
Selama beberapa hari ini david menepati janjinya tapi tak tau kenapa membuat keisha merasa kehilangan dia, merasa merindukan dia, merindukan senyumannya, merindukan matanya, merindukan dia sapaan dan kabarnya dia pindah ke kelas lain atau disingkat lagi tempat anggota geng power berada
Kini keisha berjalan menuju kantin sendirian, anak geng tak tau kemana mereka pergi, itulah anak gengnya suka menghilang tiba-tiba. dan saat keisha pada saat di kantin. keisha melihat rio abis digodain sama cewek centil, reflek Keisha jadi kesel melihatnya, keisha pun mempesan bakso dan jus jeruk, lalu menghampiri mereka
"Eh kalian, bubar sekarang" ucap keisha menatap tajam mereka satu persatu
"Hai sayang, aku kangen banget sama kamu" ucap rio menggandeng tangan keisha dan duduk disampingnya
Buset, ini anak kesambet setan apaan nih
Sekilas Keisha dapat melihat muka cewek centil ga jelas itu nggak tau deh siapa namanya itu mukanya melas banget gara-gara dikacangi, dan mereka pun bubar
"Lepasin tangan gue" ucap keisha jengkel, karna mereka sudah bubar, dan rio masih gandeng tangannya Dan rio melepas tangan secara paksa
"Yee, siapa juga yang mau pegang-pegang tangan lo" ucap rio memakan baksonya
"Terus apa tak mau pegang, pakai panggil sayang lagi, idihh" ucap keisha pura-pura jijik
"gue ngelakuin terpaksa tau"ucap rio menatap keisha " lo tau kan cewek-cewek tergila-gila sama gue, itu makannya gue ngakuin ini"
Ucap rio tersenyum,
benar kata rio, semenjak dia sekolah disini, rio makin populer disekolah ini, semua cewek-cewek tergila-gila sama dia, karna ketampanan, gayanya cool, serta sifatnya yang baik dan ramah ke semua orang, dan juga jago main basket
"terus, kenapa lo nggak tembak aja shiren jadi pacar lo, supaya cwek-cwek nggak tergila-gila sma lo, karna cowok yg ia gila-gilain itu udah ada yang punya"
"Gue mau aja, tapi gue belum siap,takut ditolak" ucap rio memakan baksonya
"Gue yakin, shiren ga bakal nolak lo kok" ucap keisha menepuk bahu rio "Kalau perlu nih, gue bantuin deh nembak shirennya" keisha memakan baksonya
Sontak membuat rio tersedak dan menatap lagi
"lo serius bantuin gue" ucapnya tidak percaya
keisha mengangguk
"Gimana caranya!" ucapnya penasaran
"Nanti gue pikirkan caranya, yang penting lo abisin makan lo dulu" ucap keisha makan bakso dan rio mengangguk dan meminum jus
"Oh, yaa, ri, tumben lo sendiri biasanya sama dia" ucap keisha berganti topik
"Maksud lo, sama david" ucapnya menatap keisha dan Keisha pun mengangguk
"Itu gara-gara lo tau," ucapnya minum jusnya
"Kok gue"
"Ya iyalah gara-gara lo, semenjak dia kalah taruhan, dia dikelas terus, gue ajak ke kantin, malah dia nggak mau, alasan kan lo" ucap rio menatap keisha jengkel " karna dia menepati janji kalian yg udah kalian sekepati, tidak bicara, tidak ketemu, tidak bertatap muka, dan sekarang lo puas"
keisha melotot
Apa-apaan nih anak, kenapa gue yang disalahin!
"Emang dia nggak laper apa, dikelas-kelas terus-terusan" ucap keisha khawatir, karna dirinya takut akan terjadi apa-apa pada david,
Karna dia makan ke kantin lagi barang rio!
