Dear keisha

Dear keisha
PART 45



PERJODOHAN?!


"siapa yang dijodohin keis?" Tanya agam penasaran


"Mana gue tahu" ucap keisya geleng-geleng kepala bertanda tidak tahu


Mereka berdua pun mendekat kembali telinga ke pintu ruangan namun tiba-tiba


"Hey, lo berdua ngapain?"


DUG


Kening mereka berdua sama-sama terbentur karna kekaget oleh sebuah suara


"Sialan lo, sakit tahu ga" maki keisya mengelus kening


"Eh, emang lo aja yang sakit, gue juga sakit kali" ucap agam yang juga mengelus kening kesakitan


"lo berdua ngapain sih"


Mereka sama-sama menoleh dengan nafas gugup dan mata mereka membulat setelah melihat orang itu


"Gue tanya sekali lagi, kalian berdua ngapain, hah!" Ucap tasya geram karna mereka tidak menjawab pertanyaan "Kalian nguping pembicaraan ngokap gue"


Keisya dan agam sama-sama menelan nafas pelan


"Gue mau...."


"Gue mau temani agam ke ruang kepsek" ucap keisya cepat membuat agam melotot ke arahnya


"Mau ngapain?"


"Gue mau nyerahin ini" ucap agam menunjukan mam marah ke tasya "surat persetujuan acara camping kita nanti"


"Lalu tadi ngapain kalian berdiri didepan pintu, kenapa ga langsung masuk aja? Kalian nyintipkan"


"Emang siapa yang didalam?" tanya keisya penasaran membuat tasya gelisah sendiri dan keisya memandangnya curiga "lo nyembuyikan sesuatu dari gue?"


"Ga" ucap tasya menyingkirkan agam dari pintu "minggir gue pengen masuk"


"Tunggu"


"Apa" ucap tasya telah membuka pintu sedikit dan keisya dapat melihat orang itu dan kaget saat ada sepasang suami istri yang tak asik baginya berada di dalam


"Itu kan orang tua radit? Ngapain mereka kesini?" Batin keisya penasaran


"Ini berikan ini ke nyokap lo, suruh dia tanda tangan sekarang juga, lalu kasih ke gue lagi" jelas agam


"Oke, gue berikan nanti" ucap tasya tergesa-gesa lalu menutup pintu cepat


BRAK


keisya ia hendak masuk melotot saat pintu di depannya di banting tiba-tiba, Sedangkan agam telah menenawakan dirinya


"Saudara tiri sialan" maki keisya


Lalu menatap tajam agam


"Lo"


"Kaburrrrr" ucap agam melarikan diri dari amukan keisya


"KETOS SIALAN, AWASS LO YAA!!!" Teriak keisya kesal


Ia pun melirik pintu, tak tahu kenapa ia merasa curiga dengan tingkah tasya tadi, benar-benar mencurigakan menurutnya


Lalu ia berpikir,


buat apa orang tua pak radit diruang kepala sekolah? oh keisya bodoh ia pas Ia menemui nenek sihir itu adriana. Tapi mengapa mereka membicarakan perjodohan? siapa yang dijohohi?


"KEISYA"


sebuah teriakan menyadarkan lamunannya dan segera menoleh Dan mendapati david melambaikan tangannya menyuruh ke lapangan, dan keisya pun menghampirinya


"Main basket yuk" ajak david


"Oke, gue ganti rok dulu" ucap keisya


"Jangan lama" teriak digo


Tak lama keisya pun udah kembali dengan sudah berpakaian celana traning olahraga namun tiba-tiba


"KEISYA"


david, keisya dan digo langsung menoleh tampak pak radit berdiri tegak


"Yaa pak, ada apa?" Tanya keisya


"Kamu bisa main basket?" Tanya pak radit mengangkat alisnya heran saat keisya sudah celana traning tidak berpakaian rok sekolahnya


"Iya pak, saya bisa main basket"


"Boleh saya ikutan"


"Tentu saja boleh, pak" ucap digo tiba-tiba "bapak masuk tim saya, melawan keisya dengan david"


"Tidak, saya tidak mau masuk tim kamu" ucap radit menolak saran Digo membuat digo menatapnya heran "saya mau kalian bertiga lawan saya"


"HAH!!" ucap mereka bertiga


"Maksud bapak 1 lawan 3 gitu" ucap keisha bertanya seolah tidak percaya apa yang ia dengar dan pak radit mengangguk mantap mengiyakan


"Bapak yakin ini 3 lawan 1" ucap digo tersenyum meremehkan


"Tentu saja. Ayo kita mulai sekarang sebelum bel masuk berbunyi" ucap pak radit bersemangat sampai-sampai mengulurkan lengan baju ke atas siku


Kami bertiga memandangnya heran, masih tidak percaya apa yang dipikiran pak radit itu. 3 lawan 1? Yang benar saja? Sudah pasti ia kalah


Para murid-murid mendadak sudah mengeliling lapangan untuk melihat pak radit, sang guru yang tergilai-gilai cewek bermain basket, bahkan ada tim Celiders dadakan menyemangati pak radit, mereka benar-benar sangat antusias hari ini hanya sedikit yang mendukung mereka bertiga


