Dear keisha

Dear keisha
PART 8



Selama perjalanan balik ke cafe, felix terus mengomel, karna ia ingin tahu siapa-siapa  laki-laki tadi keisha langsung jawab kalau dirinya tidak kenal dia, karna ia nggak mau membahas david hari ini, dan kini kami balik ke cafe lagi untuk makan


"Aku sudah baik-baik mau memberimu makan, harusnya kau berterima kasih sedikit, bukannya mendiami aku seperti ini," ucap felix menyingkirkan garpu ke piring keisha "kau masih marah padaku, salahmu sendiri nggak kerja dengan benar"


Dasar manusia menyebalkan, yang tak bisa baca kondisi, Keisha hanya bisa memaki dalam hati, seharian ini ia benar-benar tak mau berbincang dengannya, andai saja kalau ada anak gengnya, ia kan hajar ini orang


"Apa lagi sekarang?" ucap keisha melotot melihat tingkah felix yang satu ini


Dia mengangkat piringnya yang masih penuh dengan sayuran dan menuangkan isinya kepiring keisha


"Kau seperti orang kelaparan, jadi habiskan saja punya ku"


"Tapi kau tak menuangkan__"


"lagipula, aku karnivora"ucap felix tersenyum penuh kemenangan


Aaargh!


Dia benar-benar membuatnya kesal hari ini! Apa tak bisa sekali dia membuat emosinya menurun!


Lonceng pintu cafe berbunyi, keisha dan felix menolek kepala kearah pintu terbuka, felix segera berdiri


"Maaf, cafe kami belum__" ucap felix berhenti karna yang datang adalah sahabat Keisha geng glader


Digo menatap felix sekilas, lalu menatap keisha


"Hai" ucap digo melambai tangannya ke arah keisha


"Kalian" ucap keisha tersenyum, karna orang-orang yang ia tunggu datang juga


Digo langsung menghampiri mejanya dan felix diikuti oleh louis dan shiren, digo langsung mengangkat piringnya dan memakan punya keisha sampai-sampai felix jengkel melihatnya


"Siapa kalian" ucap kevin yang tiba-tiba muncul dari dapur "berani-berani kalian masuk ke cafeku?"


Digo sekilas melihat kevin, lalu menatap kearah keisha


"Siapa dia keis?"


"Bos gue"


Digo melotot, BOS!


"Hai, gue digo, sepupu keisya" ucap digo baru saja meletakkan piring dan menjabat tangan untuk perkenalan


Kevin mengangkat alisnya dan membalas jabat tangan dengan digo


"Aku kevin, manager di cafe ini"


"Gue louis, sahabat keisya" ucap loius mengangkat tangannya untuk perkenalan


"Gue shiren, sahabat keisya juga" ucap shiren ikut- ikutan


"Dan, lo siapa?" ucap louis menunjuk ke arah felix


Felix mengangkat alisnya, memasukkan tangannya ke celana jiansnya


"Aku felix, assiten manager cafe ini"


"Siapa yang datang kevin" ucap hazel tiba-tiba muncul keluar dari dapur "kalian?!"


Hah, hazel mengenal mereka?


"Kau mengenalnya hazel" ucap felix


"Iya, mereka adalah Geng glader"


"APA?!" ucap kevin dan felix terkejut


"Maksukmu geng glader, yang berandalan itu," ucap felix


"Jaga mulutmu felix! Mereka ini bukan geng berandalan, mereka hanya geng motor saja," ucap keisha kesal, karna felix menghina geng gue


"Iya dikatakan keisya benar, setahuku, geng glader adalah geng motor, orangnya ini baik-baik kok, ohh yaa aku hazel, koki dicafe ini" ucapnya tersenyum kepada mereka


Tuh kan tebakan keisha benar, hazel kenal mereka!


