Dear keisha

Dear keisha
PART 51



"APA?!"


HENING


"bhuhahhahaha"


Tiba-tiba suara tawa semua orang yang berada dikantin bergema disetiap sudutnya membuat tasya melongo melihatnya, sedangkan keisha tersenyum mengejek melipat tangan didadanya karna ia tahu mereka tak mungkin percaya kepada itu semua


"Hey, apa yang kalian ketawakan, gue serius. ketua Geng kalian sudah pertunangan sama pria lain" ucap tasya kesal


"Tasya, lo ngomong apa sih, omong kosong. Mana mungkin keisya sudah tunangan, gila lo yaa!!" ledek cindy masih tertawa


"Iya tuh cin. Kalau memang iya, sudah pasti david tunangannya, ya kan dav" ucap rio menepuk bahu david seolah memberi dukungan


"Yoi bro" kekeh david balas menepuk bahu rio, lalu tersenyum penuh arti kepada keisya, keisya pun tersenyum getir melihatnya


"Gue harap begitu dav" batin keisya sendu


"Dav, dav, lo harus percaya sama gue, kalau gue ngomong jujur sama lo, serius sama lo. Kalau cewek lo itu udah tunangan, dan harus jauhi dia mulai sekarang" tegas tasya berbasi keras agar mereka percaya padanya


"Tasya, apa segitu cinta lo sama gue sehingga lo mengarang cerita omong kosong kepada kami dengan bilang keisha sudah tunangan, yang benar saja? Itu tidak mungkin" ucap david tertawa garing mendengar loluconnya


"Benar tuh" sorak louis dan digo setuju


"Dav, tapi...."


"Tasya, udahlah jangan mengarang lolucon yang tidak penting itu" potong keisha menatap tasya tajam "sebaiknya lo pergi berobat otak lo itu agar tidak makin gila bicaranya"


"Hahaha betul tuh keis. apa perlu gue anterin, gue mau. Gue lagi berbaik hati sekarang" ucap shiren meledek tasya


"Tak perlu ren, gue ada saudara tirinya" timpal keisya berkekeh lalu mendekat ke arah tasya yang lagi menatapnya berapi-rapi. Tanpa aba-aba ia menarik tangan Tasya kasar


"Ayo pergi"


"Tunggu"


Keisya yang hendak menarik tangan tasya secara kasar berniat untuk mengusir agar tidak mencari gara-gara padanya namun berhenti ketika mendengar suara lain dari area kantin.


tasya yang sudah lebih dulu melihat orang itu tersenyum sidis kepada keisha. sedangkan keisya terblalakan kaget melihat seorang pria tampan lagi menatapnya datar dengan kedua tangan ke sembunyi dibalik sakunya dan membuat semua menatapnya penuh tanya


"Siapa bilang yang dikatakan tasya itu omong kosong? Yang dikatakan tasya memang benar kalau keisya sudah bertunangan pria lain" ucap radit santai seolah mengibarkan aura mengcekram


"Hahaha, bapak juga jangan ngaco kalau ngomong, mana mungkin keisha udah tunangan. Atau bapak juga dihasut oleh tasya si nenek lampir ini dengan bilang keisha udah tunangan, benar-benar gila!!!" Ucap digo tertawa mendengar lolucun


"Saya serius digo. saya tidak bercanda saat ini" tegas radit menunjukan keseriusannya membuat digo terdiam


"Sudahlah pak, jangan-jangan ikutan mengarang cerita omong kosong ini. asal bapak tahu tasya ini sangat suka mencari masalah pada kami ataupun pada keisha saudaranya sendiri. Jadi bapak jangan ikut campur dalam hal ini" jelas aldo menatap radit datar dan diangguki oleh sahabat-sahabatnya lain


Membuat Radit tersenyum miring


"Oh yaa, saya tidak merasa begitu" ucap radit geleng-geleng kepala seolah membantah perkataan aldo "coba saya tanya kalian semua? Kalian belum lupa bukan kalau saya pernah bilang  ke kalian Kalau saya sudah pertunangan dengan gadis lain? Yang tak kala tunangan saya itu adalah gadis biasa?"


Semua orang berada dikantin saling lirik lalu geleng-geleng kepala termasuk geng keisya. Sedangkan keisya terus menatap tajam radit seolah mengatakan 'jangan katakan apapun' dan radit tidak peduli tatapan itu, ia terus saja menatap datar sesosok pria yakni adalah david yang membuat sakit hati dan terpuruk akhir-akhir ini dan ia sudah muak dengan semua ini


kesabarannya sudah habis untuk membiarkan keisha bersama pria itu, membiarkan keisha menghabiskan waktu bersama pria itu dibandingkan dirinya. ia hanya ingin keisya menjadi miliknya karna ia sadar sudah mencintai keisya, tak sejak kapan ini muncul yang jelas ia tak ingin orang di cintai direbut orang lain


"Lalu Apa yang berhubungan dengan keisya?" Tanya rio mengenyitkan dahinya bingung akan situasi seperti ini


