Dear keisha

Dear keisha
PART 46



Digo mengguling-guling dirinya kesana kemari mencari posisi nyaman untuk tidur dengan hati tidak karuan, nyatanya ia tak bisa setelah 1 jam yang lalu kepergian tante widya dari rumahnya sendiri


Setelah tante widya bilang kepada kalau prilly hilang belum kembali ke rumah dan reaksi digo saat itu tampak cuek saja seolah tidak peduli dengan prilly tapi lain dengan keisya yang mengkhawatirkan prilly dan sempat jadi pertengkaran kecil dengan tante widya


"Ahh.. sial" digo frustasi


Digo tak mampu lagi menahan dirinya untuk tidak khawatir terhadap priily ia pun mengambil kunci mobil jason yang diberikan untuknya lalu berjalan mengendap-gendap keluar rumah pada malam hari agar ia tidak ketahuan ia pergi keluar rumah


Ia menyelusuri jalanan ibu kota sambil mengetik sesuatu di ponsel mencari keberadaan prilly dari teman lama prilly yang ia kenal


"Prilly, lo dimana sih?" Guman digo panik putus asa tak kunjung menemukan petunjuk tentang keberadaan prilly


Tak lama ia pun mendapatkan informasi dari teman lama prilly bahwa ia prilly disalah satu bar ibukota membuat digo panik sendiri dan menglajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi


Beberapa saat kemudian ia pun masuk ke bar tersebut dengan memakai topi dikepalanya dan juga masker agar tidak diketahui oleh prilly,


Deruman musik bar bergema diseluruh ruangan lantai bar banyak pria dan wanita berjoget di lantai itu dan juga ada dalam keadaan mabuk. Digo pun menyelusuri kepada di kerumunan orang berjoget itu


Tangan digo mengepal dan menatap tajam saat menemukan prilly yang sedang berjoget dengan seorang pria tua dalam keadaan mabuk, digo pun menghampirinya dan menarik keluar prilly dari pria yang lagi berjoget dengannya, namun dicegah oleh pria


"hey, siapa kamu? Berani kamu mengambil gadisku?" ucap pria tua itu dalam keadaan mabuk, sedangkan prilly mungkin dalam keadaan mabuk juga karna ia tidak kaget dengan kehadiran digo


"Anda mau tahu siapa saya?" tantang digo tersenyum sinis dibalik maskernya dan pria tua itu mengangguk


BRUK


Tanpa aba-aba digo meninju pipi pria itu dan pria itu terjungkal ke lantai dan langsung tak sadarkan diri sehingga membuat kerumunan itu ketakutan


"Saya pacarnya sialan" maki digo kepada pria itu


"Hey, lepaskan. siapa kamu?" ucap prilly hendak memberontak agar dilepaskan digo


Digo tidak menghiraukan perontakan prilly kepadanya. tangannya terus saja mengengam Tangan prilly untuk membawa gadis itu keluar ruangan club hingga ia sampai di parkiran club


"Masuk" ucap digo mendorong prilly agar masuk ke mobil dan prilly penurut


HENING


"Digoo!!!" Gurau prilly memejamkan matanya dalam kondisi mabuk  "Aku mencintaimu!!"


Digo yang mendengar itu berusaha fokus untuk menyetir berusaha tidak peduli dengan gurauan mabuk prilly namun jantungnya berdetak cepat, hatinya sesak mendengarnya otak seakan berperang mendengar itu


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Digo mengendong prilly membawanya ke sofa lalu menidurinya. ia bangkit mencari selimut di salah satu lemari lalu menyelimutinya dan merapikan rambut-rambut yang menutupi wajahnya


Setelah itu ia duduk di sofa yang berhadapan dengan sofa yang kini d tiduri prilly. Digo membawa prilly ke markasnya agar ia bisa istirahat dengan tenang, bukan ke rumahnya karna ia tidak mau akan ada masalah jika ia membawanya pulang ke rumah orang tua atau rumahnya sendiri


Tanpa ia sadari digo membawa menatap wajah prilly lama,


"Prill, andai lo tahu kalau gue...."


"Masih menyukaimu?"


Digo melotot ke arah sumber suara, matanya terblalakan saat menatap pria yang bersandar di pintu maskas dengan senyum bodohnya


"K...kevin" ucap digo keglalapan


"Ngapain lo kesini?"


Kevin berkekeh pelan lalu menghampiri digo lalu duduk disebelahnya


"Secara tak sengaja aku melihat mobilmu  diparkir di depan bar, aku penasaran apa yang kau lakukan di bar malam-malam begini? Tak aku sangka aku menemukan moment yang terduka olehku, kau membawa prilly keluar dari bar setelah kau menonjok orang yang sempat akan melakukan hal buruk ke prilly. Apa yang terjadi?"


"Dia mabuk"


"Lalu?"


"Sebelum gue ke bar, nyokapnya prilly datang ke rumah menunduk gue kalau gue menculik prilly karna ia beberapa akhir ini dia ga pulang ke rumah. Karna gue ga mau nunduk yang tidak-tidak, gue pun mencari prilly dan menemukan ia bar lalu membawanya kesini" jelas digo


Kevin mengangguk paham


"Benarkah? Bukankah kau mengkhawatirkannya?"


