Dear keisha

Dear keisha
PART 47



"Gue....kangen lo dav."


" yaa ampun keis, gue kirain apa? Cuman mau bilang kangen toh. Hahaha. Gue juga kangen lo kok"


"Emm, iya" ucap keisya tersenyum getir


"Yaa udah, lo tidur gih udah malam. besok sekolah, kita bisa ketemuan bukan?"


"iya, lo juga. good night"


"Good night too and I love you"


"I love you too"


TUT  TUT  TUT


keisya menunduk sedih seraya mematikan sambungan teleponnya,


"Maafin gue dav" batin keisya


Keisya mendongak saat mendengar pintu balkon terbuka dan mendapati hazel berdiri dengan 2 cangkir teh di kedua tangannya


"Lo belum tidurkan?" ucap hazel.


Keisya mengeleng-geleng kepala menandakan belum tidur. Lalu memberikan secangkir teh hangat kepada keisya


"Nih minum teh dulu, supaya suasana hati lo mendingan, tidak ada setan lagi"


"Sialan lo" ucap keisya kesal meminum tehnya membuat hazel berkekeh pelan "lo setannya"


"Mana ada setan seganteng gue" canda hazel percaya diri membuat keisya tertawa


Hazel tersenyum bisa membuat keisya tertawa lalu menyisap tehnya


"Oh yaa keis? Lo akan kasih tahu masalah lo ke anak-anak"


"Sepertinya tidak"


"Kenapa?"


"Lo ga tahu aja sifat mereka? Kalau gue bilang kalau gue mau dijodohkan yang di rencanakan tasya, bukannya bantuin menyelesaikannya eh malah menimbulkan perang dunia nantinya. Belum lagi masalah digo dengan prilly yang harus kita selesaikan. gue ga mau merepotkan mereka, gue ga mau mereka ikut-ikutan masalah keluarga gue. Jadi gue mau lo dan kevin janji untuk tutup mulut tentang ini, gue mau menyelesaikan masalah gue sendiri" ucap keisya


Hazel tersenyum saat mendengar keisya masih peduli akan saudara meskipun masalah lebih berat darinya. Ia menyentuh rambut mengelus-elus lembut


"Gue janji keis, gue ga akan bilang ke lain sebelum lo bilang sendiri ke mereka" ucap hazel


"Thank, lo memang sahabat pengertian" ucap keisya tersenyum tulus


"Lalu bagaimana dengan david?" tanya hazel penasaran


Sukses wajah keisya murung seketika ia menatap kosong langit malam. Hazel sadar akan itu pun menarik keisya ke pelukannnya menyadarkan kepala ke bahunya sedangkan tangan terulur mengelus-elus bahunya


"Lo boleh cerita ke gue, apa yang lo rasakan keis?" Ucap hazel perhatikan akan apa yang keisya alami


"Gue ga tahu zel? apa gue harus bilang ke dia atau tidak? Jujur gue ga mau bikin dia sakit hati jika ia tahu gue akan bertunangan dengan orang lain dan malah meninggalkan gue. Gue ga mau kehilangan dia, gue ga mau kehilangan orang yang gue cintai. Gue akan berusaha dulu untuk pembatalan perjodohan itu"


Hazel hanya tersenyum mengerti akan perasaan keisya saat ini, ia menarik keisya ke pelukan seakan memberi ketenangan baginya


"Sama juga dengan gue keis, gue juga belum siap untuk kehilangan lo yang akan menjadi milik orang lain nantinya" batin hazel sendu


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Besok paginya


Di sekolah atau lebih tepatnya di area parkiran david sudah duduk di motor spotnya sembari tangan kanan memutar-mutar ponselnya karna ia sedang menunggu seseorang


"Yaa ampun keis, lo dimana sih?" Ucap david khawatir


Ia melirik jam tangan menunjukan 06.50 wib, berarti ia sudah tiga puluh menit menunggu kehadiran keisya yang juga belum datang ke sekolah padahal sebentar lagi bel masuk berbunyi.


Nomor anda tuju tidak aktif, cobalah beberapa saat lagi


"Ah sial" ucap david yang sudah 10 kali yang mencoba menghubungi keisya tepat saja belum ia angkat, padahal baru kemaren malam ia menghubungi dan nomornya tersambung tapi sekarang?


Ah.... membuat david makin khawatir dan mencoba untuk positif thingking


"Ya tuhan, cobaan apa lagi kau berikan kepadaku, kenapa kau masih mengirimkan anak setan untukku" ucap david mengengus sambil tangan mengadah ke atas saat melihat orang yang ingin ia hindar datang menghampirinya


"Hai dav" ucap tasya berdiri disampingnya lalu mengayun manja di lengan david


"Apaan sih lo, lepas!!!" Ucap david menipis tangan tasya dari lengan


"Yaa ampun dav, lo jangan galak pagi-pagi, nanti ganteng kurang loh?" ucap tasya mencontel dagu david gemas


"Bodo amat. Pergi ga lo" ucap david cuek dengan kehadirannya


"Dav, lo jangan ngusir gue gitu dong. Lo kan capek-capek nunggu gue disini"


"Idihh, sejak kapan gue nunggu lo, mimpi siang bolong sana"


"sudahlah dav, ngaku aja"


"BODO AMAT" ucap david berlengah pergi begitu saja ia merasa risih karna tasya ada di samping


Tasya menatap punggung david dengan tatapan penuh artinya lalu tersenyum sinis


"Dav, dav. Lo sekarang boleh nolak gue, tapi nanti lo akan menrangkak jatuh dipelukan gue. Karna orang yang lo tunggu tak akan pernah lo capai" batin tasya tersenyum sinis


...❤️❤️❤️❤️❤️...


"Selamat pagi anak-anak" sapa pak radit ketika memasuki kelas Biologi dengan semangat


"Pagi pak" ucap siswa tak kalah semangat pula


"Baiklah sebelum saya memulai pelajaran, saya mau ambil absen dulu" ucap pak radit memerintah anak didik


Satu persatu nama dipanggil pak radit disautkan oleh murid-murid. Namun ada satu nama ia bikin ia penasaran


"Keisya adelia wilson" perintah pak radit memanggil namanya membuat semua siswa-siswi saling lirik "apakah ada?"


"Pak?" ucap shiren tiba-tiba angkat tangan yang merupakan teman sebangku keisya "keisya tidak masuk hari ini"


"Kenapa?" Tanya pak radit penasaran "apakah dia sakit?


"Saya rasa tidak pak. Mungkin ada urusan lain kali pak soalnya Dia ga bilang ke saya" ucap shiren jujur


"Oh begitu" terdengar nada kecewa dari pak radit lalu menlanjutkan mengambil absen siswa lain


"shiren, lo benar-benar ga tahu keisya dimana?" tanya louis menanyakan keberadaan gadis itu kepada shiren


"Tumben tuh anak bolos hari ini?"