"Itu semua sudah jelas, kalau keisya adelia wilson adalah tunangan saya"


"APA?!"


semua tersedak kaget mendengar pernyataan radit secara lantang


"Ga, ga, itu tidak mungkin pak? Mana mungkin bapak tunangan sama keisya? kenal akrab aja ga, jadi mana mungkin itu bisa terjadi" ucap digo geleng-geleng kepala dan diangguki oleh mereka sahabatnya


"Memang bapak bukti? Tidak bukan. karna keisya saja tidak memakai cincin pertunangannya kalau memang bapak katakan sudah pertunangan, jadi bapak jangan membuat lolucun deh pak" ucap aldo tidak terima dengan perkataan


"Oh, jadi kalian ingin bukti" ucap radit tersenyum. Lalu berjalan mendekat ke keisya dan menatap keisya yang dari tadi menatap dirinya tajam "tunjukan cincinmu"


"Tidak, gue...."


Tanpa aba-aba ataupun mendengar protesannya keisya, radit langsung mencabut paksa kalung dari leher keisya yang tersembunyi cincin tunangan di balik kerah baju seragam sekolahnya itu dan menunjuk didepan semua orang serta tangannya kanan yang memakai cincin pertunangannya ia angkat bersama dengan kalung yang terselip cincin itu


DEG


david yang dari tadi diam berteguk kaget tidak percaya melihat kedua cincin yang sama di depan matanya sukses bikin hatinya ditusuk berbagai macam  pedang lalu disiram oleh perasaan jeruk nipis sangat sakit dan perih. Tubuh menegang dan lemas seketika, kedua tangannya mengepal menahan kemarahan yang sudah mulai menjalar ditubuhnya dan juga kesedihan dimatanya namun perlahan tatapannya mulai kosong


semua orang melihat itu melongo dan kaget seketika bahkan para gadis yang mengila radit itu ada menangis histeris dan pingsan. Sedangkan semua sahabat keisya menatap keisya tajam seolah meminta penjelasan semua ini dan keisya hanya bisa sudah menunduk tangan mengepal menahan kemarahan dan kesedihannya


"pertunangan kami ini terjadi karna keluarga saya dengan keluarga keisya yang tak lain adalah tuan wilson sudah pertemanan dengan papa saya sejak lama sebelum kami berdua bertemu dan orang tua kami memang sudah berniat menjodohkan kami sejak lama. Maka barulah pertunangan kami terjadi selama 3 minggu ini dan akan melangsungkan pernikahan secepatnya" jelas radit sekaligus menegaskan tunangannya sudah menjadi milik dirinya


"Oh, jadi ini maksud mereka sangat cocok dengannya?!" Batin aldo tersenyum sidis mengingat perkataan orang tua radit ketika ulang tahun keisya waktu itu


"Dan juga saya ingin mengungkapkan sesuatu kepada kalian semua bahwa saya...." ucapan radit berhenti sejenak untuk mengambil nafas dalam jujur ia sangat gugup saat ini "Bahwa saya menci........."


"CUKUP!!!! HENTIKAN SEMUA OMONG KOSONG INI BAPAK RADIT TERHORMAT" potong david berteriak geram. sungguh ia tak tahan lagi semua ini


"Omong kosong apa kau maksud david wiliam? Kedua orang tua kita sudah bicarakan ini dan menrestui hubungan kita. Termasuk keisya yang sudah mengiyakan sejak awal" ucap radit datar "dan tasya serta devan sebagai saudaranya adalah saksi yang menyaksikan pertunangan itu"


"Iya dav, yang dikatakan memang benar kalau keisya sudah bertunangan dengan radit dan sudah dilangsungkan selama 3 minggu" jelas tasya tersenyum sidis


"Iya, dikatakan tasya memang benar, Bahkan gue sudah setuju hubungan mereka, yaa kan bro?" ucap devan tiba-tiba ntah sejak kapan sudah datang ia sudah berdiri disamping radit, ia menepuk pundak radit seolah menunjuk keakraban sebagai besan alias kakak ipar


"Keisha"


Suara parau david memanggil keisya yang sudah tadi menunduk kini mendongak menatap david sendu


"Katakan semua ini bohong keis? semua omong kosong? Lo ga mungkinkan tega melakukan itu ke gue" ucap david dengan mata sudah mulai berkaca-kaca menatap dalam ke mata keisya


Keisya hanya diam bisa menunduk enggan menatap mata david karna itu sangat menyakitkan baginya. Ia ingin menjawab tapi kenyataan keadaannya saat ini membenarkannya


David yang melihat itu pun menunduk menghela nafas kasar lalu mengusap wajahnya kasar seolah tahu apa jawaban keisya. Lalu menatap keisya sendu dan berkata lirik


"Gue kecewa sama lo keis"


