Dear keisha

Dear keisha
PART 56



Setelah tiga hari lamanya siswa-siswi melakukan berkemahan di hutan, akhirnya mereka kembali pulang ke rumah masing-masing dan melanjutkan aktifitas di sekolah seperti biasa. Kali ini mereka bukan lagi bermain-main dalam belajar melainkan belajar lebih serius karna akan menempuh jenjang yang lebih serius. Apalagi kalau bukan ujian kelulusan yang akan diadakan satu minggu lagi yang akan membuat mereka makin giat belajar dan stress


Seperti saat ini semua anak geng glader kecuali keisha yang kabarnya memilih belajar bersama tunangannya. Daripada teman-teman yang lain yang memilih belajar bersama dirumah kevin.


"Ini cemilan buat kalian. Agar belajar kalian lebih riflek" ucap hazel datang lalu meletakkan nampan yang berisi kue diatas meja


"Terima kasih zel, lo memang terbaik" ucap cindy mengambil kue yang disodotkan hazel


"sama-sama pujian" ucap hazel mengacak rambut cindy membuat louis menatap tajam kepadanya. Hazel pun berkekeh pelan "apa!!! aku hanya ingin bercanda"


"Bercanda pala lo" ucap louis melempar bantal sofa ke arah dengan sigap hazel menangkapnya "pergi lo sana!!!"


"Ini rumahku" cibir hazel


Louis makin melotot kepada hazel. Hazel hanya menanggapi dengan tertawa garing bersama cindy karna berhasil mengerjai louis yang sedang cemburu


"Husshh bisa-bisa kepala gue bisa stress sebelum menghadapi ujian ini" keluh aldo mengletakan kepalanya ke meja lalu mendesah pelan


"Karna otak lo udah buntu. Baru juga dikit belajar? Lo udah nyerah gitu aja" cibir shiren mendengus


"Iya, iya lo memang pintar shiren yang terhormat? Sehingga mudah lo bilang begitu" cibir aldo 


"Gue ga pintar. Tapi cerdas" ucap shiren polos


"Sama saja ngoblok" ucap aldo menjitak kepala shiren kesal. Lalu melirik kevin yang duduk disamping "vin main PS yuk!!!"


"main PS?!" tanya kevin mengenyitkan dahinya seperti menimbang-nimbang perkataannya dan aldo mengangguk antusias "Tidak"


"Hahaha.... itu makanya otak udang itu jangan dipelihara" tawa felix meledek aldo dan disambut tos oleh shiren


"Iya harus belajar, biar pinter" ledek shiren dengan tawanya


Aldo makin kesal malah melempar bantal sofa ke arah shiren dan felix, Tapi mereka malah makin meledak tawanya. Sedangkan yang lainnya melihat mereka bertiga hanya geleng-geleng kepala, tidak terganggu dengan keributan mereka karna menurut mereka itu terbiasa, saling meledak satu sama lain. malah melanjutkan belajar dengan serius dan santai


"Ehh... dav, lo mau kemana?" Tanya rio mengalihkan pandangan dari buku saat melihat david sedang membereskan buku-bukunya


"Gue ada urusan" jawab david memasukan buku-buku dalam tas saat mendapatkan pesan dari seseorang


"Urusan apa?" Tanya hazel penasaran


"Apa tasya lagi?" Tanya digo sidis


David hanya menanggapi dengan tersenyumnya lalu bangkit enggan menjawab pernyataan digo


"Guyy gue duluan yaa" seru david pamit lalu berlalu tapi sebelumnya ia menepuk pundak hazel sebagai pemilik rumah


"Zel gue pamit yaa"


"Hati-hati" ucap hazel


"Oke"


Mereka mendesah kecewa dan menatap tidak percaya atas kepergian david tanpa harus menjelaskan kepada mereka kemana sebenarnya dirinya 


"Gila!!! Tuh anak berubah sekarang" ucap digo sidis


"Iya nih, david kesambet setan apaan yaaa. Kok bisa-bisa dekat dengan tasya lagi" ucap aldo heran


"Tasya ga dipelet david?" Ucap shiren polos


"kau jangan ngaco ngombong shiren" cibir kevin


Mendadak suasana hening kembali dan membuat mereka menghentikan aktifitas belajar mereka untuk fokos membicarakan perubahan sahabatnya itu.


Entah apa yang terjadi pada sahabatnya, yang jelas mereka benar-benar tidak percaya dengan perubahan david saat ini yang tiba-tiba dekat dengan tasya. Mereka tahu kalau david membenci tasya karna pernah membuat wanita dicintai itu memderita dan tersakiti.


tapi sekarang? sulit dipercayai oleh mereka sendiri dan lebih parahnya lagi, Tasya juga ikut berubah sejak berdekatan dengan david kini mulai menjadi baik kepada mereka, tidak ada rasa judes dan tatapan permusuhan yang terjadi kepada mereka sebelum justru hanya tatapan lembut dan ramah


Entah mereka percaya atau tidak dengan sikap tasya yang berubah itu yang jelas mereka semua tidak mudah percaya begitu saja dan menganggap kalau itu rencana picik tasya sendiri


"Apa jangan-jangan david sudah mulai move on dari keisha? Itu makanya dia dekat dengan tasya lagi?" Ucap cindy mengutarakan pendapatnya


"Mana mungkin cind?" Bantah hazel tidak yakin lalu menatap teman-teman satu-persatu "kaliankan tahu bukan? Kalau cinta pertama sulit dilupakan? Mungkin saja david berpikir untuk memperjuangan keisha lagi?"


"Iya sih. Lo benar zel" ucap rio setuju "tapi kitakan tahu hubungan david dan keisha tak jelas sampai sekarang? Apalagi nih ditambah tunangan keisha terus saja menempel pada keisha mulu, Sehingga david tidak ada kesempatan untuk berdekatan dengan keisha lagi. Ditambah juga keisha masih amesia sekarang. Makin sulit nantinya"


"kalau memang david masih mencintai keisha, harusnya memperjuangkan bukan dekat cewek lagi. Sungguh benar-benae kesal gue sama dia" cerutu digo kesal


mereka semua terdiam menglihat kekesalan digo kepada david yang mudah begitu saja berdekatan dengan cewek lain, apalagi ditambah cewek lain itu adalah musuhnya sendiri


"Sudahlah, jangan kalian david lagi" ucap kevin tiba-tiba bosan memikirkan ini karna tak menemukan jalan keluarnya "Sebaiknya kalian pikiran ujian kalian dulu, kalian mau ujiankan? Nah itu yang harus kalian pikirkan, nanti setelah ujian baru dipikiran masalah david dan keisha lagi"


Mereka kompak mengangguk mengiyakan seolah membenarkan perkataan kevin. Kalau memang ujian sekolah mereka itu lebih penting dari pada masalah david dan keisha ataupun tasya.


Kevin mengenyitkan dahinya saat pandangan teralih kepada hazel seperti ingin mengatakan sesuatu tapi mengurutkan niat seolah ragu ingin mengatakan


"Apa yang ingin kau katakan zel?"


