Dear keisha

Dear keisha
PART 29



BRUKK


"KEISYAAAA!" Panggil hazel


Keisya terjatuh dari motor setelah berhasil menghindar dari kecelakaan maut


hazel pun menghentikan laju kecepatan motornya dan langsung berlari menghampiri keisya, keisya yang masih tergelentak di aspal, hazel pun melepas helm keisha secara perlahan-lahan lalu bernafas lega


Keisya baik-baik saja


"Apa kau sudah gila hah! Bosan hidup hingga kau melompat dijalan, apa kau ga perpikir bertapa gilanya aku melihat kau seperti ini, dan untuk aja kau masih selamat, kalau tidak aku akan membawamu pulang sebagai jenazah" ucap hazel mengomel


Ia tak habis pikir dengan jalan pikiran keisya ia melampiaskan dengan cara nekat


"Eh, zel, untuk apa gue hidup? untuk apa gue bertahan lebih lama lagi? untuk apa gue bahagia? toh lo bisa liat sendiri kehidupan gue, orang yang gue sayangi pergi ninggali gue, tidak berada disamping gue lagi, tidak membela gue lagi, contohnya papa yang sudah ninggali gue, dan sekarang.....david yang sudah ninggali gue juga dan memilih mereka, dan besok siapa lagi yang ninggali gue, hah! Siapa zel, siapa! " ucap keisya menangis histeris " gue capek zel, gue capek, setiap gue menyayangi seseorang, pasti orang itu pergi ninggali gue, jadi, lebih baik gue mati aja, mati!" Ucap keisya memberontak, hendak ke motornya lagi


Secara sigap hazel menenangkan dan membiarkan dada bidang dipukul oleh keisya, lalu merangkup pipinya


"Keis, dengari gue" ucap hazel melepaskan pelukannya lalu menatap mata keisya tulus "siapa bilang, orang yang lo sayangi pergi ningali lo, tidak membela lo lagi, itu salah besar keis. masih ada gue, kevin, felix, digo, louis, shiren yang masih menyayangi lo, masih setia ada disamping lo suka-duka, masih membela lo, dan perlu lo ketahui adalah, masih ada mama lo yang masih menyayangi lo, butuh perlindungan dari lo, seorang keisya yang cantik kuat, tegar dalam menjalani hidupnya tanpa melibatkan orang lain, jadi lo jangan pernah berpikir untuk menyerah dalam hidup, yaa keis!" ucap hazel panjang lebar lalu memeluknya lagi


"Dan gue berjanji keis, gue akan bantu lo untuk kerja bareng kita lagi," ucap hazel disela-sela peluknya dan tampak keisya mengangguk setuju


Tapi disela-sela peluknya tangannya tangan mengepal, rahang mengeras


"Gue akan balas dendam semua lo dav, pasti" batin hazel


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Sementara di teras rumah. terlihat digo dan louis sedang mondar-mondir Memikirkan keisya, hari udah menunjukkan pukul 10,00 malam, keisya masih aja belum ketemu. sedangkan shiren duduk di kursi teras rumah digo, menatap mereka berdua kesal


Mereka sudah mencari keberadaan keisha dimana-mana, di jalanan, maskas, area balapan, rumah arka, tempat biasanya keisya nongkrong, dan di manapun itu tapi masih belum saja ditemukan


"Hoy, kalian berdua bisa tenang ga sih, pusing kepala gue liat kalian mondar-mondir tak jelas" ucap shiren kesal melihat louis dan digo,


"Bagaimana kita bisa tenang, keisya tuh hilang, hilang, kalau terjadi apa-apa dijalan gimana" ucap louis mendengus kesal


"Iya nih, seharusnya lo bantu kita, gimana caranya tuh anak cepat ketemu!" ucap digo kesal "khawatir gue tau ga"


"Hey, emang lo aja yang khawatir, gue juga khawatir kali, tapi gue ga mondar-mondir ga jelas kayak kalian" ucap shiren


