Dear keisha

Dear keisha
PART 16



Esokkan perginya ke sekolah, walaupun badan keisha pegal-pegal dan capek, dan ia t dirinya ga peduli itu karna ia CEWEK KUAT! Dan rencana Keisha erja dicafe hari ini,  hazel pasti marah sama dirinya tapi ia bisa cegah itu dengan bilang kalau ia tidak sekolah hari ini! Beres kan


"KEISYA! AWAAAASSSSS"


mendadak ada sebuah tangan yang menarik keisha saat diparkiran sekolah, gadis itu ditarik ke belakang sampai ia terjengkang diaspal yang keras, sementara sebuah mobil annova melaju sangat kencang didepan keisha jaraknya hanya tiga puluh sentimeter dari tempat dirinya sekarang, kalau dirinya masih berada ditempat berdiri tadi, pasti ia akan....


"Keis lo ga papa"


sebuah suara dibelakang keisha sepertinya dia orang yg menarik dirinya tadi, keisha menolek dan melihat rio dan shiren


"Kalian....."


"Mobil tadi mau nabrak lo, keis! Awalnya dia pelan, tapi begitu udah mendekati lo, mendadak dia melaju cepat" jelas shiren


"Kalian menyelamatkan gue...!"ucap keisha setengah gagap "kalau ga ada kalian, mungkin gue....."


"Ada apa ini" ucap sebuah suara lain menyerbu, suara digo bersama louis


"Ada orang yang mau nabrak keisya, tadi" jelas rio


"Apa!" ucap Digo dan louis terkejut


"Pasti ini kerjaan salah satu anak geng power" ucap louis sontak membuat mereka kaget


"Ga mungkin deh anak geng power"ucap keisha tidak percaya "karna mana mungkin devan atau anak buahnya celakai gue, kan devan tau kalau dia celakai gue dia akan dihukum sama papa"


"Iya juga sih, tapi siapa yang mencoba mencelakai lo keis" ucap digo heran


"Alah jangan kalian pikirkan"ucap keisha tidak peduli "paling cuman kecelakaan doang"


"Itu jelas bukan kecelakaan keisya" ucap rio mengecak pinggang, dia kelihatan jengkel  "mobil itu sengaja nabrak lo"


"Udah deh, jangan kalian bahas itu, gue mau pergi dulu" ucap keisha melangkah pergi dan mereka kelihatan jengkel sekali


Disisi lain ada sesosok mata mengamati mereka, ada kekhawatiran dimatanya, saat hendak melangkah mendekati keisya, tiba-tiba ponselnya bunyi


"Nomor siapa sih nih!" Ucap david melihat nomor yang tidak dikenal, dan mengangkatnya


"Hello"


"Bagaimana! lo bisa liat kan, gue menyakiti orang yang lo sayangi!"


Rahang david mengeras, tangan davin mengepal, matanya dipenuhi kemarahan


"Jadi lo, yang sengaja mau menabrak keisya hah"


"Iya tepat, sekali david"


"Eh, kalau terjadi apa-apa pada keisya, gue akan bunuh lo!"


"Wouu, kayaknya ada yang marah nih" dia tersenyum dinis "lo tenang aja, ini cuman peringatan buat lo, agar lo mau gabung ke geng kita


"Sorry, gue ga akan pernah gabung ke lo"


"Hahaha david david lo memang keras kepala, dan itu akan tambah gue menyakiti orang yang lo sayangi, termasuk mama yang sendiri"


David terdiam membeku,


yaa tuhan, apa yang harus gue lakukan, gue ga mau gabung dengan geng power, dan itu akan bikin keisya benci gue, gue ga mau itu, tapi disisi lain gue tidak mau anak geng power menyakiti keisya termasuk mamanya!


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Hari ini suasana kelas ramai, banyak anak-anak kelas keluar pada jam belajar, ada yang keluar main basket, ke kantin, ganggu temannya, pacaran dan lainnya, itu disebabkan karna guru pada rapat, tapi tidak pagi keisya ia malah memanfaatkan untuk tidur sebentar,


Aldo yang melihat itu, dan heran dengan tingkah keisya karna tumben-tumben keisya tidur dikelas hari ini,  aldo menelan ludahnya sendiri, dia benar-benar penasaran dengan gadis itu, tak mau mati penasaran aldo pun melakukan aksi konyolnya


"Woy, bangun!" Ucap Aldo menarik tangan keisya


"Apaan sih, ganggu aja" ucap keisya berbicara dengan mata tertutup


"Emang lo tidur jam berapa!"