PRAK


Ia menunduk memejapkan matanya mengigit bibir bawahnya seolah menahan isakan tangisan yang akan terjadi setelah melihat kekecewaan david kepadanya dan mengakhiri situasi yang tegang di kantin dengan dobrakan keras meja yang david lakukan seolah menyalurkan ke kemarahanya disana sebelum meninggalkan area kantin dan ikutin oleh sahabat-sahabatnya yang lain karna juga kecewa dan mengkhianati oleh keisya sendiri


"Waw, waw tontonan sangat menarik sekali" ucap tasya tersenyum kemenangan


"Dan tak akan pernah dilupakan" tambah devan


"brengsek kalian berdua, kalian puas sekarang hah!!!" teriak keisya murka menatap mereka dengan tatapan berapi-rapi


"Sangat puas sekali" sorak tasya dan devan santai lalu berlalu meninggalkan keisya


"sialan"


PRAK


keisya menendang bangku panjang meja kantin kasar sehingga membuat bangku itu jatuh dan membuat semua orang yang masih berada dikantin bertegur kaget melihat kemurkanan keisya sekarang


"Keisya, apa yang kau lakukan?" Tegur radit


"Apa?" Ucap keisya dingin menatap radit tajam "lo puas sekarang hah!!! Lo puas hancuri hidup gue, lo puas karna pertunangan sialan ini terungkap hah?! Lo puas hah!!!"


"keis, Aku....."


"Lo...." potong keisya cepat


"KEISYA"


Teguran seseorang membuat tangan keisya hendak melayangkan tinjunya di wajah radit berhenti dan menoleh orang itu tajam


"Keis, lo jangan gerabah sekarang. Lo ga pak radit itu......"


"Diam lo sialan" protes keisya kepada agam sang ketua osis "lo ga usah ikut campur"


"Gue bukannnya ikut campur keis, gue hanya tidak ingin tindakan lo ke pak radit itu akan akan mengakibatkan resiko besar. Gue tahu jika pak radit itu tunangan jadi lo berhak melakukan padanya. tapi pak radit berada disini itu guru sekolah kita. Lo pasti tahu apa hukuman jika lo melawan atau memukul seorang guru, lo bakal dikeluari keis, apalagi sebentar lagi lo akan ujian akhir" jelas agam


"Gue sangat berterima kasih jika gue akan disekolah ini" saut keisya sidis membuat agam menghela nafas kasar


Walaupun keisya dalam keadaan murka tapi ia memikili akal sehat untuk mendengar perkataan agam memang benarnya. Ia pun beralih merampas kasar kalungnya dari tangan radit lalu mengeluarkan cincinnya dari kalungnya itu dan  membuang cincin itu seketika


"Apa yang kau lakukan?" Ucap radit murka melihat keisya membuang cincin pertunangannya


"Dengar raditya yingie, walaupun lo sudah mengungkapkan pertunangan kita, gue tak akan sudi memakai cincin itu" ucap keisya menunjuk cincin yang sudah tergelentak disudut meja kantin


lalu ia mengangkat tangan menunjukkan kalung yang berbentuk setengah hati di depan radit (kalung dari david waktu ulang tahunnya)


"asal lo tahu kalung ini radit. kalung yang berbentuk setengah hati ini. Kalung yang melambangkan setengah hati untuk orang dicintai. itu artinya orang yang gue cintai sudah memberikan hatinya ke gue, begitupun dengan gue sudah memberikan hati gue padanya dan juga dia memakai sepasang kalung sama seperti gue pakai ini"


Keisya pun memakai kalung itu ke lehernya tersenyum getir menatap kalung itu. Lalu menatap radit tajam lagi


"Dan gue tak akan melepaskan kalung ini dari leher gue begitupun dengan hati gue. Gue tak akan memberikan hati gue untuk pria lain walaupun gue sudah pertunangan dengan lo sekalipun"


Radit menatap kepergian keisya nanar setelah ia mengatakan kata-kata menyakitkan hatinya. Radit pun mengambil cincin yang dibuang keisya lalu mengenggam cincin itu kuat-kuat


"Ahh, sialan"


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Keisya menatap sebuah pintu nanar dan menghela nafas panjang, mengigit bibir bawahnya menahan tangisan tak ingin ia keluar saat ini


Kini ia berada di depan markas setelah mendapatkan kabar kalau sahabat-sahabatnya dan juga david berada di maskas setelah kejadian tadi dengan alasan keadaan mereka yang tidak baik-baik saja setelah mendapatkan kabar yang terduga oleh mereka sehingga membuat mereka semuanya cabut di jam pelajaran yang masih berlangsung termasuk juga keisya


Perlahan ia memegang knop pintu gemertar, gugup kini menguasai dirinya. Menghela nafas panjang seolah menyiapkan dirinya


"David"


Para sahabat dan david yang duduk menatap kosong ke arah lain kini menoleh arah suara lebih tepat menatap keisya datar dan dingin mereka semua. Membuat keisya menelan ludah pahit melihat tatapan mereka itu


"Guyy, gue...."