Dan rio pun datang menjadi wasit dadakan dan melempar bola ke atas dan langsung secara sigap ditangkap oleh pak radit secara langsung, lalu mengdribbel bola basket melewati keisya, digo dan david menghalangi jalannya, pak radit mengeluarkan jurus andalan dalam main basket dengan melempar jauh bola basket kedalam ring


1-0


sukses bikin mereka bertiga melongo dibuatnya, tidak percaya apa yang dilihat begitupun dengan sahabat keisya  yang ada si barisan penonton sementara murid-murid cewek bersorak gembira kagum menyaksikan bertapa jagonya pak radit


"Gila, pak radit jago banget mainnya, makin kagum gue" cerutu cindy sumringah


"Hoy, ada cowok lo tuh" sindir shiren


Cindy langsung menatap orang yang dimaksud shiren, orang yang ditatapnya lagi menatapnya tajam, cindy berkekeh geli


"Sayang, kamu tetap ada dihatiku" rayu cindy mengelus pipi kekasinya itu


"Bodo" ucap louis membuang muka kesal dengan cindy yang juga begitu mengagumi pak radit


Permainan pun dilanjutkan lagi dengan rekor yang dicetak pak radit dengan


5-0


mereka bertiga tidak tinggal diam dengan david lalu keisya mencetak rekor menjadi


5-2


Kini keisya berhadapan dengan pak radit yang lagi medribell bola di hadapannya, pak radit menatap keisya penuh arti sedangkan yang di tatap gugup


Tanpa sadar pak radit mengedipkan matanya ke arah keisya dan keisya melotot mendapatkan tatapan itu, membuat pak radit mengambil kesempatan dan mencetak rekor kembali menjadi


6-2


Tanpa mereka berdua sadari ada sepasang suami-istri memandang mereka dari jauh, sepasang suami-istri itu memandang kagum dan penuh arti kepada mereka berdua sampai berfikiran


"Mereka berdua benar-benar cocok" batin suami-istri itu


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Sesuai dengan rencana mereka. Semua sahabat keisya pada berkumpul di rumah mewah kevin tepat pada hari minggu.


Kini digo sedang adu PS dengan Felix sedangkan yang lain sedang menontonnya sambil menikmati cemilan mereka


TING  TONG  TING  TONG


"hoy, yang punya rumah buka pintunya dong, berisik tahu ga"ucap digo permainannya terganggu dengan suara bel rumah


"Malas" ucap kevin santai


"Ya udah gue aja yang buka" ucap rio bangkit namun orang yang mereka tunggu akhirnya datang


"Wih, ada prilly nih" ucap kevin dengan mata berbinar melihat prilly dan keisya datang ke rumahnya


Digo mendengar itu langsung menoleh sekilas lalu diam membeku, felix pun menatap digo penuh arti kepadanya. Sadar akan tatapan orang kini sudah menatap prilly dan digo bergantian. Digo merasakan itu langsung melanjutkan mainya lagi


"Jadi ini namanya prilly" ucap louis bangkit lalu mengajaknya perkenalan "hai, gue louis, sahabatnya keisya"


"Aku prilly latukonsina, dipanggil prilly" ucap prilly tersenyum ramah lalu berkenalan dengan rio, shiren dan cindy yang belum sempat perkenalan dengan


"Ayo duduk disini prilly" ucap kevin menarik tangan prilly menuju sofa ruang tengah lalu duduk bersama mereka


Tak tahu hati digo memanas saat melirik sekilas ke kevin yang lagi mengenggam tangan prilly, sampai-sampai ia mengenggam kuat-kuat stik PS geram


"Kevin sialan" batin digo


Felix melihat itu tersenyum smirk karna ia tahu apa yang terjadi pada digo


"Yaa ampun digo, lo jangan tarik stik PS gue kuat-kuat dong, nanti stik PS gue rusak" cibir felix membuat digo menatap tajam ke arahnya


"Diam lo"ucap digo ketus


Tiba-tiba suasana menjadi cangrung


"Lo bawa apa prilly" tanya aldo mencairkan suasana saat melihat tangan kanan prilly mengenggam sebuah kotak kecil yang berbentuk persegi panjang


"Oh, ini kak, brownis" ucap prilly meletakan di atas meja


"Wah seperti enak nih" ucap louis mengambil cepat kue itu lalu membukanya lalu tersenyum miring setelah tahu isinya


"Brownis kukus"


"Iya, kenapa? Kalian tidak suka yaa" ucap prilly merasa tidak enak


"Tidak kok prilly" ucap shiren tersenyum penuh arti kepada prilly "Hanya saja ini bukan kesukaan kita semua, ini kan kesukaan digo? Ya kan digo"


Orang yang ditanya tidak menjawab melainkan sibuk main PS dengan felix, dan shiren mendengus kesal


"Oh, ku pikir itu kesukaan kak keisya? abisnya prilly bingung mau beli kue apa, yaa udah prilly beli kue itu saja" ucap prilly polos


Mereka mengangguk paham dengan kepolosan prilly, diam-diam mereka tahu apa menyebab prilly membeli kue ini