"Hah?" Ucap digo keglalapan


"Ga gue khawatirnya? Ngapain juga gue khawatir?"


"Alah digo, jujur saja padaku, kau mengkhawatirkannya bukan? Masih menyukainya bukan?" Goda kevin


"Apa sih lo vin, gue ga suka dia, gue cuman ga mau ditunduk yang ga ga sama nyokapnya itu aja" ucap digo


"Benarkah?"


"Bodo ah, pusing kepala gue bicara sama lo" ucap digo bangkit berdiri hendak keluar


"Mau kemana kau?"


"Gue mau pulang, lo jaga dia"


"What!!!" Ucap kevin kaget tidak tidak percaya. Ia tadinya hanya menangkap basah kalau digo bertemu prilly pada digo lalu pulang. Tapi kini?


"aku?"


Digo mengangguk mengiyakan lalu menunjukan wajah smicknya "kalau dia sudah bangun bilang aja kalau lo bawa kesini, jangan gue. ngerti, bye!!!"


Setelah itu digo pun langsung kabur meninggalkan kevin yang melongo menatap kepergian


"Anak geng glader sialan" maki kevin


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Prilly perlahan-lahan membuka matanya, kepala pusing luar biasa pada belakang kepalanya itu, ia memijat tengkuknya dan  mengendakan matanya beberapa kali untuk mendapatkan fokus penglihatannya


Ia pun menyandar punggung ke punggung sofa dan menyelusuri pandangan ke ruangan yang asing baginya, dan kaget saat melihat seorang pria tidur di sofa berhadapannya dengannya


"Kak kevin" guman prilly bingung kenapa kevin bisa berada disini? Dan dimana kah dia?


Terdengar pengerakan kecil saat kevin sudah mulai membuka matanya berlahan-lahan, ia mengeratkan otot-ototnya dan mengerutkan alis saat ada orang lain menatapnya


"Kau sudah bangun?"


Prilly hanya mengangguk mengiyakan ia masih bingung dengan situasi ini


"Tidurmu nyenyak?" Tanya dengan suara masih mengantuk mengucek mata-mata menghilangkan kantuknya dan prilly mengangguk mengiyakan lagi


Kevin pun bangkit menuju dapur kecil markas untuk membuat sesuatu Untuk dirinya dan prilly di pagi yang cerah


"Di pagi hari ini, lebih enak minum teh. Kau mau?"ucap kevin


"Boleh kak" jawab prilly


"Oh yaa pril, jangan panggil aku kakak yaa, panggil aku nama saja, kevin"


"Tapi...."


"Aku lebih senang jika kau panggil namaku saja"


Mau tak mau prilly menyetujui keinginan kevin untuk panggil nama saja, kalau sebenarnya ia tak enak hati karna umur mereka beda dua tahun. Tak lama dua cangkir teh pun jadi, kevin pun memberikan ke prilly dan meminum, begitupun dengannya


"Apakah kepalamu masih pusing?" Tanya kevin


Prilly mengerutkan kening heran


"Dari mana kau tahu kalau kepalaku sakit?"


"Oh...itu..." kevin menepuk jidat mengerutu dirinya yang bodoh dan segera berpikir cepat


"Secara tak sengaja kemaren malam aku melihatmu di bar dalam keadaan mabuk, dan aku menyelematkan dan pria hidung belang yang hampir menekam. karna aku tak tahu rumahmu aku membawa kesini, markas keisha"


"Oh begitu" ucap prilly lalu diam beberapa saat untuk berpikir mengingat kejadian semalam,


Tak tahu kenapa ia tidak percaya pada kevin seolah kevin bohong kepadanya, ia memijat pelipisnya berusaha mengingat siapa yang menolong kemaren malam


"Jangan terlalu memaksa untuk mengingatnya, nanti kepalamu tampah sakit" saran kevin


"Tapi, kenapa aku ga yakin kalau kevin menyelamatkanku" ucap prilly polos "ini seperti...."


"Kau benar prilly, bukan aku menyelamatkanmu melainkan orang yang masih menyukaimu diam-diam" batin kevin


"Sudahlah, jangan kau pikirkan. Aku mau pulang, kau mau menumpang?" Ucap kevin


"Iya" ucap prilly


Mereka berdua pun keluar markas pulang ke rumah masing-masing, tapi siapa sangka ada orang lain yang menatap nanar mereka berdua itu


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Terdengar suara bisik-bisik atau siswa-siswi yang sedang bergosip pada saat digo melewati lorong sekolahnya, ia menuju kantin pada saat jam istirahat,


"Hoy" teriak digo mengangetkan


Sahabat yang berada di kantin


"Ada berita apa sih?"


