Dear keisha

Dear keisha
PART 40



Louis pun menceritakan tentang cindy yang tahu tentang shiren dan rio pacaran, itu karna secara tak sengaja ia melihat dan mendengar kalau tasya memberitahunya dan juga berusaha memanas-manaskannya dengan cara mengfitnah keisya kalau ia mak coblak shiren dan rio dulu, padahal mereka dekat bukan karna keisya sendiri,


Mendengar itu keisya, david, digo, kevin, hazel dan felix geram dan marah karna ia selalu ikut campur urusan keisya


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Hari makin hari cindy pun menjauh dari keisya dan juga sahabatnya itu, membuat keisya jadi sedih, murung dan selalu mendiam diri, maklum aja baru mereka ketemu sekarang setelah 2 tahun tidak ketemu dan malah mereka bertengkar dengan masalah yang tidak keisya lakukan,


Membuat geram sahabat keisya karna menyebabkan keisya dan cindy jadi begini adalah ulah geng power, dan makin parah lagi kini ia akrab geng power, tak apa yang dilakukan geng power kepada cindy membuatnya ia menjadi dingin, cuek dan lainnya


"Guyy, ayo dong bantu gue bikin keisya dan cindy baikan? ga mungkinkan kita begini terus!?" ucap david risih melihat keadaan tidak seperti dulu lagi, ia juga sedih melihat keisya jadi begini,


Ia juga ingin melihat cindy dan keisya baikan semenjak dulu kala, dan sekarang ia sedang berkumpul dengan yang lainnya


"Iya lo benar, kita harus bikin cindy baikan keisya baikan sebelum geng power akan membawa pengaruh buruk bagi cindy" ucap digo


"Tapi gimana caranya?!" Tanya shiren


"Gue tau caranya" ucap aldo tersenyum sumringah sehingga semua mata tertuju padanya


"Apa?" tanya mereka kompak


Aldo tidak menjawab melainkan menatap datar rio seakan itulah cara, beberapa saat kemudian david mengerti


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Beberapa segerombolan sudah mulai memasuki kelas karna bel masuk sudah mulai berbunyi, segerombolan itu mulai membubar diri menuju kelas mereka masing-masing,


Ketika melewati kelas seseorang cewek berhenti dikelas biologi, ia menatap seorang cewek dengan sulit diartikan antara kecewa kesal, sedih, dan rindu,


Cindy yang diam-diam selalu memperhatikan keisya, ingin ia menghampiri dan memeluk sahabatnya itu tapi sekarang ia tidak bisa, ia sudah sangat kecewa kepadanya yang tega menusuk sahabatnya dari belakang, termasuk sahabat yang lainnya, ia juga kecewa kepada mereka semua


Karna semua sudah pengkhianat padanya dengan terpaksa ia bergabung geng power, geng yang paling ditakuti anak sekolahnya, ia bergabung hanya untuk kesenangan saja bukan untuk menjadi temannya. Karna sejujurnya ia benci geng power


Ketika pun masuk ke kelas ada seseorang memanggilnya, seseorang membuat jantung berdetak cepat, seorang ia bukan miliknya lagi


"Cindy"


"Apa!?" Tanya cindy dingin


"Gue mau bicara sama lo"


"Bicara sama gue?!" ucap cindy tersenyum sidis "nanti PACAR lo itu cemburu lagi kalau MANTAN bicara MANTAN" lanjutnya menekan kata PACAR dan MANTAN


"Cindy gue...."


"Sudahlah ri, ga usah lo bicara pada gue lagi, lo sama gue itu tak punya hubungan apa-apa lagi, ngerti lo" ucap cindy lalu menuju bangkunya mengambil tasnya menuju keluar kelas karna ia tidak ada mood belajar hari ini


"Sial" gerutu rio meluapkan emosinya dengan memukul meja didepannya sehingga membuat semua yang berada di kelas jadi kaget jadinya


"Hoy, lo tahan emosi dong" ucap aldo menepuk bahu rio menenangkannya "lo ga liat anak-anak pada takut melihat lo, jadi sebaiknya lo keluar, tenangkan diri lo dulu gara-gara cewek gila itu"


Rio pun melihat sekelilingnya tampak anak-anak kelas biologi menatapnya takut karna mereka baru pertama kali melihat rio marah seperti ini, ia langsung pergi keluar


Dan duduk di bangku koridor sekolah, ia membuang nafas kasar meredakan pikirnya ia benar-benar kesal dengan cindy, dengan mengatakan kata PACAR dan MANTAN, apa maksudnya coba? Dan kenapa ia jadi berubah sekarang? Apa karna dirinya atau karna geng power sudah mempengaruhi.