"Ntah lah. Kita tanya aja ke digo nanti?" Saran shiren membuat louis mengangguk paham


Pak radit pun menjelaskan pelajaran matematika serta rumusnya namun hatinya tiba-tiba tidak karuan setelah mengetahui keisya tidak masuk hari ini tanpa alasan apapun, ia juga berusaha untuk fokus sekarang ini


"sekarang kerjakan contoh soal dihalaman 31 dalam waktu 30 pulang menit harus selesai semuanya" ucap pak radit mengembang buku cetak


"iya pak" sorak siswa-siswinya


"Oke, saya izin dulu sebentar ada urusan dulu harus saya kerjakan dan Satu lagi tidak ada yang ribut selama saya pergi, mengerti!!" Perintah pak radit sebelum meninggalkan kelas pamit


"Iya pak" sorak mereka kompak


Pak radit pun keluar kelas menyelusuri koridor sekolah lalu duduk di bangku taman, ia mengeluarkan ponsel lalu mengotak-atik menghubungi seseorang yang bikin ia tidak semangat hari ini


"Ah, sial. Kenapa nomornya tidak aktif?"ucap radit kesal lalu menghubunginya lagi namun selalu gagal, ia pun menatap kosong ke depan


"Apa kau masih marah kepadaku?" Batin radit


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Seorang gadis menuruni anak tangga rumah mewah kevin dengan semangat dan melihat kevin sedang makan sarapan di meja makan,


"Selamat pagi bos"ucap keisha menarik kursi di hadapan kevin lalu mengambil roti tawar untuk sarapannya


"Pagi kepalamu, kau sudah kesiangan tau" ucap kevin dan keisya berkekeh pelan "kau ga sekolah hari ini?"


"Malas" ucap keisya santai mengigit roti tawar yang sudah ia beri selai


"Malas sekolah atau malas ketemu selingkuhanmu"ucap kevin menyindir keisha dan membuat keisya menatap tajam kearahnya


"Apain lo bos" ucap keisha kesal


"Lo jangan mulai lagi deh"


"emang benar bukan"ucap kevin berkekeh pelan


"Sudahlah vin, jangan mencari ribut di pagi yang cerah gini" sela hazel menengahi mereka sambil Menaruh 2 piring nasi goreng untuk kevin dan keisya


"Sarapan dulu keis"


"thank" ucap keisya menyatnap nasi goreng buatan hazel,


hazel hanya tersenyum lalu mengambil sendiri untuknya di dapur dan makan bersama dengan mereka


"Kan emang benar bukan, kau lagi dekat dengan david tapi radit yang akan menjadi calon tunanganmu. Menurutku radit juga oke kok, ganteng, kaya raya, gentle, pintar, baik lagi" ucap kevin tersenyum polos tidak peduli 2 insan manusia menatapnya tajam


"Ogah" ucap keisya spontan


"Kalau mau menjalani hubungan lebih serius tapi tidak berdasarkan cinta pasangan itu tak akan bahagia" ucap hazel bijak membuat keisya mengangkat jempol kagum


"Terserah" cibir kevin


"sial, ponsel gue lobet lagi, pasti anak-anak khawatirkan gue, ga kasih kabar" gurau keisya saat merogoh saku jeans dan menemukan ponselnya mati


"Sudah, lo jas ponsel lo sana" suruh hazel


"Iya, sebelum selingkuhanmu khawatir juga" ucap kevin polos


Membuat hazel dan keisya menatap tajam kevin aura membunuhnya bertebaran dimana-mana


...❤️❤️❤️❤️❤️...


"woi, lo pada kenapa kok bengong aja dari tadi, kayak anak ayam belum kasih makan tau ga"ucap digo


Saat melihat teman-teman pada berkumpul di kantin pada jam istirahat dengan wajah tidak enak dilihat bahkan makanan mereka di atas meja tidak disantap sekalipun


"Berisik lo" ucap louis


"Kita itu mikirin keisya tau, ga ada kabarnya tuh anak" ucap cindy


"Oh, gitu. Lo pada jangan khawatir, tuh anak baik-baik aja kok" ucap digo


"Tahu dari mana?" Tanya shiren


"Kemaren malam arka bilang ke gue kalau keisya ga pulang dari pesta sahabat pokapnya karna ada urusan yang harus diselesaikan" jelas digo


"Urusan apa?" Tanya david penasaran


"Ntah lah, gue juga ga tahu" ucap digo mengangkat bahu pertanda tak tahu apa-apa


"Lo sepupunya atau bukan sih, masa keberadaan keisya aja lo ga tau"ucap louis membuat digo melotot ke arahnya


"Apaan sih lo" ucap digo tidak terima


"Tunggu, tunggu, lo bilang keisya malam hari pergi ke pesta sahabat pokapnya? emang pesta siapa?" Tanya aldo


"Gue juga tahu pesta siapa" ucap digo lagi


"Seperti ada yang ga beres nih guyy" ucap david tiba-tiba menjadi gelisah sendiri tak tahu kenapa ia terpikiran keisya terus seolah keisya akan pergi meninggalkannya


"Yaa lo benar, ada ga beres disini" ucap rio


"Maksud lo ri?" ucap david tidak mengerti arah perkataan rio


"Tuh lo liat" ucap rio memainkan dagu menunjuk arah seseorang yang menghampiri meja mereka Dan mereka menoleh ke arah dituju rio


"Oho, oho seperti ada nenek lampir lagi kesini" sorak digo menyambut seseorang itu dan orang itu mendengus kesal


Tasya mendengus kesal, ia berjalan mendekati david lalu duduk di sebelahnya


"Hai, dav"


"Hai, nenek lampir" jawab mereka kompak dan membuat tasya menatap tajam arah mereka


"Dav, lo kok belum makan, nanti bel bunyi lo. lo kan belum makan Gue suapin yaa!" Ucap tasya mengambil sendoh jatah makan david lalu menyuapinya


"Apaain sih" ucap david menipis sendok yang ada ditangan tasya


"Dav, lo harus makan sekarang, ntar lo sakit kalau ga makan" ucap tasya perhatian berusaha merayu david


"bodo" ucap david tidak peduli


"Eh, sya, ngapain sih lo kesini, lo bikin selera makan kita hilang tau ga" cerutu cindy risih tidak suka dengan tasya yang genit kepada david


"Iya nih, mendingan pergi aja deh, ke meja lo. jangan disini" usir shiren


"Berisik lo pada" ucap tasya kesal


"Dengar yaa! Sekolah ini milik nyokap gue, hak gue ada di dalamnya. Jadi terserah gue dong melakukan apapun, kalian ga berhak ikut campur sebelum nama kalian gue jantupkan di surat skors, ngerti!!!" Ancamnya lagi


"songong banget sih lo" protes cindy geram begitu juga dengan yang lain


Tasya tersenyum sinis lalu berayun manja di lengan david


"lepas.....hmm" ucap david berhenti mendadakan serangan tiba-tiba dari tasya


sukses bikin mereka melongo dengan mata terblalakan tidak percaya apa yang dilihat bahkan rio dan louis yang sudah mempunyai pasangan terganga dibuatnya karna mereka melihat


Tasya mencium bibir david


Dan juga membuat suasana kantin riuh seketika, sorak ria memandang tidak percaya yang dilakukan tasya ke david bahkan ada yang memotret moment langka tersenyum


BRAK


David memukul meja kantin murka setelah ia berusaha memberontak melepaskan ciuman tasya kepadanya wajah memerah menahan amarah dan tangan mengepal kuat-kuat


"APA YANG LO LAKUKAN HAH!!!" bentak david marah


"Kenapa kamu senang bukan?" ucap tasya tersenyum kemenangan


"Lo...." ucap david geram tak mampu berkata-kata apapun karna ia benar-benar murka sekarang. Kalau tasya bukan cewek ia pasti menghajarnya habis-habisan lebih baik ia melengah pergi menghindar peperangan yang mungkin akan terjadi


"Benar-benar gila" ucap aldo geleng-geleng kepala tidak percaya


"berarti mengibar berperangan bagi kita"ucap digo geram dan tasya hanya mengrespon tersenyum sinis