Digo yang sudah mulai penasaran akan kegosipan mereka


"Tuh lo liat aja sendiri" ucap aldo melempar sebuah majalah di meja,


PRILLY LATUNCONSINA  KELUAR DARI BAR KEMAREN MALAM DENGAN SEORANG PRIA, SIAPAKAH PRIA ITU? APAKAH ITU KEKASIH PRILLY YANG BELUM TERUNGKAP?


digo yang membaca berita di majalah berusaha tidak menunjukan wajah kaget,


"Oh, hanya itu ekpreksi lo" sindir louis


"Apaan sih lo" ucap digo


"lo ga kaget apa?" tanya cindy


"Lalu hubungan dengan gue apa? gue ga ada hubungan kali" ucap digo cuek lalu mengangkat tangan memesan makanan


"Ya, ya, ya terserah lo aja deh" cibir shiren


"Ngomong-ngomong nih guyy, gue penasaran dengan cowok yang pergi ke bar itu" ucap aldo membolak-balik halaman majalah yang sudah berada ditangannya lalu meletakkan ke meja mengisyaratkan agar semua sahabat melihat ke majalah itu "Coba lo liat. pria ini. dari poster tubuh kayaknya kita kenal ga?"


"Hah, serius lo?" Ucap keisya mengeser majalah kearah melihat dengan teliti meskipun wajah terlihat tidak jelas "iya, ya gue juga ga asing dengan orang ini?"


"Mampus gue" batin digo


"Siapa keis?" Tanya david penasaran


"Ini kayak...." ucap keisya berhenti kita tatapan ke digo "Lo digo?"


"Hah?" Jawab mereka kaget


"Gila lo, mana mungkin gue" cibir digo pura-pura tidak tahu "Lagipula ngapain juga gue sama dia?"


"Digo benar keis, mana mungkin digo pergi ke bar sama dia, tuh anak kan ogah-ogahan ketemu mantannya" bela louis tidak percaya sekaligus menyindir menekan kata MANTAN, membuat digo melotot ke arahnya


"Apa sih lo" kesal digo


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Digo mengotak-atik ponselnya mencari tentang gosip prilly yang menjadi trending topik sekarang ini, ia duduk di gedung belakang sekolah setelah ia makan di kantin.


Dan untuk wajahnya tidak terlalu jelas di gosip itu karna dirinya memakai topi dan juga masker, tapi membuat publik penasaran akan dirinya,


Tak lama ponselnya berbunyi dan terkejut menyadari kevin tiba-tiba meneleponnya dan langsung mengangkatnya


"Hello, ada apa?"


"Aku yakini, sekarang kau lagi mengotak-otik ponselmu mencari beritamu dengan prilly menjadi trending topik sekarang walaupun wajahmu tidak jelas disana"


"Kevin"


"Bagaimana jika publik tahu bahwa itu adalah kau, bisa-bisa kau menjadi selebritis dadakan bukan? wah aku sebagai temanmu akan mendukungmu"


Digo melotot mendengar kevin yang lagi meledeknya sekarang ini


"Awas lo bilang ke yang lain, lo habis sama gue"


"Oho, oho digo kau tidak perlu mengancamku seperti itu, aku berjanji padamu akan tidak akan bilang kepada yang lain"


"Bodo amat"


TUT   TUT   TUT


digo langsung mematikan ponselnya kesal karna meledeknya habis-habisan


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Keisya mengetuk-getuk penanya bosan saat pelajaran berlangsung, bosan melihat tampang manusia yang lagi memperhatikan sang guru, tak memperhatikan guru atau pelajaran yang terpenting semua mata tertuju padanya dengan tatapan memuja dan aneh,


Siapa lagi kalau bukan pak guru radit yang tergila-gila oleh mereka sekarang ini


Tak lama tatapan itu lenyap pertepatan dengan suara bel pulang berbunyi


"Keisya, habis ini kau ke ruangan" Ucap pak radit


Sukses bikin keisya melongo dibuat olehnya pak radit yang sudah pergi dari kelas, pada saat itu keisya hendak protes


"Lo ngapain dia manggil lo keis?" Tanya aldo menyibak tas ke bahu kirinya


"Lo ada masalah?" Tanya shiren


"Sepertinya ga deh?" Ucap keisya ragu-ragu "atau masalah kebodohan pada matematika"


"Mungkin"ucap cindy dan membuat keisya melotot ke arahnya


"Mana mungkin keisyaku ini bodoh, yaa kan sayang" ucap aldo menrangkul pundak keisya mesra, yang dirangkul hanya memutar bola matanya malas, malas meladani sikapnya


"kalian keparkiran aja dulu, ntar gue nyusul" ucap keisya


"Oke kita tunggu" ucap louis lalu merangkul bahu kekasihnya "ayo sayang, kita pulang"


Setelah semua sahabatnya pergi barulah ia pergi ke ruangan pak radit segera, ia mengetuk pintu ruangan dan masuk ketika pak radit menyuruhnya masuk lalu menarik kursi duduk dihadapan pak radit


"Ada apa bapak memanggil saya?" Tanya keisya langsung yang intinya


"Aku..."