"Kira-kira jam 4"


"Oh" jawabnya singkat,


Dia lalu mengambil ponsel disaku celananya lalu berbalik badan menghadap keisya yang tidur dan berfotonya dengannya


"Hahaha lucu yah"ucap Aldo tertawa terbahak-bahak setelah berfoto dengan keisya yang lagi tidur


Keisya tersadar mendengar aldo tertawa terbahak-bahak dan matanya keluar melihat aldo berfoto dengannya yang lagi tidur


"Aldo lo fotoin gue!" ucap keisha hendak merebut ponsel itu dari aldo, dia udah siap-siap untuk lari "hapus ga foto itu"


"Ga, foto ini lucu" ucap Aldo tertawa dan keluar kelas


"Aldo, awas lo yaa" ucap keisha mengecak pinggang dari bangkunya tidak mengejarnya, gadi menatap teman kelas gue


"eh louis dan shiren mana!" Ucap keisha bertanya kepada salah satu temen sekelas keisha saat melihat shiren dan louis tidak ada dibangkunya dan kelas kelihatan sepi


"Louis diluar main basket bersama digo, kalau shiren ga tau deh kemana!" ucap salah satu teman sekelas keisha


keisha pun pergi keluar kelas dan melihat louis, digo bersama teman-temannya main basket dan Keisha pun menghampiri mereka


"Digo, louis, shiren mana!" Ucap keisha menatap mereka


"Lo ga tau aja!" ucap Digo menribell lalu melempar bola ke ring "tuh di taman, lagi pacaran"


"Ok" ucap keisha singkat lalu berbalik badan dan hendak pergi


"Lo kemana!" Ucap louis "ketaman yaa! mending lo gabung sama kita, main basket"


"Males ahh, mending gue ganggu mereka" ucap keisha tertawa pelan


"Rusuh aja lo"


"Biarin"


Saat keisha di taman, gadis itu melihat rio dan shiren sedang bermesra-mesra di taman, ia mampu memutar bola mata melihat aura pink yang kembali bertebaran di taman, bahkan, ada banyak hati yang sekarang menggantung di udara, dan menyebabkan akan menciptakan suasana tak menyenangkan diluar afmosfer cinta mereka


Para fans rio dengan siap dalam sikap membunuh shiren


"Eh, maaf menggangu"ucap keisha memilih duduk diantara shiren dan rio


"Apaan sih, keis" shiren melotot ke arah keisha


"Gue hanya ingin menganggu kalian"ucap keisha, menghindari pembunuhan "tak masalah kan"


"Elo cemburu" ucap rio tertawa


"Cemburu! Ngapain gue cemburu sama kalian"


"Yaa, bisa aja, lo cemburu, karna lo iri sama kita, pada bermesra-mesraan, sedangkan lo!" Rio menunjuk keisha "tak ada pasangan"


"Ishh ishh"ucap keisha geleng-geleng kepala "sorry, ya gue ga iri sama sekali, malah gue bahagia kalau kalian pacaran"


"Terus, kenapa lo ganggu kita!"


keisha tertawa


"Ok, deh gue the point aja, sebenarnya gue kesini mau pinjam mobil lo ri"ucap keisha menatap rio


"Pinjam mobil, ngapain!"


"Gue mau tidur dimobil lo" ucap keisha terus terang, karna dirinya mau tidur nyenyak tanpa ada gangguan siapapun termasuk cowok nyebelin itu, aldo


Sontak membuat rio dan shiren saling lirik kemudian ketawa


"Kok kalian pada ketawa sih" ucap keisha esal "emang ada yang lucu!"


"Hahaha, keisya keisya" ucap shiren geleng-geleng kepala "tumben-tumben banget lo tidur, emang semalam lo tidur jam berapa!"


"alah jangan banyak tanya de lo" ucap keisha kesal menatap rio mengangkat tangan "rio mana kuncinya"


Rio berhenti ketawa, mengambil kunci mobilnya disaku celananya


"Nih"


Setelah dapat kunci, Keisha berdiri dari bangku hendak pergi meninggalkan mereka yang masih ketawa


"Eh tunggu" ucap rio berhenti langkah keisya "jangan sampai lo acak-acak mobil gue, kalau sampai lo acak-acak mobil gue akan bunu lo"


"Iya iya bawel banget sih lo"


dengan segera Keisha melangkah kakinya menuju parkiran sekolah tempat mobil Rio berada. kedua matanya mencari mobil rio berada setelah menemukannya ia langsung menuju mobil itu dan membukanya, gadis itu berbaring Tubuhnya di jok belakang mobil rio,


"Akhirnya, bisa tidur nyenyak juga" ucap keisha tersenyum bahagia


Baru beberapa menit tidur ponsel keisha berbunyi


"Yaa ampun, siapa lagi nih" ucap keisha dengan mata tertutup dan langsung mengangkatnya tanpa perlu tau siapa si penelepon itu


"Hello"


"Hello, keis lo dimana" sepertinya gue kenal suara itu


"Gue disekolah, emang ada apa!"


