
Besoknya disekolah pada jam istirahat anak geng glader sedang berkumpul di kantin, bernyanyi ceria, digo duduk dimeja kantin sambil Memegang gitar di tangannya
Jemarinya mulai memetik sinar gitar hingga menciptakan klasir yang laras memimpin sedangkan yang lainnya duduk dikursi kantin
Dulu kita bersahabat
Teman begitu hangat
mengalahkan sinar matahari
"Keisya"
digo berseteru menoleh disampingnya kepada keisya untuk melanjutkan bernyanyi
Dulu kita sahabat
Berteman bagai ulat
Berharap jadi kupu-kupu
Kini kita melangkah berjauh-jauhan
Kau jauhi diriku karna ku sayang
"Guyy" panggil digo dan mereka ikut bernyanyi
Reff
Persahabatan bagai kepompong
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak muda berubah jadi indah
"WOI BERISIK"
seseorang berteriak kesal dan mereka menolek kesumber suara itu ternyata devan dan gengnya dan digo tak peduli malah melanjutkan mainkan gitarnya
Persahabatan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan
Persahabatan bagai kepompong
Na na na na na na na
BRAAK
suara hantaman meja kantin mengangetkan mereka dan orang yang berada dikantin, berhenti bernyanyi, dan melihat devan dan geng menuju ke arah mereka, mereka tampak marah sekali dan sontak membuat kami ikut berdiri menghadapi mereka, tapi kecuali david tidak ikut menghadapi kami, ia malah menatap kami melipat tangan, bersandar di kursi kantin kelihatan santai
"Heh lo bisa dengar gue ga sih, lo berempat berisik tau ga, ganggu tau ga, lebih baik lo pergi dari sini" ucap reza mengusir
"Heh, emang lo bikin ini sekolah milik nenek moyang lo apa" ucap louis "semua orang berhak disini, terserah kami melakukan apa, mau nyanyi, mau teriak, mau berisik, dan apapun itu kenapa lo jadinya sewot!"
"Iya, semua anak-anak disini ga ada yang sewot, kalau kami berisik! terus kenapa lo yang sewot sih!" ucap shiren menambahkan
Reza mengepal tangannya hendak menonjok shiren tapi secara sigap rio berdiri dihadapannya
"Santai dong bro" ucap rio menepuk bahu reza dan menatap tajam reza "kalau sampai sentuh cewek gue, lo harus berhadapan gue dulu, ngerti lo" ucap rio mengancam
"Eh, sebaiknya lo semua keluar dari sini" ucap devan tunjuk kami "lo semua tau kan gue, gue devan renaldi wilson anak pemilik sekolah ini, jadi jangan salah gue kalau lo semua gue kasih surat skors, ngerti lo" ancam devan
Digo tersenyum sidis
"Emang lo pikir kami takut dengan ancaman lo itu! Ga sama sekali"
"Ok kalau gitu" ucap devan tersenyum sidis "ricky pergi ke kantor kepala sekolah, ambil enam surat skors, lalu berikan kepada mereka"
"Ok bos" ucap ricky melangkah pergi namun tiba-tiba langkah berhenti
"RICKY TUNGGU"
keisya melihat suasana sudah mulai memanas mau tak mau bangkit dari kursinya dan berdiri menghadapi devan
"Sebelum lo melakukan itu, lo harus liat ini" ucap keisya mengeluarkan ponsel dari saku baju dan menunjukan kepada mereka
"PAPA" ucap devan dan tasya tegang dan saling menatap satu sama lain
"Yap benar, lo tau kan apa yang gue lakukan setelah gue tekan nomor ini" ucap keisha nunjuk nomor call
"Keisya adelia akan bilang kepada papa lo" ucap digo menjelaskan "kalau lo telah tonjok keisya kemarin, dan pastinya dia akan marah dan__"
"Dan pasti akan menghukum lo semua atau lo semua kena surat skors itu" ucap louis menambah. pria itu tersenyum miring
"Jadi" ucap keisya maju menatap tajam devan "lo jangan macam-macam sama gue juga sahabat gue, ngerti lo"
Devan mau tak mau menyerang, karna ia tak mau devan dihukum lagi oleh papanya karna pernah tahun lalu, ia menonjok keisya karna masalah sepele sehingga membuat papanya marah besar, karna anak kandungnya telah disakiti oleh saudara tirinya sendiri dan menghukum dia dengan mobil mewah kesayangan disita, juga uang belanjanya disita, dan menyebabkan dia diejek dan dipermalukan oleh teman-temannya, dan devan tak mau sampai itu terjadi lagi
"Oke, lo menang sekarang" ucap devan membuat keisya juga sahabatnya tersenyum kemenangan "tapi lo jangan senang dulu, kemenangan lo cuman sementara, karna nanti gue akan balas lo semua, ngerti lo. guyy cabut" ucap devan melangkah pergi bersama gengnya keluar kantin
"aha, dasar geng pengecut" ucap louis mengejek mereka
"Gob job keis" ucap rio mengangkat jempolnya kalau ia salut rencana keisya
Keisya hanya tersenyum
"Ok, sekarang lo lanjutkan nyanyi, lagi"
"Oke" ucap digo lalu mengambil gitarnya lagi dan melanjutkan nyanyi lagi
Tiba-tiba ponsel keisya bergetar menandakan ada pesan yang masuk dan keisya melihatnya
"Nomor siapa nih" ucap keisha melihat nomor tidak dikenalnya lalu membukanya
From : 0813538xxxx
gob job keis ☺
lalu keisya memandang ke kiri dan ke kanan mencari siapa memilik nomor ini, sepertinya pemilik nomor ini mengetahui kejadian tadi, pandangan berhenti saat melihat david tersenyum kepadanya sambil memegang ponselnya
Keisya adelia
Lo dav!