"Kalau kalian geng glader, berarti kalian kenal dong dengan geng power yang anggota tasya, salsa, reza, dicky, dan ketuanya devan


"Hah, lo kenal mereka" ucap digo heran


"Iya, digo, salah satu dari mereka ada hubungan dengan felix" ucap keisha tersenyum sinis, dan felix kelihatan jengkel


mampus lo felix! Terimalah pembalasan gue


"Siapa, keis" ucap louis


"Dia adalah__" ucap keisha terpotong karna


"Ku rasa kalian nggak perlu urusan pribadiku" ucap felix kesal, dan lalu melotot ke arah keisha


"dan Kalian, ngapain kesini" hazel mengangkat alisnya


"Kita menemui keisya" ucap shiren


"Menemui keisya!" hazel menatap keisha lurus "apa hubungan kalian dengan keisya!"


"Keisya sahabat kami"


"Dan gue sepupu nya" ucap digo ikutan


"Ohh" jawabnya singkat


"ngomong-ngomong nih, diantara kalian siapa ketuanya?" ucap kevin pengen tahu


Louis, shiren dan digo tidak menjawab melainkan menunjuk keisha


"APA" kevin dan felix terkejut


Sedangkan hazel


Hazel menatap keisha, matanya melotot


"WAauw....."


entah itu ekspresi takjub, kaget atau ketakutan, Keisha tak mengerti sama ekspresinya


"Kenapa harus keisya jadi ketua kalian," ucap kevin penasaran


"Dan kenapa nggak kalian  berdua,"ucap hazel menunjuk kepada louis dan digo "kaliankan laki-laki, masa cewek jadi ketua geng kalian,"


keisha kelihatan jengkel karna mereka meremehkan dirinya


"Ok biar gue jelasin" ucap shiren menarik nafas


Shiren menjelaskan kalau keisha paling lah  umur palingtua, bisa dibilang umur gue 18 tahun sedangkan  louiss shiren 17 tahun dan digo, 16 tahun,dan juga diantara geng gue, Keisha lah jago berantem dan balapan


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Di rumah keisya dan digo


"pagi om, tante, digo dan adikku yang cantik nayla" ucap keisha menyapa mereka yang sedang sarapan dipagi hari


"Pagi keisya" ucap mereka kompak


"dan Makasih pujiannya" ucap nayla senyum sumringah


"Ya elah pujian gitu aja, lebay lo" ucap digo mengejek adiknya sendiri


"Mama" ucap nayla mengadu ke mamanya itu, tante mira, adiknya mama, alias mama digo dan nayla


"Udah digo, jangan mengejek adikmu terus"


"Dasar, tukang ngadu" ucap digo jengkel  yang sedang memakan nasi gorengnya


Keisha hanya tersenyum melihat kelakuan digo kepada Nayla. ia pun menatap beberapa makanan di atas meja makan.


"tante keis boleh minta nasi gorengnya, untuk mama,"


"iya"


"nih keis" ucap tante memberikan nasi goreng kepada gue


"Terima kasih tante"


"Sama-sama"


Setelah mendapatkan nasi goreng dari tante mira. keisha pun bergegas ke kamar mama, untuk mengantarkan sarapan pagi sebelum mama minum obat, dan ternyata pintu kamar mama masih terkunci, untung saja keisha memiliki kunci cadangan. ia pun membuka pintu kamar mama pelan-pelan lalu melihat mama seperti biasanya belum ada perubahan


ia pun hampiri mama yang sedang duduk di tempat tidur, sambil membawa sarapan sekaligus tiga butir obat yang sudah ada ditangannya


"Mama makan yaa ma" ucap keisha lembut, tapi tidak ada respont dari mama, dan berada disebelah mama


"Ma, keis suapin yaa mah" ucap keisha mengambil sendok dan mengambil nasi gorengnya "buka mulutnya mah"


Tetap saja tidak ada respont, dan tidak juga membuka mulutnya tetap diam saja


"Ma, mama harus makan sekarang, kalau tak makan nanti mama sakit, keisya khawatir nanti mama sakit, dan please Buka mulut mama yah" ucap keisha memohon agar mama mau makan, dan menyuapi mama lagi, tangapannya malah mama melotot ke arahnya seolah mama tidak mau


"Ok, kalau mama nggak mau, mama minum obat saja, yahh" ucap keisha, dan tanggapannya menatap keisya dengan tatapan tajam seolah keisya ini musuhnya bukan anak sendiri


yaa tuhan, apa yang harus aku lakukan, aku nggak mau mama kayak gini, aku mau mama kayak dulu, sayang kepadaku, peduli padaku, selalu menesehati aku kalau aku salah, masak-masakan kesukaan ku dan lainnya


...❤️❤️❤️❤️❤️...