Louis, digo dan shiren tidak melanjutkan adu berdebatan mereka lagi saat melihat mobil kevin masuk ke halaman rumah digo


"Gimana, vin, udah ketemu keishanya?" ucap louis saat kevin dan felix berjalan ke arahnya


Kevin geleng-geleng kepala


"Belum"


"Yaa ampun tuh anak kemana sih, bikin khawatir gue terus"ucap digo kesal lalu ia bersandar dinding rumahnya


"Terus hazel mana?" Tanya shiren menatap sekililing, menyadari tidak ada hazel yang hadir di antara mereka "kok gue ga liat dari tadi"


"Hazel masih mencari keisya" ucap felix sambil melipat tangannya


"Oh"


Beberapa menit kemudian mereka pun menoleh setelah mendengar derum motor masuk ke halaman rumah dan bernafas lega melihat hazel bersama keisya. terlihat hazel mengendong keisya ala bridal style dan berjalan ke arah mereka


"Zel, kenapa dengan Keisha? kenapa tidak sadar gitu" ucap shiren khawatir


"Iya kenapa dengan keisya, apakah dia terluka, dia pingsan, atau__"


"Issh, jangan berisik, kalian jangan negatif thingking dulu, keisya cuman ketiduran kok" ucap hazel masuk ke dalam rumah yang sudah di bukakan oleh kevin


Yap! Memang benar ia ketiduran di bahu hazel, karna ia kecapekan, sedangkan motornya di taruh di bengkel karena motor keisha ada sedikit rusak


Hazel pun membawa keisya ke kamarnya dan membaringkannya di tempat tidurnya, lalu menyelimuti keisya dengan selimut yang ada di tempat tidurnya, setelah itu ia keluar dari kamar keisya


"Tadi kau ketemu keisya dimana zel!" Tanya felix berdiri di pintu kamar keisya


"Tadi ketemu keisya dijalan" jawab hazel "dia hampir aja lompat ke jalan"


"APA" mereka kaget


"Tuh kan benar kata gue, kalau dia lagi marah mengerikan pasti tuh anak lompat ke jalan" ucap digo


"Itu gara-gara david sialan" ucap hazel geram senaya mengepal tangannya "guyy gue pergi dulu, kalian jaga keisya yaa" ucapnya lalu pergi


Kevin dan felix saling menatap satu sama lain sepertinya ia tahu kenapa perginya hazel


...❤️❤️❤️❤️❤️...


David POV


PRAAKK


Aku membanting vas bunga dengan kasar, menglampiaskan rasa kesal aku terhadap cewek sialan itu


Tasya angelia wilson


Dia mengancam aku, ya dia mengancam aku, dia bilang jika dia tidak membelanya nyawa keisya bakal terancam dan ibunya juga dan aku tidak mau tidak terjadi dan secara terpaksa aku membelanya


Menyakiti cewek yang aku cintai


Dan aku membenci tasya


Baru kali ini aku membenci wanita seperti dia, selama ini aku selalu menghormati wanita, tersenyum ramah pada wanita, tapi tidak bagi tasya dan juga gengnya sangat gue benci


Soal aku punya hubungannya, itu HANYA PURA-PURA PACARAN, tidak lain hanya ingin menyetujui permintaan tasya yang terus mengancam dirinya


Cuman barang-barang yang ada di rumah yang bisa dirinya lampiaskan, sampai pembantu rumah besarnya takut melihatnya seperti orang persetanan,


"DAV, CUKUPPPP!!"


