
Louis pun kembali ke kelasnya setelah dua jam ia tinggalkan untuk mengikuti pelajaran selanjutnya, ia pun duduk dibangku seperti biasa
Tiba-tiba pandanganya terpaku pada seorang gadis cantik yang duduk di pojok ruangan kelas, dekat meja guru, gadis itu pun melihatnya kaget, beberapa detik kemudian ia tersenyum manis kepadanya
Deg
Aneh kenapa jantung gue deg degan gini yah batin louis
Tanpa sadar louis pun membalas senyumannya dan langsung membuang muka karna ia tak mau kalau ia ketahuan bahwa louis menatapnya terus
...❤️❤️❤️❤️❤️...
"Hai bro"
digo menepuk pundak louis lalu duduk duduk disebelahnya pelan saat kini ia sedang istirahat
"yang lain mana kok lo sendiri!"
"Mereka ga masuk hari ini, lagi double date"
"Kenapa! tumben-tumben mereka double date si saat jam sekolah seperti ini?"
"Ga tau"
Belum sempat digo bertanya seseorang memanggilnya, tampak cindy memegang bakso ditangannya berjalan menghampirinya dan membuat louis tersedak melihatnya
Digo kenal dia? Batin louis
"Hai digo"
"Eh lo cin, duduk sini bareng kita"
"Ok" ucap cindy tersenyum lalu duduk dihadapan louis dan digo
"Oh yaa cindy, kenalkan nih sahabat gue louis" ucap digo memperkenalkan Cindy kepada louis
"Louis"
"Cindy"
"Ohh yaa digo, rio, keisya sama david mana! Kok gue ga liat mereka dari tadi! Mereka sekolah disini kan?" Tanya cindy menyadari tidak ada hadir mereka
"I...ya" digo terbata-bata
"Terus"
"Lagi do......"
"Mereka lagi ada urusan mendadak" ucap digo memotong perbicaraan louis, dan membuat louis menatap tajam tanda tanya, lalu ia merangkul louis menekan pundak agar menyetujui perkataannya "ya kan louis?"
"I..ya" jawab louis terbata-bata
"Oh" ucap cindy tersenyum lalu memakan baksonya
"Lo hutang perjelas sama gue" ucap louis berbisik tajam digo
"Iya, nanti gue jelasi" ucap digo cengir lalu melepaskan rangkulannya
"Hey rupanya ada anak baru yang cantik disini" kata reza yang datang dengan gengnya ke meja ke glader "siapa namamu cantik" sembari mencolek dagunya
"Apaan sih lo, lepas"ucap cindy kesal terhadap orang yang mengodainya
"Widih jangan galak gitu dong" ucap pria itu tertawa "aku cuman tanya nama kamu doang kok, santai aja"
Louis dan digo hanya menatap tajam anak geng power dalam emosi terpedam, digo ingin sekali menghajar orang ini tapi ia sadar, situasi tidak memungkinkan untuk menghajar orang ini
"Cindy, puas" ucap cindy menatap tajam orang itu
"Cindy namanya cantik seperti orangnya, oh ya perkenalkan aku reza anak genk power paling disegani disekolah ini" ucap Reza penuh percaya diri
"Oh aja yaa" ucap cindy datar
"Aku boleh....."
"HOY"
Sebuah suara membuat mereka menoleh dan louis, digo dan cindy lega
"Berhenti lo ganggu sepupu gue" ucap aldo lalu menghampiri mereka
"minggir lo"
"Oh, jadi dia sepupu lo" ucap devan
"Iya emang kenapa ada masalah" ucap aldo "atau kalian mau tendang gue dari sini!?"
"Oh takut" ucap devan pura-pura takut "guyy cabut, sebelum seseorang bikin kantin kita ini berantakan"
Mereka pun pergi ke meja lain meninggalkan louis dan digo terbalut emosi
"Sialan"
"geng pengecut"
Kesal digo dan louis
"Rese banget deh mereka"ucap cindy kesal "mereka siapa sih digo!"
"Geng power, geng yang paling disegani disekolah ini, sekaligus musuh geng glader" aldo menjelaskan
"geng glader, geng siapa lagi tuh!?" Tanya cindy tambah penasaran
"Geng glader geng sabahat lo sendiri" ucap aldo "diketuai lo sahabat lo sendiri keisya yang beranggota digo, louis dan shiren"
"Shiren?!"
"Iya pacarnya....aw" ucap aldo menjerit kesakitan karna mendapatkan kakinya diinjak oleh digo "digo lo apa...."