"Kenapa! lo khawatir dia bakal sakit" ucap rio senyam senyum ke keisha dan Keisha pun salah tingkah dibuatnya
"Apa-apaan sih lo"ucap keisha jengkel, sontak rio pun ketawa
"Hei kalian, udah makan aja, nunggu kami napa" ucap louis
pria itu sudah berdiri disamping shiren dan digo, dan mereka sudah membawa bakso dan minumannya mereka masing-masing dan mereka pun duduk dihadapan kami berdua,
"Emang kalian dari mana aja sih, gue cariin, malah ngilang tak jelas, jadi gue makan aja duluan sama rio" ucap keisha kesel
"Sorry, keis, tadi kami ada urusan dulu" ucap louis memakan baksonya
"Emang urusan apaan!" ucap keisha penasaran
"ada deh" ucap louis memberikan senyuman pada digo, dan digo membalas senyumannya itu, mereka seperti memberikan kode yang Keisha tidak tahu ketahui
"Tumben kalian akhir-akhir ini kalian akrab, biasanya kalian diam-diaman mulu, kesambet setan apaan kalian" ucap shiren penasaran
keisha dan rio saling pandang, dan sesaat kemudian kami berdua tertawa
"Pada ketawa lagi"ucap shiren jengkel "aneh"
"Hahaha, emang keisya nggak pernah cerita, kalau kami memang sudah lama akrabnya" rio melirik gue "yaa kan kei"
keisha mengangguk memakan bakso, reflek membuat louis dan shiren tersedak, dan digo asik-asiknya makan baksonya, karna digo sudah tau
"Apa, jadi kalian sudah lama akrab" ucap louis melotot kearah kami "sejak kapan"
keisha meminum jus, dan menjawab pertanyaan louis
"Jadi, gini, sebenarnya gue dan rio sudah kenal lama, sejak kami smp dulu," ucap keisha menjelaskan
Mereka mengangguk
"Terus kenapa, lo keis" ucap shiren menatap tajam keisha "kenapa lo nggak bilang kalau kalian berdua udah saling kenal lama, pakai sok ga kenal lagi"
"gue rasa, kalian tak harus mengetahui itu" ucap keisha jengkel
"Ya ya ya itu lah keisya, selalu menyimpan rahasia sendiri" ucap digo memakan baksonya jengkel,
"Oh, yaa, perlu kalian tau, kalau gue jadi mak coblak keisya dengan___"ucap rio berhenti karna gue buru-buru menutup mulutnya menahannya sekuat tenaga untuk tidak mengatakan apapun
Kalau dia jadi mak coblak gue dengan david dulu
"Apa" louis penasaran
"Nggak ada apa-apa" ucap keisha cepat menjawab, tak memedulikan tangan rio yang mengapai-gapai di udara " guyy, gue dan rio pergi duluan yaa,"
keisha dan rio bangkit dari kursi, menyeret paksa rio, menuju keluar kantin, tidak memedulikan wajah kebingungan mereka
"Ada apa dengan mereka hari ini" kata shiren heran
keisha memaksa rio keluar kantin, dia kelihatan santai, penuh kemenangan dan tersenyum seperti orang bodoh
"Gue melarang lo__"
"Kejamnya lo menyembuyikan rahasia dari sahabat lo sendiri" ucap rio geleng-geleng kepala dan melipat tangan "kenapa! lo sembunyi dari sahabat lo kalau gue jadi mak coblak lo dengan david dulu"
"Untuk apa mereka tau! Lagian itu kan udah lama, tak perlu dibahas lagi kan"ucap keisha jengkel
"Ya ya ya" ucap rio memutar bola matanya, tak peduli, berbalik badan hendak pergi
"Mau kemana?"
"Mau ke kelas lah, mau kemana lagi!"