David wiliam
Iya
Keisya adelia
Ngapain lo sms gue! Lo lupa penjanjian kita, tidak bicara!
David wiliam
yap lo benar, tapi salahkan kita bicara dari hati kita masing-masing!
Membuat jantung keisya berdetak cepat dengan kata "dari hati" dan tidak mampu membalasnya, ia lalu memandang david yang sudah tidak ada lagi di kantin
"Lo kenapa keis! Kok bengong gitu, apa ada lo pikirin!" Ucap digo
"Ga gue ga papa" ucap keisha "guyy gue ke toilet yaa"
Mereka mengangguk
Keisya pun pergi ke toilet, dan tiba-tiba
BlAAK
Keisha terpelenset dan semua siswa yang ada sekitar toilet menenawakannya
"Aduh kerjaan siapa nih!" Ucap keisha memegang pinggang sedikit sakit
"Ahaha, mampus lo kan" ucap aldo menenawakan keisya
"aldo, jadi ini kerjaan lo" ucap keisya berdiri
"Gue ga bilang gitu sih. kalau lo ngerasa ga papa, gue pergi dulu yaa, bye" ucap aldo kabur meninggalkan keisya yang mengomel
"ALDO, AWASSS YA LOO" ucap keisya mengejar aldo
Keisya dan aldo akhirnya kejar-kejaran menyelusuri koridor-koridor sekolah, sampai sahabatnya yang berada dikantin melihatnya dan heran
"Guyy, ada tom and jerry, tuh!" Ucap digo memakan baksonya karna lelah bernyanyi tadi
"Mana!" Ucap louis melihat pandangan ke arah ditunjuk digo "Yaa ampun, mereka lagi, mereka lagi"
"Gue heran deh sama aldo!" Ucap shiren memakan baksonya dan membuat rio, digo, louis menatapnya
"Kenapa!"
"Coba kalian pikir deh! Diantara ribuan cewek disekolah ini, yang tergila-gila pada aldo, yang suka pada aldo, tapi tidak adapun satupun yang tertarik, ia malah tertarik menganggu keisha, usil pada keisha, menjahili keisya terus tapi pada saat kita mau balas, malah aldonya balas dendam ke keisha, bukan ke kita"
"shiren, gue benar-benar ga ngerti dengan jalan pikiran lo, coba lo jelaskan secara detail deh" ucap Louis mengenyit dahinya bingung. tidak mengerti dengan arah perkataan shiren
"Jadi gini, seorang cowok yang biasa sering ganggu, usil, ngejek cewek itu biasanya pengen dapat perhatian si cewek, juga pengen jadi orang yang terkesan dalam hidup si cewek itu, jadi maksud gue adalah aldo ingin mencari perhatian pada keisya, menjadi orang yang terkesan bagi keisya"
"Jadi, maksud lo aldo suka keisya, gitu!" Ucap digo spontan dan tidak percaya
"yaa, tetap sekali digo"
"APA!"
"GA MUNGKIN"
...❤️❤️❤️❤️❤️...
