Dear keisha

Dear keisha
PART 13



David pov


Sore harinya aku pergi ketempat kerja keisya, sebuah cafe, dan cafe itu dibuka hari ini, aku pun pergi kesana untuk melihat keisya kerja, sekalian bicara padanya, karna aku sudah muak keisya mendiami aku terus, tidak bicara, dan bertatap muka, tapi tetap saja keisya tidak mau bicara kepadaku, akhirnya, gue sedikit mengancamnya


"Kalau kau tidak mau, aku akan menunggu sampai kau bicara kepada aku lagi"


Tapi tetap saja keisya nggak mau, yaa terpaksa aku menunggunya sampai malam tiba, walau melelahkan, tapi aku tak peduli itu, sampai akhirnya dia mau bicara kepada aku lagi,


Aku bicara padanya, kenapa dia selama menghindar darinya, tapi alasan dia tidak masuk akal, dan aku juga mengungkapkan perasaanku yang selama ini aku pedam selama 2 tahun, dan keisya malah mengeluarkan kata-kata menyakitkan hati aku, tapi aku tak yakin keisya bicara begitu, malah aku tantang dia untuk tatap mata aku, dan mengeluarkan kata-kata itu, tapi ia hanya diam saja, dan aku yakin kalau keisya memiliki perasaan yang sama, seperti apa yang aku rasakan,


Dan dia berusaha untuk mencari cara agar aku menghindar darinya lagi dengan cara, dia mengajak aku balapan


It is oke, aku oke, oke, aja karna gue jago juga balapan, dan aku yakin aku bakal menang lawan keisya, dan dekat dengan dia lagi, sesuai dengan kesepakatan kami berdua,


Akhirnya aku pulang, setelah bicara padanya, ketika hendak masuk mobil


"Astaga, gue lupa, kan rio titip barang ke gue, mau kasih shiren"


Gue masuk mobil, mencari sesuatu, dan ditemukan yaitu sebuah kotak polos kecil,


"ini, dia," memegang kotak itu "gue nggak nyangka kalau dia sudah move on sekarang," ucap gue tertawa


Gue tertawa karna sahabat gue, rio sudah move on dari cindy, yang sudah 2 tahun cindy telah meninggalkannya, pergi ke yogya, tanpa mengucapkan selamat tinggalnya kepadanya,


Gue pun masuk ke cafe kembali, ketika sampai di ambang pintu masuk, gue mendengar nama gue disebut-sebut, lantas gue tak jadi masuk, malah gue menguping pembicaraan mereka, tah sejak kapan gue menguping!


Gue mendengar kalau keisya juga sayang dan juga sangat mencintai gue, dan dia tak pernah melupakan gue pun sedikitpun, dan gue senang sekali akhirnya keisya membalas perasaan, tapi ada yang bikin gue sedih, kenapa keisya tak mengungkapkan perasaan ke gue, kenapa harus orang lain,


Dan juga gue mendengar kalau keisya selama ini tersiksa bilang berada didekat gue, bicara pada gue, dan itu sebabnya dia menjauh dari gue, dan juga dia tidak memikirkan perasaan yang dulu, dia ingin mamanya sembuh, dan membuat mamanya bahagia lagi! Dan bikin gue jadi terharu, dan tambah mencintainya, dan ada yang bikin gue sedih


Maafin gue keis, selama gue didekat lo, lo tersiksa, lo menderita, maafin gue tidak menjadi laki-laki baik buat lo, laki-lakian pengertian buat lo


Dan sekarang gue bingung, apa yang gue harus lakukan, gue ingin sekali dekat dengan keisya seperti dulu, tapi disisi lain keisya ingin menjauh dari gue, ingin membuat mama bahagia kayak dulu


Yaa tuhan, apa yang harus aku lakukan, aku pengen sekali dekat dengannya lagi, tapi disisi lain dia pengen membuat bahagia mamanya dulu


Apakah gue mengabulkan keinginannya!


...❤️❤️❤️❤️❤️...