Teriak seseorang yang aku kenali siapa lagi kalau bukan rio, sahabatku, dia lalu menarik tangannya ia hendak membanting vas bunga disudut ruang keluarga


"Dav, cukup lo lampiaskan kemarahan lo dengan membanting barang-barang nyokap lo. gue tau lo lagi marah, kesal juga sedih, tapi ga segitunya kali, liat pembatu aja ketakutan liat lo marah gini" ucap rio menenangkan david yang sudah mulai membabi buta


"Terus gue harus melakukan apa! Hah!" ucap David meninggikan suaranya "gue kesal sama tuh cewek, berani-berani dia ngancam gue lagi, dan membuat hubungan gue sama keisya yang awalnya sudah mulai membaik, tapi gara-gara dia, gue membuat keisya membenci gue lagi, membuatnya menangis lagi, gue kesal ri, gue kesal"


gue menunduk


"Emang lo aja yang kesal, gue juga kesal kali" cerutu rio "dan itu salah lo sendiri, kan gue udah bilangin sama lo, lo itu jangan-jangan dengan tasya sama dengan geng mereka, kan lo tau mereka sangat licik, dan selalu menganggu kehidupan keisya melulu"


"Terus gue harus gimana dong, gue sudah kesal sama tuh cewek, dan gue menyakiti cewek gue cintai lagi" ucap gue mengeluarkan butiran benih dari mata gue,


Benar-benar menyesal telah menyakitinya, benar-benar menyesal telah membuatnya dipecat dari pekerjaannya dan harus ganti rugi, telah membuat menangis lagi, tak tega gue melihatnya


Apakah gue pantas mendapatkan cintanya lagi? Apakah gue pantas membuat bahagia lagi? Apakah gue pantas membuatnya tersenyum lagi? Apakah gue menunggunya lagi?


"Dav lo ga jangan sedih gitu dong, anggap lah ujian cinta lo sama keisya, ujian kesetiaan cinta lo sama keisya, biar setiap orang tahu sebesar apa lo menunggu keisya, dan begitu pun keisya setia menanti lo sampai kapanpun, setiap orang pasti akan mengalami suka dan duka, begitu pun dengan lo dan keisya, sekarang lo menyakiti dia dulu, tapi suatu saat lo sama keisya pasti akan bahagia lagi, akan membuat keisya tersenyum lembut kepada lo lagi, dekat dengan lagi, walaupun hubungan kalian tanpa status" ucap rio berkekeh pelan


David ikut berkekeh


"Sok bijak lo"


"Hey, emang gue bijak sejak dulu, lo aja yang lemot"


"Emang"


Seketika mereka ketawa, dan tiba-tiba pembantu david, bik minah menghampiri mereka


"Ada apa bik?" tanya david mulai rega dari kemarahannya


"Ada tamu den" jawabnya sopan


"Tamu?, malam-malam gini!"ucap rio heran begitu pula dengan gue


Siapa yah malam-malam gini bertamu?


"Siapa bik"


"Tak salah, namanya hazel"


"APA" gue dan rio kaget


"HAZEL"


Kenapa perasaan gue ga enak yaa! Batin david


Setelah itu bik minah pun pergi, dan gue, rio memhampiri hazel duduk di ruang tamu


Mereka dapat lihat wajah merah hazel, rahangnya mengeras


"Rio, keluar lo"ucap hazel berdiri


"Ada gue bicarakan sama david"


"Bicara apa!" Tanya rio melipat tangan di dada Senaya menatap tajam hazel


Kayaknya nih anak mau balas dendam deh, atas perbuatan keisya terhadap david, gue harus lindungi david, hazel kan bahaya! Batin rio


"Bukan urusan lo" ucap hazel


pria itu tiba-tiba saja menyeret paksa rio menuju keluar pintu, dan menguncinya dari dalam dan sempat terdengar rio memberontak


BRUKK


Belum sempat gue berkomentar, tiba-tiba hazel meninju bibirnya hingganya jatuh tersungkur


"zel lo__"


Belum sempat gue bicara, hazel meninju dia lagi dan menarik kerak baju david


"Zel, lo kenapa mukul gue hah!" Ucap gue tidak terima


"Lo masih tanya kenapa gue mukul lo, hah!" Bentak hazel "Lo emang cowok brengsek yang pernah gue kenal"


Rahang gue mengeras, tangan gue mengepal


Apa-apain nih anak? Kenapa nih anak mukul gue segala, kan selama ini gue tak pernah buat kesalahan sama dia, jangan kesalahan ngobrol aja ga pernah, dan baru kali ini gue ngobrol sama dia,