"Ga ada apa-apa, gue cuman tanya keberadaan lo aja"


"Oh"


"Dan lo tak jadi datang kecafe kan"


"Ya, so"


"Ya sudah gue cuman sampai itu kok, gue tutup dulu yaa, bye"


sambungan terputus dan keisya melanjutkan tidur lagi tanpa memikirkan rencananya tadi


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Pulang sekolah Keisha tidak langsung pulang terlebih dahulu melainkan pergi ke apotik untuk membeli obat mama, lalu baru pulang kerumah,


Sampai didepan kamar mama, keisha tercenggang, gadis itu kaget, ia heran itu karna mama minum obat sendiri, tapi bukan itu yang bikin ia kaget melainkan berpikir


obatnya datang dari mana? Apakah orang yang bikin mama sembuh itu?


"ma" ucap keisha kepada mamanya sontak membuat mama kaget dan cepat-cepat menyembunyikan obatnya dibalik bantalnya, ia mendekat duduk ditepi ranjang mama


"ma, mama ga perlu nyembuyiin obat itu" ucap keisha mengambil obat dibalik bantal "malah keisya senang kalau mama minum obat sendiri"


"Hmm, maafkan mama yaa sayang" ucap mama mengelus rambut keisha pelan "mama nyembunyiin obat ini, karna takut kalau kamu marah"


dibalik senyuman itu ada kebahagian terpancar diwajahnya karna akhirnya ia bisa ngobrol lagi sama mama


keisha pun berbalik badan, membaringkan dirinya di paha mamanya, di pangkuannya mama, bermanja-manja sama mama, dan mama mengelus-elus rambutnya halus


"Yaa ampun sayang, kamu kok tidur di pangkuan, kamu ga kerja!"


"Ga, nanti aja ma, lagian keisya dah kangen tidur dipangkuan mama"


"Emm, itu makanya kamu harus kasih waktu buat mama, ga kerja terus"


"Iya, maafkan keisya yaa mah"


"Ga papa kok sayang, mama ngerti, kamu kerja kan buat kita juga" ucap mama tersenyum "lagian mama harusnya minta maaf sama kamu, gara-gara mama, kamu menderita, sering menangis, ngelamun, tidak ceria seperti dulu lagi! gara-gara mama kamu jadi kerja keras bating tulang,  mama tidak baik jadi mama kamu, seharusnya kamu tinggal bersama papa kamu, tinggalkan mamamu ini, papamu yang bisa bikin kamu bahagia, yang bisa mencukupi kekurangan kamu, yang bisa mengabulkan apa keinginan kamu,"ucap mama menunduk mengeluarkan air matanya


keisha yang melihat itu ikutan sedih,  langsung bangkit, mengangkat dagu mama dan menghapus air matanya lembut lalu mengenggam tangannya


"Ma, dengarkan keisya, keisya kerja ikhlas dari hati keisya paling dalam, tidak karna mama, atau siapapun, dan mama jangan pernah berpikir mama tidak baik bagi keisya, malah keisya bangga punya mama seperti mama, mama yang selalu mengajarkan keisya hal-hal yang baik, mama yang peduli sayang sama keisya, mama yang selalu ada buat keisya dalam keadaan apapun, suka maupun duka, mama yang masak kesukaan keisya, mama yang selalu bikin keisya semangat dalam melakukan apapun, dan satu lagi mama jangan pernah berpikir kalau keisya tinggalin mama, tinggal bersama papa, walaupun papa terus memaksa keisya untuk tinggal di rumah mewahnya, keisya adelia, anak kandung mama tidak akan pernah tinggalkan mama, sampai maut memisahkan kita, karna keisya tinggal bersama mama, keisya selalu bahagia, keisya selalu semangat dalam belajar dan bekerja, keisya menjadi cewek kuat, jadi mama jangan pernah berpikir yaa mah" ucap keisha panjang lebar


