Dear keisha

Dear keisha
PART 48



Keisya mondar-mandir di depan ruangan UGD rumah sakit sambil ia mengigit kuku jarinya cemas  berharap kalau orang yang didalam sana baik-baik saja namun dihatinya ada perasaan bersalah karna dirinya papa masuk rumah sakit gara-gara serangan jantung


"Keis. bisa ga sih lo tenang aja, pusing kepala gue liat lo kayak gitu" ucap hazel jengkel, dari tadi terus memperhatikan keisya, ia tahu keisya sangat khawatir, Keisya pun duduk di sebelah hazel,


"Ini salah gue" ucap keisya frustasi, tanpa sadar air matanya mengalir "kalau gue tahu bakai kayak gini, gue ga akan lakukan itu, hisk..."


"Sudahlah, ini semua sudah terjadi, tak perlu disesali" ucap hazel menepuk punggung keisya memberikan ketenangan baginya


"KEISYAA"


Hazel dan keisha sama-sama menolek ke arah suara dan tampak tasya dan devan berlari menghampiri mereka berdua dan langsung


PLAK


"Apa yang lo lakukan, hah!?" Bentak hazel tidak terima jika tasya menampar pipi keisya cukup keras


"Diam lo" bentak tasya tersenyum sinis lalu menatap tajam keisya "apa yang lo lakukan hah?!, kenapa pokap gue masuk rumah sakit? Pasti lo melakukan sesuatu, jawab"


Keisya hanya diam pasrah membiarkan tasya menguncang-guncang kedua pundaknya kasar


"Tasya, cukup!!!" Ucap hazel menipiskan tangan tasya dari pundak keisya


"Seharusnya lo mikirin pokap lo sekarang, bukannya menyalahkan orang lain"


"Diam lo" bentak tasya


"Kalau sampe pokap gue kenapa-kenapa. lo harus ingat keis, gue dan saudara gue pastikan hidup lo akan menderita" ancam devan Menatap datar keisha


"Keluarga pasien" ucap dokter


Baru saja keluar dari ruangan UGD


"Saya dok" tunjuk keisya, tasya dan devan kompak membuat sang dokter menatap mereka bingung


"Maksudnya, mereka adalah anak-anaknya dokter" jelas hazel


"Oh, begitu" ucap dokter mengangguk paham "kondisi pasien sangat kritis"


Tanpa sadar air mata keisya tidak bisa dibendung lagi, ia benar-benar merasa bersalah sekarang


"Dokter-dokter" panggil dokter lain dari dalam membuat dokter masuk lagi, 


"Detak jantung pasien berhenti dok" ucap dokter lain itu


Dokter tadi pun menempelkan alat detak jantung ke dadanya wilson


"Pasien sudah tiada, tolong catat kepergiannya"


"Baik dok" 


Dokter pun menemui mereka lagi yang tampak wajah terpancar wajah khawatiranya


"Mohon maaf, pasien tidak bisa diselamatkan"


"APA!?"


Tasya hampir jatuh lemas kalau tidak devan memeganginya sedangkan keisya langsung menerebos masuk ke ruangan UGD diikuti hazel dibelakangnya


"Jangan"ucap keisha saat melihat suster akan menutup seluruh tubuh wilson dengan kain putih "minggir" ucap keisya menyingkir suster


"Pah, ini keis pah, putri kecil papa" ucap keisya mengengam tangan wilson, air matanya mengalir


"papa harus bangun, papa ga boleh tinggalin keis dan mama, keis masih butuh papa, keis sayang papa, keis mohon pa, papa ga boleh pergi, papa belum lihat keis menjadi orang sukses seperti papa, papa ingin keisha menjadi orang sukses kan, papa ingin melihat keis menikah dan punya cucukan, jadi keis mohon, buka mata papa, papa ga boleh pergi"


"Keis, lo harus menerima kenyataan ini keis?" Ucap hazel menepuk bahu keisya dari belakang ia juga sedih melihat ini semua


"Diam lo, papa gue belum meninggal" bentak keisya tidak terima "sebaiknya lo pergi, pergi"


Hazel pun keluar ruangan membiarkan keisya bersama papanya itu


"Pa, keisya mohon pa, papa jangan pergi, keisya belum minta maaf atas semua kesalahan keisya papa" ucap keisya menangis histeris seraya memukul dada bidang papanya itu