"Cewek murahan" protes cindy kesal 


Geng glader pun meninggalkan


Area kantin mungkin akan menjadi area perperangan jika mereka tetap disana


"Bagaimana lo sudah kirim ke dia" tanya tasya kepada ricky


"Sipp, sudah gue kirim" ucap ricky  mengangkat jempolnya


"Baguss" ucap tasya tersenyum puas


"Lo yakin rencana lo berhasil!!" Tanya devan


"Kalau gue melakukan sesuatu ga ada yang ga berhasil dev" ucap tasya


"Oke, kalau gitu gue akan dukung lo" ucap devan menepuk bahu tasya lalu melengah pergi


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Keisya dan hazel mendapatkan tantangan dari kevin untuk main basket di depan perkarangan rumahnya bersama, namun nyatanya bukannya main serius, kevin malah main dengan bermain curang


"Hey, kau kok berhenti mainnya, ayo main lagi" ajak kevin saat melihat keisya duduk di tangga depan rumah kevin


"Malas, lo curang mainnya bos" ucap keisya meminum air botol mineral dingin


"Aku tidak curang. Kau saja yang tidak bisa main" ledek kevin


"Zel ayo main denganku"


"Kalau keisya tidak main denganmu karna kau curang, maka aku juga tak mau main denganmu"ucap hazel menolak ajakan kevin mentah-mentah membuat keisya tertawa


"Lo kemana?" Tanya hazel melihat keisya berdiri


"Ke dalam. Ambil ponsel gue" jawab keisya tanpa melirik hazel dan berjalan masuk ke dalam rumah


Tak lama ia kembali duduk di sebelah seraya menghidupkan ponsel yang sudah berisi penuh


"Gila, banyak banget men-call gue" ucap keisya dengan mata terblalakan tidak percaya melihat pesan masuk dan panggilan tak terjawab dari sahabat-sahabatnya, bahkan paling dominan adalah david dan radit


Ketika tangan keisya hendak menghubungi david ada pesan masuk secara persamaan, tanpa sadar tangan membuka pesan itu


Seketika wajah keisya langsung berubah drastis menjadi merah padam, tangan kirinya yang mengenggam botol minuman itu remuk seketika karna ia meremaskan kuat-kuat


"Keis, lo kenapa" ucap hazel bingung akan berubah wajah keisya. Tanpa pikir panjang ia merebut ponsel keisya


"Astaga, naga" ucap hazel tidak bisa menyembunyi kekagetnya


"Apa yang dilakukan da....eh keis lo mau kemana?" Ucapan hazel berhenti saat keisya bangkit berdiri dengan terburu-buru menuju mobilnya yang terpakir di bagasi dan langsung tajap gas


"keisya, tunggu!!!" Teriak hazel


Cemas lalu berlari ke tempat mobilnya berada dan langsung menyusul mobilnya keisya


"Apa yang terjadi sih!?" guman kevin bingung akan tingkah mereka berdua


...❤️❤️❤️❤️❤️...


"Apa!!! Jadi sekarang papa tidak ada di ruangan. Dia di eropa untuk mengurusi perusahaannya" ucap keisya terkejut setelah di mengetahui keberadaan papanya


Keisya benar-benar geram setelah Tasya mengirim foto menjijikan dengan david sehingga membuatnya datang ke kantor perusahaan besar papanya dan bertanya kepada resepsionis tentang keberadaan papanya untuk meminta bantuan, karna ia tak ingin tinggal diam untuk masalah ini


Bisa saja papa juga bisa membantu untuk membatalkan perjodohan itu? Mungkin?


"iya nyonya, tuan pergi beberapa harinya lalu" ucap resepsionis ramah


"lalu kapan dia pulang?" Tanya keisya


"Saya belum tahu nyonya?"


Keisya mendengus kesal mendengarnya jawaban tidak tahuan dari resepsionis tersebut


"kalau begitu. Kalau papa sudah pulang tolong hubungi saya, mengerti" ucap keisha memberikan nomor telepon kepada resepsionis itu


"Iya, nyonya, saya akan hubungi anda jika tuan sudah pulang"


"Oke, permisi saya pergi dulu"


"Iya nyonya" ucap resepsionis membungkuk hormat


Keisya pun berbalik pergi namun langkah berhenti ketika melihat hazel menghampiri


"Jadi gimana? Lo ketemu nyokap lo?" Tanya hazel 


"Lo ngikuti gue" ucap keisha mengerutkan alis heran


"Iya. Gue ngikuti lo karna lo lagi kerasukan setan sekarang"


"Sialan lo" ucap keisya lalu menglangkah kakinya melewati hazel "gue ga ketemu pokap gue karna ia lagi di eropa sekarang"


"Oh begitu" ucap hazel mengangguk paham menglangkahkan kaki sejajaran dengan keisya "lalu lo mau kemana sekarang?"


keisya mendengus sinis mendengar pertanyaan yang selalu menanyakan keberadaannya.


Emang ia pikir dia anak-anak selalu diawasi?


Ia pun memilih pergi menuju tempat mobilnya lalu pergi begitu saja


Hazel menghela nafas panjang


Melihat kelakuan keisya kepadanya dan memilih mengikutinya kemanapun keisha pergi, ia takutkan terjadi apa-apa padanya dalam kondisi labilnya itu


Ia tidak menyangka apa yang dilihat tadi, melihat foto ciuman tasya dengan david itu. Tak siapa yang mulai duluan, membuatnya geram sendiri


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Keisya menghentikan mobilnya di depan perkarangan Rumah keluarga wilson, ia keluar dan menatap sinis rumah itu seolah ia akan merencanakan sesuatu di dalam rumah itu


"Apa yang lo lakukan disini?" Tanya hazel tiba-tiba sudah berada disebelahnya


"Buat onar"ucap keisha asal lalu berjalan masuk ke rumah mewah itu dan hazel geleng-geleng kepala mengikutinya


"Eh, nyonya keisha datang. Selamat siang nyonya" ucap assiten rumah menyambutnya


"Siang Bik. papa ada bik"


"Tidak ada nyonya, tuan lagi ada di eropa mengurusi perusahannya"


"Oh, begitu" ucap keisya pura-pura mengangguk seolah ia baru mengetahui. Ia hanya memastikan apakah papanya benar-benar berada di eropa atau malah ia bersembunyi di rumah sendiri


Keisya pun melangkah masuk menuju ruang tengah dan menyuruh hazel duduk disitu sementara dirinya pergi ke dapur bersama assitennya


"Bik keluarkan semua cemilan disini. Bawa ke ruang tengah" ucap keisya saat membuka kulkas dan melihat banyak cemilan serta minuman kaleng


"Semuanya nyonya?"


"Iya"


"Tapi kan ini punya...."


