
Kini keisya sedang berkumpul dengan sahabatnya, yaitu digo, louis, shiren dan rio, di maskas. dengan Emosi keisya meluap, setelah mendengarkan kalau
david dan tasya berpacaran
"kalian benar-benar keterlaluan yaa, kalian ga bilang ke gue kalau david dan tasya selama ini pacaran, apa maksud kalian sih ga bilang ke gue, hah!" ucap keisha kesal
"Kita ga bilang ke lo karna kita ga mau lo sakit hati keis, karna kita ga mau lo sedih melihat mereka bermesraan, melihat cowok yang lo suka bermesraan sama cewek lain" ucap rio
"Terus berapa lama mereka pacaran!"
"2 minggu keis" ucap shiren
"What" ucap keisha kaget "2 minggu kalian sembunyikan itu dari gue, kalian benar-benar keterlaluan yaa"
keisya menunduk menyembunyikan kesedihannya. Shiren melihat itu langsung berdiri dari sofa memeluk keisya
"Keis, maafin kita yaa, maafin kita sembunyi ini dari lo, karna kita ga mau lo sedih lagi, ga mau lo sakit hati lagi karna cowok"
"Tapi mengapa kalian sembunyi dari gue, padahal gue berhadap banget kalau dia itu jodoh gue, berharap banget kalau dia akan tunggu gue, tapi nyatannya harapan gue sia-sia, karna sekarang dia sudah milik orang lain, milik saudara tiri gue sendiri" ucap keisya menangis
"Udah lah keis, tak perlu lo tangisi cowok sial itu, tak perlu lo tangisin cowok yang udah nyakitin hati lo, bikin lo nanggis, dan sudah saatnya lo lupakan david, move on dari david" geram louis
"Dan mencari pengganti david, paling tidak aldo atau hazel" ucap digo
membuat kami langsung menoleh ke arah digo, menatapnya bingung
"Maksud lo apa hazel! hazel kan sahabat keisya!" Ucap rio heran
"Iya kalian benar"ucap digo "tapi viling gue mengatakan kalau hazel sangat menyukai keisya deh"
"Alah paliangan, viling lo ngawur"ucap louis
"Ga gue serius"
"Maksud lo!"
"Semenjak gue kerja dicafe, viling gue mengatakan kalau hazel menyukai keisya, dengan menatap keisya dalam-dalam, seperti seorang cowok menyukai cewek, bukan menatap layaknya sahabat. bahkan sekali-kali gue lirik hazel yang terus-terusan menatap keisya, menanyakan kabar keisya ke gue, bahkan tadi dicafe tadi pas aldo menyelap wajah keisya kena keringat dia kelihatan cemburu gitu" ucap aldo menjelaskan
"tapi, gue ga yakin deh hazel suka keisya" ucap shiren merangkul keisya lalu menatap keisya "bagaimana dengan lo keis?"
"Ga, gue ga tau" ucap keisya cuek lalu melepaskan rangkulan shiren, lalu mengambil tas dari meja "guyy, gue cabut dulu yaa. gue mau nenangin diri gue dulu"
"oke deh. Lo hati-hati yaa!" Ucap louis
"Jangan pikiran dia terus, lupakan dia yaa! ok"
Keisya mengangguk lemas lalu pergi keluar maskas dan disusul digo
...❤️❤️❤️❤️❤️...
"Jason, you hear a girl cyring not?" Tanya arka pada jason yang lagi tidur dikamar jason
Karna hari ini arka menginap di rumah keisya, Karna arka ingin menghabiskan waktu dengan jason. Ia juga mengajak sahabatnya daniel dan galang, dan sekarang tidur dengan digo Malam ini
"Cry?" ucap jason bangkit lalu duduk "who"
"Gue ga tau" ucap arka lalu turun dari ranjang "I check on keisya room and nayla, they are the only women here"
"I am coming along" ucap jason turun dari ranjang dan nyusul arka keluar kamar
"nay, nay, nayla" ucap arka mengetok pintu kamar nayla "buka pintu yang dong, kakak mau ngomong nih!"
Pintu pun terbuka, dan menampakkan nayla yang mengantuk
"Apaan sih kak! Nayla ngantuk nih, ganggu tau ga" ucap nayla dengan suara mengantuk
"Iya maaf-maaf, kakak ganggu kamu" ucap arka tersenyum geli begitu pula jason "kakak cuman mau tanya dong kok!"
"Tanya apa!"
"kamu abis nangis tadi?"