"Pa, keisya mohon, papa harus bangun, papa ga boleh pergi, keisya janji pa, keisha akan kabulkan semua keinginan papa, keisya mohon hisk....hisk.... keisya mohon..." ucap keisya menangis


"Pa, keisya mohon...hisk...keisya mohon....." ucap keisya menangis terbata-bata ia sanggup menerima kenyataan ini,


"Hisk...hisk pa" ucap keisya kepala bersandar di dada bidang papanya itu sedangkan tangan kanan mengengam tangan papanya itu


Namun tiba-tiba........


DEG   DEG   DEG


keisya mendongak kepala saat mendengar detak jantung papanya lagi, lalu melihat tangannya yang ternyata dibalas


"Papa" ucap keisya menghapus air matanya kasar "suster, suster, dokter,dokter"


"Tolong periksa papa saya, jantungnya kembali berdetak" ucap keisya kepada dokter itu, dokter pun melakukan apa yang dikatakan keisya


"anda benar, ini suatu mukjizat, pasien sudah kembali dan akan dipindahkan ke ruangan rawatnya"


"Terima kasih dokter"


Keisya pun keluar ruangan dengan senyum leganya dan tiba-tiba devan dan tasya datang menghampirinya


"Kenapa?!" Tanya tasya khawatir


"Papa masih hidup" ucap keisya datar membuat mereka bernafas lega


"Lo bisa selamat sekarang" sindir devan, lalu hendak masuk ke ruangan UGD bersama tasya "minggir"


Keisya menyalak sengit kepada mereka berdua lalu duduk di kursi ruang tunggu, ia mengusap wajahnya kasar, punggung bersandar dikepala kursi lalu membuang nafas panjang


"Nih minum dulu" ucap hazel tiba-tiba datang dengan menyedotkan segelas air putih kepadanya dan keisya pun menerima lalu meneguk air putih itu


"Thank" ucap keisya setelah meneguknya lalu menatap hazel yang masih setia berada di sampingnya "oh yaa zel, maafkan gue masalah yang tadi yaa?"


"Tak apa, gue ngerti kok perasaan lo" ucap hazel tersenyum


Keisya pun membalas senyuman hazel lalu meneguk segelas air putih lagi


"Oh yaa keis, apakah lo bakal ngelakuin itu?" Tanya hazel hati-hati


"Maksud lo?" Ucap keisya bingung


"Sebenarnya pas lo ngusir gue tadi. gue ga pergi, gue dengar lo perkataan itu, jika papa lo membuka matanya lagi lo berjanji akan mengabulkan permintaan papa lo itu dan tuhan mengabulkannya, papa lo hidup lagi" jelas hazel, jujur hazel tak ingin mengatakan ini semuanya


Sukses bikin keisya diam memantung, ia menatap hazel sendu


"Yaa tuhan apa yang harus aku lakukan" batin keisha


...♥️♥️♥️♥️♥️...


"guyy, kita bicarakan masa depan yuk" ucap aldo


Kini anak geng glader pada ngumpul di kantin tempat meja mereka seperti biasa. Semua mata menatap aldo bingung


"Maksud lo?!" Ucap cindy bingung


"Mau kawin?!" Tanya digo polosnya bodoh


"Kawin? Boleh juga sih, calon juga sudah ada" ucap aldo asal menatap keisya


"Jangan mimpi" protes david kepada aldo


"Bodoh, bukan yang itu" ketus aldo kepada mereka " maksud gue, kita habis sma kan kuliah, kuliah kita bakal kemana?"


