Dear keisha

Dear keisha
PART 6



keisha pulang dirumah sampai jam dua belas malam, kevin menemaninya sampai pintu gerbang rumah. gadis itu membaringkan dirinya di tempat tidurnya, Senaya menatap langit-langit atap, sangat melelahkan


ia balikkan dirinya kearah kanan kasur tepatnya di hadapan lemarinya lalu bangkit membuka lemari tersebut dan mencari sesuatu dan akhirnya menemukannya


Sebuah kotak merah polos, gue buka kotak itu terdapat sebuah coklat yang sudah busuh dan sebuah dua lembar foto,


foto pertama terdapat dua pasangan serasi yang tersenyum manis ada kebahagian disana, pasangan itu adalah david-keisha dan rio- cindy, kami berfoto ketika kami dicafe dulu waktu SMP pertama kali keisha bertemu dengannya dan pertama kali merasakan jatuh cinta. Dan foto yang satu lagi, foto keisha dan david saja untuk kenangan indah dalam hidup gue, dan sebuah coklat yang masih ia simpan, tak pernah ia makan coklat itu karna gadis itu tak pernah melupakannya sampai membuat ia senyum-senyum sendiri memandang kenangan indah bersama dengan dia,


"Bah" ucap seorang cewek yang mengejutkan keisha, ia adalah adik digo bernama nayla


"Lo ngapain malam-malam ke kamar gue, lo nggak tidur! Ini sudah malam tau" ucap keisha sambil menyembunyikan kotak di belakang pinggangnya


"sorry, nay, boleh tidur nggak sama kakak" kata nayla memohon lalu ia melihat kakaknya ini menyembunyikan sesuatu dari pinggangnya itu "ngomong-ngomong apa yang kakak sembunyikan dariku"


"Sembunyi apa?"


"Itu dibalik pinggang kakak" ucapnya menunjuk ke arah pinggang keisha


"Tak ada apa-apa kok" ucap keisha lalu bebalikan tubuh nayla dan mendorong pelan-pelan ke arah pintu "udah sana gue mau tidur"


"Tapi kak" ucapnya berhenti karna ia sudah diluar kamar keisya dan menutup pintunya rapat-rapat


Aku penasaran deh, ada sesuatu yang ia sembunyikan dariku, aku harus cari tau? batin nayla


...❤️❤️❤️❤️❤️...


keisha pergi ke sekolah, gadis itu pergi ke sekolah bareng sahabatnya seperti biasa. tapi ketika menuju pakiran motor. kami berempat melewati sebuah mobil mewah. keisha mengangkat alisnya merasa mengenali mobil itu, itu kan mobil.....?


"Kenapa keis?" ucap digo menyadarkan perhatian keisha ke arah mobil itu dan ia juga mengalikan ke arah diperhatikan keisya


"itu kan mobil papa lo kan"


keisha dan digo saling pandang, ia katakan emang benar. tak lama orang yang ada di mobil mewah itu pun keluar orang yang seperti umurnya masih empat puluh tahunan, memakai kacamata dan berpakaian baju dan jas kantoran mewah, ia itu adalah papa wilson, yang sekarang ia sekarang sudah menjadi orang terkaya di indonesia, seluruh indonesia sangat mengenalinya


"Apa yang kalian perhatikan?" ucap louis, lalu ia juga memperhatikan yang Keisha dan digo perhatikan "itu bukannya papanya devan dan tasya kan, ngapain dia kesini?" Kata louis,


keisha tidak menjawab pertanyaan louis, ia malah memperhatikan papa ke mendekat ke arah kami berada


"APA KABAR, NAK" ucap papa kepada keisha


"APA?!" ucap louis dan shiren terkejut karna papa devan memanggil keisya nak, mereka pun melotot kepada keisha seolah meminta penjelasan,