ANTHOR POV


Saat keisya pulang bersama anak gengnya dan anak-anak cafe di melihat david sedang bersandar di mobilnya,


ngapain david masih disini! Apakah dia nunggu gue


"David lo kok masih disini, bukannya pulang," ucap digo jengkel lalu ia melirik keisya sekilas "pasti lo menunggu keisya yaa"


"Nggak kok, gue nunggu shiren" ucap david tersenyum


Reflek Semua melototi shiren, termasuk keisya


"Nunggu shiren, ngapain!" Ucap louis


"NIH" ucap david melempar sebuah kotak kepada shiren, dan dengan singgap shiren menangkap "itu dari rio, dia titip buat lo"


membuat mereka senyum girang


"Buat gue" ucap shiren heran


"apa itu, buka dong" digo penasaran


"Apaan sih lo" ucap shiren jengkel, lalu menatap david "kenapa lo yang kasih! kenapa nggak rio aja yang kasih secara langsung"


"Mana gue tau!, mungkin dia grogi kali, yaa udah gue pergi dulu"ucap david menuju pintu mengemudi mobil, tapi dia berhenti dan "oh, yaa, digo, titip salam yaa buat cewek cantik itu"ucap david melirik keisya sekilas, mengedipkan matanya,


Reflek membuat keisha tertipu malu sedangkan mereka senyum girang serta bersiul,


Yaa ampun dav, lo membuat gue malu,


dan "oh, yaa, digo, titip salam yaa buat cewek cantik itu" david melirik keisya sekilas, mengedipkan matanya,


Reflek membuat gue tertipu malu sedangkan mereka senyum girang serta bersiul,


Yaa ampun dav, lo membuat gue malu,


...❤️❤️❤️❤️❤️...


"Digo, tunggu, ada yang gue omongin sama lo" ucap keisha kepada digo yang berada didepannya , membelakanginya saat mereka berdua sudah sampai di rumah,


Digo berhenti, dan menatap keisha


"Apa lo omongin sih, gue ngantuk nih" ucap digo jengkel, ketika hendak kamarnya


"Tentang foto yang satu lagi, yang belum lo tunjukan pada anak-anak"


"Foto! Maksud lo foto double date lo sama cindy dulu"


"Iya, kok lo tau,"


"Ya iya lah, mana mungkin gue lupa kalau itu cindy sahabat lo dulu, dan rio pacarnya kan"


"iya, tapi kenapa lo tak tunjukan kepada mereka, kalau gue kenal dengan david dari mereka!"


"Lo gila yaa keis, mana mungkin gue tunjukan kepada mereka, kalau gue tunjukan nanti bakal shiren sakit hati"


"Shiren, apa hubungannya dengan shiren!"


"Shiren itu naksir rio, dan gue pikir nih, kalau rio juga naksir kepada shiren, buktinya tadi rio kasih kado buat shiren"


"Iya, sih, tapi lo tau dari mana kalau shiren naksir rio?"


"Setiap gue ngobrol sama david dan rio, shiren curi-curi pandang terus ke rio, dan shiren juga pernah bilang ke gue dan louis kalau shiren suka rio"


"Ohh, kenapa gue nggak tau"


"Ya iya lah, lo nggak tau, lo sibuk terus dengan masalah lo, dan tidak meluangkan waktu bareng kita lagi"


"Sorry"


"Nggak apa-apa, gue ngerti" ucap digo tersenyum "ohh yaa keis, bagaimana hubungan rio dengan cindy, apakah mereka sudah putus atau belum!"


"Kalau itu sih gue nggak tau"


"kok lo nggak tau sih, bukannya lo sahabatnya"


"Ehh goblok, mana gue tau hubungan mereka putus  atau belum, emang gue emaknya,


"Kenapa lo tidak tanyakan pada david, kan david sahabatnya


"Lo gila yaa, mana mungkin gue tanya ke dia" ucap keisha jengkel


"Iya juga sih, tapi kenapa lo tidak tanyakan pada rio secara langsung, kan dulu lo pernah dekat dengan dia"


"Iya, sih, tapi apa dia mau bicara sama gue, kan sudah lama gue tak bicara padanya, gue aja tak pernah menyapanya disekolah, apa lagi bicara"


"Lo coba aja dulu, siapa tau dia mau bicara tentang hubungan dengan cindy dulu, ini kan demi shiren juga"


Keisya mencerna perkataan digo


"Oke, deh gue coba"


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Besok paginya. keisha menyelusuri koridor sekolah, sedang mencari seseorang yaitu rio, dan gue menemukan rio yang juga menyelusuri koridor sekolah juga bersama david, mereka melihat keisha


"Ri, Gue mau bicara sama lo" ucap keisha berdiri dihadapan mereka berdua sambil melipat tangan agar kelihatan juteknya


Dan mereka melipat tangannya juga


Mereka menggerutkan dahinya dan saling pandang


"Mau bicara sama gue, tumben, bicara sama gue, lo nggak bicara sama ini nih" ucap rio mengeluaran lidahnya ke arah david


