
Keisha pun sampai di rumah dan disambut mama digo yaitu tante mira yang merupakan adalah adik mama. mama memiliki dua saudara satu kakak dan satu adik, mereka sudah tahu tentang mama dan papa bahkan mereka mau membantunya.
kakak mama sudah menikah, juga mempunyai anak juga tapi mereka tinggal amerika dan sukses disana, bahkan kakak mama sudah menawarkan Keisha untuk sekolah disana hingga dirinya sukses dan melupakan penderitaannya dan mamanya alami tapi gadis itu menolak karna ia tetap ingin sekolah disini, dan sudah berjanji akan menerima tawaran jika gue lulus sma dan bekerja disana
"Keis kok lama pulangnya, emang kamu dari mana, tak sepertinya kamu pulang jam segini!" ucap mama digo yg sudah berada dibalik pintu
"Tadi pulang sekolah motor keis sama digo kempes deh terus terpaksa dorong motor ke tambal bal, jadi lama pulangnya" ucap keisha jujur
"Terus digonya mana? kok nggak pulang bareng kamu"
"masih ditempat bal kali Tan"
"Ohh gitu"
Setelah itu Keisha pun bergegas ke kamar mamanya lalu membuka pintu kamarnya pelan-pelan dan melihat mama seperti biasa.
gadis itu melihat mama yang terdiam dengan pandangan kosong namun ada air mata yg mengalir dipipinya itu
Yaa tuhan apa yang aku harus lakukan, aku tak sanggup melihat mama kayak gini?
"Astaga gue lupa, inikan waktunya mama minum obat" Ucap keisha menjitak kepalanya sendiri karna kelupaan
ia pun pergi ke kamarnya untuk berganti baju sambil mengambil obat dilaci meja belajarnya
"Mudah-mudahan mama sekarang mau minum obat" ucap keisha khawatir karna selama beberapa hari ini mama selalu menolak untuk minum obat itu menyebabkan ganguanya makin parah dan itu karna papa
Keisha pun pergi kekamar mama dan duduk ditempat tidur
"Ma sudah waktunya mama minum obat yaa"
Mama menolek ke arahnya dan menatap dengan tatapan tajam
Plakk
Tamparan hangat dipipinya dan membuat pipinya sedikit merah tapi tak sesakit dihati gue
"SUDAH BERAPA KALI MAMA KATAKAN MAMA TAK MAU MINUM OBAT,KAU MENGERTI" ucap mama marah
"Tapi ma"
"Kamu pergi dari sini" ucap mama mendorong keisha keluar kamarnya dan mengunci pintunya
"Mama harus minum obat mah, keisya nggak mau mama kayak gini" ucap keisha mengeluarkan air matanya Senaya mengetok-getok pintu agar mama mau membukakan tapi tak ada sautan
Yaa ampun apa yang gue harus lakukan
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Sore harinya keisha pergi tempat kerja yang selama sudah ia tinggalkan selama satu minggu. gadis itu harus ekstra banting tulang buat meneruskan sekolah karna keluarga yang serba pas-pasan ditambah lagi mama yang sedang sakit
Sebenarnya keisha nggak harus banting tulang karna papa sudah mau membiayainya dan hidup mewah dengan keluarga barunya itu. Tapi ia tak menerima itu dari istrinya karna telah merebut papa yang selama dirinya sayangi direbut olehnya dan menyebabkan mamanya sakit
Keisha pun membenci mereka
"lo kemana, kerja lagi" ucap digo yg sudah berada dikamar keisha dan duduk di tempat tidur keisha
"hmmm" ucap keisha sedang sisir rambut panjangnya
"Terus sampai kapan lo tutupi ke anak-anak"
keisha pun berhenti melakukan aktifitasnya dan menatap digo dengan tatapan serius
"Keis anak-anak kini sudah mulai kesal sama lo karna mereka ngira lo itu nggak mereka ada"
"Kok gitu?"
"Iya, karna mereka ngira loe kalau lo ada masalah selalu lo tutupi sendiri tanpa berbagi dengan mereka, karna apa, karna mereka ingin membantu lo sebagai sahabat yang sudah 2 tahun kita jalani, kalau mereka ada masalah selalu berbagi kepada kita, sedangkan kan lo selalu lo tutupi dari mereka itu sebenarnya itu membuat mereka kesal"
"Terus gue harus gimana dong gue kan belum siap untuk cerita"
"Oke, gue tunggu loe, kalau sampai loe nggak cerita gue aja yang cerita" ucap digo beranjak dari tempat tidur keisya dan pergi
keisha pun mencerna perkataan digo dan pergi keluar kamar dan melewati yang kamar mama yang masih terkunci
...❤️❤️❤️❤️❤️...
akhirnya keisha sampai disebuah bangunan kecil, gerbang kayu yang mengiliingi bangunan itu juga sudah rontok semua, jendela-jendela yang berdebu, atap yang bolong, bunga-bunga taman yang layu, sepertinya kafe ini tidak terawat, ya memang benar itu karna kami pada liburan akhir tahun dan kini cafe buka kembali
Pandanganya berhenti melihat cowok yang sedang mencabut rumput di taman, cowok itu punya rambut hitam disisir rapi, wajahnya yang tampan kulitnya bersih dari jerawat, dan juga tinggi yaitu bosnya kevin
"Hey bos"ucap keisha menyapa bosnya rindukan
"Keisya" ucapnya kaget, kevin memeluk dan melepas pelukan "apa kabar?"