"Digo sebaiknya lo ajak mereka pergi" ucap keisha


"Oke" digo lalu merangkul louis dan shiren untuk meninggal tempat ini


"Tapi keis__" ucap louis


"Udah, ikut saja digo, nanti gue jelasin" ucap keisha kepada mereka


Kini hanya keisha dan papa sekarang berada di tempat parkir hanya berdua saja, perasaan keisha sekarang antara sedih, marah, dan rindu melihat seorang ayah, bisa dibilang ini pertama kalinya ia bertemu dengan papa setelah papa menikah dengan mamanya devan, ada kerinduan dimatanya dan dimata keisha hanya ada kebencian,


"Apa kabarmu, nak"


"Papa bisa liat sendiri keadaan ku, tidak baik"ucap keisha ketus


"Maafkan papa nak"


"Cuman itu papa ucapkan"


"Sekali lagi papa minta maaf" ucap papa menepuk bahu Keisha pelan dan keisha cepat-cepat menyingkirkan tangan nya dari bahunya


"Dan bagaimana keadaan mama kamu" ucap papa, refles membuat keisha terkejut bisa-bisanya ia tanya keadaan mama, setelah ia membuat mama menderita


"Untuk apa papa tanya keadaann mama? apa pedulinya papa, toh papa sudah mempunyai istri yang jauh lebih baik mama, istri papakan kaya raya, cantik, pintar, tidak bernyakitan, kan itu kan yang papa mau, sedangkan mama, hidup sederhana, bernyakitan" ucap keisha kesal


"Bukan itu maksud papa nah"


"MAKSUD PAPA APA HAH? PAPA CUMAN TANYA KEADAAN MAMA YANG SAKIT KARNA PAPA, DAN PAPA MENGAJAK AKU TINGGAL BERSAMA PAPA, ISTRI PAPA DAN JUGA ANAK TIRI PAPA, SUPAYA AKU TIDAK MENDERITA JUGA, ITU MAKSUD PAPA ,HAH," ucap keisha emosi, karna sejak awal papa selalu mengajaknya tinggal bersama mereka, dan meninggalkan mama yang sedang sakit, alasannya karna ia tak ingin melihatnya menderita, dan dirinya tak mau melakukan itu, lebih baik ia menderita bersama mama dari pada aku harus tinggal bersama orang-orang bajingan seperti mereka itu,


"Papa minta agar kamu tidak menderita sayang, liat lah dirimu sekarang? bekerja siang dan malam, ugal-ugalan, sering berkelahi, dan itu yang papa


Yang tidak mau"


"jadi apa mau? HAH"


"Papa mau kamu seperti dulu, menjadi dirimu sebenarnya, kamu cantik seperti wanita, selalu penampilan elegan, kalau perlu, papa akan membelikan apa yang kamu mau, mobil, perhiasan mahal, tas, sepatu bermerek dll, jadi kamu tinggal papa kamu akan bahagia, tidak menderita bersama mama kamu"


"Jadi menurut papa aku akan bahagia dengan harta papa, HAH"


"Iya sayang"


"Cih, aku tak akan melakukan ___" ucap keisha berhenti karna tasya dan devan tiba-tiba menghampiri kami


"Sudahlah pa, ngapain sih ladanin anak tak berguna ini" ucap tasya melipat tangannya tersenyum sidis


deg


Hatiku terasa sakit dengan kata-kata pedas


"Iya, pa ngapain ladanin dia, udah tau dia nggak mau tinggal sama kita, nggak ngapain sih di paksa" ucap devan


"Iya, pa biarkan saja sih anak tak berguna ini tinggal bersama mamanya berpenyakitan itu"


PLAK


Satu tamparan keras melayang di pipi kiri tasya, sehingga ia memegang pipinya sedikit merah dan sementara menatap dengan tatapan terkejut


"BERANINYA LO TAMPAR ADIK GUE" ucap devan marah membela adiknya itu,


ia hendak mengangkat tangannya untuk membalas tamparan keisya, tapi keisya berhasil menangkap tangannya dengan sigap