DI SEKOLAH


Selama pelajaran keisha terlihat tidak menyimak ibu bahasa indonesia yang mengajar melainkan ia sedang melamun diri sampai-sampai gadis itu tidak sadar kalau bel istirahat udah berbunyi


"Oi, bengong aja lo," ucap shiren menyadarkannya "kenapa lo keis ada masalah lagi!"


"Nggak kok,"


"Udah lah keis, cerita aja sama kita, dari tadi gue lihat selama pelajaran lo bengong mulu, pasti ada masalah lagi kan!" Ucap louis


"Kalian benar, gue ada masalah lagi!"


"Apa masalahnya"


keisha pun menceritakan apa yang terjadi tadi pagi pada mama, reflek membuat mereka ikutan sedih melihatnya


"Jadi, saat ini mama lo tetap aja tak mau minum obat keis,"


"Iya, jangankan minum obat, makan aja nggak mau," ucap keisha sedih


"Lo harus sabar dan juga lo harus berusaha terus, jangan pantang menyerah karna gue yakin, suatu saat mama lo pasti mau minum obat," ucap louis menepuk bahunya, dan menenangnya


"Dan pasti sembuh" ucap shiren menambah


"Makasih yaa guyy atas supportnya," ucap keisha senang


Tanpa keisya sadari ada orang yang terus memperhatikan keisya dan menguping pembicaran mereka, yaitu david yang ikutan sedih


Kasihan keisya, ia sedih karna mamanya sakit, dan gue nggak sanggup melihat orang yang gue sayangi sedih seperti ini, dan gue janji akan bantu keisya agar mamanya sembuh lagi bagaimana pun caranya batin david


"Yaa sudah, kita ke kantin yuk, gue laper nih" ucap shiren memegang perutnya karna kelaparan


keisha tertawa geli melihat tingkah shiren sudah mulai kelaparan


"Ok, yuk" ucap keisha berdiri dihadapan meja gue dan pergi ke kantin bersama louis dan shiren


Sampai dikantin gue lihat meja kami, biasa kami tepati sudah ada empat mangkok bakso yang diatas meja dan satu mangkok bakso sudah ada orangnya yaitu digo yang sedang makan bakso dengan lahapnya, keisha ,shiren dan louis saling lirik melihat tingkah digo yang menjengkelkan, dan juga senang karna kita merasa kalau digo mengtaktir mereka, buktinya ada bakso dihadapan mereka tanpa harus memesan,


"Oi, dari mana aja kalian, gue sudah tungguin tau, sampai-sampai gue pesanih bakso untuk kalian, baik kan gue," ucap digo melihat kami yang sudah berada dihadapannya dan langsung saja kami duduk dimeja dan menyantap pesanan digo,


"thank yah digo, sudah pesanin buat kita" ucap louis menepuk bagu digo yang berada disampingnya


"Jadi lo taktir kita nih," ucap shiren memakan baksonya


"Enak aja, gue cuman pesanin doang, bukan ditaktir tau" ucap digo jengkel, reflek membuat kami tersedak dan segera meminum minuman kami pesan


"Apa?!" ucap loius melotot menatap digo "jadi lo cuman pesanin doang, bukan ditaktir,"


"ya iyah, masa gue taktir lo bertiga, kan gue lagi bokek sekarang,"


"Kalau gue tahu, gue nggak mau makan nih,"ucap keisha kesal


"Hehehe, sorry," ucapnya mengaruk kepalanya gatal


"Dasar" ucap keisha, louis, shiren kompak


"Ohh yaa, keis ada sesuatu gue tanyakan ke lo" ucap louis menatap keisha


"Tanya apa?"