"Baik bos, bos sendiri"
"Sangat baik"
"Oh yah, yang lain main"
"Ada didalam"
"Oh, gue kedalam dulu yah, ketemu yang lain"
"Ok"
Keisha pun pergi kedalam cafe ia sudah rindukan
"Ah, sore, keis!" ucap seorang pemuda berusia sekitar dua puluh tahun dengan kulit putih, tubuh tinggi, rambut sedikit panjang, dia punya anting ditelinga kananya, dan portur tubuh sempurna ia adalah Hazel koki di cafe ini
Hazel muncul dari balik pintu, membuatnya menlonjak kaget dan dia ketawa
"maaf-maaf, gue harus mengganti kebiasaan gue ini, dan loe apa kabar "
"Baik, lo sendiri"
"Baik"
"Ampun deh, jangan berdiri di depan pintu" ucap seorang cowok yang tampan, ia punya mata jenaka, dan rambutnya coklat dan seorang yang menyebalkan dengan kata-kata pedasnya ia adalah Felix
"He loe, apa kabar"
"bisa dilihat baik sekali"
"yaaa....yaaa...syukurlah"
Felix pun memutar bola matanya Senaya menlangkah kakinya masuk ke dalam cafe. sedangkan keisha mendengus jengkel melihat kelakuan pria itu, sangat menjengkelkan.
saat ini kevin memintanya untuk menyapu, memindahkan kotak-kotak kardus yang masih bisa ia tangani, kemudian membuang sampah dan banyak lagi felix tidak membantu banyak dia malah sering membuatnya kesal setiap saat. Menjelang gelap, kevin menyuruh kami berhenti dia, hazel membawa nampan berisi roti yang masih hangat dan tiga cangkir teh yang hangat
"Makan, keis, nggak ada makanan yang seenak ini buatan hazel" kata kevin ngambil rotinya
Hazel lalu melirik keisha, gadis itu belum menyentuh makanan dan menunggunya memberikan komentar,
"ENAK, seperti biasa" ucap keisha dan hazel tersenyum
"Seperti biasa tak ada kritikan" ucap felix sambil mengunyah rotinya, yaa bisa dibilang sih felix adalah raja kritikan
Ting..... ting..... ting...... ting..... ting.....ting......ting....... ting....
suara ponsel keisha berbunyi dan sontak membuat mereka kaget dengan segera Keisha pun mengangkat panggilan itu.
Louis calling....
"Hello"
"Hello, lo dimana sekarang"
"Gue ada urusan"
"urusan lagi, urusan lagi, kapan sih lo ngumpul lagi sama kita lagi, tau nggak sekarang lo udah jarang ngumpul sama kita, apakah lo ada masalah, sehingga lo jarang ngumpul sama kita lagi dan tidak berbagi sama kita,hah"
" sorry, gue....."
"Yaa yaa cuman itu lo ucapkan kata "sorry" terus"
Tut tut tut tut
Suara matikan telepon terputus sebelum keisha bicara lagi
Sial, louis pasti marah sama gue, tapi gue harus berbuat apa gue kan lagi kerja, kan nggak mungkin gue pergi, dan nggak mungkin juga cerita karna itu membuat mengingat masa lalu menyakitkan, batin keisha
"Keis lo kenapa, kok habis terima telepon loe langsung bengong gitu, apakah ada masalah" ucap hazel
"Iya, keis apakah loe ada masalah, kan kami bisa bantu" ucap kevin
"Gue nggak apa-apa kok hazel, bos" ucap keisha berusaha tenang
"Loe yakin?"
"Emmm...."ucap keisha berusaha tersenyum
"Ampun, deh kalian nggak perlu sok akrab gitu sama dia" ucap felix jengkel, dan membuat keisha emosi rasa pengen tonjok dia,
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Kini gue benar-benar pusing banget dalam menjalani hidup gue
1, mama semakin parah sakitnya
3, geng power selalu mencari gara-gara sama gue
4, david datang lagi dalam hidup gue itu malah bikin gue tersiksa
Eh, tunggu, kenapa gue mikirin dia ya, kan gue sudah melupakannya, ataukah gue masih rasa sama dia!