"Iya" jawabnya ngawur
"Why!" Tanya jason
"Nangis karna kakak gangguin aku" jawabnya lalu membanting pintu kamar membuat arka dan jason kaget
"Omg, this child" komen jason
"Ya udah, kita cek kamar keisya yuk" ucap arka menepuk bahu jason lalu merangkulnya pergi ke kamar dan jason mengangguk setuju
Mereka pun sampai dikamar keisya lalu mengetok pintu kamar keisya
"Ada apa sih"ucap keisha kesal "kalian malam-malam ganggu gue tau ga"
Mereka tidak tertawa geli melihat keisya kesal melainkan kaget melihat keisya keluar dengan sembab alias dengan mata habis menangis
"What is whong with you! You seem to run out cyring so? If something happens to you"
Ucap jason khawatir karna ia pertama kali melihat keisya begini
"Iya keis, kita habis dengar cewek nangis, apakah itu kau keis!" Ucap arka juga khawatir
"Kalian gila yaa, mana mungkin gue nangis malam-malam gini" ucap keisya kesal lalu membanting pintu
"are you sure jason" ucap arka melipat tangannya didada hendak berpikir
"yess" ucap jason melipat tangannya di dada "Seems to mask the sadness of our keisya"
"Yaa, aku pikir begitu"
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Yap!
Tebakkan arka benar, keisya habis nangis, dia tidak bilang ke arka dan jason karna ia tak mau melibatkan masalah percintaan sama david, ia tidak mau mereka tau kalau ia menangis karna cowok
Dan itu menyebabkan dia tidak bisa tidur hari ini, tidak bisa melupakan kejadiannya tadi yang bikin ia sakit hati karna cowok yang keisya cintai, cowok yang keisya tunggu selama ini, cowok ia bikin jatuh cinta pertama kalinya, bermesraan sama cewek lain, berpacaran sama saudara tirinya sendiri, bertapa hancur hati keisya saat ini,
Belum sembuh luka hatinya karna ulah mama tirinya juga papanya dan ditambah lagi cowok yang ia cintai
Yaa tuhan! Sampai kapan hati sakit, sampai kapan hati ini merasakan bahagia lagi, sampai kapan hati ini merasakan tenang
Ting ting ting
Bunyi ponsel keisya membangunkan tidur keisya pagi hari, karna ia sempat tidur 2 jam,
David wiliam
"Yaa ampun nih anak cari gara-gara yaa, belum cukup ia bikin sakit hati gue" ucap keisya
Lalu ia pun mengintip jendela memastikan kalau david ada diluar rumahnya. Ternyata benar, david ada diluar rumahnya sedang mondar-mandir didepan rumahnya, memasukkan kedua tangannya di jaketnya sambil lirik rumah keisya menunggu kedatangannya
Keisya melihatnya tidak peduli, malah menarik selimut, lalu tidur dan beberapa menit kemudian ponselnya berbunyi lagi
David wiliam
Kalau lo ga dateng, gue akan tunggu lo sampai lo mau menemui gue
Mau tak mau keisya pun bangkit dan pergi menghampiri david di tras rumah sebelum orang rumah pada bangun terpengok kalau david ada diluar,
Pelan-pelan ia buka pintu masuk, hatinya sedang tak karuan antara marah, sedih, rindu, kesal juga sakit hati, dan menampakan david masih menunggu dia
"Lo mau ngapain lagi kesini sih! Mau bilang ke gue kalau lo sama tasya pacaran, bikin gue sakit hati, bikin gue kesal, bikin gue iri sama kalian berdua, iya, hah!" ucap keisya
"Keis, bukan begitu maksud gue, gue cuman bilang ke lo kalau gue sama tasya tak punya hubungan apa-apa"
"Tak punya hubungan apa-apa maksud lo?" Ucap keisya tersenyum licik, ia melipat tangan depan dada "jelas-jelas gue liat dengan mata kepala gue sendiri, kalau lo dan tasya bermesraan didepan gue, saling suap-suapin didepan gue, apakah itu tak punya hubungan maksud lo? Hah!"
"Keis itu cuman__" ucap david terputus karna keisya memotongnya
"CUKUP DAV!!!" ucap Keisya mengangkat tangan menyuruh berhenti bicara "lo tak perlu lagi jelasin hubungan lo yang sebenarnya ke gue karna gue bukan siapa-siapa lo"
Gue memang bukan siapa-siapa untuk lo keis, tapi bagi gue lo lebih dari siapapun batin david
"Jadi sebaiknya lo pergi dari sini" ucap keisya kesal "sebelum digo bangun menghajar lo"
"Ok, gue pergi" ucap David pasrah "TAPI GUE GA NYERANG BEGITU SAJA, GUE AKAN KEJAR LO TERUS SAMPAI LO MAU MAAFIN GUE" ucapnya setengah teriak karna keisya sudah masuk kedalam rumah tanpa mendengarkan penjelasan hubungan yang sebenarnya
"Arrrrrrgggg" david menarik rambut frustasi
Keisya yang mendengar itu langsung masuk ke dalam rumahnya karna ia tak sanggup menahan air matanya hendak menetes itu karna david
kenapa lo bikin hati gue sakit dav?