Cindy yang ia kenal tak pernah


Membentak orang atau berkata kasar sekali pun, walaupun cindy bukan siapa-siapanya lagi, tapi ia mau mengajak ia berteman bahkan ia mau jadi sahabat, tapi  mengapa susah sekali mengabaikanyaitu?


"Rio bagaimana?"


Rio menoleh ke suara itu tanpa digo dan louis datang menghampirinya


"Dia tetap ga mau dengarin gue dan langsung pergi gitu aja"


"Pergi kemana?" ucap louis sedikit panik


"Tak tau? yang jelas ia pergi ke luar sekolah dan mungkin ga balik lagi!" jawab rio


Sontak louis berlari menuju ke kelasnya mengambil tas langsung keluar perkarangan sekolah, tak kenapa ia khawatir terhadap cindy, membuat digo dan rio menatapnya bingung


"Tuh anak kenapa? Dia mau kemana?" Tanya rio kepada digo


"Gue ga tau tuh anak kenapa? Dan kayaknya gue tau deh kemana dia" jawab digo tersenyum penuh arti


"Kemana?"


"Lo tunggu aja kabar baik darinya nanti?" Ucap digo menepuk pundak rio dan pergi ke kelasnya


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Di jalan raya louis sedang bawa motor ngebut-ngebut karna ia terburu-buru mencari seseorang yang tak tahu kenapa ia panik siapa lagi kalau bukan cindy,


Kepalanya terus melirik ke kanan dan ke kiri mencari mobil cindy, ia tahu pasti cindy lagi sedih sekarang ini. Tak lama ia pun menemukan mobil cindy yang lagi ngebut-ngebut juga, louis pun melajukan kecepatan motor agar sejajar dengan cindy


"CINDY" teriak louis karna suara pengendara motor dan mobil lumayan berisik


Cindy hanya meliriknya sekilas lalu melajukan kecepatan mobilnya


"CINDY BERHENTI GA LO" teriak louis lagi khawatir dengan tingkah cindy ia melajukan kecepatan tinggi


"CINDY!! KURANGI GA KECEPATAN MOBIL LO, BAHAYA CINDY" ucap louis memberi peringatan


"APA PEDULI LO HAH"ucap cindy tidak peduli lalu melajukan mobilnya agar pergi dari louis


Membuat louis geram dengan tingkah kekanak-kanan cindy, tanpa pikir panjang louis melajukan motornya juga mendahului cindy, berhentikan motornya lalu turun dan berdiri dihadapan mobil cindy yang masih melaju dengan kecepatan tinggi, ia tidak dengan nyawanya


Pada saat mobilnya mulai mendekat louis memejabkan matanya, siap untuk mempertaruhkan nyawanya demi cindy agar cindy tidak kenapa-kenapa,


Hening


"Lo mau apa hah! Lo mau mati"


Sebuah suara membuat louis membuka matanya dan kaget mendapati cindy sudah berdiri dihadapannya


"Lo....."


Gleb


Belum berhenti cindy bicara tiba-tiba louis menarik cindy dipelukannya, menyadarkan dibahunya,


"Eh, apa yang lo...."


"Kalo lo pengen nangis! menangislah ada gue yang menjadi sandaran lo"


Tak lama cindy pun menangis di pelukan louis, sebenarnya ia tidak tahan melihat cindy serapuh ini, cindy selalu bersikap dingin ke semua orang. Padahal hatinya rapuh, sakit, menerima ini semua, dan belum tentu juga ia mampu berdiri sendiri


DI TAMAN


"Ini minum" ucap louis menyedotkan botol minuman ke cindy sekarang ia berada di bangku taman


"Terima kasih"


"sudah baikan" tanya louis


Cindy hanya mengangguk tersenyum


Hening


Mereka sama-sama diam sejenak, mereka tak tau harus bicara apa. Tapi detik kemudian louis pun berpikir untuk membuat cindy dan keisya baikan


"Cindy"


"Louis"


Mereka tawa bersama


"Lo aja duluan louis"


"Ga, lo aja duluan"


"Gue...."