Hazel terdiam saat kevin mengajaknya bicara seolah tahu apa yang ada dipikirkanya. Tapi ia malah mengangkat bahunya acuh


"Tidak ada. Aku mau ke dapur"


Kevin mengangkat alisnya seolah tidak percaya dengan perkataan hazel dan merasakan kalau hazel menyembunyikan sesuatu darinya


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Seorang gadis sedang duduk di sofa di ruang keluarga, lebih tepatnya rumah mewah milik keluarga Yinjie. Gadis itu terlihat sangat serius terhadap sebuah buku dihadapan, sekali-kali dirinya mendesah pelan saat melihat jam dinding seolah mulai bosan apa dilakukannya saat ini


"Minum dulu, keis. jangan terlalu serius belajarnya"


Keisha mengalihkan pandangan dari buku untuk melihat siapa pemilik suara itu, dirinya tersenyum melihat seorang wanita sebaruh baya yang masih cantik diusia tuanya itu datang dengan secangkir teh hangat ditangannya. Dia adalah nyonya besar yinjie, ibu dari Raditya yinjie, tunangannya itu.


"tidak usah repot-repot kali mah. Kan keis bisa ambil sendiri didapur?" ucap keisha tidak enak Mengambil teh hangat lalu diletakkan dimeja


"Tak apa. Mama tidak merasa direpotķan kok" ucap nyonya yinjie duduk sebelah keisha


"Kan kamu sebentar lagi calon minantu mama"


Keisha hanya tersenyum cangrung lalu meminum teh karna tenggorongan terasa kering


"Ohh yaa, apa radit belum datang?"


"Belum mah"


Yaa, keisha kini sekarang berada di rumah keluarga radit karna tunangannya itu meminta, Sementara tunangan itu sedang sibuk dengan urusan kantor, satu jam yang lalu setelah mereka pulang sekolah, tiba-tiba radit mendapatkan panggilan dari kantornya dalam sebuah rapat penting dikantornya itu dan mau tak mau tunangan harus turut hadir dalam rapat itu sebagai CEO yang bertanggung jawab.


Dan berjanji akan segera menyusul keisha di rumahnya untuk menemani belajar menghadapi ujian nanti


"Maafkan radit yaa sayang, karna kesibukan di kantor sampai-sampai melupakan kamu tunangannya" ucap nyonya Yinjie


Menyesal


"Tak apa mah, keis ngerti" ucap keisha tulus membuat nyonya Yinjie tersenyum dan lantas menarik keisha ke pelukannya


"Maaf aku terlambat"


mereka berdua lantas melepaskan pelukannya, sama-sama menoleh ke arah suara itu. Terlihat radit sudah datang dengan setelah jas kantornya dan senyum menawannya,


"Nah seperti calon suamimu sudah datang, mama pergi dulu yaa keis" pamit nyonya Yinjie


Keisha hanya mengangguk kaku sembari tersenyum malu ketika ibunya radit menyebut 'calon suami' dan Nyonya yinjie hanya berkekeh pelan lalu berlalu meninggalkan radit dan keisha diruang tengah


"Keis, Tunggu sebentar yaa. Aku mau ganti baju dulu"


Keisha hanya mengangguk kaku dan tersenyum lembut ketika tunangannya itu pergi ke kamar untuk menganti pakaian yang berada lantai atas. Tak lama radit pun kembali dengan baju santainya dan juga rambut yang sedikit basah seperti habis mandi. Tunangan itu lalu duduk di samping keisha tersenyum kepadanya


"Sampai dimana tadi keis, belajarnya?" Ucap radit mengawali pembicaraannya


"Disini. Aljabar" ucap keisha dengan tangan menunjuk buku cetak matematika tentang aljabar


Radit mengangguk mengiyakan. Setelah itu mereka mulai belajar, radit pun dengan esktra sabar mengajari tunangan itu sampai dia bisa sehingga di ujian nanti keisha tidak sulit mengejarkan soal matematika nantinya karna cukup dibilang keisha masih saja lemah pada pelajaran matematika.


Namun lain dengan keisha saat ini, ia merasa ada yang aneh sikap dengan tunangannya saat ini yang seperti tidak konsen mengajarinya, tidak seperti biasanya dia mengajari siswa-siswi disekolah.


Namun kali ini berbeda, Terlihat tunangannya terus saja memperhatikannya seolah ingin mengatakan sesuatu padanya namun dia urungkan.


Dan sekarang keisha tidak tahan lagi. Ia lantas menutup buku dan menatap radit dengan serius, membuat radit mengenyit dahinya bingung


"Kenapa?"


"Katakan padaku? Apa yang ingin kau katakan?"


Keisha melepaskan kacamata besar menatap tunangannya serius dan tajam. Radit menunduk, nyalinya ciut jika keisha menatapnya seperti itu lalu ia mendesap pelan seolah menghilang rasa gugupnya itu dan menatapnya kedua mata keisha dalam


"Dua minggu lagi, lebih tepatnya setelah kau selesai ujian nanti. Keluarga kita akan mengadakan pertemuan"


"Pertemuan? Apa?" Tanya keisha mengenyit dahinya bingung


"Iya, pertemuan" ucap radit mengangguk mengiyakan "Pertemuan untuk membahas pernikahan kita yang akan diadakan 1 bulan lagi"


"Apa?!" Ucap keisha terkejut dan menatap tunangan tidak percaya


"Kau serius? Tidak bercandakan?"


Radit mengeleng-geleng


"Tidak"


"Tapi dit, itu terlalu cepat" ucap keisha frustasi "aku belum siap untuk nikah muda. Setelah lulus nanti, tentu ingin kuliah terlebih dahulu dan menjadi orang sukses"


"Iya, keis. Aku ngerti" ucap radit lembut dan menarik tangan keisha untuk ia genggam erat seolah tidak ingin dilepaskan


"Kau tenang saja. Aku tidak akan pernah melarangmu jika kau ingin kuliah nanti, di manapun yang kau mau, aku akan selalu mendukung keputusanmu. Tapi aku juga ingin kau menjadi milikku seutuhnya agar aku bisa menjaga, melindungi dan bertanggung jawab atas dirimu nantinya sebagai suamimu" ucap tulus


"Tapi dit. Aku....."


"Apa kau tidak mau menikah denganku keis?" Potong radit cepat


"Iya, aku mau"


"Lalu, apa yang kau ragukan?"


Keisha terdiam. Lidah keluh untuk menjawab pertanyaan radit. Ia mengenyitkan dahi heran, lebih tepat kepada dirinya sendiri. Apa yang diragukan dari tunangannya itu?


Tunangannya yang selalu bersikap manis dan perhatian padanya. Bahkan ia juga bersikap over protektif kepadanya di setiap para lelaki ia ingin mengajaknya bicara ataupun meliriknya sekalipun seolah menunjukan kalau dirinya itu miliknya. Tidak itu saja, kepadanya sahabat keisha yang lain radit juga melakukan hal sama.


Tapi kenapa ada kejanggalan di hati saat bicarakan pernikahan? Bukannya seharusnya senang?


"Sudahlah, jangan kau pikiran keis" ucap radit menyadarkan lamunan keisha dan mengusap pipi keisha lembut "aku ingin menyampaikan, bukan untuk menganggu pikiranmu tapi niatku menyampainnya agar kau tidak marah saat hari itu tiba nantinya. Kau mengertikan maksudku?"