"Lo ngapain lagi kesini, hah!!!" Ucap cindy meninggi "Gue ga nyangka keis, lo begitu teganya kepada kita semua, Gue ga nyangka banget. Lo ga bilang-bilang ke kita kalau lo udah tunangan, dan parah lagi kita tahu dari musuh kita sendiri, bukan dari lo. Emang lo pikir kita ini siapa lo hah!!!"


Keisya hanya bisa menunduk merasa bersalah atas perbuatannya saat ini


"Ingat keis, kita ini sahabat lo. lo udah gue anggap sebagai saudara gue sendiri. Saudara yang saling membantu bila saudara kesusahan ataupun ada masalah, saudara yang selalu membagi kebahagian untuk saudara sendiri, saudara yang selalu membagi suka dan duka


Kepada saudaranya. Tapi gue ga ngerasa itu diri lo keis, lo keis, lo!!!"


"Sayang, sudah" ucap louis memeluk cindy menenangkan kemurkaan kepada keisya


"Apa sih, kamu louis, lo mau belain dia hah!!! Dia sudah bohongi kita, bohongi kita" kesal cindy suara tinggi kepada louis


"Keis sebaiknya lo pergi dari sini, lo udah khianati kita, jadi lo sebaiknya pergi, kita ga mau lihat muka lo dulu" ucap shiren tajam


"Ga" ucap keisya geleng-geleng cepat matanya sudah berkaca-kaca "gue mau....."


"Keis, sebaiknya lo pergi dari sini" ucap david tiba-tiba bicara nada bicara dingin sekali. Membuat tatapan keisya beralih ke david


"Dav, gue mau....."


"Keis, belum cukupkah lo bohongi kita dan gue keis"


"Dav, gue akan jelasin semuanya, gue mau....."


"Lo mau jelasin apa lagi, lo mau bilang kalau pertunangan lo itu omong kosong, semuanya bohong iya hah!!!"


Nafas david sudah mulai memburu kemarahan sudah tak bisa ia tahan lagi karna hati sudah terlanjur sakit saat ini, sangat terluka sehingga ia tidak pedulian keisya menatapnya dengan mata berkaca-kaca


"Lo tahu ga keis, gue itu sayang sama lo, mencintai lo dari dulu. Cinta pada pandangan pertama waktu kita masih sama-sama smp, walaupun pertemuan kita hanya sekilas tapi lo udah sayang sama lo, lo udah merebut perhatian gue, lo selalu ada dipikiran gue dan gue berhadap tuhan mempertemukan kita lagi"


"Dan nyatakan memang tuhan mengabulkan permintaan gue pertemukan kita lagi, mempertemukan kita setelah 3 tahun lamanya, gue melihat lo, melihat lo menjadi seorang gadis yang dewasa meskipun lo waktu itu udah berubah ke gue, lo menjadi sangat dingin ke, lo selalu menatap gue datar tak ada senyuman lembut saat pertama kali ketemu, lo selalu menghindar dari gue saat gue mau mendekati lo, lo tak mau berada di dekat gue lagi,  tidak ada keisya yang ramah melainkan keisya yang memberani, tegar, tegas, dan pekerja keras. Gue maklumi itu, lo maklumi keadaan lo waktu dan gue berusaha agar lo menyukai gue lagi. Menunggu lo"


"Dan gue berhasil untuk itu semua, lo udah mencintai gue lagi, menatap senyuman manis lo, menatap gue lembut, selalu merasakan kenyaman berada di pelukan lo, selalu senang, canda dan tawa bersama, sering menghabiskan waktu bersama"


"Dan sekarang keis, perjuangan gue, pergobanan gue, rasa ingin memiliki lo, rasa ingin selalu menunggu lo tak kapan lo menjadi gue itu sia, SIA!!! SIA!!! KEIS, LO UDAH MENJADI MEMILIKI ORANG LAIN, LO UDAH TERIKAT DENGAN PRIA LAIN, LO SUDAH TUNANGAN DENGAN PRIA LAIN DAN BUKAN GUE ORANGNYA, BUKAN GUE ORANGNYA!!! BUKAN GUE KEIS!!!! BUKAN GUE!!!!"


Keisya tak bisa menahan air matanya lagi, air matanya tak bisa dibendung lagi mendengar setiap penekanan kata-kata david kepadanya, sangat menyakitkan hatinya itu


"Jadi mulai sekarang lo tidak udah dekat gue lagi, jangan pernah hubungi gue lagi, akhiri semua ini, lupakan semua kenangan yang sudah kita lalui,  jika tidak itu akan menyakiti gue dan juga....." ucapan david berhenti sekilas akan mengucapkan kata sangat berat dan menyakitkan hatinya "SELAMAT ATAS PERTUNANGAN LO ITU"


Setelah mengatakan itu david pun berlalu keluar dari markas diikuti oleh aldo rio, shiren, cindy dan louis dan mereka pergi tanpa mengatakan apapun pada keisya


Keisya pun menatap digo sepupunya yang masih berada di markas bersamanya yang lagi menatapnya datar, ia menatap digo seolah mengatakan 'digo maafin gue, bisa jelasi semuanya' namun nyatanya....