"Gue harap lo ga bicara tentang keisya?" ucap cindy to the point. Karna ia tahu louis pasti bicarakan itu


Louis membuang nafas berat


"Iya"


membuat cindy langsung berdiri hendak pergi tapi tertahan oleh louis


"Cin, dengari gue dulu?" ucap louis


"Dengari apa sih! gue ga ada mood dengari bicara tentang dia" ucap cindy berbasi keras


"Oke, gue tau lo masih marah pada keisya, lo sakit hati pada keisya, tapi bagaimana dengan keisya yang selama ini menderita karna ia tak ada disamping dia selama lo dijogja"


"Menderita maksud lo?" ucap Cindy tertawa sinis walau sebenarnya ia ingin tahu apa terjadi selama ia di jogja termasuk tentang shiren dan rio "bukannya dia bahagia atas penderitaan gue"


"Ga, lo salah cin, lo salah besar" ucap louis tak terima


"Kalau gue salah, coba lo jelasin yang sebenarnya?! Pasti lo tak tau apa-apa, kan lo kenal dia baru 2 tahun" Tantang cindy


Louis tersenyum sinis


"Memang gue kenal keisya 2 tahun lalu, tapi gue lebih kenal pengertian dari pada lo sahabatnya dari kecil?"


"Asal lo tau cin semenjak lo pergi tinggali keisya, semua berubah cin, keisya ga seperti lo kenal, ia dingin sekarang, gampang emosi, selalu menangis, bahkan ia mengrelakan dirinya yang akan bahagia bersama david demi nyokapnya sendiri"


Membuat cindy tidak mampu bicara, ia terharu mendengarnya tapi kenapa?


"lo tau kenapa? Karna ia ingin membahagiakan nyokapnya terlebih dahulu dari pada david yang telah ia dulu lo jodohkan, karna menurutnya nyokapnya ini menderita karna suaminya ia sayangi, pokapnya pergi meninggalkan ia dan memilih menikahi wanita lain, dan pada saat itu nyokapnya sakit, dan lo tau siapa wanita itu?"


"siapa?!"


"pemilik Kepala sekolah kita, orang terkaya di negara kita ini, adriana, nyokap tasya dan devan, sekaligus nyokap tiri keisya" 


"Apa?!"


"Ya, om wilson menikahi mama tasya pada saat mama keisya sakit, saat itu keisya menderita, hati hancur berkeping-berkeping melihat papa yang paling ia sayangi pergi meninggalkannya, ditambah lagi tidak ada seseorang ia menemani dalam keadaan rapuh, ia mulai benci keluarga papanya dan papanya sendiri, gampang marah, selalu menangis sendirian, pendiam, dan menjadi musuh ke geng power"


"Dan pada saat itu david kembali lagi ke kehidupan setelah lo jodohkan dengan dia dulu, david mengejar keisya lagi, tapi keisya juga tetap pendirian ingin membuat bahagia terlebih dahulu daripada perasaannya sendiri, tasya juga devan mengambil kesepakatan itu untuk membuat keisya hancur berkeping-keping lagi dengan merebut david darinya, membuat david membencinya.


Dan david masih beruntung tidak berpengaruh padanya"


"Dan sekarang giliran lo cin!" ucap louis tiba-tiba tangannya mengenggam tangan cindy


"kembali kepada keisya lagi. Gue tau lo sakit hati karna keisya ga bilang ke lo kalau mantan lo itu sudah punya pacar, percaya ke gue bukan keisya yang menjodohkan rio kepada shiren, tapi rio sendiri mendekati shiren, karna pada saat david dan rio masuk ke sekolah kita, keisya bersikap dingin kepada mereka, seolah tidak mengenal berdua"


Membuat cindy diam sejenak ia hendak berpikir apakah ini jalan terbaik jika ia kembali kepada keisya lagi? kembali kepada mereka? Tapi bagaimana dengan hatinya apakah ia sanggup melihat rio yang pernah mengisi hatinya?


