Dear keisha

Dear keisha
PART 38



Makin hari hubungan keisya dan david makin dekat, bahwa seluruh anak SMA TUNAS BANGSA menyaka bahwa mereka pacaran dan juga ada iri, kagum kepada mereka berdua


Bahwakan para sahabat david dan keisya yang sudah mengetahui hubungan yang sebenarnya adalah Sahahat itu heran, karna mereka saling mencintai, saling menglengkapi satu sama lain, saling ingin membuat pasangan bahagia satu sama lain tapi mengapa mereka hanya menganggap hanya sahabat bukan SEPASANG KEKASIH


pasangan gila


...❤️❤️❤️❤️❤️...


"Digo, keisya mana! Yang lain mana" ucap david baru keluar dari mobilnya sembari melihat keisya, louis, dan shiren tidak berangkat bersamanya


"Di markas" jawab Digo membuka helmnya


"Kok dimarkas? Mereka ga sekolah" ucap rio tiba-tiba disebelah david


"Yaa ampun masa kalian ga tau sih kebiasaan mereka kalau hari ini" Ucap digo tertawa geli


"Maksud lo"


"Mereka dimarkas karna mereka bolos pelajaran mereka tidak suka matematika, tapi ntar mereka balik lagi kok"


"Kenapa mereka ga belajar sih pake bolos segala?!" ucap rio sedikit kesal melihat kekasih bolos belajar


"Tanya aja ke mereka!" ucap digo cuek "yaa udah, gue mau kelas dulu, mau liat anak baru dikelas, siapa tau dia jadi korban selanjutnya


"Sialan lo" ucap david dan rio bersamaan


Setelah digo pergi


david dan rio saling lirik seolah menyatakan


Gimana!!!


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Di markas geng glarder


Sedangkan di markas keisya dan louis yang sedang memainkan ponselnya, sedangkan shiren sedang di luar beli makanan untuk mereka yang lagi kelaparan


"shiren mana!"


Sebuah suara membuat mereka menoleh dan mendapati rio dan david berdiri di ambang pintu markas


"Lagi berenang di empang"


PLETAAK


Louis mengusap kepala yang sakit karna mendapatkan jidatan dari rio, sedangkan david dan keisya menenawakannya dan berkomen


"Lo apain pukul kepala gue, sakit tau"


"LO ITU APA-APAAN GUE TANYAN SERIUS" ucap rio, membuat mereka kaget


"Yaa ampun ri, kok lo jadi marah gini sih, lo tuh kenapa!" Ucap david berada di samping keisha "ga kayak biasanya lo marah sama louis, dia kan cuman bercanda"


"Iya nih, gue cuman bercanda doang kok" ucap louis menepuk pundak rio "shiren itu lagi keluar beli makanan buat gue sama keisya yang lagi kelaparan"


"Kenapa lo aja yang beli?" ucap Rio "kenapa harus cewek gue? Nanti terjadi apa-apa gimana"


"astaga ri, baru setengah jam aja shiren tidak bersama lo udah panik gini" keisha heran "lo itu kenapa sih!"


Aneh kenapa gue jadi gelisah gini yaa batin rio


"Sayang kamu ada disini!"


Sebuah suara membuat mereka menoleh. tampak shiren berdiri diambang pintu dengan sebungkus kontak plastik ditangannya dan rio langsung berhamburan memeluknya erat


"Tuh anak kenapa!" bisik keisya ke david


"Ga tau"


"Sayang, kamu kenapa! kok kelihatan panik gitu" ucap shiren melepas pelukannya


"Ga pa pa kok sayang" ucap rio tersenyum mengelus rambut shiren "aku cuman khawatir aja sama kamu"


Shiren tertawa geli


"kamu jangan berlebihan gitu dong"


shiren pun menarik tangan rio menuju sofa, duduk bersamanya dan menaruh bungkusannya dimeja dan membuka bungkusan


"lebih baik kamu makan bareng aku"


"Buat kita mana!" ucap keisha dan louis


"Tuh ambil aja sendiri"ucap shiren menatap mereka berdua lalu menatap rio lagi "sayang, aku suapi yaa"


"Sayang kamu juga makan dong" ucap rio yang udah menelan suapan shiren dan tangannya juga menyuapi shiren


"Sok romantis lo berdua" ucap louis mengejek


"Mendingan gue romantis, dari pada lo jomblo seumur hidup" balas shiren langsung disambut tawa oleh mereka


"Dav, lo udah makan" tanya keisya membuka bungkusan nasi goreng


"Belum"