"Eh, para cewek buatin minum doh, haus ini" ucap kevin


"Iya nih dari tadi gue duduk disini ga ditawarin minum apa?" Ucap aldo jengkel


"Cih, Yang punya rumah siapa yang, yang nyuruh kita siapa?" ucap keisha


"Eh, itu tugas cewek melayani kita yang kan guyy" ucap evin dan di angguki oleh tim cowok lainnya


"Cowok playboy kayak bos sih ogah"ucap keisha mau tak mau bangkit "ayo guyy" ucap keisya kepada tim cewek


"Jangan lupa ini bawa kuenya, dipotong sekalian" ucap louis memberikan kue itu


"Eh, prilly! Kau mau kemana?" Cegah kevin menahan prilly tidak pergi


"Kata kakak kan cewek buatin minum, prilly kan cewek?" Ucap prilly polos


"Ga usah prilly kau duduk aja bareng kita, kau tamu disini, tak enak jika tamu buatin minum sendiri, biar mereka bertiga aja yang buatin" ucap hazel memakan cemilannya


"Oh begitu" ucap prilly ersenyum cangrung


Sebenarnya prilly tidak mau disini. ia mau ikut bersama keisya di dapur, jujur disini ia tidak nyaman. bukannya tidak nyaman bersama laki-laki yang baik kepadanya, hanya saja dengan jantung berdetak cepat saat seseorang juga bersamanya


"Oh yaa pril, lo lagi sibuk apa sekarang?" Tanya david sambil memakan cemilan


"Sekarang aku sibuk merilis album solo ku yang pertama di indonesia"


"Apa judulnya" tanya louis


"Falling in love"


"Wah sepertinya lagu tentang cinta, lo pernah merasakannya prilly?" Ucap rio sengaja menanyakan itu


Sukses membuat prilly bungkam dan mengangguk mengiyakannya, membuat mereka saling menatap satu sama lain dan tersenyum miring


"Oh yaa" ucap louis antusias


"Berarti kau sudah punya pacar dong?"


"Belum kak, aku masih single?"


"Tapi, dulu aku pernah dengar beritamu dulu, menyatakan kalau kau pernah dekat dengan zayn malik, apakah itu benar?" Tanya kevin mengingat pernah membaca suatu majalah dulu. Ia berpikir apakah ini penyebab putusnya digo dan prilly


"Ohh itu, bukan dekat sih, cuman kami dulu pernah satu proyek dulu"


"Ga pacaran?" Tanya hazel


"Hahaha ga kak, aku sama dia tidak punya perasaaan apa-apa, Lagi pula dia bukan tipeku" ucap prilly jujur


"Benarkah, seperti apa cowok idamanmu?" Ucap kevin antusias


"Aku tidak punya tipe pria kak. yang terpenting ia dia selalu setia sama aku, melindungiku dan mencintaiku dengan tulus, begitu pun dengan aku" ucap prilly tulus


"Wah berarti kita sama dong, aku juga menyukaimu tulus dan akan setia padamu" rayu kevin mengenggam tangan prilly tiba-tiba


Membuat hazel, rio, aldo, david dan louis pun melempari kevin dengan bantal sofa


"Jangan dengarkan dia prilly" cibir hazel "dia itu playboy"


"Dan tidak ada setia-setianya" ucap aldo


berkomentar


"Siapa bilang! aku akan setia jika kau mau jadi pacarku" ceplos kevin santai membuat mereka melemparnya dengan bantal lagi


Prilly melihat itu tertawa geli melihat kelakuan mereka. digo sempat meliriknya sekilas tanpa sadar ia ikut tersenyum melihat prilly tertawa


"Andai saja lo ketawa bersama gue prill. Tapi....."


Digo geleng-geleng kepala tidak mau memikirkan itu, ia takut akan gegabah nantinya


"Nih, ada apa-apa nih ribut-ribut? sampe membuat prilly tertawa karna kelakuan kalian" tanya keisya meletakan beberapa gelas yang berisi jus jeruk sedangkan cindy dan shiren mengletakan kuenya yang sudah dipotong kecil-kecil ke piring


"Ini nih keis, kevin secara ngablak nyatakan perasaan ke prilly" protes hazel


"Apa?" Ucap keisya terkejut


"bilang suka gitu?" Tambah cindy dan shiren


Kevin mengangguk bersemangat mengiyakan perkataan keisha dengan polosnya


"No, no, no" ucap keisya lalu merangkul prilly "Gue ga akan biarin prilly dapat cowok playboy kayak lo bos"


"Betul tuh" kata mereka


"Lagian prilly nih mencari cowok setia dan mencintainya dengan tulus, ya kan prill" kata cindy dan prilly mengangguk mengiyakan


"Siapa bila? Aku akan setia jika apa mempunyai pacar sepertimu mencintaimu dengan tulus. Jadi kau mau menerimaku kan?" Rayu kevin kepada prilly dengan gaya gombalannya


Mereka pun langsung melempar bantal dan mengonyor kepala kevin bersamaan, dan membuat prilly tertawa lagi dengan sikap kekanakan mereka


Mereka melihat itu langsung berhenti, mereka tersenyum melihat prilly yang masih tertawa, kemudian mereka saling lirik seolah mengatakan


Laksanakan misi sekarang!!