"mau bicara sama dia! ngapain"


"Bicara, melepas rindu gitu" ucap rio menggoda keisha


"Apaan sih lo" ucap keisha jengkel "lagian gue udah bicara sama dia, kemarin, dan sekarang gue mau bicara sama lo"


"Jadi, kalian udah clbk nih" ucap rio mengoda Keisha lagi, reflek keisha kesal jadinya


"Ehh, jangan omong deh lo, sekarang ikut gue ke taman, kita perlu bicara sekarang" ucap keisha berbalik badan


"Ok" rio berjalan mengikuti gue dari belakang dan david ikut-ikutan


"Ehh lo mau ngapain" ucap keisha ketus, karna dirinya hanya bicara sama rio saja, bukanya dengan david juga


"ikut dong, gue pengen tau apa yang kalian bicarakan sih!" ucap david penasaran


"Nggak, lo nggak boleh ikut, lagian gue tidak bicara hal yang penting" ucap keisha jengkel, dan pergi duluan ke taman


"Lo tenang aja, nanti gue kasih tau kok" rio menepuk bahu david dan menyusul keisya di taman


Rio dan Keisha lantas menuju taman sekolah. dan menduduki salah satu bangku taman yang berada di taman itu.


"Emang, lo bicara apa sih keis" ucap rio mengawali pembicaraan mereka berdua


"Gue mau bicara, tentang shiren"


Rio mengerutkan dahinya "shiren!"


"Gue dengar dari digo, lo suka shiren yaa, sampai lo kasih kado ke shiren"


"Eh.....anu gue__"


"alah lo jujur aja sama gue, lo jangan gugup gitu, kalau lo suka shiren, gue sebagai sahabatnya shiren dukung kok" ucap keisha tersenyum lebar, membuatnya salah tingkah


"Iya keis, lo benar, gue suka sama dia"


"Sejak kapan lo suka sama shiren" ucap keisha penasaran


"Sejak, digo mengajak gue bergabung makan pertama kalinya, tah tau kenapa gue nyaman berada didekatnya, dia itu orang asik, baik, kalau diajak ngobrol tuh nyambung, suka bercanda dan pokoknya dia beda deh dari cewek lain, dan itu bikin gue suka dia" ucap menerawang tentang shiren sambil tersenyum


Dan Keisha bisa liat, ada kebahagian dimata rio saat bicara tentang shiren, dan lantas membuat keisha kut tersenyum melihatnya


"Terus, gimana dengan cindy!" ucap keisha penasaran


Reflek membuat rio yang awalnya bahagia berubah sekejap saat Keisha menyebut nama cindy, dia menatap sepatunya, dan ia bisa liat ada kesedihan dari matanya


"Untuk sekarang, gue nggak ada hubungan lagi dengan cindy"


"Maksud lo"


"Ya, keis, sejak mama cindy meninggal dia pergi meninggalkan gue, pergi ke kampungnya tanpa mengucapkan selamat tinggal, dan itu gue pikir cindy hanya keadaan terpuruk saja, kan, dan setelah 1 bulan, gue pergi nyusul ke kampungnya, dan pada saat itu gue pikir dia sudah mendingan, dan pada saat gue disana, gue malah diputusin, tanpa alasan apapun, pada saat hati gue benar-benar hancur keis, tapi gue nggak nyerah gue berusaha untuk balikan tapi dia tetap aja mau putus, dan sejak itu gue mulai move on dan pergi ke amerika setelah itu, setelah amerika gue benar-benar sudah melupakan dan balik kesini dan menemukan tambatan hati lagi" ucapnya kembali tersenyum "dan itu adalah shiren orang" ucapnya tersenyum lebar


"Ohh, jadi lo sudah move on dong" ucap keisha ikut tersenyum


"Emm" rio menatap keisha


"Jadi kapan lo tembak dia"


"Rencana sih dalam waktu dekat ini sih"


"Ohh" ucap keisha singkat


"Oh, iya, keis gimana lo dengan david"


"Maksud lo"


"maksud gue bagaimana dengan kalian, kalian udah cblk belum"


"Apaan sih, lo," ucap keisha jengkel


"Gue tak ada perasaan sama dia"


"Hah, lo yakin tak ada perasaan sama dia, nanti lo nyesel lo" ucapnya menggoda keisha


"n....ggak" ucap keisha mulai gugup


"Keis, gue tau, lo bohong, keis, gue tau lo masih sayang sama dia, dan lagian david juga sayang sama lo, masih setia mencintai lo, lo seharusnya beruntung dapati dia, yang masih mencintai lo walau lo sekarang lo berubah, dan ingat Manusia baru bisa menghargai sesuatu jika kita tidak memilikinya atau saat kita kehilangan sesuatu itu"


Itu kalimat yang mengejutkan keisha


keisha pun berpikir kata-kata barusan


Manusia baru bisa menghargai sesuatu jika kita tidak memiliki atau saat kita kehilangan sesuatu itu


"Woi," ucap shiren menepuk bahu keisha dan menyadarkannya "bengong aja lo, kenapa!" 