"Oh gitu. gue rencana nih sekolah di salah satu univisitas jakarta, kamu dimana sayang?" jawab shiren lalu bertanya ke rio


"Sama kamu lah, dimana lagi? Aku kan ga mau pisah sama kamu" ucap rio manja kepada shiren membuat mereka memutar bola matanya malas


"Kalau gue nih rencana gue, gue mau bareng juga sama shiren dan louis, karna geng kita sudah berjanji akan selalu bersama sampai kapanpun itu, yaa kan louis?" ucap digo kepada louis


"yup" ucap louis dan shiren mengangkat jari jempolnya bertanda setuju


"Kalau gue nih maunya di jakarta bareng kalian, tapi pokap maksa gue agar gue kuliah di swiss sambil meneruskan perusahaan disana" ucap aldo muram


"Itu bagus aldo" ucap david tersenyum senang sambil menepuk pundak aldo


"Eh, lo jangan senang dulu" ketus aldo menipiskan tangan david dari pundaknya karna tahu apa yang ada dipikiran david "gue bakal kuliah di swiss bukan gue nyerakan keisya begitu saja ke lo, setelah gue kembali nanti, gue akan langsung lamar keisya dan membawanya ke swiss bersama gue nanti


"Sebelum lo melakukan itu gue sudah menikah dengan keisya duluan" ucap david tidak mau kalah "karna gue kan kuliah disini bersamanya, tidak meninggalkannya sampai kapanpun"


Cindy, rio, shiren, louis, dan digo membuang nafas lelah, lelah melihat berdebatan david dan Aldo yang terus mengrebutkan keisya.


"Lo dimana cindy?" Tanya rio melupakan berdebatan mereka lalu beralih ke cindy


"rencana sih rencana mau kuliah sama sahabat gue, yaa kan keis?" ucap cindy,


cindy pun melirik keisya meminta dukungan, namun orang dipanggil sedang melamun


"Keis?!" Panggil cindy


"tuh anak kenapa lagi?" Tanya louis heran kepada mereka,


"Keisyaa!!!" Teriak mereka bareng membuat keisya kaget sadar dari lamunannya


"Astaga naga, kalian apa-apain sih" protes keisya kesal


"Lo itu apa-apa? Dari tadi kita omongin kuliah, lo tampak nglamun, lo kenapa? Ada masalah?" Tanya cindy


"Iya nih dari tadi lo di kelas ngalamun juga gue liat, lo kenapa?" Tanya shiren yang sejak tadi selalu memperhatikan keisya dari awal saat masuk kelas sampai mereka berkumpul di kantin keisya tampak diam, enggan bicara seperti ada masalah


"Ga, gue ga ada masalah kok" ucap keisya tersenyum namun tidak membuat mereka percaya begitu saja


" lo yakin tidak ada masalah keis?" Ucap david matanya tertuju keisya sekarang tepat disebelahnya "Apa nyokap lo sakit lagi? Makanya lo ngelamun pikiran itu?" Ucap david mulai khawatir


"Lo jangan berpikir begitu dav, Setahu gue tante adelia baik-baik aja dav. kemaren aja gue sama adik gue video call sama nyokap gue ada juga tante adelia, disana, gue lihat tante adelia baik-baik saja tidak berubah sedikit pun" ucap digo


"Lalu lo kenapa keis? lo ada masalah atau sakit?" ucap  aldo mengkhawatirkan keisya


"Emm mungkin iya, badan gue ga enak banget" ucap keisya mengiyakan saja


"Kalau gitu kita ke uks yuk, lo harus istirahat disana" ucap david


"Ga, gue mau ke kelas aja" ucap keisya bangkit


"Gue temanin"


"Ga usah, gue mau sendiri, gue masih kuat kok"


"Lo yakin?"


"Udahlah dav, lo jangan khawatirkan keisya berlebihan gitu, keisya itu cewek kuat, ga gampang lemah gitu aja" risih digo melihat khawatiran david yang berlebihan


"Iya, digo benar. Lo kan tahu gue cewek kuat ga gampang dikalahkan oleh hal apapun, jadi lo jangan khawatir oke" ucap keisha


"Yaa udah, lo tetap maksa. Lo pergilah ke kelas, tapi kalau butuh apa-apa hubungi gue, oke" ucap david mengelus-elus rambut keisya


"Iya" ucap keisya sambil mengangguk mengiyakan lalu melirik sahabatnya


"Guyy gue duluan yaa"


Mereka mengangguk mengiyakan keisya pun pergi menuju kelasnya


"Maafin gue dav dan guyy, gue belum bilang sejujurnya pada kalian semua, apa yang sebenarnya terjadi pada gue" Batin keisya sendu


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Pulang sekolah keisya langsung pergi ke rumah sakit untuk menjenguk papanya. Ia membuka knop pintu ruangan papanya dan melihat papanya sedang duduk di ranjang sambil membaca buku di pangkuannya


"Jangan terlalu banyak membaca buku, nanti sakit papa makin parah" protes keisya membuat Wilson tersenyum


"Kamu baru pulang sekolah"


"Iya, bagaimana keadaan papa?" Tanya keisya duduk di samping ranjang wilson


"Papa sudah membaik"


"Papa sudah makan?"