Mama pun memeluk keisha, mengelus-elus rambut aku, dan gadis itu pun membalas pelukannya, ia bisa merasakan lagi pelukan hangat dari seorang mama yang melahirkannya pelukan yang sangat-sangat ia rindukan


"Maafkan mama yaa, sayang" ucap mama mengelus rambutnya halus


"Iya, ga papa kok mah" ucap keisha disela-sela pelukannya dan melepaskan pelukannya


"Oh yaa ma, keisya boleh tanya sesuatu ga sama mama, tapi keisya mohon mama jawab dengan jujur yaa"


"Iya sayang" ucap mama tersenyum lagi "mama akan jawab jujur kok"


"Ma sebenarnya akhir-akhir ini keisya penasaran sama orang yang bikin mama sembuh, yang bikin tersenyum lagi sama keisya, dan keisya mau tanya siapakah orang yang bikin mama sembuh itu mah!"


Sontak membuat wanita separuh baya itu terdiam membeku tidak menjawab pertanyaan keisya


"Ma keisya mohon sama mama, tolong kasih tau siapa orang itu, mah! Keisya mohon!"


Mama masih aja diam, tapi keisya tidak menyerah begitu saja


"Ma kok mama diam aja sih ma, keisya cuman ingin tau siapa dia mah, keisya cuman ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada dia mah" ucap keisha terus memohon


Mama yang melihat itu, tidak tega melihat anaknya mati penasaran terus-terusan, tapi apa boleh buat mama keisya telah berjanji pada orang itu agar tidak menunjukkan siapa dia


"Maaf kan mama sayang, bukannya mama tidak menjawab pertanyaan kamu, mama sebenarnya sudah janji sama dia sayang untuk tidak bilang siapa dia sebenarnya, yang jelas kamu ketahui dia orang sangat baik, perhatian, sayang sama mama, peduli juga sama mama, maafkan mama sekali lagi yaa sayang"


"Tapi mah, keisya penasaran sama orang itu mah"


"Sayang, kamu harus bersabar dulu, mama janji suatu saat mama akan cerita siapa orang itu"


"Tapi mah__"


"Mama mohon sayang, mama mohon kamu harus bersabar yaa"


keisha pun mengangguk, terpaksa menyetujui permintaan mama harus bersabar


"Yaa sudah, sekarang kamu kerja sana, nanti telat, nanti bosmu akan marah"


"Yaa udah, keisya pergi dulu"ucap keisha bangkit dari ranjang dan mama ikutan bangkit "tapi mama janji yaa, mama akan bilang siapa orang itu"


Mama tersenyum Senaya mengangguk kepalanya


keisha pun mencium tangan mamanya berpamitan, dan melangkah pergi


"Isst tunggu, ada yang lupa" ucap keisha berhentikan langkah kakinya


"Apa lagi, sayang"


keisha menghampiri mama, mencium kening mama, pipi kiri dan kanan mama, lembut


"yaa ampun, sayang kirain apa" ucap mama jengkel lalu tersenyum hangat dengan tingkah anak kesayangannya itu


keisha hanya tertawa geli


...❤️❤️❤️❤️❤️...


"Keisha" ucap hazel mengecak pinggang saat Keisha sampai dicafe, dia kelihatan jengkel sekali, aura gelapnya keluar


"Apa!"


"Kan aku sudah bilang, kau tak perlu kesini keisya, kau seharusnya di rumah istirahat"


"Hazel, gue ga papa kok, lagian gue tadi tidak sekolah" ucap keisha berbohong


"Bohong" ucap hazel sedikit membentak "bukannya tadi aku meneleponmu, dan kau bilang kau disekolah"


keisha melotot


Hazel menelepon gue! Kapan!


keisha akhirnya ingat, pas dirinya dimobil rio


Yaa ampun, keisya! Goblok! Ngapain gue bilang tadi gue disekolah, kan gue sudah ada rencana tadi


"Eh bukan kok, tadi itu gue sebenarnya ada di rumah, lagi tidur, lo kan tau kalau gue tidur kalau ngomong sering ngawur" ucap keisha mencari alasan


Hazel mengerutkan dahinya "Kau yakin, kau tak bohong padaku"


keisha mengganguk


"DIGOOO" ucap hazel berteriak dari dapur


mampus gue! Bisa kawat ini


"Apa!" teriak digo dari cafe utama


"Tadi, keisya sekolah gak?"