Lalu duduk di samping keisha


"Nggak apa-apa"


"Tadi, gue lihat lo lagi ngobrol sama rio, tumben lo ngobrol sama dia, emang apa kalian obrolin tadi!" Ucap louis di samping keisha


"Pasti lo obroblin yang kita bicarakan kemaren, yaa keis" ucap digo


keisha mengganguk


"Emang apa yang kalian obrolin kemaren!" ucap shiren penasaran


"Ada deh" ucapnya tersenyum


"Kok kalian main rahasia-rahasiaan sih, cepat katakan saja apa lo bicarakan kemaren" ucap shiren jengkel


"udah ah, jangan bahas itu"ucap keisha berdiri "kita ke kantin yuk, gue laper nih" ucapnya mengelus-gelus perut yang kelaparan


"Ok yuk," shiren ikut berdiri "gue juga lapar nih"


keisha dan shiren pun pergi melewati louis dan digo yang masih berdiri, tiba-tiba digo menyingkirkan shiren yang berjalan di samping Keisha dia merangkulnya lalu berbisik


"Bagaimana keis!"


"Mereka sudah putus"


Mata digo berbinar setelah dengan kalimat itu, dia lalu tersenyum


...❤️❤️❤️❤️❤️...


"Sekarang cepat ganti baju, dan bekerja, kita sibuk sekali, entah apa yang terjadi hari ini" ucap kevin,


Kevin mengatakan hal itu saat Keisha dan digo sudah berada dicafe saat ini, cafe kami selalu laris, seperti biasa, pengunjung cafe yang kebanyakan berpasangan yang datang bergantian terlihat mengantri, antrian dari toko kue mini kami juga dipenuhi cewek-cewek sekolah


Tepat pukul 8 malam cafe kami sengaja ditutup lebih cepat, karna kevin, felix, hazel ingin menyaksikan keisha dan david balapan malam ini, rencana sih keisha minta izin kepada kevin untuk balapan hari


Sekarang digaris stars sudah bersiap 2 pembalap satu motor keisya dan mobil david di trotoar tampak anak-anak cafe, sahabat keisha dan disana sedang menyaksikan kami


"Keis, apakah lo yakin, bisa ngalahin david, atau lo batalin aja balapannya" ucap shiren khawatir


"Lo gila yaa, Mana mungkin gue batalin balapannya, itu namanya gue nyerah diri doh" ucap keisha jengkel


"Terus kalau lo kalah gimana" ucap louis was-was


"Udah deh, kalian berdoa aja, moga-moga gue menang, oke" ucap keisha berusaha tersenyum, tapi dihatinya sangat gelisah


Keisya memakai helmnya, mengambil posisi tepat di samping mobil david, dan segera memulai balapan


Satu..... dua..... tiga......


Balapan di mulai, mereka lantas melaju kecepatan kencang melewati, saling berusaha merebutkan posisi depan dengan jarak berdekatan, mobil milik david melaju kencang, melewati motor keisya, saat ini david menepati urutan pertama, benar kata shiren david jago balapan


keisha berusaha menyalip mobil david dari sisi kanan namun sayang dihadang


Yaa tuhan, apa yang aku harus lakukan nih, david didepan gue, apakah gue akan kalah, apakah david akan ngejar gue lagi! Tapi gue belum siap dekat nya batin keisya


garis finish sudah diambang mata, keisya harus menambahi kecepatannya


Yaa tuhan, apa yang gue lakukan, gue sekarang berada didepan, membelakangi keisya, gue akan menang sebentar lagi, tapi dilain sisi keisya ingin jauh dari gue, menunda kisah cinta gue bersamanya, ingin membuat mama bahagia, dan apa sekarang gue lakukan menang atau kalah! Batin david


David berpikir sambil menambah kecepatan mobilnya


Oke, sekarang gue tau apa yang harus gue lakukan! batin david


Suara riuh orang-orang terdengar kencang dan tiba-tiba mobil david menurunkan kecepatan mobilnya sedikit lambat, dan keisya bisa melewati mobil david, motor sport keisya terlebih awal, dan


MENANG!!!!