"Kalau boleh tahu, apa yang lo tahu tentang orang-orang yang bekerja dicafe lo, tempat lo bekerja?,"


"maksud lo bos gue, felix dan hazel," ucap keisha bingung


"Iya"


"setahu gue mereka itu sepupuan, bos gue, kevin paling tua, selanjutnya felix dan paling muda hazel, dan emang ada apa!" Ucap keisha penasaran


"Terus nggak ada lo tau lagi tentang mereka, sifatnya, atau siapa dia gitu,"


"Nggak, emang siapa mereka sih, gue jadi penasaran,"


"Ok, gue jelasin tentang mereka nih, kevin dia playboy yang paling berbahaya, pacarnya lebih dari satu, dia calon direktur sebuah perusahaan besar, dan berusan dengannya akan daftar permasalah saja, selanjutnya felix dia dari salah satu direktur yang memegang sebuah rumah sakit besar, dia ditakdirkan menjadi dokter, dia memang keren tapi sifatnya jelek, kalau bermasalah dengannya, ayahnya yang tak bisa membedakan mana yang baik dan benar itu akan membahayakan diri lo, bahkan bisa membuat nama lo diblack list diseluruh penjuru indonesia dan hazel dia berandalan, wajahnya boleh saja bertampang malaikai begitu, tapi dia hobi berkelahi, tak ada berita kejahatannya, karna dia cuman mematahkan tangan mereka dan ada pengacara membelanya


"Banyak sekali lo tau tentang mereka yaa,"


"Ya iyah lah, mereka itu sudah terkenal sejakat raya, lo aja yang lambat," ucapnya jengkel


"Ya, ya, ya, whatever,"


"Hai, kita boleh ngabung nggak" ucap rio yang sudah berada disamping shiren dan juga ada david bersamanya


"Boleh" ucap shiren senang


Mereka pun bergabung dengan kami, dan ikut ngobrol dengan kami, sedangkan david sekali curi-curi pandang ke keisha sehingga membuat dirinya grogi dibuatnya,


"Guyy, gue duluan,  gue mau ke kelas dulu," ucap keisha berdiri dan pergi


"Ok"


keisha pun pergi menghindari david lagi,


Maafin gue dav, gue hindari lo lagi


Brak


Saat menuju kelas, tiba-tiba sebuah botol minumam mendarat dikepala Keisha. keisha memekik kaget, ia melirik orang yang melempar botol ke kepalanya, dan ternyata aldo yang mengerjainya lagi


"Upss....!! Sorry, sengaja" ucap aldo memancing emosinya


Lagi-lagi cowok sinting itu telah membuat dirinya kesal, Keisha pun mengambil botol minuman tadi yang jatuh di lantai dan melemparkan botol ke arah aldo, tapi lemparannya meleset, botol itu sama sekali tidak mengenal wajah aldo yang sok tampan itu,


"Maaf, lemparan anda meleset" ucap aldo penuh kemenangan


keisha yang makin emosi, ia pun dekatin aldo, ingin memukulnya atau meninjunya, tapi aldo malah lari menghindar, sepertinya cowok itu melarikan diri kalau ia ingin menganiaya dirinya, ia pun ikutan lari mengejar aldo


"Aldo...!!! Jangan lari loo...!!!" Teriak keisha yang terus mengejar aldo


Aldo malah tertawa, kami lari melintasi beberapa karidor sekolah, sehingga membuat keisha capek mengejarnya


"AWAS LO Al" ucap keisha teriak ngos-ngosan "lo akan terima pembalasan gue nanti"


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Seperti biasa, keisha pulang terlebih dahulu sebelum ia kerja dicafe sekaligus melihat kondisi mama, sama sekali tidak ada tanggapan, obat diatas meja tak disentuh, dan begitu juga makanan tadi pagi tak pun habis dimakan mama


Kei lo nggak boleh menyerah keis, lo harus berusaha terus sampai mama lo sembuh lagi!