"Saya tidak perduli" ucap keisya memotong perkataan assitennya itu kalau tidak itu adalah punya tasya dan devan


Keisya pun membawa beberapa cemilan dibawa ke ruang tengah serta assiten ikut membantunya juga karna cemilan ciki yang begitu banyak. Hazel melihat itu melongo dibuatnya


"Gila lo, lo ngapain bawa cemilan kesini, banyak banget lagi? Lo mau makan semuanya?" protes hazel tidak percaya saat melihat cemilan ciki bertumpuk di meja ruang tengah


"Enak aja. Lo juga kali" ucap keisya mengambil salah satu cemilan ciki di atas meja lalu di berikan ke hazel


"Ogah. gue sudah kenyang" tolak hazel menaruh ciki di meja lagi "lo makan aja sendiri"


"Oke" ucap keisya santai mengambil salah satu ciki cemilan lalu menaruh kedua kaki yang sudah ia lepas sepatu di atas meja dengan tidak sopan


"Sebenarnya apa yang lo rencanakan sih?" Tanya hazel heran tapi nyatanya ia juga ikut-ikutan juga


"Lo liat aja 1 jam kemudian" ucap keisya tersenyum penuh arti kepada hazel dan hazel mengangguk mengerti


1 JAM KEMUDIAN


mereka berdua benar-benar menikmati waktu santai mereka berdua tanpa memikirkan sekitar mereka sendiri yang sudah berantakan. bungkusan ciki, kulit kacang, dan minuman kaleng sudah berserakan di mana-mana, ruangan ini benar-benar seperti tempat pembuangan sampah


Sedangkan si pembuang masih berwajah polos tanpa dosa sedikitpun


"ASTAGA!!! APA-APAIN INI" teriak tasya marah ketika baru memasuki rumahnya dan menemukan ruang tengah yang sudah berantakan


PRANG


"Ada a... AW....KEPALA GUE!!!" Jerit devan saat terpotong saat memasuki ruang tengah tiba-tiba sebuah kaleng soda mendarat mengenai kepalanya. Ia pun mengambil kaleng itu kasar


"SIAPA YANG MENGLEMPAR KALENG INI, HAH!!!"


"Uppss salah lempar" ucap hazel polos dengan tangan kanan menutup mulutnya seolah ia kaget


"Uhh, hazel lo ga boleh gitu dong sama saudara tiri gue. Lo jahat tau ga" ucap keisya pura-pura kesal kepada hazel


"LO!!" Tunjuk tasya dan devan geram


"Apa yang lo lakukan di rumah gue hah!!! Berani-berani lo bikin rumah gue berantakan kayak gini" teriak tasya marah


"Lo mengibarkan bendera perang sekarang, hah!!!" ucap devan marah


Hazel dan keisya berkekeh pelan melihat kemarahan dari mereka berdua ia tunggu-tunggu sejak awal. Keisya pun bangkit dari sofa masih dengan wajah polosnya melangkah kaki menghadapi tasya


"Kenapa, lo sangat menyukainya bukan?"


"Apa maksud lo?"


"Tasya, tasya, emang lo pikir gue ga tau akal picik lo itu"


"Ckk, lo cemburu? Dengan membikin rumah gue kayak tempat pembuangan sampah kayak gini, iya?"


"Yaa, tepat sekali"


"Lo!!" Ucap tasya geram tangannya hendak menampar pipi keisya kalau tidak hazel menahannya


"Kalau sampai tangan lo menyentuh pipi keisya, lo harus hadapi gue dulu" ucap hazel menatap tasya tajam lalu beralih ke devan pada saat tangan devan mencengkram lengan


"Tapi sayangnya lo bukan tandingannya, melainkan gue" ucap devan menantang senaya tersenyum sinis


Hazel membalas senyuman sinis pula maka terjadi berkelahian antara devan dan hazel, mereka adu otot berkelahi tidak ada yang mau mengalah sedikitpun


Sedangkan keisya dan tasya mereka berdua saling menatap tajam satu sama lain aura ruangan tengah sudah menjadi aura perperangan bagi mereka berdua


"Apakah lo akan kalah sekarang?" Tantang keisya melipat tangan didepan dada


"Sepertinya tidak" ucap tasya tersenyum sinis


Kini giliran keisya dan tasya pun berkelahi, mereka berdua tak mau kalah sedikitpun. Walaupun mereka sama-sama perempuan tapi mereka sangat jago dalam ilmu bela diri karna mereka tak mau dianggap lemah oleh para lelaki


"Ternyata bela diri lebih kuat sekarang" ucap keisya berdecak kagum menghapus sedikit darah di ujung bibir karna tonjokan dari tasya


"Kenapa? Lo mengaku kalah sekarang?" Ucap tasya dengan senyum kemenangan


"Sayangnya tidak" ucap keisya tiba-tiba melakukan serangan yang terduga oleh tasya sendiri


Membuat tasya jatuh tersungkur ke lantai sambil memegangi perut kesakitan yang mendapatkan serangan itu, keisya pun berjalan berjongkoh di hadapannya dan menatap tajam tasya


"Gue peringatan ke lo yaa. lo boleh macem-macem sama gue, tapi lo jangan macem-macem sama orang yang gue cintai atau melakukan hal menjijikan itu, kalau tidak gue akan bikin hidup lo sama kayak sampah yang berantakan ini, ngerti!!!"


Setelah mengatakan ancaman untuk tasya ia pun bangkit berdiri lalu menyuruh hazel pergi dari tempat ini. Namun tiba-tiba langkah berhenti ketika mendengar perkataan tasya


"Ckck bagaimana jika david tahu kalau orang yang ia cintai bakal tunangan dengan orang lain bukan?"


Sukses bikin keisya diam memantung, mendadak hatinya tidak karuan. hazel yang melihat itu pun menarik tangan keisya agar tidak mendengarkannya dan mungkin akan menyakitinya


"Ayo keis, jangan dengankan perkataan dia"


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Besok paginya di sekolah


"KEISHAAA"


Keisya mendongak saat setelah ia menutup pintu mobilnya ketika ia berada di pakiran dengan tiba-tiba cindy dan shiren berhamburan di pelukannya dan hampir membuatnya terjatuh mendapatkan pelukan dadakan itu


"Lo kenapa aja sih kemaren? Kita khawatir tahu ga lo gak kasih kabar bahwa lo ga masuk"ucap cindy melepaskan pelukan keisya


"Iya nih, nelfon ga diangkat, sms ga dibalas. Lo kemana aja sih keis? Kita khawatir tahu ga"ucap shiren


Keisya berkekeh pelan melihat khawatir kedua sahabatnya itu lalu


"Sorry nih guyy, gue ada urusan dulu yang harus diselesaikan dan soal gue ga bales dan ga angkat nelfon lo pada, ponsel gue lobet waktu itu" jelas keisya


"Emang urusan apa sih? Apa sudah selesai" Tanya shiren penasaran


"Sudah kok. Ayo masuk" dusta keisya merangkul kedua sahabatnya


"Maafin gue cin, ren, gue belum bisa jujur sama kalian, gue butuh waktu untuk menyelesaikan masalah gue sendiri" batin keisya


"keisya"


Mereka bertiga sama-sama menoleh ke arah suara itu dan mendapati david menghampiri mereka dengan wajah sumringah karna kehadiran keisya


"stop!! Berhenti disitu" tunjuk keisya menyuruh david berhenti melangkah dan david pun berhenti melangkah tak jauh darinya " 2 meter dari gue?"


"Apaan sih lo keis? Lo ga kangen sama gue?" Tanya david mengerutkan alis heran


"Kangen? Setelah lo buat sekolah ini pada heboh karna lo sendiri, lo bilang kangen ke gue?"


"Iya gue tahu. foto lo yang menjijikan itu" ucap keisya menatap tajam david. Sedangkan cindy dan shiren diam-diam menenawakannya


"Sumpah keis!! bukan gue yang melakukan itu, dia mulai duluan. Kalau lo ga percaya, lo tanya aja kedua sahabat lo tuh?" tuntun david meminta bantuan shiren dan cindy


Cindy dan shiren mengangkat ke dua bahu tak acuh dengan dengan wajah polosnya membuat david mendengus kesal akan mereka berdua


" nah tuh, mereka aja ga peduli sama lo. Pokoknya lo jauh-jauh dari gue 2 meter"ucap keisha ketus


"Tapi...."