"Tunggu, gue mau titip" ucap keisha dan rio berhenti lalu menatap keisha
"Titip apa" ucap rio penasaran
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Di parkiran sekolah
ketika pulang sekolah atau lebih tepatnya di area parkiran bersama gengnya. rio pun datang dan memanggil keisha
"Keisya, tunggu" ucap rio setengah berlari kearah rio
"Ada apa lagi sih ri" ucap keisha, tiba-tiba rio memegang tangannya
"Guyy, gue pinjem keisya dulu yaa" ucap rio menatap sahabat Keisha "ada gue bicarakan sama keisya"
"Emang kalian bicara apa!" Ucap shiren
"Ada deh"ucap rio tersenyum hangat pada shiren, sehingga membuat shiren salah tingkah dibuatnya
Rio membawa Keisha ke taman belakang sekolah
"Emang apa lo bicarakan sama gue" ucap keisha melipat tangan dan kelihatan jengkel
"Bukannya lo tadi bilang, kalau lo bantuin gue tembak shiren"
"Ok, terus"
"Jadi, gue mau nembak shiren sekarang"
keisha melotot, tak percaya ini
"Lo serius, tembak shiren sekarang"
Rio mengangguk
"Jadi, apa rencana lo"
keisha merangkul rio, dan berbisik, berbicara rencananya dan terlihat rio menganguk setuju dengan ide cemelang Keisha
"Jadi gue tunggu lo dicafe gue, tempat gue kerja, dan barang-barang yang kita sudah rencanakan tadi"
"Ok, sipp"ucap rio tersenyum dengan mengangkat jari jempolnya
"Ok, gue pergi dulu" ucap keisha menlangkah menjauh dari rio
tiba-tiba Keisha berhenti karna mengingat sesuatu dan berbalik menghadap rio lagi, yang masih berdiri dibelakangnya
"Oh, ya ri, titip gue, udah lo sampaikan belum"
"Udah"
"Tanggapannya?"
"Ada deh" ucap rio senyam senyum kearah keisha
...❤️❤️❤️❤️❤️...
DI CAFE
semenjak beberapa hari ini, cafe kami masih seperti biasa, laris, pengunjung berpasangan datang pergantian dan meminta kami untuk membantu mereka dalam hubungan mereka, tak lama kami buka, sudah ada pengunjung sebelumnya yang berterima kasih karna berkat cafe kami, kevin bilang itu bukan berkat kami tapi berkat mereka sendiri dan dia sedikit bermain, kata disana dan dia meningkatkan image cafe kami
Dan ketika keisha mengantar pesanan tamu, pandangannya berhenti ketika melihat louis yang sudah duduk dimeja, dan keisha pun menghampiri
"Ngapain lo ajak gue kesini" ucap louis melipat tangan, kelihatan jengkel
Yaa, memang benar gue mengajak louis untuk datang ke cafe, untuk meminta bantuan
"Nanti, gue ceritakan, kita nunggu yang lain" ucap keisha tersenyum
"Siapa!"
keisha tidak membalas pertanyaan louis melainkan sibuk mengantarkan pesanan yang lain ke meja tamu, dan louis menjadi kesel jadinya
Beberapa menit kemudian orang yang udah keisha tunggu sudah datang yaitu shiren dan rio. rio datang dengan membawa gitar yang bersandar dibelakang punggungnya, dan mereka duduk dikursi tamu
"Tunggu bentar, yaa shiren gue mau temui keisya dulu" ucap rio berdiri
shiren mengangguk dan duduk dimeja sambil memesan makanan. Rio menemui keisya yang lagi mengantar pesanan tamu
"Keis, gimana" ucap rio berdiri disamping keisya
"Lo udah bawa barang yang gue minta"
Rio mengganguk
"Ok, sekarang ikut gue" ucap keisha berjalan terlebih dahulu, tapi sebelumnya gadis itu menemui louis yang sedang kesal "louis ikut gue ke dapur bersama rio"
Rio menepuk bahu louis
"Udah lo ikut aja" ucapnya
keisha pun pergi dengan ke dapur bersama rio, louis dan digo juga ikutan, sampai kami di dapur, hazel sedang memasak tercenggang melihat kami pergi menghampiri, dia kelihatan jengkel, melipat tangan seolah meminta penjelasan
"Sorry, hazel, nanti gue jelaskan" ucap keisha cuek, dan menhadap mereka
"Ri, mana barang yang gue suruh bawa"
"Ada dimobil"
"Mana kuncinya, biar digo yang ambil" ucap keisha meminta
"Barang apaan sih" ucap digo bingung
Rio menyerahkan kunci mobilnya kepada keisya
"Digo"ucap keisha menatap digo yg kebingungan "lo pergi ke mobil, ambil barang yang ada dimobil rio" ucap keisha mengangkat tangan digo dan menyerahkan kuncinya
"Untuk apa?"