Keisha mengangguk mengiyakan lalu tersenyum kepada tunangan itu


"Yaa, sudah kita lanjut lagi yaa belajarnya"


Keisha hanya mengangguk kembali lalu mengambil buku untuk belajar kembali bersama tunangan itu dan melupakan kejanggalan hatinya


...♥️♥️♥️♥️♥️...


David baru saja keluar dari mobil lalu bergegas melangkah kakinya menuju sebuah cafe yang ia tuju. Pandangannya mengedar ke penjuru cafe saat dirinya sampai didepan pintu dan tersenyum saat melihat orang yang ingin ia temui melambaikan tangannya ke arahnya


"Sorry sya, aku telat" ucap david menarik kursi dan duduk dihadapannya


"Ga, pa-pa kali dav, santai aja" ucap tasya santai "ohh yaa, kau mau pesan apa? aku taktir"


"green tea"


"Oke"


Tasya melambaikan tangannya untuk memanggil pelayan. Tak lama pelayan pun dan tasya menyebutkan pesanan lalu pelayan pun lekas pergi setelah menyebut pesanan david dan tasya


"Ohh, yaa. kau belajar sampai mana tadi?" Tanya david mengawali pembicaraan mereka yang terasa cangrung


"Ini nih, soal fisika. Masih ada beberapa soal aku ga ngerti. Pusing kepalaku ngerjain dari tadi tak kunjung menemukan jawabannya, belum lagi ujian nanti, bisa-bisa bakal pecah kepalaku menghadapinya. Aku jadi nyesal deh dav, ga perhatikan guru waktu itu" keluh resah tasya


David berkekeh "itu makanya kalau ada guru membahas pelajaran itu di dengari. Ga main hp mulu. Jadi nyesal kan sekarang"


"Iya, iya aku tahu" ucap tasya cemberut


David hanya geleng-geleng heran saat mengingat sikap tasya pada setiap mata pelajaran berlangsung, karna memang david dan tasya satu kelas. Walaupun david selalu cuek kepada tasya akan kehadiran, sekali-kali david kadang memperhatikan tasya yang selalu main ponsel atau mengobrol dengan anggota gengnya yang lain daripada memperhatikan guru dari yang menerangkan.


tak lama pelayan pun datang membawa pesanan david dan tasya lalu pergi begitu saja setelah david mengucapkan terima kasih


"Ohh yaa, dav. Setelah ujian nanti kau ada acara ga?" Tanya tasya mengalihkan topik lain


"Ga ada? Kenapa?" tanya david meminum minumannya lalu menatap tasya penasaran


"Rencananya aku mengajak mau mengajak kau ke rumahku, dirumah ada acara pertemuan keluarga disana. Yaa... anggaplah kau ke sana sebagai temanku"


"Pertemuan? Keluarga siapa?"


"Keluarga Yinjie. Keluarga tunangan keisha"


Sukses bikin david terkejut. lalu dengan cepat-cepat yang mengubah rasa kekejutannya dengan menjadi sedikit antusias


"Ohh yaa, mereka mengadakan pertemuan? Pertemuan apa?"


"Pertemuan untuk membahas pernikahan keisha dengan radit. Aku dengar sih akan di adakan 1 bulan lagi"


Deg


David terdiam mematung. raut wajahnya langsung berubah draktis dan Tangan sudah mengepal kuat-kuat seolah berusaha mengontrol perasaan yang makin sakit mendengar tentang keisha yang akan menikah dengan pria lain


"Ehh.. dav. Kau baik-baik sajakan?" Tanya tasya cemas melihat perubahan david dan juga menyesal "Kalau kau ga mau datang, ga pa-pa kok. Aku bisa ngerti!!!"


"Aku ga pa-pa kok" ucap david dengan senyum ia paksakan "Lihat saja nanti yaa. aku belum bisa jawab sekarang"


"Ohh. Oke"


"Yaa sudah. Ayo kita belajar"


David pun mengalihkan pembicaraan seolah tidak ingin membicarakan tentang keisha lebih lanjut lagi yang dan Tasya hanya mengangguk kaku. David tersenyum lalu menunduk untuk menghela nafas panjang lalu menatap kosong jendela besar yang berada didekat


"Apakah aku harus melepaskanmu keis?" Batin david


...♥️♥️♥️♥️♥️...


1 MINGGU KEMUDIAN.....


akhirnya ujian kelulusan itu pun dimulai, mereka benar-benar ekstra giat dan serius untuk menghadapi ujian ini dan memperoleh hasil maksimal


Bahkan tidak ada lagi keributan atau bertengkar yang biasa terjadi pada geng power dengan geng glader, mereka justru kompak ingin berdamai karna tak akan menyelesaikan masalah Jika itu terus berlanjut, apalagi mengingat tasya sudah mulai berubah setiap david di sampingnya dan tentu saja masih ada perang dingin antara tasya dengan anggota geng glader lainnya


Bagaimana hubungan david dan keisha sekarang?


Tentu belum jelas hingga sekarang. Mereka bahkan kini tidak lagi saling bertegur sapa ataupun ketemuan untuk melepas canda-gurau bersama teman-temannya lainya, justru ingin menata hati dan fokus menghadapi ujian ini


semua siswa-siswi sekolah berhamburan keluar kelas masing-masing saat suara bel bertanda selesai perlaksana ujian kelulusan itu berakhir. Mereka senang dan lega akhirnya bisa menyelesaikan peperangan antara otak dengan soal-soal membuat pikiran mereka kacau itu selesai terlaksanakan


"Keisha"


Cindy dan shiren datang berhamburan di pelukannya seolah menyalurkan pelukannya. Keisha hanya tersenyum membalas pelukan mereka itu. Sedangkan para lelaki geng glader itu tersenyum melihat mereka. tapi kecuali david yang tidak ada diantara mereka, yang lebih memilih bersama tasya dan membuat mereka kesal


"Huhhh, akhirnya selesai sudah perderitaan otak gue" celoteh cindy melepaskan pelukan bersama keisha dan shiren


"Iya, sungguh. Bisa stress kepala gue kalau ujian ini" keluh shiren "Ohh yaa keis, bagaimana dengan lo? Lo ga streeskan?"


"Yaa, elah. Ren lo pake nanya lagi? Sudah pasti keisha pintar daripada kita? Apalagi tuh tunangannya pasti kasih kuncinya?" cibir cindy mendengus dan keisha hanya tersenyum


"Ga, juga kok cind. Aku sama halnya dengan kalian, stress berat. Tapi yaa aku berusaha santai dan berdoa" bantah keisha


"Dan juga tunanganku ga ada kasih gituan. Kalau pun dia bantui aku, yaa cuman pada mengajari pelajaran matematika doang, kelemahanku. tidak ada yang lain"


Mereka kompak mengangguk mengiyakan mendengar penjelasan keisha


"guyy, kita ke mall untuk bersenang-senang. Sudah lama kita ga ngumpul bareng bukan? yaa... anggaplah melepas stress kita selama ini" sorak aldo


"Setuju!!!!" Sorak mereka bersemangat


"Tapi tunggu dulu!!!" Ucap cindy shiren kompak dan membuat mereka menatap cindy bingung.