Mereka suasana sudah mulai nyaman mereka pun diam menatap digo yang masih tidak peduli dengan kehadiran prilly malah sibuk dengan PSnya beradu dengan felix


"Emm...zel, kita berenang yuk" ajak david mencari alasan Yang tepat


"Ayo" ucap hazel mengerti lalu bangkit


"Gue ikut, udah gerah gue disini mulu, panas lagi" protes aldo seraya bangkit mengekori david dan hazel menuju kolam renang yang berada di halaman belakang rumah kevin


"Gue juga" ucap louis dan rio bareng


"Seperti gua harus mengambil handuk untuk mereka yang lagi berenang" ucap keisha, cindy dan shiren mengangguk setuju


"Ayo"


Kini kevin dibuat melotot oleh mereka karna hanya dirinya yang belum pergi atau belum alasan apapun


HENING


"Emm, seperti aku harus ikut mereka. emm prilly kamu disini yaa" ucap kevin menggaruk tekuknya tidak gatal lalu bangkit sekilas ia menepuk pundak felix mengasih kode dia


"Huhh, aku capek main kau digo.


Lebih baik aku pergi saja"ucap felix pura-pura kesal lalu pergi menyusul kevin "kevin aku ikut"


"HOY, PERMAINAN BELUM SELESAI LO LANGSUNG CABUT AJA. FELIX SIALAN!!!" Teriak digo kesal


"MAIN AJA SENDIRI"ucap felix membalas perkataan digo


HENING


Kini hanya digo dan prilly berada diruang tamu, tiba-tiba suasana cangrung menyelimuti hati mereka, prilly memainkan jari-jari gugup sedangkan digo masih asik dengan PSnya


HENING


HENING


"Apa tujuan lo disini?" ucap digo datar matanya masih fokus main PS sendirian


Sontak membuat prilly jadinya kagetnya, ia menoleh kanan kiri gugup seolah mencari orang yang digo bicarakan, tapi nyatanya hanya dia seorang


"Ka..kau bicara padaku?" Ucap prilly gugup


"Emang ada orang selain lo disitu?" ucap digo tertawa sinis


prilly geleng-geleng kepala tidak karuan, digo yang selama ini diam padanya akhirnya bicara juga padanya walaupun tidak berhadapan dengannya


"Apa tujuan lo kesini?"


Lagi? Digo menanyakan kata nya sama membuat prilly pukam ia pun mengerakan bibir gugup


"Maksud kau?"


"Apa tujuan lo kesini?"


Pertanyaan itu lagi? Membuat hati prilly tidak karuan ia bingung harus jawab apa


"Apa tujuan lo kesini?"


"A..aku kesini hanya ingin bertemu kak keisya" ucap prilly


"BOHONG!!" Bentak digo akhirnya meliriknya sinis melepaskan stik PS dari tangannya


Deg


Hati prilly sakit mendengar bentakan digo tiba-tibanya, hati bagai ditusuk jarum tajam


"Lo kesini ingin ketemu gue


kan?" Ucap digo sidis dengan wajah datarnya membuat prilly menelan nafas pahit


"Prillly!! harus berapa kali gue bilang sama lo kita ini tidak punya hubungan apa-apa lagi prilly, lo jangan pernah temui gue lagi, bicara ataupun tatap muka pada gue, lo itu bagai gadis ****** yang ga mau gue liat lagi, jadi lo jangan sok-sok bertemu keisya padahal lo mau ketemu gue"


Perlahan mata prilly memanas mendengar perkataan digo yang begitu menyakitkan


"Gue bukan digo yang kenal dulu, gue bukan digo yang sayang dan setia sama lo. Gue digo syarief seorang cowok yang masih SMA, seorang Cowok playboy kelas jap kakap ia lo temui sekarang ini. Sedangkan lo seorang artis terkenal yang membuat banyak fans diluar sana karna lo punya bakat"


"jadi lo jangan sok kecantikan, sok polos, genit dihadapan gue dan sahahat gue, karna lo tak ada gunanya di hidup gue, lo itu...."


PLAKK


Prilly yang ga tahan lagi mendaratkan tangannya ke pipi digo, menampar wajah digo,


"Apa kau begitu membenciku sehingga kau berkata kasar padaku digo, hah!!" Bentak prilly tidak terima sukses membuat digo tersenyum sidis


"Apa tidak ada perasaan sedikit saja rasa sayangmu padaku lagi? Apa kau tidak rasa berperasaan pada lawan bicaramu? Apa kau tidak ada rasa ingin bertemanan meskipun kita tidak punya hubungan apa-apa atau kau yang masih menundungku selingkuh dengan pria lain, hah!!!" tanya prilly menatap digo tajam, sedangkan orang di tatapan sukses bungkam


"Kenapa kau membenci ku digo? Kenapa? Kenapa?" Ucap prilly memukul dada digo berkali-kali, memberotak dirinya, digo yang dipukul malah membiarkan priil memukul dada bidangnya


"Apa salahku? Apa salahku digo? Hikz....hikz....hikz...kau jahat.. kau jahat....." ucap prilly


wanita itu memperlambat pukulan ia menunduk menyembuyikan tangisannya, digo melihat itu geram. perlahan-lahan tangannya tergulur hendak menyentuh pilly memberi ia ketenangan namun ketika tangan sudah di atas kepala pilly ia mengepalkan lagi menarik tangan lagi karna Egonya itu


"Aku benar-benar membencimu digo, membencimu" ucap prilly mengangkat kepalanya menatap digo tajam  "aku benar-benar membencimu"


Lalu ia mendorong kasar digo sehingga digo mundur selangkah, pilly pun mengambil tasnya kasar lalu pergi begitu saja meninggalkan digo yang diam mematung kepergiaan


"Prilly tunggu!!!"


