, tidak kayak lo, lo hanya memberikan harta kedua anak lo itu bukan cinta dan kasih sayang"
"Cinta dan kasih sayang maksudmu!" ucap wanita itu. Dia tersenyum licik lagi "tapi mengapa papa kandungmu pergi meninggalkan kamu dan mamamu yang kau bilang luar biasa itu!"
PLAKK
keisya menampar keras mama tirinya lagi, dan menyebabkan pipinya mulai memerah,
"Iya, itu karna lo udah rebut papa gue, ngebut kasih sayang papa yang diberikan ke gue, ngebut cinta papa kepada kami"
"Ya iyah lah, aku cantik, pintar, kaya raya, juga pemilik tempat kamu sekolah, siapapun lelaki yang dekat denganku, pasti akan suka padaku, termasuk papamu itu, dari pada mamamu yang tidak ada apa-apanya jika dibandingkan denganku"
Keisya yang tahan tak tahan lagi mendengar mama kandungnya dihina terus ia pun mengambil kayu tepat ada disebelahnya, hendak memukul, dan mama tirinya melihat itu, langsung wajahnya pucat
"Kamu mau ngapain, hah!" ucap Ardiana mulai panik "Kalau sampai kau membunuh aku, aku tak segan-segan akan melaporkan kau ke kantor polisi"
"Gue ga peduli" ucap keisha membentak "Gue mau lo mati"
Mama tirinya mendengar jawaban itu langsung wajahnya makin pucat
"Ga aku ga biarin itu terjadi" ucapnya panik "TOLONG! TOLONGGG!" dia berteriak
"percuma lo teriak, orang disini ga ada, cuma gue dan lo yang akan mati" ucap keisya memegang kuat-kuat kayu ditangannya
"SELAMAT TINGGAL MAMA TIRIKU TERSAYANG"
"KEISYA!! CUKUP!!!"
Suara teriakan memperhentikan keisya memukul mama tirinya itu, Keisha dan wanita itu pun sama-sama menoleh
"HAZEL, KEVIN"
tampak hazel dan kevin berdiri dihadapanya, kevin pun berlari kecil melepaskan mama tirinya itu, sedangkan hazel menghampirinya
"Keis, kau gila yaa, kau hampir saja bunuh mama tirimu" ucap kevin melepaskan ikatan
"Eh, bos, bos ga usah ikut campur urusan ku, karna urusan ku belum selesai" ucap keisya sedikit membentak membuat kevin kaget jadinya karna ini pertama kali keisya membentaknya
"Keis, lo apa-apa sih" ucap hazel jengkel lalu membuang kayu dipegang keisya "gue tau lo marah, gue tau lo mau balas dendam karna mama tiri lo itu bikin hidup lo menderita, tapi ga gini caranya, lo harus banyak bersabar dulu, tahan emosi lo, keis, tak baik memperlakukan orang tua macan itu" ucap hazel menenangkan keisya karna ia tau keisya kini sedang marah besar,
Keisya mendengar itu ia langsung mengepal tangannya lalu mendorong tubuh hazel, hingga hazel mundur kebelakang dan kaget karna ini pertama kalinya keisya begitu
"Bersabar kata lo!" ucap keisya membentak "Eh, zel, gue itu udah banyak bersabar tau ga sih lo, selama ini gue diam aja, selalu gue hormati cewek brengsek ini, tapi apa yang gue dapatkan, hanya perhinaan, ancaman dan masalah yang gue dapatkan, bukan kebaikan yang gue dapatkan, itu yang bilang bersabar, hah, setiap orang punya batas kesabaran zel, semua orang"
hazel hanya bisa diam seribu bahasa, dia tidak sanggup lagi menjawab pertanyaan keisya
"Kenapa lo diam hah!" ucap keisya membentak lagi "lo tak sanggup menjawab kata-kata gue kan, jadi, lo jangan pernah menhentikan gue untuk balas dendam ke cewek brengsek ini"
Keisya mengambil kayunya lagi, dan menghadapi dia, tapi secara sigap mama berdiri berlindung dibelakang punggung kevin
"keisya!! Cukup!!!" Ucap kevin
"Eh, bos jangan ikut campur urusan gue, kalau bos ikut campur urusan gue jangan salahkan gue jika kayu akan menimpah kepala lo bos" ucap keisya mengancam dan membuat kevin membulatkan matanya
"Aku ga peduli"
"Oke, kalau gitu" ucap keisya memegang kayu bersiap-siap siapa saja orang yang menghalangi
Tiba-tiba ketika hendak memukul, secara sigap hazel menahan kayu itu agar tidak menimpah kepala kevin dan membuangnya lagi lalu menarik keisya dihadapannya, memegang bahunya dengan ku