"Cin, percayalah ke gue, gue akan bantu lo untuk move on dari rio"


Dan perpindah hati ke gue batin louis


"Gue akan selalu ada buat lo, selalu menghibur lo dalam keadaan apapun asal lo kembali kepada kita lagi menjadi sahabat kita lagi kepada keisya lagi"


HENING


"louis"


"yaa"


"gue.... coba dulu?!"


Membuat louis tersenyum lega lalu memeluk sekilas


"Terima kasih"


namun tiba-tiba perut cindy berbunyi


"Dan gue lapar"


membuat louis tertawa geli dengan tingkah cindy lalu mengacak rambutnya


"Yaa sudah kita makan gue yang traktir, anggap saja awal bersahabat kita lagi, gimana"


"Oke"


...❤️❤️❤️❤️❤️...


"lo mau pesan apa!" Tanya louis ketika ia sudah di meja makan restoran


"Apa saja"


Louis pun memanggil pelayan untuk memesan makanan. beberapa saat kemudian makanan yang di pesan pun datang


"Selamat makan" kata cindy bersemangat untuk menyantap makanannya dan louis tertawa geli karna itu


Sementara ditempat lain disebuah parkiran di restoran tempat yang sama, digo tampak baru datang dengan adiknya nayla, karna ia habis menjemput adiknya ke sekolah dan singgah dahulu ke restoran terdekat


"Lo tunggu disini? Gue mau beli makanan dulu di dalam?" Ucap digo kepada adiknya


"Emang lo punya uang banyak bang makan di restoran ini?" Tanya nayla karna setahunya abang kere


"ada kok. Lo tahu kan. gue udah kerja"


"Oke, jangan lama?" Jawab nayla


Digo pun memasuki restoran lalu memesan makanan yang ia inginkan sambil menunggu pesanan datang tiba-tiba pandangan berhenti melihat dua insan yang ia kenal lalu tersenyum


"Dugaan gue benar" ucap digo sambil mengambil ponsel lalu memotretnya karna tiba-tiba juga muncul ide jahil di kepalanya itu


...❤️❤️❤️❤️❤️...


KEESOKAN PAGINYA


Keesokan paginya semua anak geng glader sudah berkumpul di pantai, dan juga ada david, rio, aldo, kevin, felix dan juga hazel


Mereka berkumpul karna mendapatkan kabar kalau keisya ada di pantai menenangkan dirinya, dan secara kebetulan louis menyuruh mereka semua ke sana, tak lah berbuat apa? Hanya louis yang tahu?


"Ngomong-ngomong kita ngapain sih kesini" ucap felix


"Kalau gue sih, mau liatin cewek gue?" ucap david


"Cewek lo? siapa? setahu gue lo ga punya cewek deh dav? lo kan masih jomblo" ucap aldo tak mau kalah, dan langsung mendapatkan aura pembunuh dari david


"Mulai deh, mulai" ucap rio merasakan ada aura peperangan disini


"Hey lo bodoh, atau pikut, lo ga ingat kalau keisya itu cewek gue, ngerti?" ucap david kesal


"Cewek lo? Mimpi kali? Keisya tuh cewek gue" Ucap aldo tak mau kalah


"HEY, BISAKAH KALIAN TENANG?" Teriak kevin geram melihat tingkah kekanakan-kanakan david dan aldo yang selalu merebutkan keisya


"Penonton kecewa" ucap rio berkekeh mengamati perang mereka berdua


"DIAM KAU"


kini giliran kevin berteriak kepada rio


"Seharusnya kita mikirkan bagaimana cara membuat cindy dan keisya baikan? Bukan bertengkar ga jelas begini" ucap kevin


"Benar tuh kata kevin" ucap hazel mendukung


"Ngomong-ngomong si tersangka kita mana sih? Kok lama banget?" ucap digo mengabaikan perkataan kevin, dan langsung mendapat plototan dari kevin


"Iya nih, lagian ngapain tuh anak nyuruh kita pada ngumpul kesini" ucap felix


"Ntah lah gue bingung" jawab digo


"Maaf lama menunggu"


Semua kepala langsung menoleh ke asal suara itu tampak louis datang bersama cindy dengan senyum bodohnya


"CINDY"


Mereka semua kaget melihat cindy bersama louis


"Kau.....?"