Prilly terus berlari menyalakan mobilnya tajap gas, ia tidak peduli suara yang yakini itu suara keisha memanggilnya,


"Sekarang lo puas keis?" Ucap digo mengepalkan tangannya senaya menatap tajam keisya yang sudah keluar dari tempat persembunyiannya


"SEKARANG KALIAN, PUAS, HAH!!!"


digo tahu kalau mereka semua menrencanakan ini untuknya. Ia juga tahu kalau semua sahabatnya sudah mendengar pertengkaran dirinya dengan prilly


"Apa maksud lo digo?" Tanya hazel santai


"Lo semua rencanakan ini kan?" tunjuk digo menatap tajam satu-satu kepada sahabatnya itu "lo semua udah tahu tentang gue dan prilly kan?"


"Iya memang kenapa?" ucap shiren menatap digo tajam lalu tersenyum sidis "kita semua sudah tahu lo dan prilly"


"Dan kita ingin lo itu berubah digo, menjadi digo yang sebenarnya, apakah itu salah, hah!!!" geram louis menatap digo tajam


PRUK


PRUK


"wow kalian benar-benar hebat memainkan drama tadi" ucap digo bertepuk tangan kagum lalu tersenyum miring "tapi sayangnya itu ga akan mengubah hidup gue"


Setelah mengatakan itu ia pun mengambil jaketnya kasar yang berada di sofa lalu melewati mereka tapi sebelum itu ia berhenti menatap seseorang sidis


"dan lo keis? Berhenti lo ikut campur dalam hidup gue, ngerti!!!" Ucap digo lalu ia pergi


"Dasar keras kepala" batin semua sahabat


...❤️❤️❤️❤️❤️...


BRAK


digo membanting pintu kamarnya kasar, ia melempar jaket ke tempat tidur lalu bersandar di pintu kamar ia menarik rambutnya frustasi


"AHHHHKKK" teriaknya menarik rambutnya frustasi


"Bodoh....bodoh.... apa yang lo kalau lakukan tadi hah!!, bodoh....bodoh.... lo nyakitin dia" guman digo menampar pipinya sendiri berkali-kali


"Lo udah bikin dia nangis, lo udah nyakini hatinya, lo seharusnya ga ngomong gitu padanya" guman digo frustasi lalu tubuhnya menyorot


"Maafin gue prilly, maafin gue, hikz....."


Tanpa sadar airnya menetes lagi, air mata penyesalan, air mata yang akhirnya keluar dalam hidupnya setelah 4 tahun talu, dan mampu mengingat kejadian pahit 4 tahun lalu


****FLASHBACK ON****


pada waktu itu sedang mengandeng tangan kekasihnya menuju bandara soekarno hatta, karna hari ini keberangkatan kekasihnya menuju london,


"My baby, jaga dirimu baik-baik ya disini, jaga kesehatan, jangan telat makan. telepon aku terus, sering kasih kabar ke aku, jangan ganjek jadi cowok, selalu setia sama aku" ucap kekasihnya menatap mata digo


Digo berkekeh pelan lalu mencium lembut kening kekasihnya itu, jujur ia sangat sedih jika prilly pergi darinya, tapi ia harus berbuat apa sekarang?


"Kamu juga sayang, jaga diri kamu baik-baik, jangan telat makan, nurut sama orang tua. Jangan lupa hubungi aku jika sudah sampai, kasih kabar aku terus, oke" ucap digo tulus lalu mencium kening kekasihnya lagi


Lalu memeluknya erat, jujur ia akan menrindukan pelukan ini, prilly pun membalas pelukaan tak kalah erat juga


"Aku mencintaimu sayang" bisik digo


"Aku juga mencintaimu baby" balas kekasihnya


Tak lama mereka pun melepaskan pelukaanya karna orang tua kekasihnya karna untuk segera menaiki pesawat


"Kamu jaga diri baik-baik oke" ucap kekasihnya tanpa sadar air mata menetes


"Kamu jangan sedih doh" ucap digo menghapus air mata kekasihnya "Makin berat aku lepasin kamu. Senyum demi aku" ucap digo menarik bibir prilly membentuk senyuman


kekasihnya pun memeluk digo lagi lalu melepaskanya "aku pergi"


Digo mengangguk tersenyum lalu kekasihnya pergi perlahan-lahan tangan ia genggam terlepas


"Aku selalu mencintaimu baby"


"Aku juga"


Perlahan-lahan kekasihnya pergi darinya digo pun menatap punggung kekasihnya yang sudah mulai hilang dari pandanganya