"Eh zel lo itu kenapa!" ucap gue mendorong tubuh hazel kasar "jelasin ke gue kenapa lo mukul gue segala, emang gue salah apa sama lo! Hah"


"Lo masih tanya apa salah lo" ucap hazel geram "Jelas-jelas lo itu udah nyakitin sahabat gue keisya, gara-gara lo keisya dipecat dan ganti rugi"


"Oke, gue akui gue emang salah, tapi gue ga ada maksud untuk menyakitinya dan membuatnya dipecat"


"Hah, basi" ucap hazel geram menonjok gue lagi, dan gue terima tonjokkan hazel, berkali mengenai perut, bibir kanan, bibir kiri


Karna emang gue pantas tonjokkannya.


"Eh, dengari gue" ucap geram hazel menarik kerak baju david, menatap tajam gue


"KALAU SAMPAI LO MEMBUAT KEISYA SEDIH LAGI, MENDERITA LAGI, GUE TAK SEGAN-SEGAN REBUT KEISYA DARI LO"


Membuat gue berhenti caranya bernafas, bagaikan hantaman petir yang menyambar, tangan gue mengepal lagi,


Apa maksudnya merebut keisya dari gue? rebut cinta keisya dari gue? Apa jangan-jangan dia......


Ga, itu ga mungkin


Gue pun mendorong bahu hazel kasal


"Apa maksud lo hah!" geram gue


"Jangan bilang lo suka keisya?"


Hazel tersenyum miring


"Yah, tebakan lo benar, gue suka keisya, bahkan sekarang gue sangat gue mencintainya, melebihi cinta lo ke keisya"


BRUKK


gue pun menonjok bibir hazel, membalas tonjokan hazel


beraninya dia bilang dia bilang, kalau dia sangat mencintai ke gue,


"Beraninya lo bilang sangat mencintai keisya ke gue, lo mau cari mati, hah" gue menarik geram baju hazel


"Berani emang kenapa, hah!" Hazel menantang david, dan menonjok david lagi


Akhirnya terjadi pertengkaran hebat, saling tonjok-tonjok kan, saling memberi pukulan bibir, dan perut, tak ada satupun yang hentikan mereka, hanya bibi minah yang dapat menghentikan mereka


Tapi sayangnya bik minah hanya menatap mereka ketakutan, takut jadi korban mereka,


"Tapi sayangnya keisya sangat mencintai lo dav, sayang sama lo,  cowok brengsek kayak lo, cowok yang sudah membuatnya menangis berhari-hari, cowok ia ingin dia nantikan" seru hazel "Dan sekarang gue ga akan biarin keisya menangis lagi, murung lagi, dekat dengan lo lagi, ngerti lo"


"Eh, gue ga akan biarin lo rebut keisya dari gue, rebut cinta keisya dari gue, ga akan" geram gue


"Kalau emang lo cinta keisya, seharusnya lo setia sama dia, tapi kenapa lo sering membuatnya menangis hah!" Geram hazel


"Itu karna__"


Belum sempat gue menjawab, tiba-tiba pintu masuk didobrak secara kasar oleh si pedobrak itu


"HAZEL CUKUPPP!!!"


teriak kevin tiba-tiba muncul dari bilik pintu, juga tampak felix dan rio ngos-ngosan


Lalu menghampiri kami yang masih bertengkar, masih saling tonjok-tonjokkan,


"HENTIKAN PENGTENGKARAN INI" ucap kevin mencela kami,


Rio memegang bahu david ketika hendak menghajar hazel lagi, begitupun dengan felix memegang bahu hazel


"Apa dengan kalian bertengkar, saling tonjok-tonjokan, masalah yang keisya alami selesai" ucap kevin geram.


Karna pria itu tahu kalau hazel menghajar david karna keisya, ia  ingin balas dendam ke david karna telah menyakiti ceweknya ia cintai,


Kevin dan felix tau itu


"itu ga sama sekali"