Yes.....


keisha pun menang juga balapan, dan mereka bersorak gembira menghampirinya, tapi di hati gue heran, tak percaya ini, kenapa tiba-tiba david menurunkan kecepatan mobilnya seakan dia sengaja melakukannya agar keisha menang balapan


...❤️❤️❤️❤️❤️...


"Ini perayaan keisya menang balapan hari ini" kata kevin, dia mengangkat gelas anggurnya, dan kami bertos ria,


Saat ini keisha bersama sahabatnya dan anak-anak cafe sedang merayakan kemenanganya. Kevin pun menatap keisha


"Perlu aku akuin keis, kau memang jago perbalap" ucap kevin meminum anggurnya


keisha tersenyum


"Ya iyah ketua kami" ucap louis mengedipan matanya kepada keisha


"Ya ya ya, ketua kalian memang jago balapan" ucap felix memegang anggurnya "tapi yang bikin aku heran ini, kenapa keisya menang, bukannya kau bilang shiren kalau david juga jago balapan"


"Iya juga sih, gue juga heran kenapa keisya bisa menang yaa" ucap louis


"Udah lah, tak perlu kalian pikirkan itu, yang penting kita rayakan kemenangan keisya" ucap hazel senyum kepada keisya


Lonceng cafe berbunyi


Kami semua menolek kearah pintu terbuka


"David" kata kami kompak dan saling pandang


Ngapain dia kesini lagi


"Hai" ucap david melambai tangannya kearah kami "kalian merayakan kemenangan keisya yaa"


Kami mengganguk


"Apa yang kau lakukan disini" ucap kevin heran


"Aku cuman mau ketemu keisya dong kok" ucap david tersenyum, lalu dia mengulurkan tangan kepada keisya "selamat yaa keis, lo menang"


keisha pun menatap tangan david dan beberapa detik kemudian membalas jabatan tanganya untuk pertama kalinya dan menarik tangannya kembali


"Kei, lo tenang aja, gue akan lakukan apa lo mau kok, gue akan jauh dari lo, tidak bicara sama lo, tidak bertatap muka lo dan ditambah lagi gu...e akan pindah kelas besok" ucap david berusaha tersenyum, dan menatap sepatunya, Keisha dapat melihat lagi kalau ada kesedihan dimatanya


Maafin gue dav


david pun menatap mata keisha urus-lurus


"Tapi sebelumnya, keis, bolehkah gue memeluk lo keis untuk terakhir kalinya" ucap david menatap matanya


Dav jangan bilang ini bukan terakhir, ini awal dav


Tanpa sadar Keisha mengangguk


Dia lalu mendekat secara perlahan dan melekat kepala Keisha di dadanya, keisha bisa merasakan pelukan hangatnya lagi!, pelukan yang ia rindukan, dan juga bisa merasakam detak jantungnya yang berdegup sangat kencang, wangi tubuhnya yang tenang, elusan perlahan dari tangannya dan tanpa sadar keisha membalas pelukankan nya


Keis, gue harap ini bukan pelukan akhir keisya, melainkan pelukan yang akan gue rindukan, dan gue janji akan menunggu lo sampai lo mau mencintai gue lagi, sayang gue lagi! Batin davin


Dav, gue harap ini bukan pelukan akhir david, melainkan pelukan yang akan gue rindukan, dan gue janji dav, gue akan mencintai lo lagi, menyayangi lo lagi, gue harap lo tunggu gue dav, gue harap itu batin keisya


Tah berapa lama kami berpelukan, akhirnya david melepaskan pelukannya dan menatap mata keisha lagi


"Gue pergi, yaa, keis" ucap david perlahan-lahan pelepas genggaman dari tangan keisya,


Perlahan-lahan david melangkah menjauh dari keisha dan perlahan-lahan keisha menatap dia dengan perasaan sedih dan pergi keluar cafe


Pecahlah air mata keisha selama ini ia tahan, kakinya lemas sudah tidak bisa menopong, tubuhnya lagi sampai akhirnya ia jatuh dilantai, tak peduli dinginnya lantai yang menyentuh bagian kakinya, hanya air mata yang bisa yang gue keluarkan


Semua orang yang ada dicafe menunduk lemak dan menitiskan air mata secara perlahan