"Yaa udah kita makan bareng"


"Ga ah keis, lo aja yang makan, kan lo yang lagi kelaparan" ucap david


"Tapi lo kan juga belum makan kan, lebih baik kita makan bareng gitu" ucap keisha


"Ga ngapain nih pada ribut"ucap louis lalu mendekatkan bungkusan nasi ke bungkusan nasi goreng keisya lalu mengabungkanya agar porsinya lebih banyak "lebih baik kita bersama bertiga, makan bersama itu indah tau"


keisya dan david mengangguk setuju lalu mereka pun bersama bertiga, lalu beberapa menit kemudian sekali melihat shiren dan rio yang asik suap-suapan


"Eh lo berdua, ga gabung para kita!" tanya louis


"Malas ah gabung dengan para jomblo ga bikin perut gue kenyang"


Sukses membuat mereka bertiga melongo dengan ucapan sukses tadi


"Sialan lo berdua" balas mereka kompak


"Widih, para jomblo kompak"ucap rio sembari kekehan


"Diam lo" ucap david "gue emang jomblo, tapi hati gue udah ada yang punya"


Membuat pipi keisya merah padam


"Tapi sebelah gue nih jomblo"ucap david ke arah louis tepat disebelahnya, sedangkan keisya dihadapanya


"Lo lebih sialan lagi" ucap louis kesal


Membuat mereka tertawa terbahak-bahak mendengarnya, karna diantara kami louis lah paling jomblo, dia tak pernah melirik perempuan disekitarnya yang banyak mengila-gilainya karna wajahnya yang ganteng, cool, kaya dan senyumnya yang bikin wanita tergila-gila padanya


Maka para sahabat terus mengejeknya ia tak bisa melirik perempuan, katanya ia belum menemukan yang cocok


Cocok apanya!


...❤️❤️❤️❤️❤️...


DI SMA TUNAS BANGSA


Sementara ditempat berbeda seorang wanita cantik yan mengenakan seragam barunya, rambutnya hitamnya ia dibiarkan bergerai, serta postor tumbuh ideal yang menarik laki-laki akan terpana melihatnya


Wanita itu kini sedang mencari kelasnya yang sudah setengah jam ia cari, ia pun memutuskan untuk bertanya kepada seorang murid cowok yang sedang berdiri di ujung koridor. wanita itu mendehem agar cowok itu menyadari keberadaanya dan ketika mata mereka bertemu mereka sama-sama kaget


widih nih cewek cantik banget batin cowok itu


"Hai, digo"


"HAH!" ucap digo kaget karna wanita ini mengenalnya "lo kenal gue!"


PLETAKK


digo mengelus kepalanya karna mendapatkan pukulan dari cewek itu


"eh lo siapa sih? Tiba-tiba lo pukul kepala gue, hah"


Wanita itu berkekeh pelan melihat digo betul-betul tidak mengenalinya


"Yaa ampun digo, masa lo tidak kenal gue sih" kesalnya "coba lo liat wajah gue baik-baik"


Digo pun menyelidi wajahnya wanita itu dan beberapa menit kemudian dia


"cin...dy" ucap digo terbata-bata


"Yap lo benar" ucap cindy tersenyum sumringah "lo apa kabar?"


"Yaa seperti lo liat, semakin ganteng" ucap digo memainkan rambutnya "btw lo ngapain kesini? Bukannya lo dijogja? Terus lo ngapain pake seragam sekolah gue?Terus......"


"Woi, lo bisa diam ga sih" ucap cindy kesal "sakit kuping gue dengarnya"


"Ya elah gitu aja marah, lo jawab aja kali" ucap digo


Cindy mengembuskan nafas pelan


"gue kesini sekolah dan gue baru kemarin balik"


"Terus lo sendiri di jakarta? keluarga lo dijogja gimana! apakah keluarga lo ga khawatir lo sendiri disini" Tanya digo


"Ga kok gue ga sendiri, ada keluarga pokap gue yang tinggal Jakarta yang mengurus gue juga adik gue dan juga ada sepupu gue sekolah disini"


"Siapa! Gue kenal orang"


"Renaldo bottier"


"APA! Aldo" ucap digo kaget lagi "jadi lo sepupu aldo"


Cindy mengangguk tersenyum


Aduh gawat nih batin digo


Digo pun gelisah karna kehadiran cindy disekolah ini ditambah lagi sebelum cindy sekolah, keisya sempat curhat padanya kalau cindy selalu menanyakan keadaan rio


Apa tandanya coba?