"Belum, papa nunggu kamu, kita makan bersama" ucap wilson menunjuk dagu ke arah meja dekat terdapat 2 kotak makanan disana


"Papa sudah menyiapkan semuanya?" Ucap keisya heran lalu mengambil makanan itu, yang satu untuknya dan untuk papanya "apa boleh makanan begini?"


"Tentu, papa sangat merindukan makanan nih, kamu masih sukakan?"


Keisya mengangguk tersenyum menandakan mengiyakan perkataan papanya itu, mereka berdua pun makan makanan kesukaan mereka yaitu seporsi gado-gado. Keisya dan papanya sangat menyukai gado-gado karna menurutnya mereka rasanya enak dan juga sehat.


pernah dulu saat papanya dan mama kandungnya masih bersama, mamanya pernah membuatkan gado-gado untuk mereka berdua, mereka sangat senang dan bersemangat memakannya, bahkan saat gado-gado tinggal sedikit papa dan dirinya berebutan memakannya waktu itu


"Kamu kenapa nak? Gado-gadonya ga enak?" Tanya wilson kepada keisya saat melihat anaknya menatap gado-gado sambil senyam-senyum sendiri


"Enak kok pah" ucap keisya tersenyum getir lalu menglahap gado-gado dengan sendok, ia tak mungkin mengharapkan momen itu lagi karna tak akan mungkin terjadi lagi


"Ohh nak, bagaimana keputusan kamu? Apakah kamu menerima pertunangan itu?"


Membuat keisya memperhentikan makannya, ia diam sejenak menarik nafas lalu menatap papa


"Pah, papa harus memikirkan kesehatan papa dulu, jangan pikirkan pertunangan itu"


"tapi sayang. jodoh, kematian kita tidak ada yang tahu, papa ingin melihat kamu menikah dengan seorang pria yang menjaga dan mencintai kamu dengan tulus, radit ialah orang. papa juga ingin melihat seperti sebelum papa dijemput ajal papa nantinya"


"Papa jangan ngomong gitu doh pa" keluh keisya sedih lalu mengenggam tangan papanya lembut. Ia sedih saat mendengar papanya membahas pertunangan dengan membawa kematian "keisya yakin, papa pasti hidup lebih lama lagi, bisa melihat keisya jadi orang sukses dan menikah nantinya, yang terpenting papa harus memikirkan kesehatan papa"


"Tapi sayang. Ini hanya pertunangan saja kok, tidak langsung menikah. pertunangan itu hanya untuk menperjelaskan ikatan saja, supaya tunangan kamu bisa menjaga dan melindungi kamu nantinya. Setelah itu kamu kuliah dan menjadi orang sukses baru kamu menikah"


"Oke, kalau gitu mau papa keisya bakal lakuin, tapi bukan dengan radit" ucap keisya berharap ia menemukan cara lain untuk tidak pertunangan dengannya


"Dengan siapa?" Ucap wilson bingung


"Dia adalah sesosok yang mencintai keisya dengan tulus. dia selalu ada buat keisya pada saat keisya sedih, marah, kesal, benci dan hal apapun pernah keisya alami. Dia yang selalu menunggu dan mencintai keisya apa adanya" jelas keisya tersenyum menceritakan sesosok orang yang ia cintai


"Namanya adalah david wiliam, orang yang keisya cintai. Dia juga sekolah tempat keisya sekolah, dia orangnya ramah dan baik ke siapapun"


"David wiliam? Maksudmu seorang pria yang sekelas tasya?" Tanya wilson


"Iya, papa mengenalnya?" Ucap keisya antusias jika papanya mengenal pria yang dicintai maka mudah baginya untuk menyelesaikan masalah ini


"iya, papa sangat mengenalinya. papa pernah bertemu dengannya waktu tasya mengajaknya ke rumahnya dan memperkenalnya bahwa david itu pacarnya, cowok yang ia cintai, papa bisa lihat orangnya baik, ramah dan juga sopan. Tapi kamu tidak boleh pertunangan dengannya"


"APA?!" ucap keisya kaget 


"Maksud papa?"