"Cindy, gue sama louis dan aldo duluan yaa" ucap digo menyeret aldo dan louis "lo ga pa pa kan sendiri"
Cindy mengangguk mengiyakan
Sedangkan ditempat lain di mall, dua insan manusia sedang mengnikmati kebahagiaan mereka yang mana lagi kalau bukan david-keisya dan rio-shiren, mereka menikmati waktu bersama pasangan mereka masing-masing, canda tawa, menghiasi mereka
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Di cafe
"Keis" ucap felix datang membawa sebuah kotak kardus yang masih tertutup dan memberikan kepada keisya "Bawa ini ke gudang di atas dan simpan ke atas lemari, Hati-hati, isinya cukup berat dan jika jatuh maka akan repot menyusunnya"
"ini apa?"
"Seluruh bahan catatan hazel dan catatan keuangan punya kevin dan seluruh informasi karyawan. sudahlah jangan banyak tanya, bawa saja benda itu ke atas"
Keisya menggerutu dan memaki felix dalam hati, mau tak mau ia mengikuti perintah felix, berjalan susah payah melangkah naik ke atas tangga, satu per satu, secara perlahan
"Keis, lo bawa apa?" ucap David tiba-tiba muncul dari atas tangga "Sini, biar gue yang bawa"
"Ga usah, dav, gue bisa bawa sendiri"
David tidak mendengarkannya dan mengambil kardus di tangan keisya
"david....."
"Ini mau dibawa kemana?" Ucap david melihat keisya dengan nada penuh perintah, keisya hanya diam "kalau lo tak mau kasih tahu pada gue, setidaknya tunjukan tempatnya"
Keisya menghela nafas, menyerah, david tak mau mendengarkannya
Langkah keisya dipercepat untuk membuka pintu gudang yang jauh lebih padat dari seluruh ruangan di cafe. Kotak-kotak kardus tersusun merapat hampir di setiap sudut, kebanyakan adalah kertas kardus kosong
Lemari usang tempat kevin biasanya menyimpan arsip kini sudah penuh dan hanya ada ruang kosong di atas lemari, seperti david juga sudah menyadari hal itu, dia menarik kursi terdekat dengan kakinya mengdekati lemari dan naik ke atas
Keisya pun memperhatikan david mengangkat kardus dengan kedua tangannya dan meletakkan dengan mudah ke atas, untuk sejenak dia menunjuk memandang keisya dan berkata dengan alis menaik
"Hanya itu?"
"Hmm" ucap keisya mengangguk "dav, menurut lo apakah cindy akan menerima kalau rio udah punya pacar pasalnya selama akhir-akhir ini ia terus menanyakan tentang rio ke gue"
David pun turun sambil melompat
"Kalau menurut lo?" tanyannya balik
"Kok lo tanya gue sih, kan gue tanya ke lo sebagai sahabatnya" ucap keisya kesal
David hanya tertawa geli melihat keisya kesal dan segera menjawabnya
"Menurut gue nih cindy mau tak mau harus menerimanya dengan berat hati, kan lo tau sendiri kan keis, cindy ga mungkin merusak kebahagiaan orang terdekatnya, dan juga kita harus secepatnya beri tahu dia sebelum terlambat" ucap david menjelaskan dan keisya mengangguk setuju, lalu ia tersenyum misterius ke arahnya "Dan juga memikirkan hubungan kita selanjutnya"
"Maksud lo?" Ucap keisya bingung
David tidak menjawabnya melainkan berjalan mendekat ke arahnya, dan keisya pun menglangkah mundur, mulai berpikir aneh-aneh terhadap david
"Dav lo mau ngapain?"
david tetap tidak menjawab lagi, dan membuat keisya mundur hingga langkah mundur berakhir keisya ditembok terhalang dan tidak ada jarak lagi diantara mereka berdua
Wajah david semakin dekat, debaran jantung keisya semakin cepat dan rasanya ingin meloncat keluar, david juga merasakan hal yang sama semakin mendekat, dekat, dekat, hingga hidung mereka menempel, kepala david pun memiringkan kepalanya, tanpa sadar keisya memejamkan matanya, beberapa centil lagi bibir mereka akan bertemu dan......
"Ngapain sih kalian berdua disini!"
Kevin membuka pintu gudang lalu diam menatap kami sudah salah tingkah, menatap kami dengan suara yang cukup keras
"DILARANG BERCIUMAN DI JAM KERJA, aku tidak melarang kalian untuk berciuman, asal jangan berduaan di jam kerja apalagi di gudang, mengerti"
Kevin pun membanting pintu keras
"Bos sialan" batin david dan keisya bersamaan
...❤️❤️❤️❤️❤️...