"3 meter"


"Keisya"


"4 meter"


"Oke, dua meter" ucap david mengangkat kedua tangan ke atas seakan menyerah berusaha membujuk keisya.


"Hahaha, kasian deh" ledek shiren memuntah tawanya


"Rasain tuh" ledek cindy berkekeh pelan


"Awass lo berdua, bukannya dibelain malah dikhinati" ucap david jengkel


...♥️♥️♥️♥️♥️...


"Eh, lo kemaren kemana?" Tanya louis meletakkan tas di meja lalu duduk di bangkunya


"Iya nih, lo tahu ga gue khawatir sama lo, takut kenapa-kenapa sama lo. Karna gue ga mau kehilangan lo keis" ucap aldo menunjukan wajah khawatir dengan mengenggam tangan keisya erat


"Mulai deh dramanya" ucap cindy memutar bola matanya malas


"Apaain sih lo do, lo jangan lebay deh" ucap keisya menipiskan tangan aldo


"Keis gue serius sekarang. Lo kemaren kemana sih?" Tanya aldo


Ting.... ting..... ting.....ting.....


"lo monyet-monyet pada bubar sekarang, bel sudah bunyi" peringatan keisya dengan polosnya


"Sialan lo" jawabnya mereka lalu mengoyor kepala keisya bersamaan


"Anjir kepala gue!!"ucap keisha jengkel


"Bodo amat" jawab mereka bareng


Keisya mendengus jengkel dan sahabat-sahabat segera membubarkan diri menuju menuju meja masing-masing dan tak lama guru mata pelajaran pertama pun datang yaitu ibuk clara guru kimia,


"Keisha" ucap ibuk clara melihat keisya mengeluarkan buku-bukunya dari tas


"Iya buk" ucap keisya menoleh


"Bisa minta tolong ibuk, tolong ambilkan buku absen teman-teman kamu di ruangan guru, meja ibuk. Habis ketinggalan" suruh ibuk clara


"Kok saya sih buk, ketua kelas kan ada" ketus keisya tidak mau


"Daffa lagi sakit keisya. Cepat laksanakan perintah ibuk" suruh ibuk clara geram


"Iya, iya" ucap keisya mau tak mau bangkit keluar kelas menuruti perintah ibuk clara sampai-sampai membuat sahabatnya keisya heran atas kelakuan keisya yang tidak penurut sekarang


Bukannya keisya tidak mau hanya saja ada seseorang yang tidak ingin ia temui di ruang guru


Akhirnya keisya pun sampai ruangan guru, ia melirik sinis pintu ruangan guru lalu berjalan masuk ruangan tersebut dengan menyembulkan kepalanya. Ia menemukan pak radit lagi di meja guru sedang memperkutat dengan laptop dengan wajah serius


"ini orang sadar ada gue ga yaa!" Batin keisya was-was


Keisya masih berdiri diambang pintu dengan tangan kanannya memegang knop pintu dan melihat ke arah meja pak radit, berlahan-lahan ia membuka pintu lebar-lebar agar ia bisa memasuki ruangan tersebut. ia lalu melangkah kakinya menuju meja ibuk clara segera karna ia ingin cepat-cepat pergi


"Kemarin. kenapa kau tidak masuk?"


BRUK


keisya terlonjak kaget mendengar suara itu sehingga tanpa sengaja ia menyenggol beberapa buku itu jatuh berserahkan di lantai, keisya pun cepat-cepat berjongkok membereskannya


Radit pun segera menghampiri keisya berjongkok membantu membereskan buku-buku yang jatuh itu


"Kalau ambil buku itu hati-hati, jangan langsung ambil saja, liat kan bukunya jatuh semua" ucap pak radit


"Lo ga perlu kasih tahu, gue udah tahu" ucap keisya ketus membuat Radit menatapnya


"Kau masih marah padaku?"


mereka berdua sama-sama berdiri meletakan buku itu kembali di meja ibuk clara. Tangan keisya pun segera mengambil buku absen lalu hendak pergi setelah pak radit menahan tangannya


"Mau kemana?"


"Gue harus ke kelas sekarang. Lepas!!" Ucap keisya


"Tunggu dulu!!" Ucap pak radit menahan tangan keisya agar ia tidak pergi "kau belum menjawab pertanyaanku?"


"Apa!?"


"Kemaren kau kemana?"


"Apa perlu gue jawab?"


"Tentu. Kau itu calon tunanganku, kemanapun kau pergi aku harus tahu" ucap pak radit spontan


"Cih" ucap keisya tersenyum remeh lalu mendekat wajah ke telinga radit seolah berbisikan sesuatu "lo jangan terlalu banyak berharap"


Lalu keisya menjauhkan wajah tersenyum sinis. Radit hanya tersenyum menanggapinya lalu ia mendekat wajahnya ke wajah hingga 1 senti sehingga keisya merasakan nafas radit setelah wajah keisya


"Aku tidak terlalu berharap tapi aku akan memperjuangkannya"


CUP


HENING


"RADITTTT"


Radit berkekeh pelan mendengar teriakan keisya setelah dirinya mencium bibir keisya sekilas lalu kembali ke meja


"Lo...." tunjuk keisya marah hendak menghampirinya namun tiba-tiba telinganya terasa panas


"Ahh telinga gue. Le....."jeritan keisha terputus saat melihat orang yang menjewer telinga


"Ibuk clara"


"Apa yang kamu lakukan hah!! Saya menyuruhmu mengambil absen disini bukan untuk mengodai pak radit disini" ucap ibuk clara marah"


"Whatt" ucap keisya terblalakan tidak percaya. Sedangkan pak radit menahan tawanya


Hello!!! Godai pak radit? Bagaimana bisa?


guru atau siswi perempuan di sekolah ini memang menyukai pak radit karna orangnya ramah dan juga tampan, Semua cewek berlomba-lomba untuk menarik perhatiannya. Tapi lain keisya ia ogah-ogahan melakukan itu


"Ibuk salah paham deh, saya ga godai pak radit kok?"


"Jangan banyak ngomong kamu, saya liat dengan mata saya sendiri kalau kamu godain pak radit" ucap ibuk clara makin menjewer telinga keisya membuat keisya mengringis kesakitan


"Ah...ibuk.. sakit buk..."


"Rasain nih, siapa suruh kamu tidak menuruti perintah ibuk. Ayo masuk"


Ibuk clara langsung menyeret keisya menuju ke kelas meninggalkan pak radit akhirnya memuntahkan tawanya setelah mereka pergi


"Ibuk, sakit kuping saya nih buk" adu keisya mengringis "lepaskan doh buk"


"Nanti kamu kabur lagi"


"Ga kok buk, suer deh"


Akhirnya ibuk clara menglepaskan jewerannya dari telinga keisha, keisha lalu mengusap telinga karna masih membekas ditelinga


"Ibuk bapak kepala sekolah manggil ibuk tuh"


"Mana" ucap ibuk clara menoleh


"Kaburrr!!!"