"Hey pake bengong lagi" ucap cindy menyadarkan lamunan digo lalu menarik tangannya


"temani gue yuk cari kelas gue"


"Dimana!"


"Kelas biologi"


Digo pun mengantarkan cindy kelasnya, sepanjang menuju kelas, murid cowok terus memperhatikan cindy yang terpana akan kecantikannya, ada yang bersiul-siul, ada yang memperhatikannya tanpa berketip dan lainnya


Setelah mengantarkan cindy, digo pun kembali kelasnya karna sebentar lagi bel masuk berbunyi tapi sebelum itu ia merogoh celananya untuk memberi pesan kepada keisha


...❤️❤️❤️❤️❤️...


UHUK...UHUK


Keisya terbatuk setelah mendapatkan pesan dari digo menyatakan bahwa


Cindy it is back


"Yaa ampun keis, lo kenapa!" ucap David panik


"Ga pa pa, gue cuman mau minum"


david pun mengambil air putih untuk keisya lalu meminumnya setelah selesai makan


"Dav, ikut gue yuk keluar ada gue mau bicarakan" ucap keisha berdiri dan david mengangguk lalu mengikuti keisya, sebelum itu ia juga lirik rio


"lo juga ri"


"Kalian mau bicara apa" ucap louis


"Lo mau tau kita mau bicara apa!" keisya memasang muka misterius dan louis mengangguk


"Punya cewek dulu" ledek keisya yang disambut tawa oleh kami


...❤️❤️❤️❤️❤️...


"Emang apa lo bicara sih keis!" Tanya rio


Keisya tidak menjawab melainkan menunjukkan ponsel di berisi pesan dari digo ke depan rio dan david,


dan keisya dapat melihat respon


Dari mereka yang terkejut seketika, dan berbeda dengan rio yang tidak hanya kaget melainkan wajahnya pucat seketika


"Maksud lo keis cindy kembali? Dia berada di jakarta sekarang"ucap david


"Lo jangan takut-takuti gue dong dav" ucap rio mulai cemas "gue kan belum bilang ke shiren kalau gue punya mantan, dan bisa gawat nih kalau dia tau ada mantan gue di jakarta?"


"tapi akan jadi kenyataan ri" Ucap keisha


"Maksud lo keis"


"Jujur ri, akhir-akhir ini cindy tiba-tiba menelepon gue dan terus tanya kabar gue dan juga.... tanya kabar lo ri"


"Apa!"


"Iya dia terus tanya gue gimana kabar lo? bagaimana keadaan lo sekarang, lo sama siapa? apakah masih sama kayak dulu?"


Membuat rio diam membeku


"Kayaknya dia masih sayang sama lo ri" ucap david menepuk bahu rio "dan gue yakin nih dia pasti dia akan kembali"


"Maksud lo dia akan balik lagi sama gue gitu?" Ucap rio kesal


"Gue kan ga mungkin balik lagi sama dia"


"Tapi..."


"Udah lah dav jangan ambil kesimpulan dulu" ucap keisha "lebih baik kita tanya digo gimana, apa maksud kata dia ini, apakah dia kembali atau tidak"


Mereka mengangguk setuju dan keisya pun menelepon digo


"Hallo digo apa maksud kalimat lo barusan" ucap keisya the point memspearker agar david dan rio dengar


"Cindy balik lagi ke jakarta, dan dia sekolah sama kayak kita, dan lebih parahnya lagi dia ternyata sepupu aldo"


"Apa!" ucap kaget kami kompak


"Eh kok gue dengar ada suara rio dan david, mereka ada keis?"


"Iya" jawab keisya, lalu rio merebut ponsel keisya "lo serius digo"


"Iya gue serius, kalo lo ga percaya lo kesini deh, lo liat dengan mata kepala lo sendiri!"


"Gue percaya kok" ucap keisya lalu memutuskan sambungan digo sepihak


Lalu keisya menatap rio serdu, rio benar-benar frustasi sekarang karna mengetahui mantannya kembali, dan juga sedikit takut karna dengan kesadaran cindy yang masih menyukainya akan merusak hubungannya dengan shiren


"Udah lo ga usah lo pikirkan" ucap david menenangkan sahabatnya itu "lebih baik lo pikirkan gimana ke cewek lo sebelum terlambat"


"Gue setuju" ucap keisha


"Apanya setuju!"