"Hazel, lepas!!" Ucap keisya berusaha melepas pegangannya itu
"ga, lo dengarin gue dulu!" Ucap hazel makin erat pegangannya "Sebelum lo pukul dia, lo harus dengari gue dulu, dengari saran gue, nasehat gue, setelah itu lo boleh melakukan apapun ke dia, gue dan kevin ga larang lo lagi, terserah lo mau pukul dia, bunuh dia, nyiksa dia itu terserah lo, kalau itu bikin lo senang, ok"
"Ok, kalau itu mau lo"
Hazel pun menarik nafas dalam-dalam, memulai memberi saran keisya
"Keis, gue tau lo sekarang lagi marah, gue tau lo sedang sakit hati karna ulah papa lo itu, dan gue tau lo mau balas dendam ke keluaga baru papa lo karna mereka membuat hidup lo dan mama lo menderita, tapi apakah dengan lo bunuh dia, nyiksa dia, pukul dia apakah masalah lo akan selesai! apakah papa lo dan mama lo akan bersatu lagi dan mendapatkan kebahagiaan lagi!, itu ga keis, malah masalah yang lo hadapi sekarang makin rumit, makin runyam, nyawa mama bakal terancam, saudara tiri lo bakal makin benci lo, jadi saran gue adalah, sebelum melakukan tindakan harus pakai otak bukan pakai otot, tanpa harus mendapatkan resiko yang besar" ucap hazel menjelaskan
Keisya pun mencerna kata-kata hazel,
"Ok, sekarang terserah lo apakan mama tiri lo itu" ucap hazel melepaskan peganganya perlahan-lahan dan memberi keisya jalan
"Hazel" bentak kevin
"Udah lah vin, biarkan keisya lakukan apa yang ia mau, kalau itu bikin ia senang"
"Tapi__"
"Kevin"
perlahan-lahan keisya berjalan kearah mama tirinya itu sambil memegang kayunya dan kevin menuruti perkataan hazel dengan berat hati, sedangkan mamanya mendesis ketakutan
Ketika sampai dihadapannya jaraknya cuman dua langkah ia membuangnya, hazel dan kevin melihat kejadian itu akhirnya bernafas lega
"sekarang lo ikut gue!" Ucap keisya menarik tangan mama tirinya keluar gudang
"Mau apa lagi dia!" Ucap kevin heran
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Keisya pun membawa paksa mama tirinya pulang ke rumah mewah mama tirinya itu dan secara kebetulan papanya ada dirumah
"Astaga, riana!" Ucap papanya kaget melihat wajah istrinya itu. terlihat istrinya berlari kecil kearahnya "kenapa pipimu merah gitu! dan kenapa rambutmu berantakan gitu!"
"Ini, mas, ulah anak kesayangan mu itu" ucap ardiana menatap tajam keisya "dia menampar aku dan menjambak rambut aku"
"APA" ucap papanya kaget dan memarahi anaknya itu "keisya, apa yang kau lakukan pada mamamu ini!"
"Mama!" ucap Keisya tersenyum sidis "sorry yaa pa, dia bukan mamaku, dia hanya cewek ganjeng yang tak tau diri"
"KEISYA" bentak papa "jaga mulutmu, dia itu istri papa, mama tiri kamu"
Sehingga membuat keisya kaget dan mengepal tangannya
"Pah, sampai kapanpun aku keisya adelia, anak kandung papa, tak akan pernah menganggap dia sebagai mamaku, karna mamaku hanya seseorang yaitu mama adelia, mama kandungku, mama yang melahirkan aku" ucap keisya kesel "dan satu lagi aku melakukan ini cuman peringatan" ucapnya menekan nada PERINGATAN
"peringatan? maksudmu!"
"alah pah, papa jangan pura-pura bego deh, papakan mengajak mama adelia ke restoran, ngancam dia, sehingga mama pingsan gara-gara papa"
"Adelia" ucap papa jengkel "dasar tukang ngadu"
"Kalau sampai papa ngancam mama lagi, bikin sakit mama lagi Aku tak segan-segan bikin keluaga baru papa hancur berkeping-keping" ucap keisya mengancam, lalu menit kemudian dia pergi meninggalkan papa dan mama tirinya masih diam terpaku mendapatkan ancaman dari anak kesayangannya itu
Maafkan papa sayang batin papa
...❤️❤️❤️❤️❤️...
saat ini keisya sedang berada di sebuah taman, menangis seorang diri, menyesali perbuatannya, menyesali perkataannya pada papanya dengan mengancamnya.