DI CAFE
"Akhirnya selesai juga" ucap digo
pria itu melepaskan otot-ototnya pada saat kami selesai bekerja. Cafe kami benar-benar laris seperti biasa, selalu rame pengunjung
"Nih digo, minum dulu" ucap hazel menyodorkan teh hangat dan kevin membawa puding karamel
"Thank, zel" ucap digo tersenyum mengambil tehnya dan duduk disamping keisya
Sambil meminum tehnya keisya pun membuka line yang sudah lama ia tak buka, dan juga ia mempunyai line group yang bernama group glader
Group glader (5)
Keisya adelia : woiiy! Ketua geng glader disini
shiren : iya, lo udah istirahat!
Keisya adelia : udah
Rio : hai jomblo ☺
Keisya : lo ngikut aja ri, dan sejak kapan lo masuk ke group glader!
Shiren : sejak rio pacaran dengan gue😄
Loius : issh sombong!
Digo : itu makanya lo berdua cari pacar sono!
Lonceng pintu cafe berbunyi, kami semua menolekkan kepala ke arah pintu yang terbuka, kevin segera berdiri
"Maaf cafe kami sudah tutup"
"OM WILSON" ucap digo terkejut lalu menatap keisha sekilas dan menatap pria separuh baya itu kembali "ngapain om kesini!" Kata digo dengan nada suara berbeda, suara dingin dari biasanya, penuh nada ketidaksukaan dan ekspresi berubah jadi kesal
"Om hanya bertemu dengan keisya" ucap papa keisya
"Pulanglah, hubungan om sama keisya tidak ada lagi"
Papa keisya tersenyum sidis
"Siapa bilang digo! Hubungan seorang ayah dengan seorang anaknya tak akan pernah putus"
Digo menendang kursi terdekat
"Pergi"ucap Digo mendengus "om sudah cukup menyakiti dan keisya juga mama menderita, apa kali ini membuat keisya menderita lagi! Hah"
Hazel cepat-cepat bangkit
"digo, jaga emosimu, tak sopan bicara pada orang tua seperti itu" ucap hazel kepada Digo lalu pria itu hazel mendatangi papa keisya
"maafkan digo, yah om"
"Zel, dia orang tua yg bikin keisya menderita dan bikin mama keisya sakit selama ini" ucap digo jengkel " dia ayah kandung keisya, pokab tiri devan dan tasya"
"APA" ucap mereka kaget
"Om cuma ingin bertemu keisya"ucap om wilson "om hanya ingin bertemu dengan anak om, tak bisakah__"
"Papa keras kepala seperti biasa"ucap keisya yang sudah muak dengan kondisi sudah mulai memanas mau tak mau ia bangkit dari tempatnya
"Keisya"
"Gue akan bicara papa sekarang" ucap keisya tersenyum kecil menepuk bahu digo "gue akan baik-baik saja, tak perlu khawatir"
Keisya membuka pintu menyuruh papanya keluar terlebih dahulu dan selanjutnya dia keluar, mereka memperhatikan kalau keisya dan papa naik kendaraan masing-masing lalu menghilang tak lama kemudian diiringi suara mesin menjauh
"Sial, om wilson pasti akan melakukan hal buruk lagi pada keisya" gerutu digo jengkel
"Sudahlah digo biarkan aja mereka bertemu" ucap felix meminum tehnya "tak baik memisahkan orang tua dengan anaknya"
Membuat digo terdiam sesaat, dia mengacak pinggang berpikir sesuatu, detik kemudian dia merogoh kantong celananya, menelefon seseorang
"Kau telfon siapa!" Tanya kevin
"Geng gue "jawab digo cepat mendekat ponselnya di telinganya lalu detik kemudia ia menjauh ponsel itu "sial, ga diangkat lagi"
Lalu menit kemudian ia mengambil jaketnya hendak pergi
"Kau mau kemana digo!" Ucap hazel
"Mau nyusul keisya" ucapnya setengah teriak
"Aku ikut" ucap hazel bangkit mengambil kunci motor dan pergi menyusul digo
"Aku juga ikut"
...❤️❤️❤️❤️❤️...
"Apa, yang mau papa bicarakan lagi sih pa!" ucap keisha kini ia berada di restoran bersama papanya, dia diajak makan malam bersama papanya, dia memesan makanan tapi tidak memakannya melainkan menganduk saja, sedangkan papa melahap makanannya, tidak mempeduli anaknya yang kebingungan
"Makanlah saja dulu keis" ucap papa keisha membersihkan mulutnya dengan tisu "apakah kamu tak merindukan makan malam bersama papa kamu ini nak!"