"HEY, MAU KABUR KEMANA KAMU!!! BERANI-BERANI KAMU KERJAIN SAYA!!!" Teriak ibuk clara


Keisya berhasil kabur melarikan diri dari jangkauan ibuk clara, ia berlari menuju tempat aman untuk mengdiam diri


"Radit, sialan!!! Berani-berani ia cium gue" ceretu keisya kesal dengan nafas ngos-ngosan akibat berlarian


"Liat aja gue harus membatalkan perjodohan itu" guman keisya setelah menemukan ide dibenak kepalanya lalu mengrogoh saku seragamnya untuk menelepon seseorang untuk meminta bantuan


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Pada malam harinya dua orang pemuda sedang duduk di kap mobil, dua pemuda itu sedang menunggu seseorang yang akan datang ke salah satu club malam di jakarta.


"Vin, kau ngapain sih ngajak aku ke sini, tumben banget? Biasanya aku yang selalu mengajakmu kesini tanpa mengajak cewekmu ogah-ogahan mau datang. Tapi sekarang sendiri? Apa jangan-jangan kau tidak laku lagi?" ucaphazel sekaligus menyindirnya


"Sialan kau" ucap kevin kesal


"selama kadar ketampanan ku belum berkurang, aku masih laku tahu. Lagi pula aku kesini karna seseorang meminta bantuan ku"


"Siapa?"


"lihat aja nanti, kau pasti tahu orangnya?" Ucap kevin sengaja bikin hazel penasaran


"Hai!! zel, bos"


Hazel dan kevin sama-sama menoleh ke arah suara memanggil nama mereka bertiga. Terlebih hazel tentu saja kaget melihat orang itu


"Ngapain lo....astaga!!! lo ngapain sih pakai baju gituan" pertanyaan hazel berhenti saat menyadari pakaian keisya tidak enak di lihat olehnya


"Wow, seksi" ucap kevin dengan mata berbinar dengan polosnya


"SEKSI, KEPALAMU!!!"  Ucap hazel kesal mengonyor kepala kevin


Hazel benar-benar geram melihat keisya malam ini, bagaimana tidak? Keisya yang mengenakan dress mini ketat dengan lengannya sedikit terbuka sehingga memperlihatkan lengkuk tubuhnya


"Jadi apa rencanamu?" Tanya kevin tidak peduli hazel yang masih menatapnya tajam


Keisya pun menceritakan kepada mereka berdua tidak peduli dengan hazel yang kini melototinya hingga ia selesai bicara


"Idemu cukup bagus" ucap kevin mengusap dagu "ayo kita coba?"


"Tidak. Aku tidak setuju" protes hazel


"Kenapa?" Tanya keisya heran


"Apa kau gila, kau masuk ke dalam dengan pakaian kayak gini, Tidak. aku tidak izinkan itu. Kita bisa merencanakan yang lain bukan?" protes hazel jengkel


"Ga ada hazel selain ini" keluh keisya


Hazel berbasi keras tidak setuju dengan rencana mereka, Biarpun hazel sering pergi ke bar hanya untuk bersenang-senang tapi kalau menyangkut orang yang ia sayang tak akan membiarkan itu terjadi


"Emang kau siapa keisya? Kau itu bukan pacarnya bukan?"ucap kevin dan keisya mengangguk setuju


"Tapi....."


"Sudahlah zel, kalau lo ga mau bantu gue ya sudah lo bisa pergi dari sini. Biar kevin aja yang bantu gue" ucap keisya jengkel


"Bos lo bawa dia sekarang, gue tunggu disini"


"Oke" ucap kevin mengangkat jempol lalu pergi dengan mobil


Keisya pun masuk ke dalam club malam tersebut itu tanpa mempedulikan hazel diam mematung akan ucapnya tak dia membantu atau tidak, keisya ga peduli sekarang. Ruangan itu tampak gelap dengan lampu-lampu warna-warni dan musik yang berdentang-dentang tidak karuan


Keisya tampak kesusahan melewati kerumunan itu karna banyaknya orang menikmati musik, membawa gelas-gelas berisi minuman, merokok, dan berdansa


"Keisha"


tiba-tiba hazel menariknya ke pelukannya ketika pelayan membawa nampan menabraknya


"Berhati-hatilah" kata hazel


"Gue pikir lo ga peduli lagi sama gue"


"Gue ga akan biarin lo disini sendirian" ucap hazel


Keisya tersenyum


"Terima kasih"


Hazel pun membawa keisya di salah satu sofa empuk yang kosong untuk mereka duduki


"Ingat yaa kei? Ini adalah pertama dan terakhirnya lo kesini" kata hazel


"iya, bawel" ucap keisya


Tak lama ponsel keisya pun berbunyi, ia pun mengambil ponsel dan tersenyum penuh arti melihat itu


"ayo zel, kita dansa" ucap keisya bangkit dari sofa lalu menarik tangan hazel masuk ke rumunan orang yang sedang berdansa


mata hazel terus saja menatap tajam setiap pria yang menerkam keisya, ia tak akan rela jika ada orang mendekati keisya dan berdansanya


"Zel, lo santai aja kali"ucap keisha berkekeh pelan sadar dengan tatapan hazel itu lalu yang tangan kanannya reflek menempel ke bahu, tangan keisya menuntun tangan hazel ke memeluk pinggang keisya


"lo ngapain?" ucap hazel grogi atas pelakuan keisya kepadanya


"Berdansa" ucap keisya tersenyum


Sukses membuat hazel salah tingkah ditambah jarak mereka cukup dekat. Keisya tampak menikmati musik. Tapi tidak bagi hazel, ia tampak terus menatap keisya yang menikmati musik,


Andai saja gue bisa menghentikan waktu, gue pengen berada di dekat lo terus, terus ada di pelukanmu. Tapi itu hanya hayalan tak akan terwujud" batin hazel


Sementara ditempat lain datanglah dua orang pemuda tampan memasuki bar ia menduduki sebuah kursi mini bar


"Vin, ngapain kau mengajakku kesini?" Tanya radit dengan nada tak suka, ia benar-benar tidak suka berada ditempat beginian


"hanya untuk menemaniku. Kau mau minum?" Tanya kevin memanggil bartender


"Tidak. kau sudah tahu aku bukan?"ucap radit


Kevin berkekeh pelan


"ayolah, coba aja sekali, siapa tau ada wanita menarik perhatianmu"


"Emang kau pikir, aku sepertimu bermain-main dengan wanita di manapun. Aku masih punya masa depan yang cerah" ucap radit kesal "lagi pula aku akan...."


Ucapan radit terputus saat melihat salah satu orang yang ada dirumunan orang yang sedang berdansa yang tidak asing baginya


"Apa yang kau lihat?" Tanya kevin mengadahkan pada arah yang dituju radit lalu ia tersenyum "keisha?"


"Bagaimana dia bisa ada disini?" Ucap radit tidak suka


"Kau baru tahu yaa?"


"Maksudmu?" Ucap radit menatap kevin seolah berjuta pertanyaan tentang keisya


"Dia memang begitu. Selalu pergi ke club malam setiap hari, dia menjadi primadona disini karna kecantikaannya, sudah banyak pria-pria datang padanya"


"Benarkah?" Tanya radit tidak percaya akan cerita keisya ia dengar "bagaimana bisa?"


