
"Jangan salahkan papa, jika terjadi sesuatu kepada mamamu"
Ikutlah yang terlintas dipikiran keisya saat ini membuatnya takut, sedih mengkhawatikkan keadaan mama sekarang dan juga membuat tidak tidur nyenyak semalaman
Dan juga membuatnya harus kembali duduk dipasir putih dipantai tempat ia biasa sambil menikmati terbitnya matahari pagi, yaa keisya sejak subuh dari sini, memang sih keisya sudah cerita kepada digo, hazel, felix dan kevin, tapi menurut keisya ini belum cukup, ia butuh menenangkan diri
Detik kemudian ponselnya berbunyi menandakan ada sebuah pesan masuk ke ponselnya itu
"Siapa lagi nih sms!"ucap keisya mengeluarkan ponsel dari saku jaketnya "ganggu aja!"
David wiliam
Terakhir kali gue ketemu lo pada saat lo dipantai, saat lo sedang sedih, dan sekarang gue nemui lo pada saat sedih juga, lo kenapa lagi keis! Apakah ada masalah lagi! Sehingga lo kesini lagi
Matanya membulat besar membaca pesan itu dan kepala mencari-cari sosok orang itu tapi orang yang ia cari malah tidak ada, dan melanjutkan membalas pesan itu lagi
Keisya adelia
Kok, lo tau gue ada disini! Lo dimana!
David wiliam
Lo, tak perlu tau gue ada dimana! Yang perlu lo ketahui adalah kalau gue akan selalu ada dihati lo, di samping lo,
Sontak membuat pipi keisya merah padam, tersenyum kecil tak kenapa membuat hatinya tenang dan nyaman walaupun hanya sms saja, tidak dari mulutnya secara langsung
Keisya adelia
Eh, jangan ngombal deh lo! Lo lupa yaa! Sekarang lo sudah gabung dengan geng power, geng yang gue benci, musuh buyutan gue, atau lo jadi mata-mata mereka! Hah!
David wiliam
Gue ini bukan mata-mata geng power, gue kesini atas permintaan hati gue, tuntutan hati membawa gue kesini dan siapa sangka gue menemui seorang gadis yang pernah gue temui dulu, walaupun gue sekarang sudah gabung geng power, geng yang lo paling benci geng yang selalu cari masalah ke geng lo keis, tapi hati gue tetap milik lo keis, selalu menyayangi, selalu mencintai sampai kapan pun, dan gue akan menunggu itu
Reflek membuat keisya diam membisu, jantung keisya berdetak cepat, otak dan hatinya sedang berperang antara perasaannya dan pengkhinatan, tapi dapat membuat keisya tersenyum kecil
"Aku akan selalu menantimu dav"
...❤️❤️❤️❤️❤️...
"Eh, lo dari mana saja sih!" ucap digo saat keisya udah sampai disekolah "pagi-pagi udah ngilang lo"
"Gue ada urusan dulu" ucap keisha cuek berjalan mendahului digo
"bohong" ucap shiren tiba-tiba nongol bersama rio "pasti lo ketemuan sama david!"
"Hah!" Ucap keisya kaget dia berdiri tegap di hadapan mereka "maksud lo!"
"Iya, tadi kita liat lo barengan masuk gerbang, pasti lo abis ketemuan yaa, sama david" ucap rio menggoda keisha
"Gue ga mau bicarakan itu" ucap keisya jengkel melangkah pergi meninggalkan mereka yang senyam-senyum tak jelas
Selama pelajaran berlangsung keisya tidak menyimak apa yang diajarkan buk siska, guru biologi, yang ada dipikiran keisya hanya mama, gelisah memikirkan mama, takut ucapan papanya itu bakal terjadi
"Kalau sampai itu bakal terjadi, gue keisya adelia akan balas dendam kepada orang-orang yang menyakiti mama gue"
Shiren menoleh disampingnya, menepati keisya sedang menahan amarah, mengepal tangan, aura gelapnya keluar dalam sekejap
"Keis, lo kenapa! Kok lo kelihatan marah gitu!" Ucap shiren heran
"Gue ga papa kok" ucap keisha menahan emosi, mencoba untuk setenang mungkin
"Yakin"
Keisya mengangguk sambil tersenyum menyakitkan sahabatnya itu
Bel istirahat berbunyi
"Guyy, ke kantin yuk" ucap louis bangkit dari kursi lalu memegang perutnya "dah laper nih gue"
Shiren dan keisya menganguk mengiyakan
"Ok, yuk"
Mereka pun pergi ke kantin, beberapa detik kemudian ponsel keisya berbunyi menanda ada panggilan masuk
"Tante mira" ucap keisya
"Kenapa keis! kok kaget gitu, emang siapa nelfon!" Ucap louis heran
"Nih, mama digo, tumben-tumben banget nelfon gue jam sekolah gini"
"Udah, lo angkat aja, siapa tau penting!" Ucap shiren
Keisya mengangkatnya
"Hello tan, ada apa! Tumben-tumbenan tante, nelfon keisya pada jam sekolah gini"
"Ini keis, sebaiknya kamu pulang sekarang" terdengar suara tante mira panik
"Pulang! ini kan masih jam sekolah tan"
"Tante ga peduli, ini terjadi sama mama kamu"
"Apa!"ucap keisya kaget "emang terjadi apa kepada mama tan!"