"Hai, pak radit" ucap salah satu guru menyapa pak radit tersenyum manis padanya


"Yaa?" ucap pak radit ramah kepada guru itu


"Saya pulang dulu, bapak mau pulang bareng ga?" tawar guru itu dengan mata centil agar pak radit mau pulang dengan


"Tidak buk. ibuk duluan saja, saya ada urusan dulu yang harus saya selesaikan" Tolak pak radit, membuat keisya diam-diam menenawakan guru itu mendengar tolakan pak radit  mentah-mentah


"Urusan dengan anak bandel ini yaa pak?" Ucap guru itu dan keisya melotot hendak protes "Oke, Ga pa pa. saya duluan ya pak"


Pak radit mengangguk mengiyakan, lalu guru centil itu pergi setelah sempat menyentuh pipi radit gemas


"Ga murid, ga guru, sama saja" guman keisya kesal setelah guru itu pergi


"Kenapa? Kamu cemburu?" Ucap radit tersenyum


"Hah?" Ucap keisya tidak percaya apa yang ia dengar


"Aku cuman bercanda" kekeh pak radit lalu mengambil tasnya dibawa meja lalu mengeluarkan sebuah undangan "ini untuk kau"


"Ini apa pak?" Ucap keisya menerima undangan itu "Undangan ulang tahun? Bapak ulang tahun?"


radit mengangguk mengiyakan


"Iya, minggu depan saya ulang tahun, saya akan senang kalau kau datang ke ulang tahunku, jadi kau mau datangkan?"


"Saya sendiri?" Ucap keisya penasaran karna ia tidak yakin kalau ia sendiri ia datang pasti keluarga juga datang, karna mengingat orang tua bersahabat dengan papanya


"Kau tenang saja, keluarga kau juga aku undang kok?" Ucap radit


"Emm, kau begitu saya tidak bisa datang pak" ucap keisya jujur karna ia malas pergi bersama keluarga papanya itu


"kenapa?" Tanya radit heran, senyuman hilang seketika


"Karna saya ada urusan pak?"


"Setahuku, nyokapmu bilang kau tidak ada urusan dihari itu?"


"Urusan pribadi pak?"


"Apakah tidak bisa ditunda?" Bujuk pak radit ngotot, dalam hatinya berhadap


"Ini anak kenapa ngotot banget sih" batin keisya heran


"hmm saya pikir-pikir dulu deh" ucap keisya mau tak mau menjawab itu, membuat radit tersenyum lega


"Oke baiklah. Aku akan menunggu keputusanmu, tapi aku berharap kau benar-benar datang ke pestaku" ucap radit penuh harap


"Saya harap begitu pak" ucap keisya tidak enak "boleh saya pergi"


"Tentu" ucap radit bangkit dari kursi dengan keisya "kau berhati-hati pengendara mobil" ucapnya perhatian


"Iya" ucap keisya tersenyum


Lalu ia pun pergi keluar ruangan pak radit, pak radit pun menatap punggung keisya hilang dari bilik ruangan lalu membuang nafas pelan


Keisya pun hendak keluar ruangan pak radit, ia memutar khop pintu namun tiba-tiba....


"Keisya...."


"Astaga naga" ucap keisya kaget tiba-tiba david berdiri dihadapannya "lo tuh yaa, bikin gue kaget mulu?"


"Hehehe, sorry" cengir david


"Lo ngapain disini? Lo ga pulang"


"Ga, gue nunggui lo. Ngomong-ngomong ngapain lo di ruangan pak radit"


"Ada urusan" ucap keisya singkat, lalu mengandeng tangan menyeretnya pergi dari ruangan pak radit "ayo pulang"


David hanya bisa tersenyum senang saat keisya mengandeng tangannya, david pun mengeratkan gandengan tersebut seolah keisya hanya milik dirinya bukan milik pria lain


...❤️❤️❤️❤️❤️...


1 minggu kemudian


Suasana pesta di hotel bintang lima tampak ramai dan meriah, para tamu dari kalangan atas datang berbondong-bondong ke pesta dengan gaya glamour


Tapi tidak bagi orang yang mengadakan acara. Raditya Yingjie, dari tadi ia tampak tidak bersemangat dalam pesta ini, ia hanya tersenyum paksa jika orang memberi ucapan padanya karna ia sedang menunggu kehadiran seseorang


"Yaa ampun nak, kamu kenapa kok murung gitu, kamu ga suka pestanya" tanya papa radit


"Ga kok pah, radit suka" ucap radit


"Lalu?" Tanyanya


Radit tidak menjawab melainkan kepala menoleh ke kanan ke kiri berharap dia benar-benar datang ke acaranya itu


"Selamat malam"


Membuat radit bibir tersenyum lebar saat melihat anggota keluarga dia datang tapi....


"Selamat malam jeng" ucap mama radit menyambutnya keluarga wilson,


"Radit, selamat happy birthday yaa" ucap tasya


"Yaa" jawab radit singkat


"Keisya mana sya?"


Membuat tasya dan nyokap saling lirik bingung, lalu tersenyum


"Oh jadi ini yang bikin kamu pusing dari tadi. Ternyata nunggui keisya yaa" ucap mama radit mengoda anaknya, membuat anaknya salah tingkah Dan mereka langsung ketawanya


"Kamu nungguinya keisya dit?" Tanya ardiana


Radit hanya mengangguk mantap membuat keluarga wilson dan keluarga mengodainya tentang keisya


"Permisi!!"