"Aku selalu setia dan selalu mencintaimu prilly" batin digo


Setelah itu digo dan prilly menjalani hubungan LDR setiap ada waktu dan kesempatan digo selalu menghubungi prilly terus, begitupun dengan prilly selalu menghubungi digo terus,


Dan itu terjadi selama 9 bulan, mereka saling mencintai satu sama lain, Walaupun banyak wanita yang mendekati digo, digo selalu setia sama prilly, begitu pun prilly begitu banyak pria mendekati di london ia setia sama digo dan mencintainya


Sampai digo mendengar kabar kalau prilly sudah tenar di london ia berbakat dalam modelin, iklan, dan penyanyi digo sebagai pacar tentu saja bangga sama prilly memang mempunyai mimpi seperti itu


Hati digo tambah senang lagi kalau ia mengetahui kalau prilly akan mengunjunginya ke indonesia,


Dan sekarang ia lagi di ruang tunggu, menduduki dirinya dengan sebuket bunga mawar kesukaan prilly ditangannya, ia menatap bunga itu dengan senyuman tak pernah hilang dari bibirnya itu


Tiba-tiba sepasang sepatu mengalihkan perhatiannya dan  membuatnya langsung bangkit berdiri


"Sa.....tante widya?" Ucap digo kegelagapan saat menatap orang yang ia tunggu ternyata bukan prilly melainkan nyokap prilly


"Apa yang kau lakukan disini digo?" Ucap tante widya walaupun ada nada tidak suka dari bicaranya


"Saya nunggu prilly tante?" Ucap digo menolek ke kanan kiri mencari prilly, namun tidak ada


"Prilly dimana tante?"


"dia tidak ada disini dan saya tidak akan biarin anak saya disini"


"maksud tante?" Ucap digo bingung


"Saya mau kamu mutusin anak saya segera"


Deg


Hati digo sakit mendengar ucapan nyokap priily, ia hanya tersenyum memahami itu, memang dari awal sejak digo dekat dengan prilly hingga mereka berdua berpacaran nyokap prilly memang tidak suka dengannya, dan sampai sekarang hubungan mereka tidak direstui olehnya, tapi digo tetap memperjuangkan cinta demi prilly


"Saya tak akan melakukan itu tante, saya akan memperjuangkan cinta saya"


Tante widya tersenyum sidis seolah meremehkan digo


"Kamu jangan bermimpi digo untuk bisa memiliki anak saya, kau itu berbeda dengan prilly, kamu itu pria kampungan yang tak tahu diri dan hanya beruntung berteman dengan anak saya, sedangkan prilly anak saya seorang gadis sangat terkenal di london, Foto model dan iklannya ada dimana, kamu itu tidak pantas untuk kau miliki"


"Saya malah bangga padanya tante prilly mempunyai bakat seperti itu"


"Kamu tau mimpi anak saya?" Ucap tante widya mengalihkan topik lain


"tentu saja saya tahu tante" ucap digo tersenyum bangga "prilly yang memang dari dulu menjadi orang terkenal"


"Iya memang kamu tahu, maka jauhi prilly"


"maksud tante?"


"Apa kamu tidak mikir? jika fans prilly tahu jika dia mempunyai pacar seperti kamu yang kampungan dan miskin maka karir akan hancur, fansnya pasti Berpikir sang idola mempunyai selera yang kampungan dan tak mau mengidolakan prilly lagi"


Sukses membuat digo bungkam tidak mampu menjawab


"Lagi pula saya sudah menjadi jodoh yang cocok untuk prilly anak saya, yang bisa bikin karir makin tenar, kamu tahu siapa orang itu?"


Digo hanya geleng-geleng kepala bertanda ia tak tahu apa-apa, memang benar jika prilly tidak pernah cerita padanya kalau ia dekat dengan seorang pria di london, tapi apakah prilly bohong padanya?


Digo hanya geleng-geleng kepala lagi prilly tidak mungkin bohong padanya


"Kalau kamu tidak percaya? Ini buktinya" ucap tante widya memberikan sebuah amplot coklat kepadanya


Digo pun membuka dengan dengan hati tidak karuan dan tangan gemetar


Matanya melotot dan memanas hatinya sakit saat melihat beberapa foto prilly dengan seorang pria yang bleteran yang ia yakini artis terkenal yang berasal dari london adalah zayn malik


Dalam foto itu tampak prilly sedang bermesraan dengan zayn malik bahkan ada yang membuat hati digo makin sakit yaitu foto ciuman mereka berdua


"Ini tidak mungkin tante, ini tidak mungkin" ucap digo tetap tidak percaya karna ia yakin ini hanya rekayasa tante widya saja


"Terserah, kamu tidak percaya atau tidak, yang terpenting yang kamu ketahui prilly tidak akan menemui sekarang ini karna ia akan memilih zayn malik yang sedang mengajak prilly berkencan dibandingkan ingin menemui dirimu"


Setelah itu tante widya pergi meninggalkan digo yang diam mematung


"Ga, prilly pasti menemui gue, yaa pasti" guman digo menyemanti dirinya ia yakin prilly pasti pulang


5 jam kemudian


Digo masih menunggu walaupun


Hari sudah malam, bandara sudah mulai sepi pengunjung, ia yakin ia pulang menemui