"Mama you ketemuan sama papa kamu"
Membuat keisya membulatkan mata mendengarkannya, detik ia menahan air matanya
Ini ga boleh terjadi batin keisya
"Tante jangan bercanda deh tan" ucap keisya tidak percaya
"Keis, tante serius, tante tidak bercanda, cepat kau pulang sekarang temui mama kamu, sebelum papa kamu berbuat sesuatu pada mama kamu"
"Iya, tan aku bakal pulang"
Keisya memutuskan sambungan teleponnya
"Keis lo kenapa! Apakah terjadi sesuatu pada mama lo!" Ucap shiren
Keisya tidak menjawab melainkan pergi ke kelas terburu-buru. shiren dan louis melihat kepanikan gadis itu langsung menyusul keisya
"Kenapa lagi sih mereka" ucap digo heran
"Emang ada apa sih digo!" Ucap rio tiba-tiba nongol
"Ga tau" ucap digo geleng-geleng kepala "kita susul yuk!"
Sedangkan keisya dikelas sedang memasukkan buku-buku terburu-buru
"Keis, lo kenapa, ada apa dengan mama lo keis!" ucap shiren panik
"Udah, jangan banyak tanya lo mendingan kalian ikut gue, sekarang" ucap keisya kepanikkan
"Ikut, ikut kemana!"
"Iya, keis, lo jelaskan dulu!"
"Mama gue ketemuan sama papa gue"
"APA!" ucap shiren dan louis kaget
"Iya, sekarang gue mau nyusul mereka, sebelum terjadi sesuatu pada mama gue" ucap keisya melangkah pergi ke keluar kelas
Mereka mengangguk dan langsung mengambil tas dan pergi menyusul keisya dan tiba-tiba datang digo dan rio menghadap jalan mereka
"Hey, lo mau kemana, kok bawa tas gitu! Lo mau cabut yaa!" Ucap digo dan mereka tidak menjawab melainkan menyingkirkan digo
"Minggir"
"say, izinin aku yaa bahwa aku ga masuk kelas hari ini!" Ucap shiren berdiri dihadapan rio
"Emang kamu mau kemana sih!"
"Mama keisya ketemuan sama papa kandung keisya"
"APA!" ucap digo dan rio terkejut
"Lo serius shiren" ucap Digo memastikan perkataan gadis itu
"Iya, ini gue mau nyusul mereka, sebelum terjadi sesuatu pada mama keisya!"