"Lo, ikut kan keis?" Bujuk cindy kepada keisha karna memang keisha sangat jarang berkumpul dulu dengan mereka sejak keisha amesia


"Iya, Keis. Lo harus ikut dengan kita yaa. Lokan sudah lama ga kumpul bareng kita lagi, yaa. Yaa!!" Bujuk shiren kepada keisha


"Betul tuh, lo ga kangen sama-sama kita, ngumpul bareng. Nonton bareng, shopping bareng. Kita kangen tahu kumpul bareng lo" ucap aldo ikut-ikut membujuk keisha


Keisha terdiam melihat bujukan dan tatapan penuh harap mereka seakan dirinya akan menolak ajakan mereka untuk berkumpul kembali, kalau memang semenjak keisha amesia, dirinya sering menolak dengan berbagai alasan dan alasan itu karna tunangannya sendiri memintanya


Namun melihat tatapan dan bujukan seperti ini keisha tidak sanggup menolak. Ia lantas tersenyum


"Aku....."


"Keisha tidak boleh ikut dengan kalian!!!"


Perkataan keisha terpotong persamaan dengan suara datang ditengah-tengah mereka. Mereka langsung menatap orang itu dengan tatapan datar


"Apa lagi alasan anda melarang keisha?" Tanya digo geram


"Iya, pak. Bukankah selama ini kami selalu membiarkan keisha bersama bapak terus? kemanapun bapak pergi sekalipun? bapak jangan egois, keisha juga butuh bersama sahabat-sahabatnya" jelas rio tajam dan mereka mengangguk setuju


"Iya. Aku sangat mengerti perasaan kalian" ucap radit tersenyum "tapi untuk saat ini, maaf untuk sekali lagi. Karna nanti malam keluargaku dan keluarganya pertemuan, untuk itu, kami mengadakan persiapan setelah ini"


"Tapi dit, aku....."


"Apa kau lupa dengan pertemuan yang diadakan keluarga kita keis?" Ucap radit memotong perkataan keisha membuat keisha terdiam


"Maaf guyy" ucap keisha menunduk dengan menyesal jujur ia sampai lupa dengan hal itu. Namun mereka hanya menatap keisha dengan tatapan sendu


"Tapi ngomong-ngomong keluarga kalian adakan pertemuan apaan sih?" Tanya aldo penasaran


"Pertemuan untuk membahas pernikahanku yang akan diadakan 1 bulan lagi" ucap radit santai


"APA?!" ucap mereka terkejut


"Ayo keis kita pulang. permisi kita duluan"


Radit mengandeng tangan keisha lalu berlalu meninggalkan kekejutan dan tatapan tidak percaya di wajah mereka masing-masing


"Guyy, gue ga salah dengarkan? Keisha mau nikah? nikah muda?" Ucap shiren tidak percaya


"Sumpah, keisha bakal duluin kita? Pacaran aja belum? Kuliah saja juga belum? Bagaimana nikah nanti? apalagi sama pria yang tidak cintainya. Sumpah, gue ga kebayang deh. Hidup keisha bakal gimana" celotek cindy geleng-geleng kepala cemas


"Kita ga akan biarin itu terjadi" ucap louis


"Kita harus masuk ke pertemuan itu"


mereka langsung menoleh ke arah digo dan menatap digo dengan tatapan serius seolah meminta penjelasan


"Gimana?" tanya aldo penasaran


Digo hanya tersenyum misterius kepada mereka "Sorry, gue ga bisa katakan sekarang Gue duluan"


Mereka melongo dan menatapnya dengan tatapan tidak percaya saat digo berlalu pergi begitu saja tanpa harus menjawab rasa penasaran mereka


"Sialan, tuh anak main rahasian pada kita" ucap louis geram


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Radit melajukan kecepatan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sekali-kali yang selalu orang disampingnya yang tampak menatap kosong jendela mobil dengan tatapan.......? entahlah mungkin masih marah padanya saat ini


yaa, mungkin ia tahu tunangannya itu terlalu bersikap over provetif padanya, tapi dirinya melakukan itu karna sudah terlalu sayang kepada, terlalu mencintai dan tidak ingin miliknya diambil orang lain.


termasuk david sekalipun, biarpun dirinya tahu kalau david sudah mulai menjauhi keisha tapi tak tahu kenapa ada kegelisahan dan rasa takut akan kehilangannya terpedam di hatinya akhir-akhir ini


Tapi tidak itu yang dipikirkannya terlebih dahulu. Ia harus bicara pada tunangannya itu saat ini karna sungguh ia tak sanggup jika di diamin dan dicuekin seperti ini apalagi sampai acara nanti malam


Radit pun lantas menepikan di sekitar jalan tol dan menghentikannya, lalu melirik  keisha yang masih betah dengan posisinya seperti ini


"Kau marah padaku?"


"Tidak"


Keisha menjawab pertanyaan singkat dan padat membuat dirinya mendesah frustasi


"Keis, ayolah. aku melakukan ini karna aku mencintaimu keis" ucap radit tulus


"yaa, aku tahu kalau kau mencintaiku. Tapi tidak begini caranya, kau terlalu bersikap over provetif padaku. Apa selama ini belum cukupkah aku selalu disampingmu? menghabiskan waktu denganmu terus? kau jangan egois dit, aku juga butuh menghabiskan waktu dengan sahabat-sahabatku?" Jelas keisha kesal "dan aku juga tidak lupa dengan berjanji kita nanti malam, bukan siang ini"


"Tapi keis. Kita...."


"Sudahlah, aku pusing bicara denganmu terus" ketus keisha segera melepas sabut pengaman dan membuka pintu mobil untuk keluar dari mobil


"Keis, kau mau kemana?"


Radit dengan cepat melepas sabut pengamannya lalu membuka pintu mobil dan segera berjalan cepat menyusul


Tunangannya


"keis. Kau mau kemana?" Tanya radit sekali lagi dan meraih tangan keisha


"Lepaskan!!!" Ucap keisha menipiskan tangan radit darinya "Aku ingin sendiri"


"Tapi keis. Kita....."


"Taksi stopp!!!"


Perkataan radit terpotong pertepatan dengan taksi yang berlalu dihadapan mereka berdua berhenti. keisha pun menatap radit datar sebelum menaiki taksi itu


"Jangan ikuti aku, jika tidak aku benar-benar tidak hadir di pertemuan nanti malam"


Radit terdiam mematung mendengar ancaman keisha seakan tahu dirinya berniat mengikuti tunangan dan taksi yang ditumpangi keisha itu berlalu begitu saja.


"Ahhh....kenapa harus begini sih?!" Guman radit mengacak rambut frustasi


...♥️♥️♥️♥️♥️...


PANTAI


Keisha menduduki dirinya di hambaran pasir putih lalu bibirnya terukir sebuah senyuman saat menatap hembusan ombak memanjakan mata akan keindahan ciptakan tuhan, dirinya memejapkan matanya untuk menikmati udara sejuk yang dapat menenangkan hati dan pikirannya


"Kata orang, seorang gadis sepertimu tidak baik sendiri seperti ini?!"


Sebuah suara membuat keisha membuka matanya cepat dan menoleh ke arah seseorang yang sudah duduk disampingnya, tanpa ia sadari.


"Hazel. Kenapa bisa kau ada disini?" Tanya keisha heran


"Aku tadi hanya betulan lewat saja disini dan siapa sangka aku menemukan dirimu disini" ucap hazel mengalihkan pandangan dari pantai dan menatap keisha lembut "bagaimana kabarmu keis?"