"KALAU BERANI TANGAN LO MENYENTUH PIPI GUE, GUE TAK SEGAN-SEGAN MEMATAHKAN TANGAN LO" ucap keisha mengancam, devan menarik tangan kembali


"Sudah-sudah hentikan pertengkaran kalian ini, kalian ini saudara" ucap papa menjela pertengkaran kami


"APA__ SAUDARA" ucap gue, devan dan salsa kompak


"gue tak sudi punya saudara kayak lo" ucap keisha


"Emang lo pikir gue mau saudara


Kayak lo,HAH" ucap tasya


"Sudah-sudah hentikan pertengkaran kalian ini" ucap papa melirik kami lalu ia melirik devan dan tasya "devan, tasya sekarang kalian masuk ke kelas"


"Tapi pa__" ucap tasya kesal


"MASUK" kata papa membentak kepada mereka, sehingga ia pun pergi


"AWAS LO YAA, GUE AKAN MEMBALAS PERLAKUAN LO" ucap devan peringatan


"DEVAN" ucap papa membentak,


"emang lo pikir gue takut" upap keisha menantang


Devan dan tasya pergi dengan wajah kesal,


"Sudah puas papa, liat anak kandung papa sendiri dihina oleh anak yang bukan anak kandung papa" ucap keisha kesal karna selama ini papa hanya diam saja, selama kami bertengkar, tidak membela anaknya sendiri


"Maafkan papa sayang, bukannya papa ingin membelamu tapi mereka juga anak papa juga"


"Sebenarnya aku" ucap keisha menunjuk dirinya sendiri" atau mereka sih anak papa, hah" ucap keisha


"Sekali lagi papa minta maaf sayang" ucap papa ia menepuk bahu keisha pelan "papa pergi dulu"


pria itu pun pergi meninggalkan keisya dan masuk ke mobilnya


"AARRRGG"


keisha mengepal tangannya kuat-kuat, benar-benar marah dengan sikap papa yang sama sekali tak membelanya


keisha pun duduk di sebuah bangku dekat tempat pakiran, siku kedua tangannya gue tempelkan ke paha dengan kedua tangan gue menutup muka gue, agar orang tak melihat gue sedih,


yaa tuhan, apa yang sekarang aku lakukan, semua orang yang aku sayangi tidak membela ku lagi


"Kata orang tidak baik seorang gadis menangis"


Refles keisha mengangkat kepalanya menghapus air matanya dan membuka tangan gue dari muka, perlahan-lahan lihat orang itu ia ternyata david berada dihadapannya


" lo " ucap keisha bangkit dan melotot" ngapain lo disini," kata keisha ketus dan pria itu hanya membalas dengan senyuman


"Seharusnya gue tanya ke pada lo keis, kenapa lo nangis?"


"Nangis, gue nggak nangis"


David hanya geleng-geleng kepala dan tersenyum


"keis lo sama seperti dulu yaa, tak pernah mengaku kalau lo itu nangis keisya" ucap david mengingat masa lalu


"Terserah lo aja deh" ucap keisha pergi meninggal kan david lalu pergi ke tempat motornya, untuk pergi ke suatu tempat untuk menenangkan diri,


"Lo kemana kei, ini kan masih jam sekolah?"


keisha tak mempedulikan pertanyaan david, landas ia memacukan kecepatan motornya untuk segera keluar dari gerbang sekolah. keisha cabut Dari sekolah karna kondisinya tak memungkinkan untuk belajar sekarang, tanpa keisha sadari david mengikutinya.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


keisha akhirnya sampai sebuah rumah betak sederhana, di pintu masuk tanpa papan bertulis maskas geng glader, yaa! ini adalah markas geng glader tempat kami berkumpul, tempat kami latihan bela diri, tempat kami merasa keadaan suka dan duka