"Jangan banyak deh lo, cepat lakukan apa yang gue mau" ucap keisha memerintah digo, dan mendorong keluar
"Hei" ucap kevin tiba-tiba muncul, membawa nampan berisi gelas-gelas kosong "ngapain kalian ngumpul disini"
"Siapa yang ngumpul kevin"ucap felix muncul dari bilik pintu dan menatap keisha "Eh, idiot ngapain kau bawa temanmu kesini, kita kan lagi sibuk"
"Sorry, ada kami bicarakan"
"Apa yang kalian bicarakan, hari ini kini sedang sibuk, keisya" ucap kevin menatap jengkel rio "dan kau siapa!"
"Dia rio, bos, teman gue"
"Apa yang dia lakukan disini"
Belum sempat keisya menjawab, tiba-tiba datang digo membawa bungkusan yang berisi barang,
"Dia mau nembak shiren"
"Apa!" ucap mereka kaget
"Lo serius, ri mau nembak shiren dicafe ini" ucap louis yang tadi kesal kini tersenyum
Rio mengganguk malu-malu
"Yaa, ampun kenapa lo ga bilang dari tadi sih, kan gue jadi kesel jadinya!"
"Sorry"
"Udah nggak apa-apa kok, kami senang kalau sahabat kami punya pacar juga" ucap digo tersenyum
"Terus apa yang kau lakukan, keis"
Kami pun merapat, membentuk lingkaran, mereka mendengar rencana gue disusun diawal, tampak mereka persemangat mendengarkan,
"Ok, siap-siap" ucap keisha menatap rio, keisha lalu menatap louis dan digo "dan lo berdua pegang ini"
keisha menyerahkan balon berbentuk huruf I dan U, dan sedangkan ia memegang balon berbentuk hati,
"Lo jalan diduluan" ucap keisha
Rio mengganguk
Rio pun menuju pintu, sambil membawa gitar, baru-baru beberapa langkah ia berhenti
"Apa lagi sih ri" ucap keisha mengerutkan dahi bingung
"Gue, deg deg kan banget nih keis"ucap rio mulai grogi
"Udah, lo santai aja" ucap digo mendorong rio keluar, dan membuka pintu untuk rio,
Tanpa waktu lama jemari-jemari mulai memetik sinar gitar hingga menciptakan alunan klasir yang laran, ternyata dia cukup mahir dan mulai bernyanyi
kau begitu sempurna
Dimataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan selalu memujamu
Disetiap langkahku kukan selalu memikirkan dirimu
Tak bisa kubayangkan hidupnya tanpa cintamu
Janganlah kau tinggalkan dirimu
Takkan mampu menghadapi semua hanya bersamamu kan bisa
Reff
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi kau begitu sempurna....sempurna
Semua orang yang ada diruangan cafe bertepuk tangan setelah rio selesai bernyanyi, termasuk keisha, Keisha akui kalau suara rio benar-benar merdu, dan bagus
"Wow, suara lo bagus banget ri" ucap shiren takjub, dan berdiri dihadap rio
"Iya, itu buat lo" ucap ria menatap mata coklat shiren, dan reflek membuat shiren mematung, shock mendengarnya
"Buat gue" ucapnya tidak percaya
Lalu rio memegang tangan shiren erat-erat, dan menatapnya
"Shiren, sebenarnya gue nyanyi lagu ini buat lo sebagai mewaliki perasaan gue ke lo, kalau gue sayang sama lo, suka sama lo" ucapnya tulus, sedangkan shiren diam mematung
"Jadi...."
rio lalu berlutut didepan shiren, dia melihat balon dipegang oleh sahabatnya yang bertulis I LOVE YOU, sehingga shiren dibuatnya makin terharu, hampir menanggis bahagia
"Jadi will you wanna be my girlfriend"
Semua orang diruangan cafe tercengang, ada yang iri, ada juga bahagia, bahkan ada yang tidak sabar menunggu jawaban shiren
"Terima....terima" sorak orang dicafe
"Gue...." ucap shiren mengantung, sontak rio semakin dibuat gugup olehnya, "maaf ri..."