"Boleh aku tahu, Apakah kalian sudah resmi pacaran? Sehingga kalian tertangkap basah berciuman"
"Siapa bilang kami berciuman!" tanya david
"Suara bos terdengar disepanjang cafe" ucap digo spontan "jadi kalian berciuman!"
"Kami ga berciuman" jawab keisya dan david persamaan
"Tapi" ucap digo memancing Keisha dan david
"Hampir" jawabnya bersamaan membuat saling lirik dan salah tingkah,
Mereka diam sejenak lalu tertawa
"Kenapa kalian ketawa!" tanya david heran
"Jadi kevin merusak momen First kiss kalian dong hahaha" ucap Felix meledek Keisha dan david
"Yaa sepertinya begitu" ucap keisya menatap sinis kevin, yang ditatap hanya tersenyum bodoh
"Seharusnya kau biarkan mereka bos, biar mereka rasain first kiss seperti apa!" ucap digo meledek
"Diam lo digo" ucap David mendengus kesal
Membuat mereka makin keras ketawanya
"Seharusnya kalian pacaran dulu baru first kiss. Ini ga kalian aja belum pacaran masa first kiss duluan, yaa aku laranglah" ucap kevin dan membuat mereka salah tingkah
"Cie.... salah tingkah kompak" ledek digo lagi
"Keisya...."
Ucapan hazel terputus bersamaan ada suara lain yang memanggil keisya yang terdengar di pintu kafe dan semua menatap ke pintu cafe
Tampak seorang gadis cantik berlari kecil menghampiri keisya dan memeluk keisya
"Keisya gue kangen lo" ucap gadis itu disela-sela pelukannya
Awalnya keisya sempat kaget mendapatkan pelukan seorang secara tiba-tiba lalu ia pun membalas pelukannya, karna ia sungguh merindukan pelukan ini, pelukan seorang sahabat yang sudah lama ia rindukan
"Gue juga kangen lo cindy, sangat sangat, sangat lo" keisya menangis terharu dan cindy ikutan menangis
Hazel, felix, dan kevin hanya bingung menatap mereka berpelukan, sedangkan digo dan david hanya tersenyum bahagia menyaksikan dua sahabat yang saling merindukan satu sama lain
Mereka pun melepaskan pelukan mereka, dan cindy menghapus air matanya
"lo apa kabar?"
"Baik, lo gimana?"
"yaa seperti lo liat" ucap cindy berkekeh pelan
"Makin cantik aja lo" ucap keisya berkekeh pelan
"Lo juga" balas cindy dan ia pun melirik cowok disebelah keisya
"Lo david kan?!"
PLETAK
Cindy mengusap kepala karna mendapatkan jidatan dari david
"Lo tuh yaa, mentang-mentang pindah ke jogja lo jadi lupain gue" ucap david kesal
"Iya gue maaf-maaf" ucap cindy menghampiri david dan memeluknya, david pun membalas pelukan "gue juga kangen lo dav"
"Iya gue tau, gue juga kangen lo kok" ucap melepas pelukannya dan mengacak rambut cindy "Lo makin cantik aja"
Membuat cindy tersenyum malu
"Lo juga makin ganteng aja" balas cindy disambut tawa oleh digo, david dan keisya
Sedangkan kevin, hazel dan felix menatap mereka masih bingung, dan kevin mendehem
"Ehemm"
Semua menoleh ke arah kevin
Heran
"Apa!" Tanya keisya
"Kau tak mengenalkan kami kepada gadis cantik ini" tanya kevin dengan mata berbinar menatap cindy tersenyum manis
"Yaelah bos bilang aja mau perkenalan, dasar playboy" ucap digo dan lalu kevin melotot ke arahnya
"Hey, digo kau juga sama denganku" ucap kevin lalu melirik cindy "hai, aku kevin, manager cafe ini"
"Aku cindy, sahabat keisya" ucap cindy menyambut tangan kevin, perkenalan dengan tersenyum manis
"Kau cantik" puji kevin
"Makasih, kau juga tampan" balas cindy membuat kevin salah tingkah
"Dasar playboy" ucap felix menyingkir kevin dari hadapannya mengajak perkenalan "aku felix, teman keisha"
"Bukan teman, tapi musuhku si mulut pedas" ucap keisha berkomentar
"Diam kau" cibir felix disambut tawa oleh mereka
"Oh yaa, aku hazel, sahabat keisya" ucap hazel ikutan perkenalan
"Dia sahabat terbaik gue" ucap keisha berkomentar,