Tampak didalamnya dua buah sofa yang saling berhadapan dan tengahnya ada meja, di sudut ruangan terdapat sebuah ring kecil, tempat kami latihan bela diri dan disamping sebuah samsak tinju bergantungan, dibelakang sofa terdapat sebuah meja, tempat letaknya pretansi-pretansi kami. Biarpun kami geng motor, kami punya pretasi, di bidang musik, bela diri, dan balapan,


Sampai di maskas keisha langsung lepas jaket dan segera mengganti baju sekolah yang ia pakai dari tadi dengan mengganti baju kaos lengan pendek diruang ganti setelah ia ia melilingkan kain menglingkari telapak tangannya memulai kedua tangan untuk melindungi kedua tangan dan memulai meninju samsak


HAAH,


HAAH,


HAAH


keisha mengatur nafas dan keringat sudah membasahi seluruh tubuhnya


Gue tak boleh lemah, gue harus kuat


Kembali keisha meninju, semakin kuat kearah samsak yang berayun karna pukulannya sekaligus melampiaskan kemarahannya hari ini, dan mengosongkan pikirannya dan fukos dengan targetnya


Entah sudah berapa lama keisha memukuli samsak dan sesekali memberikan tendangan lutul, dan tampak ia mulai terasa sesek dan memutuskan untuk berhenti dan menuju membuka tasnya mengambil sesuatu


"Sial, nggak ada air padahal gue lagi gue haus lagi!"


beberapa detik kemudian keisha duduk disofa dan baru duduk disofa ia mendengar suara ketukan pintu,


Tong.....tong....tong....tong....


Suara pintu makin mengeras, landas membuat dirinya bangkit dari sofa untuk membuka pintu yang ia lihat tidak ada siapa-siapa, ketika hendak menutup pintu kembali ia lihat sebotol air mineral yang terletak dilantai, landas ia mengambilnya, dan melihat sekeliling mencari siapa yang menaruh minuman ini dilantai,


"Tak ada orang"


keisha langsung membuka botol dan meminum air minuman mineral itu karna ia sangat haus tanpa mencari tahu lagi orang yg menaruh minuman dilantai, lagian ia lagi sangat kehausan sekali


ia pun masuk ke ruangan lagi dan menutup pintu rapat-rapat, gadis itu duduk disofa. Tiba-tiba badannya terasa capek dan letih, mungkin ia kurang istirahat akhir-akhir ini sehingga menyebabkan badannya kecapekan, ia menarik bantal ke ujung sofa dan membaringkan tubuhnya disofa untuk beristirahat beberapa saat


2 jam kemudian


"Keisya.....keis.....keisya"


keisha mengecek-kucek matanya dan berusaha untuk bangun dari tidurnya dan selimut tebal yang hangat entah dari mana datangnya


"Keisya....keisya"


Kali ini keisha merasakan goncangan di bahunya dan mengeluh, mengintip sedikit, samar-samar ia melihat orang didepannya dan merasa mengenal suara itu samar-samar didepan wajahnya mengenali wajah yang ia kenal


"Digo"


keisha bangun dari tidur dan duduk disofa menyadarkan kepala keisha ke bahu shiren yang sudah berada di sampingnya


"Lo ngapain tidur di sini! Dan kenapa loe nggak masuk sekolah tadi!" ucap louis yang sudah berada di sofa, dihadapan keisha


keisha tak menjawab pertanyaan louis malah memperhatikan selimut yang bikin ia heran


Kenapa ada selimut disini! Tadi perasaan gue tak ada selimut disini! dan juga botol tadi kenapa ada botol air mineral saat gue membutuhkan air karna gue kehausan


"Eh malah bengong lagi saat gue tanya, kenapa sih lo keis!" ucap louis heran


"Hah__ apa?"