Namun tiba-tiba ponselnya berbunyi dan melihat siapa orang itu


From : my love ily


My baby, maafkan aku baby, aku tidak pulang hari ini, aku ada urusan dulu yang harus ku selesaikan. Dan kamu tenang aja minggu depan aku janji akan menemui, aku mencintaimu baby


Deg


Hati digo hancur berkeping-keping, hati bagai ditusuk jarum yang sangat tajam, air matanya menetes seketika


"Kenapa kamu memilih dia prilly?" Guman digo kecewa


Setelah kejadian itu hubungan digo dan prilly renggang, berkali-kali prilly hubungi digo untuk menanyakan kabarnya memberi ia penjelasan dan nomornya selalu tidak aktif


Digo memang sengaja tidak mengaktifkan ponselnya karna masih dalam suasana terpukul, dan makin terpukul lagi saat melihat berita prilly berkencan dengan zayn malik dan tentu saja Digo belum siap ketemu prilly dan  bicaranya


1 bulan kemudian


Dimana sekarang digo sudah siap hatinya untuk menemui prilly yang akan benar-benar akan menemuinya dan juga ia akan menyiapkan hatinya yang akan hancur lagi


"Baby, aku merindukanmu" ucap prilly berhamburan dipelukan digo,


digo yang mendengar itu hanya diam saja dan tidak membalas pelukaannya


"Kamu tahu ga aku senang banget ketemu kamu" ucap prilly tersenyum bahagia melepaskan pelukan digo


"Kamu makin ganteng aja yaa" ucap prilly tersenyum dan mencubit pipi digo gemas "makin cabi deh"


Digo hanya tersenyum getir dan menatap prilly sendu


"Baby, kamu kenapa sih diam saja? kamu kenapa?" Ucap prilly khawatir


"Aku mau ngomong serius sama kamu?"


"Ngomong apa?"


"Kita berhenti sampai disini"


dan sukses bikin prilly diam memantung matanya memanas seketika


"Maksud kamu?"


"Aku tidak sanggup lagi menjalani hubungan ini prilly"


"Kamu itu kenapa sih digo? Aku tidak percaya kamu tidak sanggup menjalani hubungan ini? kamu masih sayang sama aku kan, cinta sama aku kan" ucap prilly berbasi keras tidak mau diputusi digo "atau kamu tahu berita itu" tebak prilly


Hati digo sesak melihat senyum manis prilly hilang sekejap digantikan air mata yang akan akan turun,


digo hanya diam ingin membuat prilly mengengam tangan digo menyakini digo


"Baby, dengari aku, aku tidak punya hubungan apa-apa dengan zayn malik itu, berita itu hanya  rekayasa, aku tidak kencan dengan dia, kami hanya makan malam untuk membicarakan proyek iklan kami berdua, lagi pula aku tidak berduaan kok, ada maneger aku dan dia juga. Aku tahu kan aku sayang sama kamu cinta sama kamu, bahkan aku rela lepasin keartiskan aku"


Digo hanya diam saja, ia menunduk tidak kuat melihat prillu menangis karnanya


"Kamu liat aku baby, liat mata aku, aku sayang sama kamu, cinta sama kamu" ucap prilly tulus


Digo pun menatap mata prilly yang benar saja? Ada ketulusan dimatanya. Tapi digo harus berbuat apa yang harus melakukan ini demi kebaikannya dan juga demi kebaikan prilly


"maafkan aku prilly, aku tetap dengan keputusan aku walaupun itu hanya salah paham atau tidak?"


"Digooo"


"Prilly kembalilah ke london, jangan temui aku lagi atau bicara padaku lagi, jaga dirimu baik-baik, jaga kesehatanmu, raih mimpimu disana. Selamat tinggal prilly"


Digo pun pergi menglepaskan genggaman prilly pergi berlari meninggalkannya yang masih menangis kepergian


"Maafkan aku sayang, maafkan aku telah menyakitimu" ucap digo sendu


******FLASKBACK OFF******


Sejak kejadian itu prilly benar-benar tidak menemui ataupun bicara padanya walaupun di luar sana berita tentang prilly dan zayn malik telah terungkap yang memang ternyata tidak mempunyai hubungan-hubungan apa-apa, hanya sebatas rekan kerja saja


Tapi tidak membuat digo akan berubah keputusannya, ia tetap menjauhi prilly, seolah-olah  tidak mengenal prilly sekalipun


Ia juga berusaha untuk melupakan prilly dengan menjadikan dirinya seorang playboy yang mengencani wanita berganti-gantian, dan berubah dirinya tidak seperti dulu lagi


Tapi nyatanya sampai sekarang ia belum bisa melupakan prilly, wajahnya yang cantik selalu ada di benak kepalanya, suara yang gemasi selalu ada di pendengarannya, sikapnya yang polos dan senyuman yang manis tak pernah ia lupakan


sejujurnya ia masih mencintai prilly tak pernah melupakan dan juga tak ada niat untuk menyakitinya sekalipun


digo pun lalu bangkit berdiri, ia berjalan gontai menuju lemari pakaiannya dan menemukan sebuah kontak biru, ia lalu membukanya dan tersenyum getir pada benda itu



...