"Gue ga nyangka lo udah bohongi gue juga, ga bilang ke gue kalau udah tunangan, padahal lo itu sepupu gue keis, orang terdekat lo, tinggal serumah sama lo. Keluarga lo sesungguhnya. gue kecewa sama lo, gue kecewa" ucap digo dingin lalu berlalu meninggalkan keisya


BRUK


Keisya ambruk seketika jatuh terduduk dilantai, menangis histeris disana, mengeluarkan banyak air mata penyelesalan dan kesedihan setelah orang dicintai dan para sahabatnya pergi meninggalkannnya


"Hiks....Hiks.....Hiks.... maafin... gue dav....Hiks...maafin gue..." guman keisya menangis


...♥️♥️♥️♥️♥️...


2 MINGGU KEMUDIAN....


Semenjak kemudian itu keisya hidup seorang diri sekarang. Keisya sudah berusaha meminta maaf dan berusaha menjelaskannya namun mereka tidak mau mendengarkan dan menjauhinya, tidak bicara dan saling tatapan bila mereka ketemu sekolah, tidak bersamanya lagi, tidak berkumpul seperti biasanya, tidak pulang dan pergi bareng ke sekolah, Mereka semua benar-benar menjauhi, pergi meninggalkan seorang diri.


David? Tentu saja ia juga menjauhi keisya seperti perkataan waktu itu, tidak teleponan sms seperti biasanya, ia juga berusaha meminta maaf kepadanya dan menjelaskannya namun nyata david tidak mendengarnya dan memilih tidak pernah ketemunya lagi ataupun berdekatan dan bahkan david juga absen saat bekerja di cafe dan sempat membuat sempat kevin marah waktu itu. Dia bagai menghilang ditelan bumi


Digo? Sepupunya sendiri bahkan tidak juga bicara juga di rumah ataupun saling tatap-tapan padahal mereka ketemu setiap hari dan keisya berusaha memaklumi itu dan meminta maaf padanya


Kini keisya berjalan gontai di korindor sekolah setelah jam istirahat dimulai menuju ke perpustakaan hanya itu tempat ia ingin seorang diri. Sepanjang korindor ia masih tidak mempedulikan suara bisik-bisik anak perempuan yang mengosipkan dirinya dengan radit.


Sesampai di perpustakan keisya langsung duduk di pojok ruangan seorang diri, menatap luar jendela perpustakaan yang tampak dari pemandangan luar dari perpustakan itu terletak dilantai 3. Ia menatap kosong ke jalanan itu dari jendela itu dan tanpa sadar air matanya menetes untuk sekian lagi.


Tak sampai kapan akan berhenti menangis diam seperti ini. ia jelas membuat dirinya terpuruk, seperti mayat hidup. wajah tirus dan sembab karna terlalu banyak menangis, menampilan sangat kacau, ia menjadi sesosok pendiam dan ngalamun bahkan dirinya sangat kurus saat ini karna tidak nafsu makan akhir-akhir ini


"Sampai kapan akan berhenti menangis diam-diam seperti ini keis?!"


Sebuah suara membuatnya menghapus air matanya kasar, enggan menatap orang itu karna ia tahu siapa orang selalu mengikuti akhir-akhir ini


"Kamu tidak makan di kantin? Kenapa terus disini?"


Radit mengbuang nafas lelah menunduk, ia duduk di hadapan keisya saat ini. sejujurnya tak ingin keisya jadi begini badan kurus, penampilan kacau, sering mendiam diri dan kadang setiap ia mengajar di kelas keisha, ia sering tidak fokus belajar sering ngelamun dan lebih menyakitkan adalah sering kali ia melihat keisya menangis diam-diam dan bahkan ia sangat sedih keisya tak bersama sahabat-sahabatnya lagi.


Ia tahu ia salah karna ia keisya jadi begini tapi ia harus berbuat apa ia sudah terpancing api cemburu, kecemburuaan membuat keadaan menjadi kacau tanpa harus memikirkan apa yang akan menjadi ke depan.


"maafkan aku"


radit diam sesaat menunggu respon keisya yang masih tidak mau menoleh wajahnya. Tapi ia tetap menlanjutkan perkataannnya


"Keisya, maafkan aku. Aku tahu aku salah, aku tahu kalau aku sudah menjadi keadaanmu sangat kacau saat ini, kamu tidak dekat dengan sahabat-sahabatmu lagi, kamu sering tidak fokus dan sering ngelamun dalam belajar, kamu sering mendiam diri disaat orang lain mengajakmu bicara"


"Aku tidak suka kamu begini keis. aku lebih baik kamu bersikap ketus dan datar kepadaku asal kamu bicara padaku dan menatapku lagi.