"Yaa, seperti kau lihat. Aku baik" ucap keisha tersenyum "Bagaimana denganmu zel. Emm... sepertinya kau baik-baik saja dan makin tampan"


"Cih apakah kau mencoba menggodaku saat ini"


Hazel dan keisha pun tertawa bersama seolah melepaskan kerinduan diantara mereka, Karna memang sejak keluarga wilson atau radit tahu kalau keisha amesia. Mereka jadi sangat jarang ketemu bahkan keisha tidak kerja lagi di cafe dan mereka memaklumi itu


"Aku merindukanmu keis" ucap hazel tulus


"Aku juga, sangat merindukanmu" balas keisha tersenyum lembut membuat hazel ikut tersenyum karnanya


"Ohh yaa bagaimana keadaan kafe sekarang? Maaf, aku tidak lagi kerja disana" ucap keisha dengan perasaan menyesal


"Tak apa, aku bisa mengerti" lirik hazel "kalau keadaan kafe sih, yaa aman-aman saja dan makin laris. bahkan felix selalu mengomel jika kerepotan dan kevin selalu mengeluh akan hal itu"


"Hahahaha pasti seru tuh" ucap keisha tertawa pelan "aku jadi merindukan mereka. bagaimana kabar mereka zel?"


"Mereka baik, dan merindukanmu juga" jawab hazel tersenyum "ayolah, mampirlah ke cafe, mereka pasti sangat senang jika kau kembali"


"Aku juga ingin sih kesana. Tapi, asal kau tahu, tunanganku akhir-akhir ini selalu bersikap over provektif kepadaku, kemanapun aku pergi, aku harus bilang padanya. bahkan saat ini dia juga melarangku untuk bersenang-senang dengan sahabatku meski aku tahu alasannya maksud akal?"


"Alasannya apa?" Tanya hazel penasaran dengan sikap radit itu


"Alasannya, yaa... ingin segera bersiap-siap untuk acara pertemuan keluargaku dengan


Keluarganya untuk membahas acara penikahanku yang akan diadakan bulan depan"


Sukses bikin hazel terdiam mematung dan raut wajahnya langsung berubah seketika menjadi tampak muram dengan cepat ia mengalihkan pandangan dari keisha ke pinggir pantai.


"Zel, kau baik-baik sajakan?" Tanya keisha cemas saat menyadari perubahan sikap hazel


"Iya, aku baik-baik saja" ucap hazel lalu menatap keisha lembut dan tersenyum getir. Lalu keisha pun ikut tersenyum karnanya "tapi ngomong-ngomong apa kau sudah mulai mencintai tunanganmu keis?"


"Aku tidak tahu zel" ucap keisha mengalihkan pandangan ke pinggiri pantai. Pikirannya pun menenawang apa yang saja yang ia alami akhir-akhir ini


"Yang jelas aku sudah berusaha untuk mencintai dengan segala ia berikan suatu hal padaku, perhatiannya, waktunya, sikap manis, caranya melindungi dan hal-hal apapun itu. Tapi tak tahu kenapa ada rasa hampa dichatiku, hatiku selalu saja gelisah tak tentu arah"


hazel hanya tersenyum getir seolah tahu apa yang dikatakan keisha padanya. Ia lantas mengusap rambut keisha lembut


"Cinta itu jangan dipaksakan. Karna sebab akan tahu jalan pulangnya kepada siapa cinta kau berlambuh"


Keisha terdiam. Dahinya mengenyit bingung untuk mencerna perkataan hazel sulit ia artikan


...♥️♥️♥️♥️♥️...


David duduk di dalam mobil senaya mengenggam erat stir mobilnya lalu memejapkan matanya dan menarik nafas dalam-dalam seolah menghilangkan apa yang di rasakan saat ini


Setelah mengalihkan dirinya. pria itu membuka pintu mobil dan keluar dari mobil, ia terdiam sesaat untuk mengambil nafas dalam-dalam seolah menghilangkan rasa gelisah, takut, sakit dan tegang dihatinya


Dengan pasti. ia melangkah kakinya masuk ke perkarangan rumah dan berhenti didepan sebuah pintu besar, ia lantas merapikan setelan jas formal yang ia kenakan sebelum mengetuk pintu itu


"Selamat malam, tuan"


david tersenyum pada saat pintu terbuka lebar dan pelayan pun langsung menyapanya dengan ramah


"Silakan masuk tuan, nona tasya sudah menunggu"


Yaa, memang david akhirnya memutuskan untuk menerima ajakan tasya untuk berkunjung kerumahnya dengan alasan sebagai teman. Memang ini akan menyebabkan hal buruk baginya nanti dan hatinya, tapi rasa penasaran akan membicarakan pernikahan keisha dan rasa rindu ingin untuk melihat keisha itu semua membuat memutuskan untuk datang


"david, ternyata kau datang"


david tersenyum kaku kepada tasya saat dirinya sudah sampai di ruang makan dan melihat semua orang sudah berkumpul dia dia melihat sepasang suami-istri disana dengan radit yang tampak terkejut akan kehadirannya, sedangkan kedua suami-istri mengenyit dahinya bingung membuat david berpikir kalau itu adalah orang tua radit


"Aku kira kau tidak dav" ucap tasya yang tampak cantik malam ini, dengan dress louis vulttion yang sangat pas ditubuh serta make up yang natural


David hanya bisa tersenyum membuat tasya ikut tersenyum karnanya. Lantas tasya melirik orang tuanya yang sudah duduk didepan meja makan


"Pa, ma, david bolehkan ikut bersama kita sebagai temanku" ucap tasya membuat adriana dan wilson terdiam seolah sedang berfikir


"Tentu saja sayang, iyakan pah" ucap adriana tersenyum kepada wilson dan pun mengangguk setuju


Tasya pun langsung tersenyum sumringah dan david tampak lega


"Ohh, yaa. Om dan tante. Kenalkan ini david wiliam, temanku. Dan dav kenalkan mereka itu adalah orang tua radit" ucap tasya kepada orang tua radit lalu david


"Selamat malam tante, om" sapa david tersenyum sopan, mereka mengangguk dan tersenyum sopan kepadanya.


"Selamat juga radit" ucap david tak lupa pula yang menatap datar


"Malam" jawab radit singkat dan datar membuat orang tuanya mengenyit bingung


"Kau mengenalnya dit?" Tanya nyonya Yinjie heran saat melihat anaknya seperti menjawab seperti itu


"Tentu saja, tan. David ini salah satu murid radit, loh? Mereka sudah saling mengenal" ucap tasya cepat saat radit membuka mulut. Dan orang tuanya mengangguk paham


"Ohh, yaa benarkah?" ucap nyonya Yinjie antusias "bagaimana pendapatmu dengan cara belajar radit kepada muridnya? Apakah sangat keras dia mengajarnya?"


"Tidak juga kok tan. malah radit mengajarkan kami dengan esktra sabar dan teliti, bahkan semua perempuan di sekolah saya sangat mengilai-gilainya" puji david


"Kau sangat berlebihan sekali dav" ucap radit tersenyum. David hanya berkekeh. Seakan tahu arti senyumannya itu, menyebalkan.