Semua langsung menoleh lalu tersenyum. tapi tidak bagi radit dia diam terpaku melihat dia, dia tampil cantik malam ini dengan pakaian dress hingga warna putih, rambut tergurai indah, rambutnya bergelombang indah serta make up yang tipis


"Yaa ampun nak keisya kamu cantik malam ini" puji mama radit kepada keisya


"Makasih tante" ucap keisha tersenyum ramah "Tante juga cantik kok malam ini"


"Iya keisha, kamu cantik, liat anak om sampai liatin kamu terus" sindir papa radit membuat radit salah tingkah


"Apa-apain sih pah" ucap radit membuat mereka menewakannya lagi


HENING


"Emm kok pada diam yaa" ucap ardiana


"Ya yailah jeng, kita ada disini, wajar mereka begitu, ntar kalau kita pergi baru mereka bicara, masa jeng tahu anak muda yang sudah pacaran saja, malu-malu kucing" goda mama radit kepada keisya dan radit


"Ayo" ucap mama radit mengandeng suaminya pergi


mereka pun pergi meninggalkan radit dan keisya berduaan. Tapi sebelum itu tasya memandang keisya sidis seolah ada rencana dibalik semua ini


"Maafin orang tuaku yaa keis" ucap radit tidak enak


"Oh gak pa pa kok dit, kau tak perlu minta maaf. itu menurutku kebiasaan orang tua yang mengodai anak-anaknya. Padahal kita tidak punya hubungan apa-apa bukan?" Ucap keisya


"Oh iya" ucap radit tak tahu kenapa terasa menohok dihatinya


Tiba-tiba suasana menjadi cangrung dalam sekejap, mereka sama diam tidak mampu bicara.  keisya yang diam karna ia tidak ada ingin ia bicara sedangkan radit rasa kegugupan mengurung dirinya


"Keisya"


"Hmm"


"Kau...."


"Hai bro" ucap dua orang pria


melewati keisya dan tidak melihatnya, ia lalu berpelukan ala lelaki "happy birthday"


"Thank bro" balas radit kepada dua cowok itu ia memunggungi keisya


Keisya mendengar suara dua cowok itu terkejut merasa tak asing baginya


"Kevin. Hazel!!!"


Dua orang cowok itu pun segera menoleh dan kaget melihat keisya


"Keishaa!!!"


"Kalian berdua kenapa bisa ada disini!!" ucap keisya tidak percaya dengan kehadiran mereka berdua


"Seharusnya aku yang bicara begitu pada kau keis? bagaimana kau bisa ada di pesta ini? Kau ada orang kenalan disini?" ucap hazel


"Wait, wait, kalian bertiga sudah kenal" tanya radit mulai bingung


"Tentu. keisya ini adalah kar...."


"kevin dan hazel adalah temanku" ucap keisya cepat membuat kevin melotot kearahnya "kau bagaimana kenal dengan mereka dit!!"


"Kevin dan hazel ini adalah teman smaku" ucap radit


"Oh begitu!!" Ucap keisya mengangguk mengerti


"Lalu kau bagaimana dengan keisha dit!!" tanya kevin penasaean


"Keisya ini anak sahabat papaku, awal aku kenal dengan dia waktu dia ulang tahun, kami berdua sudah mulai akrab waktu itu hingga sekarang dan aku yang mengundangnya kesini" jelas radit


"Oh begitu!!"


Kevin dan hazel kini menatap tajam keisya seolah meminta penjelasan kenapa dirinya tak cerita kalau ia dekat dengan cowok?


Radit hendak bicara lagi tapi papanya memanggilnya ia pun permisi pergi, lalu tinggalah mereka bertiga dengan armorfer gelap


"Apa!!" Ucap keisya risih akan tatapan mereka berdua "Kenapa kalian berdua liat gue kayak gitu!!!"


"Oh kau sudah kembali dengan di sifat aslimu"ucap kevin menyindir keisha senaya menatap keisya tajam


"Ya iyalah, gue harus menjaga image gue sebagai keluarga wilson" ucap keisha sombong membuat kevin mengoyor kepalanya


"Kenapa lo ga cerita keis? bahwa kau dengan dia?" Tanya hazel


"Betul tuh" sahut kevin


"Kenapa!!!"


"Kalian ga nanya" ucap keisya santai


"Ga nanya apapun iya, seharusnya lo cerita, gue ini sahabat lo bodoh!!!" Ucap hazel menjintak kepala keisya kesal dan keisya hanya mengringis kesakitan


"Lalu apakah david Tahu kalau kau dekat dengan radit?" Tanya kevin


"Tahu. David kenal juga dengan radit sebagai guru matematika di sekolah gue, anak glader juga juga kenal dengan radit" jelas keisya


"Astaga. keisya, keisya, lo gila yaa, hanya kita aja ga tahu" ucap hazel geleng-geleng kepala tidak percaya


"Tunggu kau bilang guru di sekolahmu? Setahuku radit itu seorang CEO muda perusahaaan besar di negara ini. Tapi bagaimana bisa ia menjadi guru di sekolahmu!!! " Tanya kevin penarasan dengan temannya itu


"ntah lah, gue juga ga tahu" ucap keisya mengangkat bahu pertanda tak tahu


Tak lama acara pun dimulai semua orang berkumpul dan bertepuk tangan menyanyikan lagu ulang tahun untuk sang ulang tahun dengan ramai dan meriah


Setelah itu pemotongan kue pertama diberikan kepada orang tersayang, radit pun memberikan kepada orang tua yang paling ia sayang dengan mengucapkan kata-kata yang bikin tamu terharu melihatnya


Kini semua orang yang ada di pesta mulai penasaran akan seseorang yang beruntung mendapatkan potongan kedua untuk orang spesial tentunya,


"Ini untukmu keis" ucap radit memberikan kepada keisya


"Hah!!!"