Bruk...bruk...
Keisha terkejut kaget saat dengar sebuah kayu terjatuh tak jauh dari tempatnya duduk alias tempatnya melamun, tiba-tiba ia merasa ada yang seseorang yang memperhatikannya diam-diam. saat ia melihat sekitar, ia tak melihat apapun, bahkan seekor kucing sekalipun, mungkin ini hanya perasaannya saja
Kini gue berada di belakang sekolah, di atas gedung sekolah, untuk merenungkan diri
"Kei, ngapain lo kesini?"
Keisha pun menoleh kearah sumber suara itu yang ternyata louis, shiren, digo datang menemuinya. ia langsung segera mengusap air mata gue mengalir dari tadi tanpa ia sadari
"Lo nangis yaa?" ucap shiren, keisha mendesak, mereka duduk disampingnya
"emang lo abis diapain sama aldo?" ucap louis
keisha mengenyit bingung, ALDO ? Apa hubungan gue sama aldo
"Ya, soalnya tadi kita liat aldo juga abis dari gedung belakang sekolah, kirain kalian berantem lagi!" Ucap digo tersenyum jengkel
"Gue tidak ngeliat dia dari tadi"
"Oh, jadi, siapa yang kita liat tadi mungkin tuyul kali, yaa" ucap digo bercanda membuat kami tertawa. Keisha hanya tersenyum merasa menghibur dirinya
"Ohh, yaa, kita boleh tanya nggak sama lo?" ucap shiren
"Tanya apa? pasti kalian tanya soal masalah gue lagi," ucap keisha merasakan filing nggak enak
"Yaa" ucap shiren
"Iya, keis, soalnya lo sekarang
jarang ngumpul markas (tempat ngumpul geng glader), sering liat lo lamun, nangis..." ucap shiren berhenti
"Nangis, gue nggak nangis kok, mana mungkin coba gue nangis, lagian apa yang gue tangisin" ucap keisha berusaha setenang mungkin
"Udah lah, keis" ucap louis menepuk bahunya pelan
"kita ini udah tau lo, tau sifat baik- buruk lo, tau hal-hal yang bikin lo senang-sedih dan apapun itu, kita ini bukan geng motor yang jago berkelahi, jago balapan, melainkan kita ini sahabat yang saling membutuhkan, selalu ada dalam keadaan senang maupun sedih" ucap louis
"Dan juga sahabat tempat kita curhat, tempat mengurangi beban masalah kita, tempat kita bersandar, tempat dimana kita selalu alami senang, sedih, ketawa, marah, kecewa atau apapun itu" ucap shiren, lalu yang menggenggam tangan Keisha "jadi kita mohon, keis, tolong ceritakan masalah lo ke kita supaya kita bisa bantu sebisa kita" katanya memohon
Keisha pun mencerna perkataan louis dan shiren dan diam sejenak
"Ok, gue jujur sama kalian, kalian memang benar gue ada masalah, tapi......" ucap keisha sedih, menarik nafas dalam-dalam
"Tapi, apa kei" ucap shiren tak sabar
"Gue belum siap cerita, karna masalah gue ini menyakiti hati gue" ucap keisha mulai mengeluarkan air mata dan tanpa mereka keliatan sedih menatapnya
Shiren memeluknya " loe harus tenang yaa" lalu melepas pelukannya dan "gue, louis, digo akan menunggu loe sampai lo mau cerita"
"Iya, keis kami akan menunggu loe kok sampai loe mau cerita" ucapnya menepuk bahu gue pelan dan menghapus air mata gue berjatuhan "dan lo jangan cengeng, masa, ketua geng cengeng sih" ucap louis menghibur gue lantas membuat keisha ketawa
Keisha memeluk louis
"Makasih, lo sudah pengertian sama gue, rela menunggu gue sampai gue mulai cerita" dan melepaskan pelukan pelukan
"Iya, dong, kita apa guyy" ucap louis setengah berteriak
"Geng glader" ucap kami bersorak, dan mereka pun berpelukkan sebagai sahabat
...❤️❤️❤️❤️❤️...
"Sore, keis"
hazel menyapa keisha didepan gerbang ketika gadis itu sampai di cafe dan turun dari motor, ia memberikan senyuman simpul padanya dan ternyata dia sedang menanam bunga dan kevin sibuk mencabuti rumput, dia tidak menyapa keisha. ia merasa dia tidak melihatnya. kedua mata Keisha pun menperhatikan sekelilingnya
"Felix mana? Kok gue nggak lihat mobilnya"
"Dia bilang kalau dia mau ngejar ceweknya," ucap hazel
keisha melotot
"Hah? Felix punya pacar?" ucap keisha
mengingat Orang seperti felix yang menyebalkan dan menjengkelkan, serta tidak diketahui sifatnya juga lidahnya yang tajam seperti ular berbisa
"Ah, tidak, tidak"ucap kevin berdiri menghapus keringat yg mengurus dari dahi
"dia mengejar cewek yang ia suka, perlu kamu tahu keisya, felix dan ceweknya sama -sama saling suka, tapi cewek itu malah menghindar dari felix karna ceweknya itu adalah salah satu anak geng"
keisha melotot! Anak geng? Geng apa?