"Jadi, dari tadi gue ngomong, lo nggak dengar"


"Eh__anu__"


"Ya begitu lah keisya, kalau habis tidur ngomongnya suka ngawur, limbuh, tidak ngambung kalau diajak bicara" ucap digo menjelaskan kebiasaan bangun tidur keisha, Keisha melotot menatapnya, louis dan shiren hanya menahan tawanya


keisha pun bangkit menuju kamar mandi untuk cuci muka dan mengelam muka dengan handuk yang sudah tersedia, dan kembali menemui mereka lagi


"Keis sebenarnya apa sih hubungan lo dengan papa devan dan tasya?" ucap shiren penasaran,


Pasti mereka menanggih janji mereka kepada gue, karna keisha sudah berjanji untuk bercerita kepada mereka tentang semuanya alami dan lagian ia harus bercerita pada mereka sekarang sebelum mereka tahu dari orang lain


"Ok" ucap keisha mengambil nafas-nafas dalam "gue akan cerita semuanya pada kalian, termaksud hubungan gue sama papanya devan"


"Ok kami dengarkan" ucap louis


"jadi gini__"


akhirnya Keisha menceritakan semua yang ia alami selama ini kepada sahabatnya dari mamanya sakit, papa pergi meninggalkan mama sedang sakit, papa menikah dengan mama devan, sampai ia bekerja disebuah cafe untuk mencari nafkah


Air matanya pun tahan tumpah lah sudah, mengingat perderitaan yang gue alami, di sela-sela menceritakan semuanya dan ku lihat ekpresi loius, shiren, dan digo tampak mulai kelihatan sedih mendengarkan keisha cerita


"JAdi, devan dan salsa itu saudara tiri lo dan papanya itu adalah papa kandung lo"


"Ya"


"Jadi, selama ini lo tidak kumpul bareng kita karna lo bekerja untuk lo sendiri dan juga mama lo"


"Jadi selama ini mama lo sakit karna papa lo itu"


"Iya"


"STOP, STOP, STOP jangan pertanya lagi soal keisya" ucap digo iba karna ia tak sanggup melihat ia menangis "lihat tuh, kalian sudah mulai membuat keisya menangis dengan menceritakan kepada kalian yang ia alami saat ini"


Reflek membuat merasa merka bersalah, dan louis mendekat ke arah keisha dan memeluknya


"Maaf gue yaa keis, karna gue, lo menangis" ucap louis ia melepas pelukan dan menhapus air mata gue dan menatap gue lurus-lurus "dan karna gue juga, lo mengingat pederitaan yang lo alami, yang bikin lo sedih"


Shiren datang kepada gue dan memeluk keisha juga " maafin gue juga ia keis, karna gue maksa lo cerita, dan membuat lo nangis"


Shiren melepaskan pelukannya, dan gue menatap louis dan shiren secara bergantian


"Kalian tak perlu minta maaf, kalian tak perlu merasa bersalah karna sudah saatnya gue cerita sama kalian apa yang gue alami selama ini,"


Mereka tersenyum dan memeluk gue secara bersamaan


"Gue janji keis, akan bantu loe dalam keadaan apapun" ucap shiren memeluk keisha di sela-sela bicara di bahu kirinya


"Dan gue akan bantu lo menyembuhkan mama lo keis" ucap louis memeluknya bicara disela-sela bahu kanannya


keisha pun melepaskan pelukan mereka dan menatap mata mereka secara bergantian


"Makasih yaa guyy, kalian sudah mau membantu gue dalam keadaan apapun itu, dan makasih karna sudah pergertian sama gue selama ini, selalu membuat gue bahagia, membuat gue ketawa dan apapun itu"


"Iya keis karna kita kan sahabat"


Kata louis


Refles membuat keisha memeluk mereka lagi


"Gue ikutan dong"ucap digo jengkel, karna menyaksikan mereka dari tadi nangis dan pelukan


"Sudah, sini" ucap louis melambai tangannya ke arah digo, dan digo datang menghampiri mereka dan


Mereka pun berpelukan bersama layaknya seorang sahabat, selalu setia dalam keadaan apapun, suka maupun duka


Tanpa mereka sadari, ada orang yang terus memperhatikan keisya dari tadi, orang itu juga mendengarkan apa yang keisya alami reflek membuat orang itu sedih juga