Kenapa lo taruh harapan ke gue kalau lo akan tunggu gue, peluk gue, cintai gue, setia sama gue, merindukan gue,
Tapi nyatanya apa yang gue dapatkan! Lo malah nyakiting gue, bikin gue nangis sekian kalinya, berhubungan sama cewek lain selain gue,
Dan sekarang lo bukan milik gue lagi, melainkan milik orang lain, milik saudara tiri gue sendiri
"Siapa tuh yang teriak?" Ucap seseorang tetap dibelakang punggung keisya
Sebelum keisya menolek ia langsung menghapus air matanya kasar,
"Kayaknya tadi cowok deh lang" daniel menepuk bahu galang berada dibelakannya, galang mengangguk pelan
"lo ketemu cowok diluar yaa!" Godanya
"Apaan sih lo" ucap keisya
"terus, lo kenapa muka lo kayak abis nangis gitu" ucap galang heran "apa jangan-jangan cowok yang teriak tadi bikin lo nangis!"
"cowok yang teriak tadi yang nyakitin hati lo!" Tanya daniel ikut
"Apaan sih lo berdua" ucap keisya kesal dan segera mencari alasan "mana mungkin cewek galak kayak gue bisa nangis, karna cowok lagi? kalian kan tau satu pun tak ada cowok dekat dengan gue karna sifat gue yang galak, cuek, dingin, jutek"
"Iya, lo benar" jawab galang "cowok yang gue, daniel, dan cowok berhubungan sama keluarga lo"
"Terus cowok yang tadi teriak siapa! Kayaknya gue ga kenal deh sama teriakannya, yaa kan lang" ucap daniel minta persetujuan galang, dan galang memangguk-mangguk, lalu menatap horor keisya
sialan nih anak batin keisya
"issh kepo banget sih lo berdua" ucap keisya kesal lalu melangkah pergi masuk ke kamarnya lagi
"Hey, pake ke kamar segala nih anak" ucap daniel "WOY, LO GA BUAT MASAK KITA, KITA LAPAR NIH" ucapnya teriak lalu menglangkah pergi ke meja makan
"GUE MALES" jawab teriak keisya didalam kamar "MASAK AJA SENDIRI"
"DASAR PELIT"
mau tak mau galang dan daniel menyantap apa yang di atas meja makan, yaitu roti dan selainya, dan mereka mendengus kesal, karna ia tidak terbiasa makan roti di pagi hari, yaa secara terpaksa mereka makan juga
"Tumben banget ka keisya malas?" ucap nayla tiba-tiba nongol dengan pakaian rapi hendak pergi ke sekolah
"Emang biasanya dia rajin nay!" tanya daniel mengoles selai coklat diroti
"Iya, kak keisya tuh paling rajin buat sarapan pagi buat kita, selama mama ga ada, tapi kenapa kak keisya malas yaa?" ucap nayla
"biasa, orang lagi patah hati" ucap digo berjalan menghampiri meja makan lalu duduk disebelah daniel "kalian kan tau orang yang biasa patah hati malas melakukan apapun, mau nya menyendiri saja"
"patah hati?" jawab Galang bingung "emang keisya patah hati sama siapa!"
Ketika hendak menjawab, tiba-tiba suara teriakkan keisya terdengar lagi
"DIGOO, KALAU LO BILANG SESUATU TENTANG GUE, AWASS LO, LO AKAN TERIMA RESIKONYA NANTI" ancam keisya
Digo mendengar itu langsung melongo
Mampus gue, kalau gue bilang ke mereka kalau keisya patah hati sama cowok alias sama david, bisa gawat nih, bisa-bisa nih anak nih anak buat perhitungan sama gue atau lebih dari itu, OH NO batin digo
"Kok lo diem, lo takut yaa!" Goda daniel
"Cemen banget sih lo"ucap galang kesal "cepatan jawab aja, keisya ga apa-apain lo kok, palingan cuman ngancam doang"
"Gue ke sekolah dulu yaa!" Ucap Digo hendak kabur tapi tiba-tiba kerak belakang ditarik seseorang dan menolek "
"ARKA"
"Mau ke mana lo, lo mau kabur" ucap arka
"and explain what happent to keisya, why did you call keisya again gutter! Who hurt her!"
Kata jason tiba-tiba sudah berada disampingnya
"Em..m anu emm keisya patah hati sama__" ucap digo gugup
mau tak mau menjawab bertanya mereka, dalam hatinya ia berdoa semoga malaikat penyelematnya. Doanya pun terkabul tiba-tiba tangan ditarik oleh keisya secara langsung dan menariknya keluar rumah ia pun berhasil kabur dan mereka memdengus kesal
Keis kenapa kau selalu menyembunyikan masalahmu dari aku? kenapa kau tidak bisa berbagi kesedihanmu padaku? aku sangat menyayangimu keis, aku ingin sekali membuat kau bahagia lagi, mengembalikan ceriaan mu lagi yang sempat hilang karna ulah papamu yang telah membuatmu menderita dan menangis,
"aku berjanji pada diriku sendiri akan membuat kamu bahagia lagi selamanya dan balas dendam kepada orang yang menyakiti hati kamu keis" batin jason