"Maksudnya apa nih" batin keisya


Membuat suasana pesta makin riuh dan bersorak, tapi tidak bagi kevin dan hazel ia hanya diam menatap horor ke arah mereka berdua


"Aku?" Ucap keisya kaget


"maksudnya apa? Seharusnya Kau harus memberikan kepada orang spesial. bukan aku"


"Yaa, kau adalah orangnya"


"Apa!!!"


"maksudku spesial sebagai teman terbaikku"


"Siapa bilang keisya itu teman terbaikmu"


Membuat keisya dan radit saling lirik ke arah suara itu dan melihat mama radit senyam senyum sendiri


"Maksud mama?" Tanya radit bingung


Bukannya menjawab eh malah bertepuk tangan akan bertanda  mama menjadi pusat perhatian yang sempat riuh tadi


"Perhatian!!! Perhatian!!! Saya mau mengumungkan sesesuatu" sorak mamanya radit. tak tahu kenapa keisya gelisah sekarang


"Saya akan mengumumkan bahwa anak saya Raditya Yingjie telah saya jodohkan dengan keluarga wilson yang bernama keisya adelia wilson. Dan mereka berdua segera bertunangan"


"APA!!!"


suara teriakan kaget dari keisya, kevin dan hazel tidak terdengar karna berpapasan dengan suara tepuk tangan api beda dengan radit ia tampak tersenyum tipis dalam hatinya berbunga-bunga


"Pe...perjodohan? Tu..tunangan?" Ucap keisya tidak percaya apa ia dengar sampai mulut tidak lancar bicara


"Iya sayang, tante dan mama kamu sudah bicarakan sejak awal. dan kalian berdua akan segera bertunangan" ucap mama radit menyakini keisya


"apa-apaan ini" batin keisya


Keisya mengepalkan tangannya marah dan langsung melirik tajam ardiana, yang dilirik hanya membuang muka seolah tidak terjadi apa-apa disini, membuat keisya makin tambah marah sekarang


"Maaf tante, saya tidak terima perjodohan ini. saya tidak bisa. Permisi"


Keisya langsung pergi setelah mengucapkan kata itu meninggalkan wajah kekagetkan orang tua radit dan juga radit, sedangkan para tamu pada berbisik-bisik tentang dirinya


"Jeng" panggil mama radit marah kepada ardiana "Apa-apain ini jeng, jeng mau bikin malu saya!!!"


"Bukan begitu jeng" ucap ardiana menyakinkan "keisya cuman kaget aja dengar pengumuman ini secara tiba-tiba. Anak saya pasti setuju kok"


"Tapi....."


"Jeng ga usah khawatir perjodohan ini tetap dijalankan kok. Jadi sekarang saya mau bicara pada anak saya dulu, permisi!!!"


Ardiana pun pergi menyusul keisya dengan wajah menahan kemarahaan kepadanya dan menemukan keisya di lobby hotel hendak keluar hotel. Ia pun berhasil menarik tangan keisya dan....


PLAK


satu tamparan menarik mulus di pipi keisya. Sedangkan keisya menyentuh pipi dan hanya menatap tajam orang itu dengan kemarahan dimatanya juga


"Apa yang kau lakukan hah!!! Berani-berani kau bikin keluarga saya dan keluarga yingjie malu!!!. Seharusnya kau berterima kasih kepadaku karna sudah mencarikan pria kaya dan baik untukmu, tapi nyatanya ini yang kau lakukan pada kami hah!! Dasar anak tak tahu diri!!!" Ucap ardiana meluapkan keemosinya


"Eh, emang lo pikir, lo siapa, nyokap gue? Sorry yaa, gue sampai kapanpun ga akan pernah menganggap lo sebagai nyokap gue. Lo ga berhak ngatur-ngatur hidup gue, mencarikan jodoh untuk gue dan gue ga terima perjodohan ini" Balas keisya tidak terima


"Saya ini adalah istri papa kamu sekarang, mama tiri kamu, jadi...."


"Nyokap gue tetap adelia, nyokap kandung gue, dan meskipun lo istri papa gue yang sekarang, gue ga pernah akan anggap itu, lo itu lebih dari sampah yang menjijikan yang gue kenal"


Ardiana makin marah mendengar perkataan keisya yang menohok hatinya, ia pun mengangkat tangannya lagi, hendak menampar keisya, tapi seseorang berhasil menahan tangan


"Kalau sampai tangan anda menyentuh pipi keisya lagi, jangan salahkan saya kalau saya akan mematahkan pergelangan tangan anda" ancam hazel menipis tangan ardiana kasar


"Siapa kau? berani kau mengancam saya dan ikut campur urusan keluarga saya?"ucap ardiana kesal


"Anda tak perlu tahu siapa saya" balas hazel lantang lalu mengandeng tangannya keisya "ayo keis, kita pergi"


"Hei, mau pergi kemana kalian!! Aku belum selesai bicara!!! Hey!!! Hey!!!" Teriak ardiana


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Sial"


Duk


"Brengsek"


duk


"Sampah menjijikan"