hazel mengacak rambut keisya tanpa mempedulikan david melotot ke arahnya dan mereka pun ketawa
Setelah itu kami pun mengobrol banyak hal, dari cindy ke jogja, hubungan david dan keisya yang bikin ia heran dan juga lain-lain
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Semakin Hari cindy makin akrab dengan sahabat keisya, ia selalu berbaur dengan sahabat keisya lainnya, di sekolah, di cafe, dan di manapun itu, karna mengingat orangnya yang ramah, mudah bergaul, cantik dan juga lainnya,
Kecuali rio, sampai sekarang cindy belum bertemu dengannya tapi ia sudah akrab dengan shiren sebagai sahabat keisya kini bukan sebagai pacarnya rio, sampai sekarang cindy belum mengetahuinya
Tapi lain dengan shiren yang sempat marah pada rio waktu itu. tak jujur padanya kalau cindy yang sahabatnya keisya itu adalah mantan pacar rio waktu smp, ia sempat ingin mengakhiri hubungan dengan rio, rio pun tak tinggal diam ia pun berusaha agar ia percaya padanya kalau dia tak kan berbalik kepada perempuan manapun, walaupun mantannya kembali sekalipun, pria itu sangat mencintai shiren dengan tulus. Shiren pun percaya padanya
sedangkan keisya makin gelisah karna ia belum kasih tau kalau rio itu udah pacar sahabatnya sendiri, ia takut kalau cindy marah padanya sebagai sahabat pengkhianat, ia pun harus mencari waktu tepat untuk bilang padanya
"Keis lo kenapa! Kok dari tadi gue liat lo ngelamun terus, lo mikirin apa!" Tanya david menyadarkan lamunan keisya
"Ga pa pa" ucap keisha
"Lo pasti mikirin cindykan" tebak digo, keisya mengangguk
"Udahlah keis, jangan kau pikirkan terus" ucap hazel yang udah mengetahui tentang cindy
"Suatu saat ia pasti akan akan tau sendiri"
"Tapi......."
Ucapan keisya berhenti bertepatan bunyi lonceng cafe berbunyi, ada seseorang datang, semua mata kami pada seseorang gadis
"Cindy" guman keisya
Mata cindy terlihat merah dan bengkak, seperti dia habis menangis, dia berjalan mendekati keisya dan langsung
PLAK
Cindy menampar pipi keisya dengan sampai pipi merah
"Cindy" ucap David murka ketika melihat Cindy menampar keisha
"Apa!" Ucap cindy murka "lo mau bela cewek pengkhianat ini"
"Apa maksud lo cindy" ucap keisha memegang pipinya
"Lo jangan pura-pura sok tak tahu apa deh keis, lo cewek pengkhianat yang gue kenal" ucap cindy kesal "seseorang sahabat yang gue sayangi, yang gue cintai dan gue rindukan ternyata seorang pengkhianat yang gue kenal"
"cindy lo bicara apa sih gue ga ngerti" ucap keisya heran
"Lo ga usah pura-pura ga ngerti deh keis, gue udah tau semuanya, gue udah tau kalau lo ga mau jujur sama gue, gue udah tau kalau rio itu udah punya pacar yaitu sabahat lo sendiri shiren, dan lebih parahnya lagi gue tau dari orang lain bukan dari sahabat gue sendiri" ucap cindy marah
Membuat semua ada yang di cafe terkejut dengan pernyataan cindy
"Cindy, dengan gue, gue....."
"Cukup keisya lo jangan sentuh gue lagi, bicara pada gue lagi, gue kecewa sama lo keis, BENCI LO KE, BENCI, BENCI" ucapnya cindy menekan kata benci pada keisya lalu pergi meninggalkannya
"Cindy, dengari gue dulu, cindy, cindy" teriak keisya berusaha mengejar cindy tapi nihil ia udah pergi dahulu
"Udah lah keis, jangan lo kejar, biar dia tenang dulu" ucap digo
"Bagaimana gue biarin dia tenang, liat dia sekarang benci gue tau ga" ucap keisya menangis
"Lo jangan menangis ok" david memeluk keisya menenangkan dia "dia ga benci lo kok, gue yakin itu"
"Tapi...."
"Louis apa yang terjadi" ucap digo perkata pada louis yang tiba-tiba muncul tak sejak kapan datang,
"Cindy tau semuanya"
"Dari siapa"
"Tasya"
Mata mereka keluar sempurna mendengar perkataan louis
"Maksud lo!" tanya david bingung