Membuat keisya diam seribu bahasa
"Merindukan!" ucap Keisya tersenyum sidis " untuk apa aku memrindukan papa yang sudah menjadi milik orang lain juga! bukan milik aku sendiri"
Membuat papa berhenti makan dan menatap anaknya dalam-dalam
"Keis, walaupun papa sudah menjadi papa orang lain, tapi rasa sayang papa, rasa peduli papa, dan hati papa tetap milikmu keis"
"Hah, basi" ucap keisha berbuang muka karna kata-kata manisnya ia melipat tangan didadanya "cepat, katakan apa sih yang mau papa bicarakan! Kalau masalah itu lagi, sorry pa aku tetap dengan pendirian ku"
"Nak, papa mohon" ucap papa keisha nada memohon "tinggal lah bersama papa, papa hanya ingin kamu bersama papa lagi, menghabiskan waktu bersama papa__"
"PA, CUKUP" ucap keisha sedikit membentak "kalau papa ingin menghabiskan waktu bersamaku papa kan bisa menemuiku setiap jam bila papa mau, tapi untuk tinggal bersama papa dan juga keluaga baru papa, sorry pa, aku tetap tidak mau"
"Ok, kalau gitu" ucap papa bangkit dari kursinya "jangan salahkan papa, kalau terjadi sesuatu pada mamamu"
"APA!" ucap keisha terkejut. reflek gue berdiri "maksud papa apa! papa ngacam aku"
Papa tidak menjawab, melainkan melangkah pergi menuju keluar restoran meninggalkan keisya yang mulai emosi mengepal tangannya
"SIAL" ucap keisya meninju meja sehingga membuat pengunjung yang ada direstoran kaget melihatnya,
Ia lalu duduk lagi, menutup matanya dengan kedua tangan, menyembunyikan kesedihan keisya
"Apa yang terjadi?"
Reflek membuat keisha membuka mata kembali untuk melihat siapa orang itu
"KALIAN"
keisha kaget menepati digo, hazel, kevin, dan felix berdiri di hadapanya. lalu mereka pun duduk
"kok kalian ada disini? Ngapain kalian disini? Kalian ngikuti gue?"
"Udah, jangan banyak tanya deh kau keis, jelaskan pada kami apa yang terjadi tadi! Kenapa kau kelihatan marah sekali!" Ucap felix mengomel, dia melipat tangan menatap keisya
"ga terjadi apa-apa kok" ucap keisha mencoba untuk tersenyum, agar tidak kelihatan sedih dihadapan mereka
"BOHONG" ucap hazel sedikit membentak keisya "cepat jawab pertanyaan kami, apa yang terjadi tadi sehingga kau kelihatan sedih begini"
"Sedih, gue ga sedih kok, gue baik-baik saja kok"
Kayak gue harus cepat-cepat pergi dari sini, sebelum mereka melunjak batin keisya
"Tuh kan lo bengong lagi keis" ucap digo "apa yang terjadi sih keis! pasti papa lo mengatakan sesuatu, menyakiti hati lo lagi!"
"Ga terjadi apa kok digo" ucap keisha bangkit dari kursi mengambil jaket "udah yaa gue pulang duluan"
Keisya lalu mengambil kunci motornya diatas meja tapi secara sigap hazel telah mengambil kunci keisya duluan
"HAZEL" ucap keisya terkejut, merebut kunci motornya "berikan kunci motor gue, gue mau pulang, zel"
"Ga" ucap hazel geleng-geleng kepalanya "aku ga akan berikan, sebelum kau cerita apa yang terjadi"
"Tapi zel__"
"Udah lah keis" ucap kevin memotong "ikuti saran kami, cepat kau duduk, cerita pada kami apa yang terjadi tadi" ucap kevin jengkel, karna sikap keras kepalanya keisya, selalu menyembunyikan masalahnya sendiri
Mau tau mau keisya duduk pasrah lagi karna ia dipojok oleh sahabat-sahabatnya itu
"Kenapa kalian penget tau sih masalah gue!" gerutu keisya jengkel
"karna kami peduli sama kau keis, kami tak mau terjadi apa-apa pada kau, kami juga tak ingin kau menanggung masalah kau sendiri, biar kita tanggung sama-sama, susah-senang kita sama-sama " ucap kevin menatap keisya, sehingga membuat diam membeku
"Iya keis, dikatakan kevin benar, biar kita tanggung masalah kau sama-sama, susah-senang kita sama-sama, jadi kami mohon, kau ceritakan apa yang terjadi tadi sehingga membuat kau marah dan sedih seperti ini" ucap hazel lembut
Mendengar tanggapan mereka, keisya hanya tersenyum haru dan akhirnya keisya menceritakanya
"Ok, gue akan cerita pada kalian semua" ucap keisya tersenyum
Mereka pun membalas senyuman keisya dan siap mendengarkan cerita keisya