"Kamu tidak boleh pertunangan ataupun mendekatinya lagi karna dia milik orang lain, milik tasya, dia adalah pacarnya tasya, kamu tidak boleh merebutnya dari saudara kamu sendiri"


"Apa-apa ini" batin keisya tidak terima


"tapi pah, tasya dan david itu tidak pacaran, mereka hanya teman sekelas. lagipula david tidak menyukai tasya" jelas Keisha


"Papa tidak peduli. yang terpenting kamu tidak boleh mendekatinya lagi dan kamu segera bertunangan radit"


"Tapi....."


"Papa mohon" ucap wilson mengcantup tangannya dengan tangan keisya lembut


"Kasih keisya waktu" ucap keisya putus asa kepada papa yang terus mendesaknya


Membuat wilson tersenyum lalu mengusap pipi keisya lembut dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya masih mengenggam tangan keisya


"Papa akan menunggu"


TOK  TOK  TOK


"Masuk" sorak wilson mendengar ketukan pintu


Pintu ruangan terbuka menampakan sesosok  pria tampan yang berpakaian kemeja merah kotak-kotak yang pas di tubuhnya serta celana jeans warna hitam dan juga sepatu, tak lupa sebuah senyuman si bibir membuat para wanita teriak histeris jika melihatnya


"Siang om" sapa radit berdiri di pintu, tangan kanan membawa keranjang buah


"Siang, ayo masuk" ucap wilson tersenyum pada radit, radit pun berjalan masuk ke ruangan wilson


"Bagaimana keadaan om?" Ucap radit seraya mencium punggung wilson bersikap sopan kepadanya


"Alhamdulilah mulai membaik. Karna ada anak om yang selalu rawat" ucap wilson sambil menatap keisha


"Apa sih pah" ucap keisya pura-pura malu, membuat wilson dan radit tertawa pelan


"Lalu bagaimana kamu tahu om berada disini?"


"Kemaren sore saya ke kantor om untuk membicarakan proyek yang kita jalani sekarang ini, tapi om tidak ada, sekretasis om bilang, om masuk rumah sakit karna serangan jantung. makanya saya kesini jenguk om dan ini saya bawakan buah-buahan untuk om" Jelas radit sambil memberikan Keranjang buahnya dan keisya pun mengambilnya lalu mengletakkan di atas meja


"Oh begitu, terima kasih yaa rit"


"Iya om sama-sama" ucap radit tersenyum


Setelah mengatakan itu tiba-tiba terjadi kesunyian di ruangan ini, kesunyian karna tidak ada pembicaraan diantara mereka, keisya yang diam dari tadi sudah duduk di sofa sedang asik memainkan ponselnya, sedangkan radit juga sedang asik memainkan ponsel duduk di samping ranjang wilson tapi matanya selalu curi pandang ke keisha. Wilson melihat itu hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka berdua


"Widih ada pak radit di sini" ucap devan tiba-tiba muncul menerobos masuk ke ruangan papa tanpa harus diketuk dulu. Dia datang bersama tasya


"Jangan panggil aku pak, panggil aku radit saja, aku terlalu muda untuk dipanggil bapak" ucap radit tidak suka membuat devan berkekeh pelan


"Kau sudah dari tadi disini?" Tanya tasya


"Iya, menjenguk papamu"


"Wah calon minantu yang perhatihan" ucap devan kagum menepuk pundak radit, ia mengatakan itu untuk menyindir seseorang, orang yang disindir memutar bola matanya jengkel


"Oh, yaa, pah, aku sama tasya keluar dulu, ada yang kita bicarakan" seru keisha kepada papanya, papanya mengangguk mengizinkan, keisya pun melirik tasya datar "ayo ikut gue"


Mereka pun berjalan keluar ruangan menuju tempat yang sepi agar mereka nyaman bicaranya