"Ohh, yaa dav. Aku kita duduk"


Tasya pun menarik tangan david untuk duduk di kursi meja makan lebih tepatnya disebelahnya saat merasa tidak ada percakapan lagi yang terjadi diantaranya


"Selamat malam, semuanya"


Sebuah langsung menoleh ke arah suara dan tersenyum pada seseorang wanita yang mengenakan dress lukcy chouette yang sangat pas ditubuhnya serta make up yang natural yang membuat mempercantik dirinya, sekilas david terpaku melihat kecantikan malam ini.


"Kau, sangat cantik sekali, sayang" puji nyonya Yinjie


"Makasih, mah. Mama juga cantik malam ini"


Nyonya Yingie berkekeh pelan membuat Keisha pun tersenyum lalu mengambil duduk di samping tunangannya, sekilas dirinya sedikit terkejut melihat kehadiran david yang juga ada disana di samping tasya


"Kau sangat cantik malam ini, sayang"


Keisha hanya bisa tersenyum malu mendengar pujian dan bisikan dari tunangannya itu. Ketika keisha membuka mulutnya yang berniat untuk membalas pujian dari tunangan itu, namun tiba-tiba ada sebuah suara berat datang menginterupsi pembicaraan mereka


"Wahhh. Sepertinya kalian sudah berkumpul"


Devan, tasya, david, keisha, radit dan adriana terkejut saat melihat orang itu. orang tua radit pun menatap orang itu dengan bingung seolah tidak mengenal sedangkan wilson tampak diam tidak terkejut akan kehadiran


"Digo. Apa yang kau lakukan disini?" tanya devan dingin


"Tentu saja ikut makan malam dengan kalian"


digo berucap santai dan membuat devan melotot ke arahnya. Namun digo hanya tersenyum lalu menatap dua orang tua yang ia pikir adalah orang tua radit, Dengan sopan ia menyapa dengan ramah


"Selamat malam tuan Yinjie dan nyonya Yinjie"


"Malam" ucap tuan Yinjie tersenyum lalu menatap digo dengan penasaran "anda siapa?"


"Saya....."


"Dia. keponakan ku, Yingie." potong wilson cepat


Membuat anggota keluarga wilson dengan david terkejut dan menatap wilson tidak percaya. Terlebih ardiana yang menatap wilson tajam seolah tidak terima perkataannya karna mereka tahu siapa digo sebenarnya, tapi kenapa malah....?.


namun wilson hanya terdiam saja seolah tidak mementingkan perjelasannya dan tangan mengepal dibalik meja makan


"Yaa, tepat sekali. Saya digo syarief, keponakan om wilson" ucap digo tersenyum sopan seolah tidak terjadi apa-apa


"Ohh, begitu" ucap tuan Yingie mengangguk


Wilson menghela nafas lega saat tuan Yingie tidak bertanya lagi padanya. Dia lantas melirik digo mengiyakan untuk segera duduk di meja makan


Digo pun tersenyum lalu menglangkah kaki memutar meja makan dan mengambil tempat di samping david yang kosong, awalnya dirinya sedikit Terkejut melihat kehadiran david ditengah keluarga wilson dan keluarga yingie namun dengan cepat ia sadar saat melihat orang di samping david


"Rencana apa lagi yang lo lakukan digo sehingga membuat om wilson tidak terkejut akan kehadiran lo?"


Digo hanya tersenyum sidis saat mendapatkan bisikkan dari david kepadanya. Dia tersenyum saat mengingat kejadian tadi siang. Saat pulang sekolah dirinya memutuskan berkunjung ke kantor wilson dan dengan santainya yang meminta wilson untuk mengizinkan datang kerl rumah, ikut dalam acara jamuan keluarganya dan keluarga yingie, Namun dengan tegas dan mentah-mentah wilson tidak menyentuinya dengan alasan kalau dirinya memang tidak pantas berada disana kalau ini menyangkut pertemuan dua buah keluarga dan orang lain tidak boleh ada boleh ikut serta


Namun digo tak menyerah begitu saja atau terlalu dalam bertingkah, dirinya malah mengunakan kartu asnya dengan mengancam wilson yang akan membongkar siapa sebenarnya Keisha dan juga ibu kandungnya sendiri kepada publik dengan bukti beberapa foto masa lalu mereka saat bersama dulu


tentu saja wilson tidak ingin hal itu terjadi jika aib keluarganya terbongkar maka perusahaannya yang sekarang berkembang pesat bakal turun draktis nantinya dan nama keluarga akan buruk nanti jika semua orang tahu kalau dirinya mempunyai mantan istri yang sakit. Dan dengan terpaksa ia terima tawaran digo


Digo mengangkat kedua bahunya  acuh seolah tidak ingin menjawab dan david mendengus menatapnya tidak percaya


Acara makan malam pun dimulai dengan menu makanan enak dan lezat yang sudah tersedia di atas meja. Mereka semua menyantap makanan dengan lahap sambil bercekrama kecil hingga makanan penutup tiba


"Ohh yaa. dav, tante dengar kaliankan sudah selesai ujian bukan? Nanti dilanjutkan dimana?" Ucap adriana memecahkan kecanggrungan terjadi


David tersenyum kaku saat seluruh matanya pusat kepadanya seolah menunggu bicara


"Saya rencana mau meneruskan atau kuliah disini aja di univisitas ternama dijakarta. Tapi sepertinya saya berubah pikiran yang akan kuliah di oxford, london. Beberapa hari sebelum saya sudah mengurusnya dan diterima disana. akan menetap disana juga"


UHUK


"APA?!"


Keisha tersedak saat meminumnya jusnya persamaan dengan kekagetkan digo mendengar cerita david, namun tidak ada yang mempedulikan digo melainkan menatap cemas ke arah keisha


"Kamu ga pa-pa keis?" Tanya radit cemas


"Aku ga pa-pa kok"


"Benar, sayang. Kamu ga pa-pa" ucap nyonya Yingie khawatir


"Iya, mah aku ga pa-pa kok. Kalian ga usah khawatir seperti itu"


keisha tersenyum kaku kepada semua orang seolah memastikan dirinya baik-baik saja, sungguh ia tak nyaman diperhatikan seperti ini. keisha pun melanjutkan makanannya penutup yaitu sepotong puding dan berusaha untuk mengalihkan perhatian mereka


tapi tak tahu kenapa saat menyantap makanan itu ada rasa hambar di tenggorongan dan ada perasaan bergerumuh dihatinya


David terdiam menatap cemas ke arah keisha namun berhenti saat ekor matanya tanpa sengaja Menatap sesosok digo yang sadari menatap tajam seolah ingin mengajaknya bicara lewat tatapan matanya


Namun david hanya membuang muka, enggan menjawab pertanyaan digo dan sepertinya digo mendengus seolah membenarkan perkataannya


Ia memang dirinya sudah memutuskan untuk kuliah di london dan menetapnya disana.  memang rencana awalnya ingin Kuliah di jakarta saja dengan sahabat-sahabatnya yang lain juga termasuk keisha sendiri, namun melihat situasi seperti ini. jujur ia sanggup lagi jika harus lebih lama lagi disini apalagi melihat keisha menikah dengan pria lain dan membuat hatinya makin terluka. Dan mungkin sahabat-sahabat bakal marah akan mengetahui hal ini termasuk saat ini


"Wahh, kamu hebat dong dav. Bisa kuliah di oxford" puji adriana membuat david tersenyum "tante pikir kamu kuliah di harvard bersama tasya disana?"