Duk


"Keluarga sialan"


Duk


Dua orang penonton yang mendengar itu hanya geleng-geleng kepala diam melihat pemain menglampiaskan emosi dengan menendang-nendang ban mobilnya lambogininya


Siapa lagi kalau bukan kevin dan hazel yang dari tadi menyaksikan keisha meluapkan emosinya, mereka tidak mau mencegah  karna tidak mau ikut dalam amukan, lebih baik ia diam menyaksikan sambil sekaleng cola menemani mereka berdua


"Lo benar-benar yakin keis? Benar, ga tahu soal perjodohan ini?" tanya hazel mulai serius sekarang membuat keisya berhenti lalu menatap tajam hazel dan hazel tidak peduli itu


"Ga" ucap keisya menyandangkan dirinya di kap mobil lalu melipat tangan di dada "gue benar-benar ga tahu soal perjodohan ini. Kalau pun gue tahu sudah dari awal gue ga dekat dengar radit itu dan datang ke acara. Benar-benar sialan gue datang ke acaranya" umpat keisya masih kesal


"Terus apakah perjodohan kau itu akan dilanjutkan meski kau membatalkannya?" tanya kevin


"Tah lah gue ga tahu" ucap keisya


"Gue merasa deh ada yang ganjal deh akhir-akhir ini" ucap hazel tiba-tiba


"Maksud lo zel?" Tanya keisya bingung


"Gue merasa ada dibalik perjodohan ini ada seseorang yang merencanakan"


Membuat keisya diam berpikir, beberapa saat kemudian ia tersenyum sidis


"Iya lo benar ada si iblis merencanakan semua ini" tebak keisya tahu arah pikiran hazel


"Pantas saja tuh anak tidak mencari gara-gara sama gue lagi. Tenyata ia lagi menyiapkan rencana, benar-benar licik" ucap keisha


"Emang kau yakin kalau dia melakukannya?" Ucap kevin tidak yakin


"Emang kau pikir siapa lagi vin?" cerutu hazel kesal


"lalu tuh anak ngapain?" ucap kevin tiba-tiba


"Maksud lo?" Ucap keisya bingung akan bicaranya kevin


"Tuh lo liat" ucap kevin


pria itu menunjuk seseorang dibelakang keisya dengan dagunya. Keisya dan hazel sama-sama menoleh ke arah dituju kevin dan kaget melihat radit berjalan kearah mereka


"Radit!!"


"Ngapain lo kesini?" ucap keisha ketus


Kepada radit, radit mendengar itu kaget padanya


"Kau kenapa? Kau marah kepadaku?" Tanya radit dan respon keisya hanya diam saja


"Sumpah!! Aku  tidak tahu soal perjodohan ini"


"Ohh yaa" ucap keisya dingin


"Kalau memang kau tidak tahu soal perjodohan itu lebih baik kau batalkan perjodohan itu" ucap hazel


"Tidak. aku tidak mau membatalkannya" ucap radit tegas


"What!!!" ucap mereka bertiga kaget melotot ke arahnya


"Apa lagi ini?" ucap keisha frustasi


"Apa kau gila dit!!! keisya itu


Masih sma, belum lulus. Kau iya sudah kuliah di harvard dan menjadi CEO di perusahaan ayahmu. sedangkan keisya ia masih butuh belajar, belum waktu memiliki hubungan lebih serius lagi. apa kau mau manghancurkan masa remajanya hah!!!" Ucap hazel kesal tidak terima jika di jodohnya, bukan berarti ia cemburu melainkan ia peduli dengan masa depan keisya apalagi bukan bersama pria yang di cintai gadis itu


"Aku menyetujui perjodohan karna orang tuaku yang menginginkannya. Tidak ada alasan untuk menolaknya" ucap radit "lagipula hanya pertunangan doang, bukan pernikahan"


"Keisya sudah pembatalkanya bukan? Jadi tidak ada pertunangan yang kau maksud" ucap hazel keaal


"Walaupun keisya membatalkan atau tidak, yang jelas perjodohan ini akan tetap dijalankan" ucap radit tegas


Membuat keisya dan hazel masing-masing menahan emosinya dengan keras kepala radit yang berbasi keras mempertahankan perjodohan ini


"Apa kau menyukai keisya?" ucap kevin tiba-tiba


Sukses membuat keisya dan hazel beralih ke arah kevin menatapnya horror. sedangkan radit ia diam membeku tidak mampu menjawab lagi,


"Kenapa kau diam. Jawab pertanyaanku" ucap kevin tidak sabar


mampu kevin diam-diam sudah menebaknya akan perasaan radit kepada keisya, tapi ia ingin dengar dari mulutnya sendiri.


Kini semua mata menatap radit penyelidik seolah meminta jawabnya, tapi lain dengan keisya ia gelisah sendiri


"Kalian tidak perlu tahu perasaanku, yang jelas aku dan keluargaku tak akan membatalkan perjodohan ini. Permisi" ucap radit lalu pergi begitu saja meninggalkan mereka bertiga menatap


"Sudahku duga" tebak kevin tersenyum kecus


"Ah sial, benar-benar kacau" ucap keisya frustasi akan situasi ini


"Bagaimana bisa kau bilang begitu padanya kevin?" Ucap hazel berdecak pinggang kesal kepada kevin


"Aku cuman bertanya saja. kenapa kau marah kepadaku?" Keluh kevin tidak terima


"Kau seharusnya tidak bertanya begitu padanya, kalau benar-benar suka bagaimana? Ini akan makin rumit jadinya" kesal hazel


"Aku...."