"Ya iyah lah dia sekolah, kalau tak sekolah dia akan bego, juga" ucap digo bercanda, sontak membuat kevin dan felix yang bersamanya tertawa


Dan hazel menatap tajam sekali, melipat tangannya seolah meminta penjelasan dia kelihatan jengkel sekali


"Ok, sekarang gue ngaku, gue akui kalau gue sekolah tadi pagi, tapi gue bisa istirahat kok, jadi lo tak perlu khawatir"


"Ok, kalau gitu, sekarang kau istirahat disini sekarang!"


"Apa!" ucap keisha kaget "ga gue ga mau, gue mau istirahat, gue mau kerja hazel"


Hazel tidak mendengarkan penjelasannya dia malah mendorong pelan ia ke dekat pintu dapur, langit memerah, sore sudah datang, dia mendudukan dirinya menyuruhnya untuk bersandar dengan nyaman


"Lo tidur sekarang, nanti aku yang bilang pada kevin"


"tapi gue....."


"Ga ada tapi-tapian, sekarang kau tidur" ucap hazel sedikit membentak


Mau tak mau keisha menuruti kemauan hazel dan menutup kedua matanya


"Keisya mana" terdengar suara kevin


"Dia kusuruh istirahat" jawab hazel, sambil memotong sayur-sayuran


"Kau suruh istirahat, kita sedang repot," ucap kevin tak sabar


"daripada dia pingsan, mending aku suruh dia istirahat"


Kevin sepertinya mencerna kalimat barusan, lalu langkah kevin menjauh, selanjutnya hazel terdengar sibuk dengan pesanan yang berdatangan bergantian dari suara digo dan felix


"Pesananku mana" ucap felix terdengar cincang bumbu dapur "ngapain keisha disana? Kau menyuruhnya bertapa"


"Aku menyuruhnya istirahat" kata hazel sambil lalu


menjelang tengah malam. akhirnya cafe tempat Keisha bekerja pun tutup, seperti biasa sebelum pulang mereka pun berkumpul, hazel pun meminta digo untuk membangunkan Keisha yang masih tertidur pulas di dapur


"Keisya" ucap digo menepuk bahu keisha membangunkannya "waktunya minum teh"


Hah! keisha kaget mengeluh, memegang lehernya yang menegang


Hazel sialan! Dia meninggalkannya sendirian di dapur, keisha menggerutu jengkel, itu artinya seharian ini ia tak melakukan apapun


Ruang tengah sudah bersih dan kosong,


anak-anak cafe duduk disana, menikmati teh mereka


"Kau meninggalkan keisya sendirian di dapur, kalau dia masuk angin gimana! Kan kita juga yg repot" ucap felix


"Aku emang sengaja"ucap hazel


"Di dapur suhunya lebih hangat karna kompor, jadi dia bisa tidur dengan tenang, tidurmu enak keis"


"Nggak" jawab keisya mendengus jengkel


Mereka mengerutkan dahinya


"Ada apa terjadi denganmu keis, kau kelihatan bete sekali" ucap kevin


"Sebenarnya gue udah istirahat tadi pagi disekolah, eh ini malah hazel menyuruh gue istirahat lagi, kan gue jadi bete jadinya" ucap keisha kesal


Hazel malah tertawa cengar-cengir


"Emang kau tidur jam berapa! sampai hazel menyuruh istirahat segala"


"Jam 4" ucap hazel spontan


"apa!" Kevin dan felix kaget, dan digo menyemburkan tehnya


"Kok bisa, bukannya hazel mengantar lo pulang kerumah jam 11, dan bukannya lo habis pulang lo langsung tidur!"


"Tidak, dia setelah itu pergi balapan" potong hazel lagi


"Balapan?!"ucap digo kaget "kok tumben-tumbenan lo ikut balapan, malam-malam lagi! Emang lo ga capek apa!"


"Ga, lagian Gue hanya cari uang" ucap keisha


"Cari uang"ucap kevin penasaran "untuk apa keis"


"Keisya mencari uang untuk mamanya, obat mamanya habis"ucap hazel lagi


"kenapa lo ga minta bantuan ke anak-anak, kan kita bisa bantu"


"Nggak"ucap keisha geleng-geleng kepala lalu meminum tehnya "gue ga mau repoti kalian lagi, lagian gue mencari uang dari hasil kerja keras gue sendiri, tidak menerima bantuan dari kalian, walaupun gue capek, pegal, ataupun itu, gue tidak peduli"


Mereka hanya mengangguk tersenyum kagum


"Yaa ampun keisya" hazel mengacak rambut gue "gue bangga sama lo"