"Lo mau bicara apa?" Tanya tasya datar kedua tangan dilipat didepan dadanya


"Apa maksud lo bilang ke papa kalau david itu pacar lo? Dan gue ga boleh mengrebutnya dari lo? Jelas-jelas lo yang rebut david dari gue dan gue lebih dulu mengenalnya dibandingkan lo, yang benar saja?" Ucap keisya tertawa remeh kepada tasya


"Kenapa? Lo ga suka?" Ucap tasya tertawa sinis "keisya, keisya, lo masih aja mengharapkan david padahal lo


Akan pertunangan dengan orang lain. Emm kalau dipikir-pikir hal ini sama yaa seperti mama lo yang penyakitan itu" ucap tasya


menyindir kehidupan mama kandung keisya yang ditinggali suaminya lalu menikahi seorang janda cantik dan kaya seperti mama tasya itu, sama halnya dengan keisya yang akan meninggalkan david dan menikah dengan radit seorang pria tampan yang juga kaya raya. Keisya mendengar itu mengepalkan tangannya kuat


"Eh, lo pikir hal itu bakal terjadi? Itu ga kan terjadi sya, karna gue akan memperjuangkan cinta gue dengan david dan akan pembatalkan perjodohan itu"


"Tentu saja bakal terjadi, karna gue dan mama gue akan berusaha melancarkan pertunangan itu, setelah itu gue dan david segera menyusul lo nanti"


Keisya yang mengepalkan tangan berusaha agar emosi tidak meledak mendengar kata-katanya itu


"Rencana lo takkan berhasil" bisik keisya didepan telinga tasya lalu pergi begitu saja


Kalau dirinya tetap berada disana bersamanya bisa-bisa emosi meledak kapan saja dan akan menghajarnya habis-habis. Tentu saja keisya tidak mau melakukannya dulu karna itu akan memperburuk kondisi papanya nantinya melihat kedua anak gadisnya saling membunuh satu sama lain


Sampai di depan ruangan papanya keisya mengambil nafas dalam-dalam lalu membuangnya agar emosinya itu pulih seperti dulu kala, ia pun masuk ke dalam walaupun suasana hatinya belum pulih sama sekali karna ia benar-benar kesal mendengar perkataan tasya kepadanya


terlihat di dalamnya sedang membaca bukunya lagi, sedangkan radit dan devan


Sedang asik mengobrol di sofa,


"Nih anak kenapa belum pulang sih" batin keisya heran


"Papa" panggil keisya


"Iya" ucap wilson dengan kepala mendongak menatap keisya


"Keisya pergi dulu. mau kerja, udah kesorean" ucap keisya pamit mencium punggung tangan papanya itu


"Oh, oke" ucap wilson lalu menatap radit


"Radit" panggil wilson


"Iya, om"


"Bisa kamu antar anak om keluar, dia mau pergi"


"Pa apaan sih pake diantar segala" ucap keisya tidak enak


"Bisa om" ucap radit tidak peduli celetohan keisya "Tapi sepertinya saya juga pamit om mau ke kantor lagi"


"Oh begitu, kalian berdua berhati-hatilah"


"Iya om" ucap radit tersenyum lalu mencium punggung tangan wilson sopan lalu menatap devan "Dev, aku balik dulu, nanti kita ngobrol lagi"


Devan mengangguk lalu mereka pun pamit dan keluar ruangan wilson


"Ohh yaa dit. terima kasih yaa lo udah jenguk pokap gue" ucap keisya menghilangkan kecendrungan diantara mereka berdua


"Sama-sama. Lagipula sudah seharusnya aku menjenguk papamu" ucap radit tersenyum dan menatap keisya penuh arti


"Ya, ya, ya whatever" ucap keisya memutar bola matanya malas


Radit berkekeh pelan


"Kamu kesini naik apa? Aku antar?" Tawar radit


"Tidak. Tidak perlu, gue bawa motor"


"Motor?!" Ucap radit bingung


"Iya, itu motor gue" tunjuk keisya ke arah motor yang terparkir di area pakiraan. Mereka berdua sudah sampai di area pakiraan


"Kau bisa bawa motor?" Tanya radit penasaran


"Tentu saja bisa" ucap keisya menaiki motor sport merahnya lalu mengsanggul rambut panjangnya dan memasukkan helm kepalanya "Gue duluan. Lo berhati-hatilah"