Jadi maafkan aku, maafkan aku karna karna aku keadaanmu seperti, sangat kacau sekali. Tapi asal kau tahu keis, aku juga tak bermaksud melakukan itu padamu, aku hanya.....aku cemburu padamu, aku mencintaimu keis"


Radit tersenyum dan gugup akhirnya ia mendapatkan respon darinya yang langsung menoleh pada saat ia mengatakan aku mencintaimu. Yang tampak kaget dengan pernyataan darinya dan menatapnya tajam dirinya seolah mengatakan 'apa maksud lo mengatakan itu'. Radit hanya bisa tersenyum menarik tangan keisya untuk digenggamnya lembut, keisya sempat memberontak untuk dilepaskan namun radit mengenggamnya erat


"Aku awalnya hanya menyukaimu saat pertama kali ketemu, waktu pesta ulang tahun waktu itu, tak apa yang terjadi pada diriku yang jelas saat melihat senyumanmu yang pertama kalinya membuat hatiku menghangat, kamu selalu ada di pikiranku, kamu selalu menarik perhatianku disaat para gadis lain ingin menarik perhatian, namun aku tidak perhatianku terkunci padamu. Aku ingin selalu ingin bersamamu"


"Bahkan saat pertunangan kita diumumkan, pada saat aku belum tahu bahwa aku dijodohkan denganmu, aku pertunanganmu. Membuat aku sangat senang sekali, aku bahagia kalau pertunangan denganmu dan tambah menyukaimu dan rasa mencintaimu tumbuh pada saat Aku cemburu pada saat kamu bersama pria lain, bermesra dengan pria lain, hatiku sakit melihatnya sehingga makin bertambah, sulit terkendali tidak memikirkan apa dampaknya bagimu dan bagiku karna dalam pikiran dan hatiku hanya ingin memilikimu seutuhnya, mencintaimu dengan tulus"


Keisya ia diam mematung mendengar pernyataan cinta darinya. kaget, tidak percaya mendengar pernyataaannya. Ia menatap mata radit mencari kebohongan disana namun tidak ada melainkan ketulusan


Tapi masih ia belum percaya ini. Radit mencintai sebelum bertunangan terjadi? Sebelum ia tahu jika dijodohkan?


"Jadi aku mohon keis, jangan menyakiti dirimu lagi, jangan menangis diam-diam. itu menyakiti hatiku keis, hatiku sakit melihat kamu begini. aku sungguh mencintaimu, sangat mencintaimu keis"


memang benar kata orang kalau cinta perasaan sayang yang datang dengan sendirinya tanpa diminta atau tanpa dihentikan, cinta itu begitu indah dan begitu menyakitkan. Sangat sulit jika hati yang sudah terikat dan sebuah kenangan indah sudah terekam dilupakan, sangat sulit jika hati yang sakit terobati ketika melihat orang dicintai bersama orang lain, bukan dirinya itu.


Mengingat itu membuat keisya merasa bersalah. Ia sudah menyakiti perasaan radit kepadanya tanpa ia sadari, sering berkata ketus dan sering mengabaikan. Dan mungkin gara-gara dirinya yang sudah membuat terpancing kecemburuan sehingga radit membongkar pertunangan itu secara tidak baik, tidak bicara padanya dulu sehingga membuat keadaan kacau dan menyakiti hati seseorang


Tanpa sadar tangan terulur dipundaknya menarik ke pelukannya dan membuat radit terblalakan kaget akan perlakuan keisya kepadanya


"dit, maafin gue, maafin gue karna selama ini telah menyakiti perasaan lo tanpa gue sadari. gue juga minta maaf karna gue ga bisa balas perasaan lo ke gue. gue sudah mencintai seseorang, gue sudah menyakiti perasaan orang itu. Dan gue juga sudah menyakiti perasaan lo. Jadi maafin gue"


Radit tersenyum seraya tangannya mengusap puncak kepala keisya lembut menenang karna ia tahu keisya menangis dibalik pelukannya ini karna baju yang terasa basah. setelah tenang ia pun melepas pelukannya menghapus sisa-sisa air matanya membuat hatinya sesak


"Keis, kamu tak perlu minta maaf, aku mengerti perasaanmu saat ini, aku mengerti keadaanmu saat ini. Jadi aku mohon padamu, jangan menangis lagi, jangan sering ngelamun lagi, jangan menyakiti dirimu sendiri dan.....belajar mencintaiku dan aku berjanji tidak akan menyakitimu lagi"


Keisya menghela nafas pahit ia menunduk tak tahu menjawabnya. Hatinya dan pikiran masih kacau


"Gue....."