Sebuah bunga yang ketika ia ingin berikan ke prilly namun tidak jadi karna ia dalam terpukul waktu itu dan sampai sekarang ia simpan meskipun bunganya sudah layu


itu mengambarkan dirinya pada prilly. Bunga yang merah cerah kini berubah menjadi layu tapi kelopak-kelopak belum terlepas dari tangkainya. Begitupun dengan dirinya, sikapnya yang sudah berubah dengan prilly, namun hatinya belum terlepas dari prilly, masih terikat padanya


"Aku akan selalu mencintaimu sayang, tak pernah melupakanmu" batin digo


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Sejak kejadian di rumah kevin prilly benar-benar tidak bertemu digo lagi begitu pun keisya ia benar-benar hilang bagaikan ditelan bumi


Begitupun digo sudah jarak berkumpul dengan geng glader lagi begitupun di cafe dan di markas. Dikantin sekolah ia tidak berkumpul seperti biasanya bersama sahabatnya melainkan malah mengodai adik kelas ceweknya dan makin menjadi playboynya


Sedangkan Di cafe setelah kerja ia langsung pulang tidak berkumpul dulu seperti biasanya


Benar-benar bikin mereka geram dengan sikap digo. Dan sekarang Pada malam harinya keisya sedang baca buku di sofa di samping dengan arka yang duduk disebelahnya


Karna hari ini arka akan menginap dirumahnya untuk menjaga mereka bertiga agar tidak keluyuran malam-malam dan perlu diawasi. Berhubung jason kakaknya tidak ada sekarang ini, ia pulang ke amerika untuk menjenguk papanya yang sedang sakit sekaligus meneruskan perusahaannya yang lagi berkembang di amerika, ada kala arka yang mengantikan dirinya itu,


EMANG DIRINYA ANAK-ANAK?!


TOK   TOK   TOK


"Siapa sih malam-malam kesini?" Protes keisya saat mendengar ketukan pintu rumahnya


"sudah buka saja, siapa tahu penting?" ucap arka menebuk bahu keisya menyuruhnya


Mau tak mau keisya pun bangkit menuju ruang tamu membuka pintu utama rumahnya dan kaget melihat orang itu


"Ta...tante widya" ucap keisya kegelalapan saat melihat tante widya yang ia ketahui mamanya prilly


"Dimana digo?" Bentak tante widya tiba-tiba


"Digo belum pulang, tante?" Ucap keisya jujur


"Bohong kamu pasti nyembunyian digo dan juga anaknya prilly"


"Nyembunyiin? Maksud tante apa?" Ucap keisya tidak mengerti


"Apa sih ribut-ribut?" Ucap arka tiba-tiba nongol lalu berdiri di samping keisya "dia siapa keis?"


"Dia...."


"dimana digo?" desak tante widya memotong perkataan keisya dan menatap tajam mereka berdua


"anda siapa? Untuk apa anda mencari digo?" Ucap arka bingung


"Anda tidak perlu tahu siapa saya, cepat katakan dimana digo? Dimana ia sembunyiin anak saya"


"Saya benar-benar tidak tahu tante, saya...."


"Tante widya?"


Semuanya langsung menoleh ke arah suara itu dan melihat digo diam mematung atas kehadiran tante widya


"Oh ternyata kamu sudah keluar dari tempat sembunyianmu?" Ucap tante widya menatap digo tajam


"Apa maksud tante? Sembunyian apa?" Ucap digo bingung


"Dimana kamu sembunyikan anak saya? Kamu pasti belum melupakannya bukan?"


Membuat digo bungkam tidak mampu menjawabnya,


"Tante, jangan menunduh sepupu saya sembarangan dong tante, dan mana mungkin digo menyembunyiin prilly" bela keisya tidak terima jika digo di tunduh seperti itu


"Kamu, ga usah ikut campur" tunjuk tante widya geram


"Saya benar-benar tidak tahu dimana prilly tante?" ucap digo jujur berusaha mengalihkan dirinya agar tetap tenang jujur ia mengkhawatirkan prilly sekarang


"Jangan pura-pura bodoh kamu digo" ucap tante widya geram "Kamu pasti tahu dimana anak saya?"


"Hey, anda itu siapa sih sebenarnya?" ucap arka sudah mulai risih kebingungannya dan tidak rela kalau adik di tunduk sembarangan


"saya memang tidak tahu apa masalah anda, anak anda dan juga digo, tapi setidaknya anda bisa bicara baik-baik tidak menunduh sembarangan orang"


"Kamu....."


"Kalau anda tidak bisa bicara baik-baik anda bisa keluar dari rumah saya sekarang juga" ucap arka sampai finish


"Oke baiklah, saya akan bicara baik-baik" ucap tante widya mulai melunak lalu duduk disofa tanpa diminta


Arka, keisya dan digo pun duduk disofa mendengarkan apa yang terjadi sebenarnya?


HENING


"Oke, anda bisa jelaskan sekarang, apa yang terjadi apa yang terjadi pada anda itu sehingga anda menunduk adik saya sembarangan?" Tutut arka tenang


"Anak saya prilly latuncosina kabur dari rumah dan sampai sekarang ia belum kembali"


"APA?!"