"Gue ikut" ucap digo berlari menuju kelasnya dan pergi menyusul mereka
Mereka berlarian ke arah pakiran dan melaju ke pagar sekolah, tapi tiba-tiba ada sebuah mobil spont menghambat jalan mereka dan membuka kaca mobilnya yang ternyata devan dengan anak buahnya
"Hoy, bisa minggir ga lo" ucap digo teriak
"Eh, gue ga akan biarin lo keluar gerbang seenaknya" ucap reza
"Eh, sebaiknya lo minggirin tuh mobil buntut lo, gue ga ada waktu, ladenin lo semua" ucap louis kesal
Mereka tidak menjawab, melainkan tersenyum sidis
"Lo cari gara-gara yaa!" Ucap louis geram turun dari motornya menghadapi mereka, tiba-tiba rio menghentikan langkah
"Udah sebaik kalian pergi saja, biar gue yang hadapi mereka"
"Tapi say, kamu kan sendirian!" ucap shiren takut karna ia takut terjadi sesuatu pada rio jika ia menghadapi anak geng power sendirian, sedangkan mereka bertiga
"Udah, kamu pergi aja, aku bisa kok" ucap rio menyakinkan kekasihnya itu
"Ga" ucap shiren geleng-geleng kepala dan turun dari motornya "aku ga akan biarkan kamu menghadapi mereka sendirian" ucap shiren menghadapi mereka
"Tapi__"
"Keis, sebaiknya lo cepat pergi sekarang, sebelum terjadi apa-apa pada mama lo, biar gue dan rio hadapi mereka" ucap shiren
Keisya mengangguk dan melaju kecepatan motornya menuju keluar pagar sekolah bersama louis dan digo, sedangkan rio dan shiren yang menghadapi geng power
Keisya pun melaju kecepatan motor tinggi, ia tak peduli polisi bakal nyilang mereka, ia datang dipikiran mereka adalah sampai ditujuan dengan cepat dan akhirnya mereka sampai ditujuan, di restoran melati yang sudah diberitahu tante mira ketika ia sedang berkemas-kemas tadi Dan saat sampai disana pandangan berhenti ketika melihat papanya baru saja keluar dari restoran terburu-buru pergi ke mobil
"Itu, bukannya papa lo yaa keis!" Ucap louis tunjuk papanya dari kejauhan
Keisya tidak peduli louis perkataan melainkan berlarian untuk masuk ke dalam restoran, dan mencari keberadaan mamanya disana dan pandangan berhenti ketika melihat kerumunan orang dan membuat dirinya mematung, ia kehilangan akalnya, air matanya menetes, ia lupa untuk bernafas
Sebelum akhirnya perlahan kakinya mulai melangkah, dan menerobos kerumunan orang
Dan menemukan seorang wanita separuh baya yang tergeletak, pingsan, tidak sadar diri
"MAMA"
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Keisya kini sedang kamar mama sedang membangunkan mama, ia memegang pipi mamanya agar mamanya bangun, sedangkan louis dan digo sedang menatap tante adela yang belum sadar dari tadi tapi hatinya mereka sedang menahan emosi, geram dengan dilakukan om wilson
"Ma, mama bangun ma" ucap keisya panik memegang pipinya
"Keis, kamu jangan panik gitu dong" ucap tante mira lalu menyodorkan minyak angin
"nih elusan ke hidung mamamu, supaya cepat sadar"
Keisya mengangguk, lalu ia elusan ke hidung mamanya, beberapa saat kemudian mama akhirnya sadar,
"Syukurlah, akhirnya mama sadar juga" ucap keisya tersenyum lega dan membantu mama bangun
"Tante, louis, digo, kalian bisa keluar dulu gak, ada yang gue bicara sama mama" ucap keisya kepada mereka dan mereka mengangguk dan keluar kamar mama keisha
keisya ingin bicara empat mata pada mamanya itu karna dari tadi keisya mati penasaran ulah papanya itu, ia penasaran dengan apa yang dilakukan papanya kepada mamanya itu
"Ma coba mama jelasin pada keisya, kenapa mama tiba-tiba pingsan, apakah papa mengatakan sesuatu pada mama sehingga mama pingsan begini!"
Mama keisya hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan anaknya itu dan keisya tidak menyerah begitu aja
"Ma, keisya mohon pada mama" ucap keisya nada memohon "tolong mama cerita apa yang dilakukan papa kepada mama!"
Mama keisya hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan anaknya itu, dan keisya nggak nyerah gitu aja
"Ma, keisya mohon sama mama"
Ucapnya dengan nada memohon
"Tolong beritahu keisya apa yang dilakukan papa pada mama, plis ma, plis"
"Ok, mama akan bicara pada kamu, tapi ada syaratnya kamu ga boleh marah yaa" ucap mamanya itu, dan keisya mengangguk pelan
"Sebenarnya tadi papa kamu ngacam mama, sayang"
"APA!" ucap keisya kaget "ngacam!"
"Ya, dia suruh mama untuk membujuknya kamu untuk tinggal bersama keluarganya yang sekarang, kalau tidak dia akan bikin mama sakit lagi, dan akan menyakiti orang yang kamu sayangi, dan mama takut sayang, mama takut" ucap mama menunduk, menyembuyikan air matanya yang menetes
Keisya lalu menghapus air matanya, menarik mama dipelukannya erat-erat
"Mama jangan takut yaa ma, keisya ada selalu ada disamping mama kok, selalu melindungi mama kapanpun itu" ucap keisya
Mengelus rambut mama lembut
"Iya, sayang" ucap mama keisya
Tapi dipelukannya, keisya mengepal tanganya, rahangnya mengeras ia menahan emosi, aura gelap pun keluar
"Ok pa, kalau itu mau papa, berarti papa menantangku berperang" batin keisya geram