"Aku akan menunggumu keis, menunggu kamu benar-benar mencintaiku hingga disaat pernikahan kita nanti kita akan bahagia karna kita sudah saling mencintai satu sama lain"


Tanpa menunggu jawaban dari keisya, radit sudah menarik keisya ke pelukannya dan mencium puncak kepalanya lembut sekilas


tanpa mereka berdua sadari ada seseorang pria yang menatap mereka berdua sendu tangannya sudah mengepal menahan emosi dan rasa sakit yang semakin menganga. lebih tepat ke arah keisya ia menatapnya


"Apa sekarang lo sudah melupakan gue keis atau gue yang harus melupakan lo!?" guman pria itu lirik


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Seorang artis gadis cantik sedang membaca naskah drama di lokasi syuting dengan wajah serius dan berhenti pada saat jam makan siang telah tiba, ia memilih menyantap makanan atau nasi box yang tersedia di lokasi syuting itu namun berhenti pada saat seseorang pria memanggil namanya


"Prilly"


Prilly menoleh menatap pria itu datar


"APA?"


"Let's have lonch out there"


"No. I do not eat out and Do not want to be with you"


Zayn membuang nafas kasar dan mendesih kesal karna prilly selalu menolaknya kehadiran tapi ia tak menyerah begitu saja


"Prilly, kenapa sih kau selalu menolakku? Apa salahku?"


"Kau tidak memang tak punya salah? tapi perasaanmu kepadaku sangat mengangguku. Aku hanya menganggapmu teman zayn, tidak lebih"


"Tidak prilly, aku tulus mencintai. Jadi aku mohon terimalah cintaku, belajarlah mencintaiku, jadilah pacarku. Aku berjanji akan melindungi dan bahagiakanmu"


"Tidak zayn, kau hanya terobsesi kepadaku tidak mencintaiku dengan tulus "


Tangan zayn mengepal tangan marah mendengar perkataan prilly yang menyakiti hatinya


"Not prilly, I Really love you" ucap zayn lalu menarik tangan prilly untuk ia genggam "So come with me now if you want to prove it"


"No. I do not want to go with you, let me go"


prilly berusaha memberontak untuk melepaskan tangannya dari tangan zayn. Karna masih terbalut kemarahan karna perkataan prilly menyakiti hatinya tanpa sadar ia menarik tangan prilly kasar sehingga membuat pergelangan tangannya sedikit memerah


"Zayn, lepaskan a...."


"Hey, Let her go"


Perkataan prilly terputus bersamaan langkah ia dan zayn berhenti karna mendengar teriakkan seorang pria dan membuat prilly diam mematung, jantung berdetak cepat.


"Digo"


Zayn mendelit kesal dan menatap pilly tajam penuh penyelidik


"Digo? Siapa dia? Kau mengenalnya?"


Prilly tidak menjawab melainkan masih menatap orang itu, masih tidak percaya orang dihadapan saat ini. dan membuat zayn makin kesal


"Who are you? You know him?"


"Well, I know him so much. so Let him go"


Digo pun menarik tangan prilly untuk digenggamnya hendak membawanya pergi tapi tertahan karna zayn masih memegang tangan prilly


"Aku bilang lepaskan dia!!" Bentak digo menatap tajam orang itu


"Tidak, aku tidak akan pergi bersamamu. Siapa kau sebenarnya?


"Kau tidak perlu tahu siapa aku"


BUGH


Prilly bertegur kaget pada saat melihat digo menlayangkan tinju ia wajah zayn membuat zayn jatuh tersungkur persamaan tangannya terlepas dari tangan prilly. Setelah itu digo pun bisa membawa pilly pergi darinya


"Sial, siapa lelaki itu? Berani-berani ia membawa pergi prilly dariku" guman zayn murka


...♥️♥️♥️♥️♥️...


"Sialan tuh cowok, apa dia tidak bisa bersikap lembut pada perempuan, hah!!! Benar-benar sialan"


Digo terus saja mengerutu dengan Tangannya terus mengelus lembut pergelangan tangan prilly yang sedikit memerah dengan obat balsem


Agar memerah itu hilang dan juga rasa sakitnya sedangkan sang pemilik tangan masih diam terpaku melihat orang yang dirindukan sekarang ada di hadapanya. Sekarang mereka duduk dibangku taman berdua


"Tahanlah oke, sebentar lagi selesai" ucap digo tanpa menatap mata prilly karna ia sedang fokus mengobati tangan prilly


Setelah selesai mengobati tangan prilly akhirnya digo menatap prilly dan membuat suasana  suasana cangrung datang


"Kenapa kau diam dari tadi? Ada apa?" ucap digo heran melihat dari prilly diam dan bahkan ia tidak mendengar ia menringis kesakitan ketika ia mengobati lukanya


"Aku...."


"Tunggu sebentar" potong digo mengangkat telapak tangan seolah menyuruh prilly berhenti berbicara karna ia merasakan ponselnya berdering dan langsung mengangkatnya


"Hello.....iya 30 menit lagi gue kesana.....apa?!.....oke, oke gue pergi sekarang juga....iya bawel"


Digo memutuskan sambungan mendesih kesal kepada sang penelepon yang menyuruhnya segera kembali, lalu menatap prilly lagi


"Prilly, sebaik aku pergi sekarang. Kevin menyuruhku segera kembali"


Tanpa menunggu jawaban prilly digo langsung bangkit dari bangku taman hendak berlalu namun berhenti saat mendengar suara prilly yang membuat jantung berdekat cepat dari tadi


"Digo, apakah kita bisa seperti dulu lagi?!"