"Bagaimana lo bisa bersama cindy?"


"Ngapain cindy kesini?"


Pertanyaan bertubi-tubi datang ke louis, mereka heran bagaimana bisa louis bersama cindy?


"Gue....."


"Udahlah cin, jangan hiraukan mereka. Sebaiknya lo ke sana ke pantai hampiri keisya" ucap louis memotong perkataan cindy,


Tanpa berpikir panjang cindy pun menghampiri keisya meninggalkan mereka yang  masih menatapnya kebingungan 


"Apa yang terjadi ini?!" tanya aldo heran


"Ntah lah" jawab david


Sementara di bibir pantai keisya sedang duduk merenungkan dirinya, ia sedih karna sahabat sudah pergi meninggalkannya, berbalik kepada musuhnya sendiri, ia juga merasa bersalah kepada cindy karna ia tak jujur kepadanya


"Keisya"


Tubuh keisya menrenggang mendengar suara itu, jantungnya berdengup kencang, sebuah suara ia sudah ia rindukan, dan langsung menoleh cepat


"Cindy, lo......"


"Gue minta maaf kei" ceplos cindy tanpa basa basi "gue minta maaf karna gue udah meninggalkan lo, gue minta maaf karna gue udah nampar lo waktu itu, gue minta maaf karna...."


Perkataan cindy terputus karna tiba-tiba keisya menarik ke pelukannya, mereka berdua pun bersama dipelukan mereka, menangisi kesalahan mereka yang telah dilakukan, menangisi kebahagian mereka berdua


"Lo tak perlu maaf. kita berdua sama-sama salah dalam hal ini, kita memikirkan ego kita masing-masing, Egois dalam memikirkan kehendak kita. Jadi dengan kejadian kemaren menjadi pelajaran buat kita, agar sahabatan kita menjadi kuat lagi, saling memahami satu sama lain, tak akan ada orang bikin bersahabat kita pecah lagi"


"Iya keis, lo benar sahabat yang kuat" ucap cindy tersenyum lebar lalu memeluk sahabatnya lagi


"Gue sayang lo keis"


"Gue lebih sayang lo cindy?"


"Apakah kalian sudah baikan sekarang?!"


sebuah perkataan seseorang membuat mereka berdua melepaskan pelukan mereka dan menoleh dan mendapati sahabatnya


"Sudah doh" jawab keisya dan cindy kompak dengan senyum lebarnya


"Makasih yaa guyy, kalian sudah bikin gue sama cindy sudah baikan lagi" kata keisha


"Jangan makasi ke kita" ucap kevin "makasih tuh, sama yang sono" kata kevin lagi sambil menunjuk louis


"Iya keis, lo harus makasih ke louis, karna louis udah buka mata gue lebar kalau sahabat itu berarti dalam hidup kita" ucap cindy tersenyum kepada louis dan louis membalas senyumannya itu


"Ehmmm"


dehem david menyadarkan mereka berdua dan sukses membuat salah tingkah


"Cie...cie... salah tingkah" ucap keisha mengoda Louis dan cindy


"Kayaknya sudah move on nih" ucap David menambahkan


"APAAIN SIH KALIAN" ucap louis dan cindy bersamaan dan disambut tawa oleh mereka semua


"Cie....cie...kompak" goda  digo lagi


"Sudahlah lupakan ini" ucap kevin tiba-tiba "sebaiknya kita rayakan ini bersahabatkan kita ini"


"Oke" kata mereka


Satu-persatu tangan kanan mereka diarahkan ke tengah dan menyatukan tangan mereka pada tangan yang lain dengan poros lingkaran kecil


"GLADER" teriak keisya lantang


"IS THE BEST"  teriak mereka bersamaan