Jujur keisya tak mau mengancam papanya itu, jujur ia masih sangat menyayangi papanya itu meski papanya sudah membuat dia dan mamanya menderita, tapi apa boleh buat, ia hanya tak ingin mamanya sakit lagi, sedih lagi,
"Guyy, ayolah kita hibur keisya, temani, gue ga tega liat keisya menangis gitu" ucap digo jengkel,
pria itu juga berada di taman bersama gengnya dan juga kevin, hazel, felix, melihat sedih dari tadi bersembunyi dibalik pohon besar,
"Eh, digo kita mau banget menemani keisya" ucap louis jengkel, dia melipat tangan "tapi lo kan tau, keisya mau sendiri dulu"
"Iya digo" ucap kevin menambahkan "aku juga ga tega liat keisya nangis"
"Terus, apa yang kita lakukan sekarang!" ucap shiren
Membuat mereka diam, berpikir sesuatu agar mendapatkan ide menghibur keisya
"Udah lah, biar aku saja yang hibur keisya" ucap hazel keluar dari tempat sembunyianya
"Emang kau ada cara hibur keisya zel!" ucap Felix heran
Hazel tidak menjawab, melainkan terus melangkah menghampiri keisya, tiba-tiba langkahnya berhenti melihat seorang badut menghampiri keisya terlebih dahulu
"Eh, itu bukannya badut!" Ucap louis menunjuk badut itu "kalian sewa badut untuk hibur keisya!"
"Ga, kami ga nyewa badut!"ucap kevin heran
"Terus siapa dok!"ucap shiren
"Udah kalian nikmati aja!" Ucap felix "nanti habis ini kita selidiki"
"Yap felix" ucap hazel kembali ketempat sembunyianya
Sedangkan keisya, ia masih menangis dan tiba-tiba saja badut datang menghampirinya dan keisya menatap badut itu
"Eh, lo ngapain kesini! Sebaik lo pergi dari sini, gue ga butuh hiburan lo" ucap keisya kesel karna kondisinya lagi ga mood
Badut itu tidak menjawab melainkan memberi selembar kertas, dan bertulis
Kamu jangan menangis, kamu jelek kalau nanggis
"Eh, lo ngejek gue atau hibur gue sih!" keisya komentar
Ia mengangkat bahunya bertanda ia tak tahu dan keisya makin menangis lagi, badut melihat itu makin panik karna ia tak mau gadis ini menangis lagi Dan memberikan kertas lagi!
Kamu jangan nangis lagi dong
"Eh, lo, bisa bicara ga sih! Dari tadi kasih kertas mulu"
Badut itu geleng-geleng kepala
"Ga, terus kenapa lo__" ucap keisya berhenti karna badut itu memberikan es krim "es krim"
Yah, supaya mood lo mendingan, tidak nangis lagi
"Dasar badut aneh" ucap keisya
Masih memegang es krim tidak memakannya, lalu sedetik kemudian ia memperhatikan es krim, tak tau kenapa ia ingat seseorang
Kenapa ga dimakan, kamu ga suka yaa!
"Gue suka kok, cuman gue teringat aja sama seseorang yang kasih es krim ini"
Siapa! Pacar kamu!
"Yaa bukan lah"
Terus siapa!
"Iss, kepo banget sih lo" ucap keisya mendengus kesal
tanpa keisya sadari ia berhenti menangis karna keasikkan ngobrol sama si badut, dan memakan es krimnya, badut itu melihat es krim dimakan oleh gadis itu tersenyum bahagia, dan saking senangnya ia pun bergoyang pinggulnya, dan badannya, untuk membuat gadis ini tertawa dan terbukti keisya pun tertawa melihat reaksi badut yang lucu
"Ternyata lo lucu juga yaa!" Ucap keisya ketawa
Ya iya lah, aku kan badut, bertugas untuk hibur kamu
"Iya, thank yaa!"
Thank! buat apa!
"Iya itu karna lo udah ngibur gue dan kasih es krim ini" ucap keisya menunjukan es krim yang sudah hampir habis dari tadi
Iya sama sama, karna kamu sudah senang aku pergi dulu yaa! Ngibur yang lain
"Emm, iya" keisya pun tersenyum
Badut pun melangkah pergi meninggalkan keisya masih duduk di taman, tanpa badut itu sadari ada beberapa orang mengikutinya dari belakang
Dan pada saat sampai di depan pintu toilet, badut itu pun melepaskan peralatan badutnya perlahan-lahan, dan mulai menunjukkan jadi dirinya,
Orang yang mengikuti badut itu adalah digo dan sahabatnya yang sudah tidak sabar pengen tau siapakah badut itu! Siapakah yang menghibur keisya dan bikin keisya senang lagi! Dan perlahan-lahan badut itu menlepaskan bagian kepala badut
Akhirnya badut itu membuka kepalanya dan menunjukan jadi dirinya, alangkah kagetnya mereka saat melihat badut itu, mata mereka membulat tanpa berkedip, dan detik kemudian mereka tersenyum seneng karna orang itu adalah
"David"