"itu karna ketua geng itu menyuruh jauh-jauh dari felix, karna katanya si nggak pantas, dia dekat felix, dan felix berusaha untuk mengejarnya" lanjut hazel
"Kalau boleh tahu, apa sih nama geng" ucap keisha penasaran
"Geng mobil, geng power"
lantas membuat keisha kaget, tidak menyapa kalau salah satu geng power, musuhnya punya hubungan dengan felix, tapi siapa? setahunya cewek geng power itu tasya dan salsa, atau salah satu dari mereka, dan apa hubungan dengan devan, ketua gengnya, kenapa devan melarang anak buahnya dekat dengan felix?
"Keis lo kok diam, apakah lo kenal mereka!" Ucap hazel penasaran
"Hmmm," ucap keisha berpikir,
kalau keisha ngomong kalau gue kenal mereka bisa berape nih urusannya
"nggak" jawab keisha cepat
"Ohh" jawabnya singkat dan kembali melakukan aktifitasnya lagi
Felix kembali saat langit mulai sudah gelap memakirkan mobil ia turun dengan dahi mengerut dalam, ada aura gelap keluar
"Kopi" hazel menawarkan kopi padanya sejenak menatapnya kemudian melewati dengan tidak peduli kopinya tidak digubris "kenapa ada apa?"
keisha meneguk kopi gue dengan perlahan, sama sekali tak melihat wajah felix yang aura membunuh
"Gagal lagi yaa" kevin tersenyum kecil padanya "sudahlah menyerah saja"
"Iya, aku lagi kesel sama ketua gengnya masa dia melarang gue untuk dekat sama cewek yang gue suka, emang dia itu siapa, pacarnya bukan keluarganya juga bukan,"
Keisha pun mengalihkan pandangan ketika mataku bertemu dengan mata felix
"Keis lo nggak pulang? Gelap bergini masih aja nongol disini"
Hazel meletakkan cangkir kopinya
"Felix jangan melampiaskan kemarahanmu pada keisya, kau itu lebih tua darinya lagi, lagipula, kau ini laki-laki masa setiap hari harus selalu marah padanya, bisa tidak sih bersikap lembur pada perempuan"
"Lo nggak perlu peduli gue pulangnya kapan?"
"APA" ucap felix berdiri "ngajak berantem"
keisha ikut berdiri "iya! Loe pikir gue takut?"
Hazel dan kevin menyeruah di tengah-tengah, kevin memegang tangan keisha sementara hazel memegangi felix
"Sabar, sabar, keis, felix memang begitu, jiwanya labil" kata kevin, tapi perkataan justru menyutut api, berguna felix naik satu otak
"APA? Siapa yang jiwanya labil?"
"Felix kecil suaramu! Nanti kalo orang dengan gimana" ucap hazel
"Minggir, dari awal aku emang nggak suka orang asing yang masuk cafe ini dan bertingkah sesuka hatinya.... awww" ucap felix kesakitan karna keisha menonjok perutnya
keisha melihat ekspresi kekagetan dari hazel dan kevin
"Cewek gila" felix berteriak
Hazel dan kevin kembali menyeruak ke tengah-tengah, felix baru saja menonjok keisha untuk hazel menghadapinya dengan sigam menghalangi didepan dan kevin menarik mundur keisha
"Minggir! Sini kau cewek gila, dia harus diberi pelajaran" felix berteriak
"Sabar lawanmu ini perempuan"
" aku nggak peduli hazel minggir!"
"KABUR"ucap kevin menarik tangan keisha "hazel tahan felix"
"Hei, mau kemana? Jangan kabur!"
keisha cepat-cepat menghampiri motornya dan memakai helm dan begitu pula dengan kevin, kami melesat tepat pada waktunya karna felix baru saja keluar
"Besok, kau pasti akan ku balas! keisha! Ingat itu?" ucap felix berteriak
"Kenapa lo melandani dia bertengkar sih, sifat dia seperti anak-anak! Tidak perlu diladeni!" Ucap kevin dibalik helmnya dan berhadapan dengan motor keisha
"Tapi dia membuat gue kesal"
"Kalau dia marah, dia memang sering ngomong nggak jelas dan selalu menimpang kesalahan sama semua orang"
"Ohh gitu" jawab gue singkat