"Kalian ngomong apaan sih?" Ucap keisya menengangi "Mana mungkin radit suka gue? gila lo bos?"


"Kenapa kalian menyalahkan ku sekarang?" Ucap kevin mulai kesal


"Tapi itu...." ucap keisya berhenti merasakan ponsel bergetar dan langsung mengangkatnya tanpa melihat nama si penelepon lebih dulu.


"Hello. Ada apa?" Ucap keisya dingin


"Bagaimana keis? Apa lo menyukainya?"


Keisya menjauhkan ponsel dari telinga merasa asing mendengar suara itu dan melihatnya lalu tersenyum sidis. Mendekatkan lagi ponsel ke telinganya


"Oh jadi lo merencanakan semua ini. Woww, lo benar-benar hebat"


"Tentu, gue hebat dalam hal apapun"


"cih, sayang sekali itukan akan mempan bagi lo menghancurkan hidup gue. Apa tujuan lo sebenarnya?"


"lo tentu saja tahu tujuan gue bukan? Yang kau miliki sekarang ini"


"Maksud lo?"


"Lo akan pertunangan dengan radit, sedangkan gue akan mendapatkan david dengan mudah"


Membuat keisya melotot mendengarnya, wajahnya memerah menahan amarah bisa saja memuncak jika disinggung lagi, tangannya mengepal kuat-kuat


"Eh, lo pikir rencana lo berhasil dengan mudah? gue ga akan biarin itu terjadi, ngerti!!!"


TUT  TUT  TUT


"ahh, sial" maki keisya setelah mematikan ponsel sepihak


"Kenapa lagi?" Tanya kevin heran melihat keisya yang bisa saja mengamuk setelah ini


"Lo benar zel, tasya merencanakan semua untuk mendapatkan david dengan mudah, sedangkan gue dengan radit" jelas keisya


"Tuh anak benar-benar licik"ucap hazel tidak percaya


"David lagi, david lagi. Apa tidak ada cowok lain apa selain ia sukai?" Protes kevin tidak percaya


"Terus lo nelpon siapa lagi?" Tanya hazel heran saat melihat keisya mengetik sesuatu di ponselnya padahal kondisi lagi emosian


Keisya tidak menjawab melainkan mendekatkan ponsel ditelinga dan telepon tersambung


"Hello, arka, gue ga pulang hari ini.... gue ada urusan"


Telepon pun langsung terputus


"Zel. bos. gue duluan" ucap keisya menuju mobilnya


Ketika ia hendak membuka pintu mobilnya, ada seseorang menahannya, keisya langsung menatap tajam orang itu


"Lo mau kemana?" Tanya hazel


"Gue mau pergi, minggir" ucap berusaha keisya menyingkir tangan hazel dari pintu mobilnya


"Gue bilang lo mau kemana?" Ulang hazel


"Lo tak perlu tahu, minggir lo"


"Ga, gue ga akan biarin lo pergi dalam kondisi kayak gini"


"kondisi? Apaan sih lo?"


"Keis, gue tahu lo lagi kondisi emosian, gue tahu lo mau pergi untuk melampiaskan emosi lo ini dan lo ga pulang ke rumah sekarang ini. gue sebagai sahabat lo, takut lo kenapa-kenapa di jalan keis?" Ucap hazel perhatian


Sukses bikin keisya diam tidak melawan lagi dan melepas pegangan pintu mobilnya


"Jadi sebaik lo ikut gue aja, tenangi diri lo dulu"


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Karna hazel takut keisya kenapa-kenapa, Ending hazel pun membawa keisya ke rumahnya dan Sekarang ia berdiri di balkon di kamar tamu


Ia memandang bulan sabit yang begitu kentara diantara gelapan malam, cahayanya tidak semegah mentari tapi cukup menghiasi kesunyian hari pada waktu kelam


Ia tersenyum saat tatapan beralih ke ponsel yang berkedip-kedip menandakan ada panggilan masuk


"Hello, dav"


"Hello, lo belum tidur?"


"Belum ngantuk. Lo?"


"sama. sekarang lo lagi ngapain?"


"Nelpon cowok gue lah, siapa lagi?"


"Siapa?" Ulang david sengaja namun hati berbunga-bunga mendengar kata COWOK GUE


"Mau nelpon aldo" ucap keisha berkekeh


"Oh yaa, lo angkat aja telepon dia, jangan gue" terdengar nada kesal dari suaranya


"Hahaha gue cuman bercanda kok dav, lo jangan cemburu gitu"


"Cemburu tandanya sayang keisya"


Keisya tak dapat menahan senyumannya, namun ada hati yang sesak. situasi yang lagi ada masalah dengan radit. bagaimana jika david tahu jika dirinya akan bertunangan


Dengan radit? Apakah david akan meninggalkannya atau malah membencinya?


"Iya, iya gue tau. Emm dav, gue mau ngomong serius nih?"


" ngomong apa?"


"Gue......"