"Hiks....hiks ma....fin gu..e dav, maafin gue... hiks..hiks..." ucap keisha menanggis histeris,


beberapa detik Keisha merasakan bahunya disentuh oleh seseorang, keisha melirik orang itu ternyata hazel memegang bahu membimbing agar ia berdiri dan memeluknya


"Keis, lo jangan nangis, lo tak perlu menanggis keis, ini bukan akhir kisah cinta lo" ucap hazel bicara disela-sela pelukan dan melepas pelukannya, dia menghapus air mata keisha dan menatapnya lurus-lurus "gue yakin, dia pasti akan kembali lagi kepada lo, mencintai lo lagi, menyayangi lo lagi, menunggu lo, biar waktu menjawabnya, jadi lo tak perlu menanggis"


keisha pun tersenyum dan memeluk hazel lagi


"Makasih yaa zel, lo selalu dukung gue, menyemangat hidup gue" ucap keisha disela pelukannya, dan melepas pelukannya


"Iya, keis, kau tak perlu nangisin dia, nanti dia akan kembali lagi kok" ucap kevin


"Eh ciut, ngapain kau nangis, cengeng banget sih, katanya ketua geng, masa nangis" ucap


felix


Reflek membuat keisha melotot padanya, bisa nggak sih dia tidak mengeluarkan kata pedas


"Eh, fel, itu wajar keisya nangis, dia kan perempuan" ucap hazel


Mereka mengangguk


"bagaimana kita hibur keisya guyy" ucap digo


"Ide bagus, tapi, dengan cara apa!" Ucap louis


"Emm" ucap digo berpikir, lalu pandangan mengelilingi ruangan cafe, untuk mencari alat menghibur keisya, lalu pandangan berhenti di ketika melihat speaker berukuran kecil  terdapat dimeja kasir "dengan cara ini nih"


digo berjalan menuju speaker kecil itu, Semua menggerutkan dahi melihatnya. Lalu digo meraih ponselnya, lalu mencari memilih lagu dan tak lama sebuah lagu diputar


Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi


Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu


Aku tak akan lupa tak akan pernah bisa


Tentang apa yang harus memisahkan kita


Disaat ku terlatih tanpa kau disini


Tak kenapa lagu itu membuat keisha makin sedih, makin terluka, hazel berada disamping Keisha. memeluknya lagi, dan mereka melotot ke arah digo, dan shiren segera mematikan speaker itu, karna dia tidak ingin keisya makin sedih, dan menatap tajam digo


"Sorry, kayak gue salah tekan deh" ucap digo merasa bersalah


Sontak mereka menyodorkan kepala digo secara bersamaan


"Apaan sih kalian, yodor kepala gue, sakit tau" ucap digo memegang kepala


"Lo tuh yang apaan, bukannya pilih lagu sedikit ngibur keisya, eh malah pilih lagu yang bikin dia nangis" ucap louis


"Sorry, mana gue tau itu lagu ngibur keisya, gue pikir lagu itu asik ngibur keisya" ucap digo


"Ya ya ya lo cuman tau cara rayu cewek saja, ngibur sepupu lo aja lo nggak bisa" ucap louis, reflek membuat digo kesel, dan menyodorkan kepala louis, dan mereka pun bertengkar kayak anak kecil


Shiren tak tinggal diam, ia pun mencari lagu ia sedikit ngibur keisya, dan ia mendapatkannya Dan mengambil botol seolah itu mix, atau ia menjadi seorang penyanyi dangdut


Hari ini saya umunkan


Pada Bulan pada bintang


Sontak membuat digo dan louis berhenti bertengkar lalu menatap shiren,


Dapatkah ku miliki seorang kekasih dunia akhirat


Lagu pun dikomandakan dan shiren mengoyangkan pinggulnya dan tangannya ditinggikan mengoyangkan jari-jari, sontak mereka ketawa dan keisya akhirnya ketawa melihat aksi gila shiren, louis dan digo ikut bergoyang


"Ini baru namanya asik nih" kata louis bergoyang kakinya dan jarinya


"Ayo keisya, kita goyang" ucap shiren bergoyang dan mengajak keisya bergoyang


keisya ikut bergoyang, geng keisya heboh bergoyang,


"Ayo bos, hazel, kita bergoyang" ucap keisya bergoyang jari-jarinya dan kakinya


Hazel tertawa melihat tingkah mereka keisya, ia senang melihat keisya yang sudah tidak sedih lagi, hazel dan kevin saling pandang, dan mereka ikut bergoyang mereka sedangkan felix


"Dasar geng gila" ucap felix