"Yaa bisa lah. kau sudah liat sendiri bukan?" ucap kevin tersenyum pada radit "jadi menurutku batalkan saja pertunanganmu itu, carilah wanita baik-baik, jangan bikin keluargamu malu memiliki minantu seperti dia"


Radit diam tampak memikirkan kata-kata kevin dengan mata terus menatap keisya dan juga membuat kevin menatap penuh arti


"Mudah-mudahan berhasil" batin kevin


Kevin memang sengaja mengatakan itu pada radit karna itulah rencana mereka berdua dengan keisha, keisya yang sengaja pergi ke club malam agar nanti kevin mengajak radit pergi bersamanya lalu menjelek-jelekan keisha seolah keisha itu wanita liar sehingga perjodohan itu batal dengan radit sendiri yang membatalkannya, karna juga radit yang tidak menyukai wanita seperti itu


"tapi kenapa keluarga wilson tidak bilang apa-apa padaku?" tanya radit


"Hahaha radit-radit kau tidak tahu saja keluarga wilson itu? Mereka tak bilang karna mereka ingin menutupi keburukan keisha sendiri dengan menjodohkan denganmu" kekeh kevin


"oh begitu" ucap radit mengangguk lalu menatap keisya lagi yang masih asik berdansa dengan orang lain, ada rasa hati yang tidak suka disana


"Nih orang lama banget mikirnya sih tidak bilang 'perjodohan batal' masalah selesai" batin kevin tidak sabaran


"kalau memang keisya begitu, aku akan mengubahnya" ucap radit bangkit dari kursi


"Maksudmu?" Tanya kevin tidak percaya apa yang ia dengar


Sedangkan hazel dan keisya masih asik berjoget menikmati musik dansa namun dalam hati hazel sudah mulai gelisah sendiri


"Keis, mudah-mudahan rencana lo berhasil yaa?" Tanya hazel dan keisya mengangguk tersenyum


Ketika menikmati musik dansa tiba-tiba tangan kanan keisya ditarik orang lain


"Lepasss" ucap keisya hendak menipiskan tangan itu setelah melihat orang yang memegang tangan dan pura-pura kaget "radit?"


"Ayo, ikut aku" ucap radit hendak menarik tangan keisha namun tertahan karna hazel menarik tangan kirinya


"Apa-apaan kau dit, lepaskan tangan keisya" bentak hazel tidak terima


"Aku calon tunangannya jadi sebaiknya kau saja yang melepaskan tangannya"


DEG


hazel yang belum siap mendengar kata 'Calon tunangan' membuat hati remuk seketika, ia diam memantung mendengarnya tanpa sadar tangan keisya ia gandeng pun lepas


Radit pun membawa keisya keluar dari club malam tersebut dan tiba di pakiran mobil radit, Dia langsung membukakan pintu belakang untuk mengambil sesuatu


"Ini pakailah, jaketku. agar menutupi tubuhmu itu" ucap radit memberikan keisya jaket tebal


"Tapi gue....."


"Aku tidak peduli. Kau harus pulang sekarang denganku sekarang" bentak radit tanpa bantahan, membuat keisya kaget akan bentakannya itu


Radit pun langsung membukakan pintu depan untuk keisya itu setelah dia duduk sambil mengenakan jaketnya itu.


Ia pun langsung membanting keras pintu kemudian berjalan memutar untuk masuk ke sisi satunya lagi, lalu segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh


"Mudah-mudah rencana gue berhasil" batin keisya was-was


...♥️♥️♥️♥️♥️...


"apakah kau sudah lama begitu?" Tanya radit ketika mereka telah sampai di jalanan sepi


"Iya. kenapa? kau membatalkan perjodohan itu?"


Radit menoleh sekilas lalu fokus menyetir lagi


"Sudah berapa banyak para pria datang padamu? Apakah hazel juga termasuk"


"Lumayan banyak sih dari kalangan manapun. hazel di bilang orang terfavorit gue dan dia juga ingin gue membatalkan perjodohan itu"


"Lalu apakah keluargamu tahu kau begitu?"


"Tahu. Mereka malah menutupi nya dengan menjodohkan denganmu, jadi sebaiknya kau batalkan perjodohan itu. Kau dan keluarga pasti malu memiliki menantu sepertiku bukan?"


Radit pun mulai merasa tidak beres dengan pembicaraan, ia pun menepikan mobilnya dan berhenti


"Kenapa berhenti?" tanya keisya heran saat mereka masih di jalan tol. Tapi radit tidak menjawab melainkan menatap keisya dengan wajah seriusnya


"Bilang sejujurnya padaku sekarang? Ada apa dengamu? Kenapa dari tadi aku selalu tanya tentang dirimu kau selalu berbelok menjawabnya dengan membicarakan pembatalan perjodohan kita. Apa jangan-jangan kau melakukan ini memang sengaja untuk membatalkan perjodohan kita?" Tanya radit memecikkan mata curiga


"Mampus gue" batin keisya


"Kenapa kau diam. Berarti aku benar bukan?" Ucap radit lalu melajukan mobilnya lagi


"G..ga aku serius. Aku memang sudah lama begini. Aku hanya tidak ingin jika kau menikah denganku keluargamu akan malu memiliki minantu sepertiku. Semua orang....."


"cukup Keis!!!! Berhenti bicara membatalan perjodohan itu karna sampai kapanpun aku dan keluargaku tak akan membatalkannya, ngerti" ucap radit tegas memotong perkataan keisya


"Tapikan....."


"Aku tidak peduli jika kau wanita liar atau apapun itu. Yang perlu kau ketahui jika aku menikah denganmu aku akan menjadikan wanita lebih baik nantinya" ucap radit


"Tapikan gue masih sma, belum juga...."


"Sudahlah, Kita lanjutkan besok pembicaraannya. Keluarlah. Kita sudah sampai" ucap radit memperhentikan pembicaraan karna mereka sudah sampai di  pintu gerbang keluarga wilson


Keisya mendongak kepala tanpa sadar ia sudah sampai dirumahnya seiriknya ia mengobrol lama, ia mengerutkan alis heran


"Keisya bodoh!!! Ya iyalah dia mengantar lo kesini, diakan tahu rumah lo disini. Bukan rumah lo yang sebenarnya" maki keisya


"apa yang kau tunggu lagi?" Tanya radit heran melihat keisya yang masih bengong


"Oh, oke. Ini jaketmu" ucap keisya hendak melepaskan jaketnya setelah radit menahannya


"Tidak, kau pakailah jaketku dulu, diluar dingin. jadi kembalikan besok saja" ucap radit masih perhatian kepada keisya


"Terima kasih" ucap keisya sambil mengangguk


Radit mengangguk tersenyum, keisya pun keluar membuka pintu mobil dan keluar dari mobilnya


Keisya menghentak-hentak kakinya kesal setelah mobil radit langsung melaju pergi meninggalkannya


"Bodoh!! Bodoh!! Kenapa gagal sih?" ucap keisya kesal lalu melirik sinis rumah mewah keluarga wilson "gue tinggal disini? Ogah"


Keisya hendak melangkah kaki untuk mencari taksi sebelum mobil sport hitam terlintas didepannya, keisya tersenyum karna ia tahu mobil itu


"Jadi bagaimana?" tanya keisya sendu


"Sepertinya kau harus menerima takdirmu mulai sekarang?" Ucap kevin santai


"Diamlah kau vin" ucap hazel jengkel


"Sudahlah, kita pikirkan cara lain untuk membatalkan perjodohan itu. Sebaiknya lo pulang sekarang. Lo tidak ingin tinggal disini bukan?" Tanya hazel kepada keisya


Keisya mengangguk tersenyum kepada hazel akan mengerti perasaannya itu


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Beberapa hari kemudian...