Ucapan seseorang yang membuat menoleh cepat dan kaget melihat shiren dan louis sudah berdiri dia ambang pintu markas sambil mengandeng tas di punggungnya


"Kalian mau kemana!" tanya keisha


"Mau baliklah, kita kan ga mungkin bolos seharian kan" ucap shiren


"JANGAN" teriak kami kompak membuat shiren dan louis menatap heran


"Kenapa!" Tanya shiren


"soalnya kita mau jalan-jalan" ajak keisha menatap david meminta persetujuan


"I...ya kita mau jalan sekarang" ucap david persetujuan "lo kita kan ren!"


"Ga ah, gue mau ke sekolah" ucap shiren hendak pergi, tapi tertahan tangannya dipegang rio


"Ayolah sayang, kita sekarang pergi jalan yuk" ucap rio


"Tapi sayang, ini kan...."


"Emang kamu ga mau jalan sama aku!" ucap rio berusaha agar ia mau diajak jalan-jalan sekaligus menghindar cindy yang berada di sekolah


"Tapi bisa kan ntar pulang sekolah jalannya"


"Ga, sayang aku mau sekarang, yaa!"


"Oke deh aku mau" ucap shiren tersenyum


Kami pun menafas lega akhirnya shiren mau ikut dengan kami, lalu mata kami beralih ke louis


"Apa!" Ucap louis ketus karna menjadi pusat perhatian dari mereka


"lo mau dengan kami!" Tanya david


"Ga ah males" ucap louis menolak ajakan mereka "ntar gue menjadi obat nyamuk lagi"


"Ahaha, itu makannya lo cari cewek gih sono" ucap david lalu mengandeng tangan keisya "yuk keis"


"Iya biar double date sekalian" tambah rio


"Sialan lo berdua" ucap louis murka


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Cindy kini sedang suntuk dalam pelajaran pertamanya, ia benar-benar tak konsen belajar, bagaimana tidak selama di kelas murid cowok di kelasnya sering mengodainya terus bertanya udah punya pacar belum, minta nomornya dan lainnya


Cindy pun memilih keluar kelas sekaligus mencari sahabatnya tersebut dan juga mencari seseorang, karna selama dikelas ia tidak menemukan batang hidung mereka dari tadi


Cindy berjalan melewati taman lalu menuju kantin, saat sedang asik-asiknya mencari


BRUKK


"Aduhh"


Sebuah tas jatuh mengenai kepalanya hingga dia terduduk dipinggir pembatas taman, cindy mengaduh sakit saat tas besar itu sukses membuat ujung kepalanya berdenyut-denyut nyeri


Cindy mengaduk kesakitan sambil duduk di taman itu, saat sebuah kaki melompat turun didepan lalu dia mendongak


"Eh, maaf gue ga sengaja"


seseorang didepannya mengulurkan tangannya membantu ia berdiri dan cindy menoleh menempati seorang cowok yang ganteng


Gila nih cowok ganteng banget batinnya


Lalu cowok itu mengulurkan tangannya membantunya berdiri


"sekali lagi, maafin gue yaa, gue ga sengaja lempar tas gue ke kepala gue, soalnya gue kira ga ada orang disini tadi, eh tenyata ada" ucap pria itu berkekek pelan "kepala lo sakit


"Eh, ga kok, ntar juga mendingan" ucap cindy tersenyum


Senyumannya manis batin cowok itu


"Lo serius ga pa pa, ntar kalo kepala lo ada apa-apa bilang ke gue, ntar gue periksa di uks" ucap pria itu merasa bersalah


"Iya gue serius, ga pa pa kok" ucap cindy tersenyum "yaa udah gue pergi dulu mau ke toilet"


"Iya, sekali maaf yaa"


"Iya" ucap cindy tersenyum lalu ia pergi melanjutkan mencari sahabatnya


Cowok itu hanya tersenyum menatap kepergiannya


"Cantik" guman cowok itu pelan


"Siapa yang cantik?""ucap seseorang cowok dibelakanya dan ia menoleh "cewek tadi yaa!"


"Apain sih lo"


"Yaa elah louis, bilang aja cewek tadi cantik, ga usah sok gengsi deh lo" ucap digo mengoda


"Apaan sih lo, lo jangan menganda-ganda deh"


Digo berkekeh pelan melihat louis yang masih gengsi karna cewek dan ia ga nyerah gitu aja, ia terus mengodainya


"Lo tau ga siapa cewek tadi!"


"Siapa!"


"Cie...cie... cari tau"


"Berisik lo ah" ucap louis kesal lalu meninggalkan digo ketawa


"Eh ngambek"