Rio mendengar langsung berdiri mematung, namun ia segera bersadar dan tersenyum paksa
"It, okay ren, gue akan tunggu lo sampai lo suka sama gue, sayang sama gue, cinta sama gue" ucap rio tersenyum getir, shiren hanya bisa menahan tawanya melihat tingkah rio
"Dengerin dulu, gue belum selesai ngomong ri" ucap shiren menjidat kepala rio kencang
"Maaf, ri, gue gak bisa nolak untuk jadi pacar lo" shiren tersenyum sumringah, dan diikuti rio, rio begitu senang bersorak gembira dan lalu memeluk shiren erat-erat
Sedangkan kami ikut-ikutan bersorak gembira dan tos ria
"Rencana lo berhasil yaa keis" ucap hazel merangkul keisha
"Iya dong" ucap keisha senang
Rio pun melepas pelukannya
"Oke. karna gue sedang bahagia hari ini, maka semua makanan disini, gue taktir, jadi kalian boleh makan sepuasnya" ucap rio berteriak,
Sontak membuat pengunjung bahagia, dan memesan pesanan lagi, dan hazel terganga, mengangkat alisnya,
"Kayaknya, gue kerja keras hari ini" ucap hazel jengkel, sedangkan keisha menahan tawa
"Perlu gue bantu" ucap keisha menyaran
Hazel lalu menatap keisha mengerutkan dahinya
"Emang lo bisa masak?"
keisha mengganguk
Yaa, memang benar keisha masak, sebelum dirinya sma, dirinya sempat belajar sama neneknya sebelum dia meninggal, dan hasil nya ia bisa masak, tapi semenjak keisha sma tak lagi jadi jarang sekali masak, tak tau kenapa apakah masakannya ini enak atau tidak,
"Ok, kita lakukan sekarang" ucap hazel menuju dapur, diikuti Keisha di belakangnya
tapi disisi lain Keisha sedikit ragu apakah masakannya enak atau tidak, hazel melihat itu, lalu hazel berkomentar kalau masakannya enak, ia pun bersemangat lagi memasak, dan gadis itu dan hazel berperang hari ini pesanan sering datang bergantian, bahkan ada pasangan datang bergantian,
Saat jarum jam menujuk ke jam sebelas, felix mengantarkan tamu terakhir ke depan pintu dan Akhirnya kami melepaskan otot-otot kami, hari yang sangat-sangat sibuk
"Minum dulu keis" ucap hazel meletakan nampan minuman berisi jus buah, digo muncul membawakan puding caramel,
Sedangkan shiren, rio, dan louis masing ada disini,
"Oh, yaa, shiren, rio selamat yaa kalian sudah pacaran" ucap digo meminum jus,
Mereka tersenyum
"Thank yaa, kalian udah bantu gue nembak shiren" ucap rio
"Iya sama-sama, lagian kami dukung hubungan kalian" ucap louis
"Oh, yaa kayaknya gue sama shiren pulang, udah malam" ucap rio berdiri, dan shiren juga,
Mereka mengangguk Sebelum keluar dari cafe rio membayar traktir
"Oh, yaa, mas berada semuanya" ucap rio kepada felix, sehingga membuat jengkel, karna dia dipanggil mas-mas, dan kami menahan tawa
"Jangan panggil aku mas, emang tampakku kayaknya mas-mas apa"ucap felix jengkel, ia menjabat tangan "panggil aku felix"
"Dan aku hazel, koki cafe ini" ucap hazel ikut-ikutan
rio tersenyum, dan segera membayar traktirannya, setelah itu berbalik badan dan menatap keisya yang sedang makan puding
"Oh, yaa, keis makasih juga lo bantu gue, dan sebagai balasannya gue berdoa deh, semoga lo cepat nyusul sama dia"
keisha pun tersedak
Apa apa anak ini!
Hazel yang berada disamping keisha langsung mengelus-elus punggungnya
"Idss, riooo"
Rio tertawa puas membuat keisya kesal, dan segera keluar cafe sambil mengandeng tangan shiren, dan louis ikut pulang juga
"cepat nyusul, maksudnya apa keis!" ucap kevin memakan puding
Belum sempat menjawab, digo langsung ngocos saja
"Maksud dia, cepat nyusul sama david!"ucap digo mengedipkan matanya ke keisha dan hazel tersedak
"Sama david, emang dia kenal sama david!" Ucap hazel penasaran
"Iya, sebenarnya, rio itu sahabatnya david, dan juga rio mak coblak keisya sama david dulu" digo
Mereka mengganguk