Keisya pun menderum motor lalu melesat meninggalkan area rumah sakit, meninggalkan radit yang masih menatap tidak percaya, tidak percaya dengan orang seperti keisya yang sulit ditebak olehnya


"Kau benar-benar gadis unik keis, membuatku ingin menjaga dan melindungi" guman radit menatap kepergian keisya dengan tersenyum


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Seorang pria baru saja turun dari motor di tempat yang sepi, pria itu mengenakan pakaian serba hitam, lalu kacamata dan topi di kepalanya agar tidak diketahui orang lain nantinya. Tak lupa pula sebuket bunga mawar digenggam ditangan kanannya itu


Ia pun menglangkahkan kakinya menuju tempat syutting seorang yang disana, setelah menemukan tempat duduk seseorang disana dari jauh. kepala melirik ke kanan ke kiri seolah mencari sebuah bantuan


"Dek" panggil pria itu kepada seorang anak kecil kira-kira berusia 10 tahun yang kebetulan lewat dihadapannya


"sini" lambai pria itu menyuruh anak kecil itu segera menghampirinya


"Iya kak" kata anak kecil itu dihadapan pria itu. Pria itu pun berjongkok agar sejajaran dengannya


"Tolong kasih bunga ke gadis itu" tunjuk pria itu menunjuk ke arah seorang perempuan yang membelakanginya dan anak kecil itu mengikuti arah ditunjuk pria itu 


"Nanti kakak kasih uang buat jajan. kamu mau kan bantu kakak?" ucap pria mengrogoh saku jaketnya mengeluarkan uang 50 puluh ribu sebagai imbalannya


"Iya kak, aku mau" ucap anak kecil itu menerima uang 50 ribu dan sebuket bunga mawar


"Hati-hati bawanya. Nanti kalau dia tanya kamu langsung pergi saja, oke" ucap pria itu tersenyum seraya mengacak rambut anak kecil itu


"Iya kak, aku pergi dulu" ucap anak kecil itu segera melaksanakan perintah pria itu


"Hati-hati" peringatan pria itu melihat anak kecil berlari menuju anak kecil tadi


Pria itu segera mendekat ke pohon besar tetap disebelahnya, memperhatikan dari jauh kalau anak kecil itu bicara kepada perempuan itu


"Kak" panggil anak kecil kepada seorang perempuan


"Iya?!" ucap seorang gadis menoleh


"Kak, ini bunga untuk kakak" ucap anak kecil itu memberikan Sebuket bunga itu dan gadis itu menerimanya


"Ini dari si.....eh mau kemana?" Ucap gadis itu terperanjat kaget saat ditanya bunga itu dari siapa Anak kecil itu langsung kabur begitu saja


"Aneh" guman gadis itu bingung lalu menghirup wangi bunga mawar itu "wangi"


Gadis itu mengerjapkan matanya saat menyadari selembar kertas kecil terselip di bunga mawar itu, ia pun mengambil dan membacanya


Hai, prilly semangat bekerja untuk karirmu, aku disini selalu mendukungmu sampai kapanpun itu


Dari pengemarmu setiamu ❤


gadis yang dimaksud prilly bangkit menoleh ke kanan ke kiri mencari seseorang yang mengirimkan bunga mawar kepadanya namun tidak menemukan hal bisa ia curigakan


Jauh dari sana seorang pria yang sembunyi di balik pohon masih menatap dari jauh, menatap gadis itu campur aduk antara sedih, senang dan juga marah


"Maafin aku ily, hanya itu yang bisa aku lakukan buat kamu, memberikan bunga mawar kesukaan kamu diam-diam dan menatapmu dari jauh. Tapi kamu tak usah khawatir, suatu saat kita bakal bersama lagi" guman digo tanpa sadar air matanya menetes lalu menghapusnya secara kasar


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Pada tengah malam tepatnya pukul 12 malam, seorang gadis masih asik mengerjakan tugas dengan buku dan juga pena ditangannya kanannya


nyatanya seberapa ia fokus pada tugas namun pikirannya kemana-mana membuatnya membanting kesal penanya itu