Digo tersenyum dan menoleh ke arahnya pilly yang sudah berdiri dari bangku taman menunggu jawabannya


"Aku akan mencobanya"


Setelah mengatakan itu digo benar-benar pergi dari hadapan prilly, meninggalkan senyuman manis dibibir manis prilly


"Aku akan menunggumu digo"


...♥️♥️♥️♥️♥️...


DI CAFE


Keisya memijip pelipis kepala, pusing di kepalanya di secara tiba-tiba bergejolak di kepalanya itu sedangkan tangannya ia lain menahan nampan yang berisi makanan


"Keisya kau kenapa? Kau sakit?"


Tanya felix datang membawa nampan berisi piring dan gelas kotor


"Tidak, gue baik-baik saja" ucap keisya tersenyum menyakinkan


"kau yakin? wajah kau tampak pucat?" ucap felix cemas


"Iya, gue baik-baik saja. sudahlah gue mau mengantar pesanan dulu"


Keisya berlalu begitu saja meninggalkan felix yang masih menatapnya cemas lalu geleng-geleng kepala melihatnya


"Ck, dasar keras kepala"


Felix terus mengerutu membawa nampan berisi piring dan gelas Kotor itu diletakan didepan bak wastafel dan membuat hazel yang berada di dapur menatapnya heran


"Kau kenapa? Kau sedang gila hari inikan?"


"Sialan kau" cerutu felix kesal


"Itu si idiot mulai lagi dia?"


"Kenapa?"


"Keras kepala kambuh lagi. kau tidak lihat wajahnya tampak pucat seperti orang sakit, saat aku bertanya dia bilang baik-baik saja dan aku tidak yakin mendengarnya kalau dia baik-baik saja"


Membuat hazel diam larut dalam pikirannya melihat sikap-sikap keisya berubah akhir-akhir ini. diam-diam ia selalu memperhatikan keisya, keisya yang sering melamun dan tidak fokus dalam bekerja, tidak semangat bekerja seperti biasanya. Membuatnya khawatir dengan sikap keisya akhir-akhir ini


Dan tak lupa hazel memperhatikan dalam diri keisya yang tampak kacau dan badan sudah mulai kurus, ia pernah bertanya 'ada apa denganmu, kau baik-baik sajakan' dan keisya menjawab kalau memang ia baik-baik saja tanpa menatap mata hazel. Membuat hazel curiga padanya merasa tidak beres padanya. Dan kecurigaannya bertambah setelah mendapatkan kabar david sering absen kerja dan digo selalu menghindar dari keisha


Ia merasa kalau berubahan keisya berhubungan david dan digo.


Apa jangan-jangan mereka....


"Hey, apa yang kau pikiran" ucap felix heran menyadarkan lamunan hazel


"Tidak ada" Elak hazel


"Sudahlah, pergi sana kau"


"Ck, kau sama keisya sama saja, bikin aku kesal" cerutu felix kesal lalu pergi meninggalkan dapur


Hazel pun geleng-geleng kepala melihat tingkahnya lalu menlanjutkan acara masaknya yang sempat tertunda dan sesaat ia berhenti menatap kosong wajah


"Sebenarnya ada apa denganmu keis?!" Guman hazel khawatir


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Setelah selesai bekerja hazel, kevin dan felix berkumpul di ruang tengah kafe seperti biasa tapi tidak dengan keisya dan digo yang langsung pulang setelah selesai bekerja. Namun digo pulang lebih dahulu 30 menit sebelum keisya menyusul


Mereka tidak pulang bareng lagi seperti biasa namun keisya tahu apa alasan. Hazel sempat menawari pulang menemani keisya pulang ke rumah karna ia masih khawatir terhadapnya karna wajahnya yang tampak makin pucat. Tapi keisya menolak mentah-mentah dengan alasan ia baik-baik saja hari ini


Dan disinilah keisya sedang mengendarai motor sport merah sendiri yang sudah ia pakai mulai ia pakai karna masa penyitaan motornya sudah habis. di jalanan kecil hanya beberapa motor atau mobil berlalu-ilang disana.


Tiba-tiba saja rasa pusing kepalanya mulai kambuh lagi dan pemandangan ke jalanan mulai kaput, ia kehilangan keseimbangan dengan mengendarai motor dan....


BRUK


keisya jatuh berguling-guling diaspal lalu berhenti merasakan benda keras terbentur di kepalanya dan detik kemudian dari kepalanya ia merasakan bau amis yang menyengat di kepalanya


samar-samar ia mendengar seseorang meneriaki namanya dan tanpa sadar ia mengucapkan sesuatu sebelum pandangan gelap mulai menutup indra penglihatan


"Gue sayang lo semua sahabatku, maafin gue dan gue akan selalu mencintai lo david"