"Memang kau akan kuliah diharvard sya?" Tanya david memastikan dan tasya mengangguk mengiyakan dan tersenyum


"Lalu kapan berangkatnya dav?" Tanya devan penasaran


"Bulan depan dev, setelah hari prom night nanti. lebih tepatnya Bulan depan itu langsung belajar" jelas david


"Wahhh, sayang sekali. itu berarti kamu tidak bisa dong datang ke pernikahan keisha dan radit nanti di thailand? Padahal tante sangat mengharapkan ke kehadiran kamu" ucap adriana


"APA?! Thailand?"


Digo dan keisha sama-sama terkejut mendengar itu dan mereka lantas saling lirik seolah bicara lewat mata


"kenapa sayang? Kamu kok kaget gitu? Kamu tidak dibilang sama tunanganmu bahwa pernikahan kalian akan diadakan dithailand" Tanya nyonya Yinjie heran


"Tidak, mah. Radit. Tidak bilang apapun padaku?" Ucap keisha


Radit menelan ludah gugup saat semua mata menoleh ke arahnya seolah meminta penjelasan. ia lantas mendehem gugup seolah menghilangkan rasa gugupnya itu


"Mah, pah, semuanya. Sebelum saya minta maaf, Kalau Memang saya tidak bilang kepada keisha karna saya tidak ingin menganggu konsetrasi keisha yang sedang ujian dan menjawab soal akan. Untuk itu saya lebih menyiapkan sendiri, mulai booking weading venue, sovenir, catering, undangan dan lainnya sudah saya siapkan, bahkan gaun untuk keisha yang sudah saya hafal ukurannya sudah saya siapkan. Jadi kalian jangan khawatir, aku sudah menyiapkan segalanya"


Mereka mengangguk paham dan menatap tampak takjup menatap radit. Sedangkan david hanya menatap datar dan digo menatapnya dengan tatapan tidak percaya


"Om bangga denganmu rad, kamu memang bisa diandalkan. Jadi om bisa tenang kalau keisha berdampingan denganmu" tulus wilson


"Iya, om tenang saja. Aku akan selalu menjaga, melindungi, bertanggung jawab atas segalanya serta akan selalu mencintainya"


radit tulus seraya meraih tangan keisha untuk ia genggam dan tersenyum tulus padanya dan keisha hanya bisa membalas senyuman. David pun segera mengalihkan perhatian dari adegan romantis itu, tiba-tiba makanan menarik perhatiannya.


"TIDAK BISA"


Sebuah suara tegas mampu membuat semua orang menatap digo dengan tatapan bingung dan datar.


"Tidak bisa apanya digo? apa kau mencoba membatalkan pernikahan ini?" ucap devan sidis


"Bukan itu maksudku devan renaldi wilson yang terhormat" ucap digo tersenyum yang menurut devan itu senyum mengjengkelkan


"Maaf sebelum, kalau saya ikut campur dalam pembincangan ini" ucap digo mengdehem pelan untuk menghilangkan rasa gugupnya saat semua mata menatap dengan tatapan intemidasi


"Saya hanya ingin mengutarakan pendapat saya, sebagai salah satu keluarga wilson"


Digo merasakan tatapan tidak percaya dari keluarga wilson dan david sendiri. Sedangkan keluarga Yinjie menatap dengan tatapan menilai


"Menurut saya untuk acara pernikahan ini terlalu cepat, dan sang pengantin perempuan terlalu muda untuk menempuh ke jenjang lebih serius. karna kalian tahu bukan? bahwa keisha baru selesai ujian dan belum juga dikatakan lulus oleh pihak sekolah, Kalau pun memang dia akan lulus nanti, tentu saja keisha akan melanjutkan belajarnya ke selanjutnya yaitu ke jenjang kuliah nantinya, jadi menurut saya lebih baik pernikakan ini ditunda dulu, tunggu sampai keisha selesai kuliah nanti. Karna tidak mungkinkan keisha melupakan pendidikannya?"


Digo menghela nafas panjang saat dia setelah mengutarakan pendapatnya dan terdiam saat melihat semua orang saling pandang seolah memikirkan perkataannya, dirinya berharap cemas agar pendapatnya ini diterima


"Seperti memang benar pah, mah"


Digo mendengus saat tiba-tiba tasya bersuara tersenyum padanya seolah berniat membelanya


"Kalian kan tahu kalau nikah muda tidak baik untuk kalangan remaja seperti kita, apalagi orang seperti keisha sepertinya belum siap, bahkan pacaran saja tidak pernah apalagi ke jenjang lebih serius seperti pernikahan. Jadi lebih baik kita tunda saja gimana? Menunggu keisha lulus kuliah, anggap saja menunggu persiapan mentalnya"


"Saya setuju dengan tasya" ucap tuan Yingie mengangguk "yang dikatakan tasya memang benar, seperti pernikahkan ditunda. Bagaimana pendidikan nomor satu"


"tidak bisa"


Dengan tegas radit menolak atau tidak menyetujui perkataan digo, tasya dan papanya itu. Membuat mereka menatapnya meminta penjelasan


"Aku tidak ingin menunda pernikahan ini, pernikahkan ini harus dilaksanakan bulan depan. apalagi aku sudah menyiapkan segalanya, tidak mungkinkan aku membatalkannya? Kalau kalian pikirkan dengan pendidikan keisha, kalian tenang saja? Aku sudah menyiapkan sekolah di univisitas Terbaik di thailand dan kami akan menetap disana setelah menikah nanti"


"Thailand? Kau bikin keisha menjauh dari kami? Kenapa harus Thailand segala? Kenapa  tidak di jakarta saja?"ucap digo memprotes dan tidak terima dengan keputusan radit


"Bukankah istri harus mengikuti sang suami, digo?" Ucap radit datar kepada digo "jika kau mengkhawatirkan harus menjauh dari keisha? Kau salah, aku tidak akan melarang siapapun untuk bertemu dengannya, kalau perlu aku dengan suka cinta menyambutmu jika kau datang berkunjung ke thailand untuk menjenguk keisha atau kami akan berkunjung kalau kami menginginkannya nanti"


Digo mengepal tangannya kuat-kuat di balik meja, sungguh ia benar-benar marah sekarang dengan radit karna seenaknya mengatur hidup keisha untuk ia miliki dan lebih parahnya lagi keluarga wilson hanya diam saja seolah mengijinkan keisha pergi ikut dengan radit untuk menetap di thailand.


Digo tak akan biarkan keisha menjauh dari keluarganya, lalu bagaimana jika tante adelia bakal tahu tentang anaknya, anaknya yang akan jauh darinya, sungguh dirinya tidak bisa membayangkan hal buruk lagi terhadap tante adelia nantinya


"Om"


Dengan menahan marah, digo pun memanggil wilson dan menatap tajam seolah ingin bicara lewat tatapan mata dan terlihat wilson mendesah frustasi jawabannya


"Tapi menurut om digo, benar juga dit" ucap wilson.


"Om tapi....."