Semakin hari keisya masih berusaha membatalkan perjodohan itu dengan membuat dirinya lebih buruk dari sebelumnya namun nyatanya tidak membuat tekat radit akan goyang. Ia tetap dengan keputusan


"Guyy, kalian ke kantin duluan. gue mau angkat telepon dulu" ucap keisya kepada cindy, shiren, aldo dan louis pada saat bel istirahat dan merasakan ponselnya bergetar disaku seragam bajunya


"Oke" ucap shiren mengangguk mengangkat jari jempolnya


Mereka pun pergi ke kantin duluan meninggalkan keisya seraya mengangkat ponselnya


"Hello.....serius?....oh, oke saya akan segera kesana" ucap keisya langsung mematikan ponselnya itu


Terukir senyum dibibir keisya setelah menerima si telepon yang ternyata dari sekretaris memberitahu kalau papanya sudah pulang dari eropa dan sekarang papanya itu berada di kantornya. Itu Berarti ia harus menyelesaikan masalahnya sekarang juga, ia harus bicara pada papanya


Dengan buru-buru keisya pergi ke kelasnya untuk mengambil tasnya dan berlari keluar kelas melewati koridor dan anak-anak yang menikmati waktu istirahat. Tapi ia sempat berhenti untuk menelepon seseorang meminta bantuan


Setelah Keisya langsung berlari cepat menuju teman belakang sekolah, Disana ada gerbang kecil yang cukup berbahaya, tapi tak ada yang mengawasi disana. Jadi pasti bisa kabur tanpa diketahui orang kalau ia cabut pada saat istirahat dan tentunya meninggalkan beberapa pelajaran


Ia menoleh ke kanan ke kiri seolah mencari bantuan agar membantu memajat tembok yang cukup tinggi


"RIO!!!!" Teriak keisya menemukan rio baru keluar dari toilet cowok yang tidak begitu jauh darinya dan Rio menoleh


"Apa!!!"


"sini lo?" teriak keisya melambaikan seakan menyuruhnya menghampiri dan rio berlari menghampirinya


"Lo ngapain disini? Bawa tas? Lo cabut yaa?" tanya rio bertubi-tubi kepadanya


"Jangan banyak tanya deh lo, cepat bantuan gue panjat tembok ini?"


"Emang lo mau kemana?"


"Gue ada urusan" ucap keisya kesal dengan pertanyaan rio "ayo"


"Iya, iya, bawel" ucap rio jengkel mau tak mau ia berjongkok punggungnya bersandar pada tembok. Merelakan berdua bahu diinjak keisya nanti


"Tahan, tahan, awas sampe jatuh, lo abis sama gue?" Ancam keisya Mengambil ancak-ancak menaiki satu kakinya ke pundak rio


"Awas baju gue kotor, lo cuciin" ancam balik rio


"Diam lo. sepatu gue masih kinclok tahu" ketus keisya dengan kedua kaki keisya sudah di atas pundak rio sedangkan tangannya mencampai puncak tembok "ayo naik"


Rio pun berdiri dengan kedua tangan menahan kaki keisya yang berada diatasnya dan keisya pun berhasil naik menduduki tembok pembatas itu


"Oke, terima kasih"


"Lo sebenarnya kemana sih?" Tanya rio masih penasaran dari bawah "nanti cowok lo nanyain gimana?"


"Bilang aja gue ada urusan penting yang harus gue selesaikan. oke, bye" ucap keisya mendaratkan dirinya ke tanah


...♥️♥️♥️♥️♥️...


"Lo yakin, pokap lo bakal bantu lo?" Tanya hazel kepada keisya tepat disebelah. Sekarang mereka berdua berada di lift kantor papanya keisya


"Yakin atau tidak. Pokoknya gue harus membatalkan perjodohan itu" jawab keisya tegas


Hazel menghela nafas berat mendengarnya. Awalnya hazel datang menemani keisha hanya untuk mengantarkan saja ke kantor papanya dengan mengunakan mobilnya karna keisya tidak mengunakan mobil hazel, karna sudah pasti keisya akan ketahuan cabut dari sekolah jika ia mengunakan mobilnya sendiri


Namun ketika sampai di parkiran kantor hazel ngotot menemani keisya masuk ke dalam karna takut keisya berbuat sesuatu dalam emosi yang sudah yang pendam sejak pengumunan perjodohan dengan radit waktu itu


TING


Pintu lift pun terbuka mereka sama-sama keluar lift menuju ruangan wilson. ketika berhenti di depan pintu ruangan keisya menyuruh untuk menunggu dirinya disana saja karna keisya tidak ingin hazel ikut campur dalam masalah keluarga dan hazel pun mengangguk mengiyakan


Setelah itu keisya pun langsung menerobos masuk ke ruangan tanpa harus mengetuk pintu terlebih dahulu dan menemukan papanya sibuk dengan lembaran-lembaran dokumennya


"Pa, aku mau bicara" ucap keisya langsung the point


"sayang? Kamu kok disini nak? Kamu ga sekolah?" Uvap wilson kaget dan memperhentikan aktifitasnya


"Sudahlah pa, jangan bertele-tele. Aku mau bicara serius sama papa"


"Bicara apa?" tanya wilson lembut menghampiri anak kesayangannya itu


"batalkan perjodohan"


"Perjodohan? Maksudmu dengan radit"


"Yaa, keisya mau papa membatalkan perjodohan keisya dengannya, karna keisha tidak menyukainya dan juga masih ingin sekolah, mau kuliah, mencapai cita-cita keisya" ucap keisya


"Tapi kenapa sayang? menurut papa radit itu orangnya baik, ramah, bertanggung jawab dan bisa melindungi kamu nantinya"


"Keisya tidak peduli pah. yang penting papa harus membantu keisha untuk membatalkan perjodohan sialan itu" ucap keisya marah


"Tidak bisa nah. Papa juga tidak bisa membatalkan itu" ucap wilson berhenti sesaat karna tiba-tiba ia merasakan di dalam dada kanan sakit, ia pun menangkup dada menahan rasa sakitnya itu dan tidak ingin membuat anaknya khawatir


"Lagipula kamu tenang saja nak,


Setelah pertunangan itu di laksanakan, kamu tetap meneruskan sekolahmu dan menjadi orang sukses nantinya. Kamu akan pertunangan dengan radit supaya papa bisa tenang kalau ada orang yang jagain kamu"


"tidak pa, keisya tetap tidak mau" bentak keisya marah "Keisha bukan anak kecil lagi yang perlu dijagain, keisya sudah besar bisa menentukan hidup keisya sendiri"


"Tapi nak..." ucap wilson berhenti lagi merasakan dadanya benar-benar sakit sekarang. keisya pun tidak peduli hanya mengira kalau itu taktik agar keisya mau dijodohkan


"Kalau papa masih meneruskan perjodohan itu, jangan salah keisya kalau keisya benar-benar membenci papa dan tak akan mau bertemu papa lagi" ancam keisya


Ada nada kecewa dari ancaman itu. papanya adalah satu-satu orang yang ia harapkan untuk pembatalkan perjodohan itu namun harapannya salah, papanya lebih memihak kepada keluarganya sendiri daripada keinginan anak kandungnya sendiri. ia benar-benar kecewa padanya, marah, kesal dan sedih


"Dan satu lagi" ucap keisya mengrogoh tasnya lalu mengeluarkan kunci mobil sportnya itu lalu menaruh kasar ke meja kerja papanya itu


"aku tidak butuh mobil sialan ini dan juga tidak butuh lagi barang apapun itu dari papa"


Setelah mengatakan itu keisya pun berbalik badan berlalu pergi tidak peduli papanya memanggil namanya


Namun ketika sampai di depan pintu yang sudah ia buka ia mendengar.....


BRUK


"PAPA!!!!"


"OM WILSON!!!"