"Sebaiknya kita tanya pendapat kepada calon pengantin"


Dengan wibawa wilson  memotong perkataan digo lalu menatap keisha lembut yang sejak tadi diam saja


"Sayang, bagaimana menurutmu? Apakah kau setuju dengan pendapat digo untuk menunda menikah hingga kau selesai nanti atau dengan calon suami radit yang ingin kau menikah terlebih dahulu lalu kau boleh kuliah setelahnya"


Keisha terdiam saat semua orang menatap seolah meminta jawabannya. Dan dirinya menatap ayahnya lembut


"Sayang dengarkan, kami ingin segera menunggu keputusanmu saat ini. Jadi jika kau belum siap, kau boleh menunda untuk kuliah terlebih dahulu. Tapi jika sudah siap kau boleh menikah bulan depan dan kuliah"


Keisha terdiam, terlihat ia sedang berpikiran keras untuk menerima pendapat dari digo atau tunangannya sendiri. Sementara semua menatap penuh harap


Tanpa sengaja tatapan berhenti saat matanya bertemu dengan mata david, keisha mengerutkan dahinya saat david menatapnya dengan berbeda seolah ingin mengatakan sesuatu padanya namun dirinya tidak tahu apa sesuatu itu dan perasaan tak karuan disana


tatapan keisha tiba-tiba terpaku saat melihat tasya beralun manja di lengan david dan david terlihat diam saja menatap lama dan mampu membuat keisha mengalihkan pandangan dari david untuk menatap arah lain.


"keis?"


Suara lembut mampu membuat Keisha sadar dari lamunan lalu tersenyum menatap radit lembut


"Yaa, dit. Aku mau menikah denganmu bulan depan"


Membuat semua orang senang akan keputusannya. Sedangkan digo dan david mendesah kecewa mendengar keputusan keisha


"Terima kasih, aku mencintaimu. Keis"


Dengan rasa senang radit lantas memeluk keisha dan mencium kening lembut. keisha hanya tersenyum membalas pelukan radit. Namun entah  kenapa ada rasa ketidakyakinannya dalam dirinya itu


"Yaa tuhan ada apa denganku? Apakah keputusanku benar?" Batin keisha


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Keisha menatap kosong dirinya di depan meja hias lebih tepat didalam kamarnya, entah apa terjadi padanya malam ini mampu membuatnya mendiam dirinya dalam kamar


Ia menghela nafas berat lalu menyentuh dada saat merasakan rasa sesak dan sakit disana, benar-benar sesak dan sakit yang mehamtam hatinya sampai-sampai membuat matanya memanas seakan mau menangis


"Yaa, tuhan. Apa apa denganku? Kenapa rasanya sakit sekali, hisk...." ucap keisha menangis


Sungguh, dirinya tak kuat lagi untuk tidak menahan air matanya yang sudah terbendung itu. dalam pikiran sudah berkerumuh dan bingung kepada dirinya sendiri


Tok.....tok.....tok


Keisha lantas mendongak saat mendengar pintu kamar diketuk oleh seseorang dari luar, dengan cepat ia menghapus air matanya sebelum menglangkah kaki untuk membuka pintu kamar dan berteguk kaget saat melihat orang itu


"Digo?!" Ucap keisha terkejut lalu mengenyitkan dahi bingung


"Apa yang kau lakukan disini? Kau tidak pulang?"


Digo malah terdiam dan menatap keisha lama. Ia mengangkat alisnya saat menemukan sesuatu dari wajah keisha


"Lo habis nangis?"


"Tidak, aku tidak menangis" dusta keisha dan digo mendesah kecewa


"Gue tidak kenal baru kemaren keis?" Sindir digo membuat keisha terdiam "gue boleh masuk ga? Ada yang gue bicarakan sama lo?"


Ketika keisha hendak membuka mulutnya mau menjawab namun berhenti saat digo langsung menerobos masuk ke kamarnya.  digo berhenti sekilas saat pandangan mengedar ke seluruh sudut kamar keisha yang terlihat mewah dan elegan, ia tersenyum kecut sebelum menarik kursi di depan meja hias keisha


"Pantesan lo bentah disini yaa? Kamar lo mewah kayak gini"


Keisha mendengus tidak terima saat mendengar sindiran digo kepadanya, ia lantas berjalan menuju tepi ranjang lalu duduk


Dihadapannya digo


"Apa yang kau bicarakan?"


Digo terdiam Lalu menatap keisha sulit diartikan


"Apa lo bahagia keis dengan keputusan lo itu?"


"Bahagia? yaa... jelas aku bahagia karna aku menikah dengan pria yang mencintaiku"


"Tapi mata dan hati lo berkata tidak keis?"


Keisha terdiam. Mengenyitkan dahinya bingung dengan perkataan digo, tidak mengerti dengan perkataan


"Jadi, sebaiknya lo batalkan saja pernikahan ini selagi ada kesempatan, karna jika tidak lo benar-benar menyesal nantinya"


"Digo, kau bicara apaan sih? Aku benar-benar tidak mengerti dengan perkataanmu?" Ucap keisha frustasi


"Tidak mengerti apa yang lo katakan maksud keis? Jelas-jelas gue menyelamatkan lo dari mereka" ucap digo kesal


"Mereka? Memang apa yang mereka lakukan padaku? Setahuku mereka tidak melakukan apapun padaku?"


Digo menarik rambut frustasi. Benar-benar kesal dengan kelemotan keisha hari ini, sungguh dia ingin membenturkan lagi kepala keisha ke trotoar hingga mengingat semuanya lagi. Dirinya lalu menghela nafas kasar lalu menatap keisha dengan sulit diartikan


"Lalu apa yang kau tangisi tadi?" Ucap digo mengalihkan  pembicaraan


"Gue ga nangis"


"Keis, gue ga kenal lo baru kemaren? Melainkan lama sejak kita masing didalam rahim ibu kita. gue tahu apapun tentang lo, mulai ketika lo terpukul, ada masalah sedih, marah, kesal apapun itu, gue tahu semuanya keis. Jadi katakanlah, apa yang lo rasakan saat ini sehingga membuat lo menangis"


Keisha terdiam dan mencerna perkataan digo yang menurutnya ada benarnya juga.


Ia lalu menunduk dan mendesak lelah


"Aku bingung"


"Bingung? Kenapa?"


"Sebenarnya aku masih bingung dengan perasaanku sendiri digo. ntah kenapa saat radit di sisiku aku nyaman sama dia, aku merasa terlindung saat didekat dan selalu membuatku bahagia. Tapi disisi lain ada rasa hampa dihati, rasa gelisah dan tersiksa saat bersamaan dan juga ada rasa ketidakyakin dalam diriku"


digo lantas tersenyum seakan tahu apa yang dirasakan keisha


"Itu karna hati lo sudah terperangkap keis, terperangkap sehingga lo tidak bisa mencari yang lain lagi"


Keisha mendongak. Menatap digo dengan tatapan sulit diartikan


"Hati lo itu sebenarnya sudah terperangkap oleh seseorang tanpa lo sadari, lo ga sadar jika ada hati utuh yang masih mencintai orang lain"


"Mencintai orang lain siapa?"


"Lo jangan tanya gue? tanya hati lo kepada siapa yang hati lo tempati sebenarnya. Apakah radit tunangan lo? atau orang lain?"


"Dan cinta tidak dapat dipaksakan karna cinta akan tahu dimana jalan pulangnya"


Keisha berteguk kaget saat mendengar perkataan digo sama hal dengan perkataan hazel waktu itu. Dirinya juga terdiam seakan mencerna perkataan digo