"Ah, sial. Kenapa ga fokus sih?!" guman keisya menarik rambut frustasi "ayolah keis, berfikir-fikir"


keisya membuang nafas berat tak sanggup lagi berpikir jernih dan berfokuskan untuk belajar. Kepalanya terus-terus mengingatkan perkataan papanya siang tadi yang menyuruhnya untuk segera pertunangan


Drttt  Drttt  Drttt


Kepala keisya menoleh ke arah ponselnya yang berbunyi di meja belajar dan melihat nama jason disana untuk mengajak video call. tanpa berpikir panjang keisya pun segera mengangkatnya


"Hello, jason" ucap keisya tangannya melambai didepan layar, ponselnya ia tegakkan bersandar di dinding meja belajarnya. Terlihat wajah jason tersenyum padanya


"Hello, keis"terlihat jason melambai tangannya juga "How are you? You're awake?"


"No, aku belum mengantuk. Aku baik, bagaimana denganmu?"


"Ya begitulah, aku sangat sibuk akhir-akhir ini sampai-sampai menghubungi sepupuku hampir lupa. Huhh... papa sangat menyebalkan sekali memberiku kerja sebanyak itu. kau tahu, aku tidak bisa menikmati masa mudaku disini, hanya di kantor lalu pulangnya di istirahat, bisa mati muda jika aku melakukan itu terus" celetoh jason panjang lebar membuat keisya menenawani


"Lalu kenapa kau tidak disini saja? Kembali ke indonesia?"


"Aku mau sih begitu, Tapi papa melarangku dulu, belum saatnya aku kembali ke sana. Bagaimana denganmu?"


"Ya begitulah, aku sibuk juga akhir-akhirnya, guruku selalu memberi banyak tugas dan aku pusing mengerjakannya, belum lagi pertengkaran aldo dan david yang sering merebutkannku, dan juga mendengar celotehhan felix dan kevin saat aku bekerja" keluh keisha


"Itu karna kau belum pilih salah satu dari mereka, david dan aldo" ledek jason menenawakannya


"Ya karna aku cantik dan selalu perhatian para lelaki" ucap keisya bangga


"Ya,ya, ya, aku tahu" ucap jason memutar bola mata malas "then?"


"Then what?!" Ucap keisya bingung arah pembicaraan jason kepadanya


"You did not tell me your matchmaking?" ucap jason spontan sukses bikin mata keisya melotot ke arahnya


"What?! You khow it" tanya keisya tidak percaya dengan perkataan jason, karna selama ini dia belum tahu kepada siapapun tentang hal ini. Hanya hazel dan kevin mengetahui itu


Kecuali.....


"Yes, i know"


"How do you know?"


"Did you forget what i said before i went back to america?"


Keisya diam untuk berpikir untuk mengingat sesuatu dari otak cerdasnya itu seolah membuka kenangan lama sebelum jason kembali ke amerika. Lalu menatap jason jengkel


"Iya, aku tahu, kau menyuruh anak buahmu disini untuk mengawasi aku, nayla dan juga digo. Huss menyebalkan, seperti anak kecil saja" protes keisya kesal


"Whatever. Kau juga tak perlu khawatir aku juga tak akan bilang kepada mereka" ucap jason tahu isi pikiran keisya. ia pun menunjukkan wajah keseriusan saat ini


" jadi, what is your desicion"


"I do not know, I'm confused. Sebenarnya aku ingin sekali membatalkan perjodohan itu karna aku belum siap, terlebih lagi aku masih sekolah mau kuliah, kerja lalu menjadi orang sukses terlebih dahulu. Tapi papa terus memaksaku tetap perjodohan itu, bahkan tuhan hampir saja mencabut nyawanya. Jujur aku bingung jason, aku harus melakukan apa?!" Ucap keisya frustasinya


Jason hanya diam menarik nafas berat melihat sepupu jauhnya yang begitu frustasinya dalam masalahnya ini


"Apa aku ke amerika saja tinggal bersamamu?" tanya keisya


"Aku sangat senang jika kau benar-benar tinggal disini bersamaku. Tapi sebaiknya selesaikan dulu masalahmu itu, aku hanya tidak ingin jika kau berada disini masalahmu makin rumit" saran jason


"Kau benar" ucap keisya mengangguk paham "jadi apa yang harus aku lakukan sekarang?"


"Apakah kau sudah bilang kepada ibumu?"


"Belum"


"Nah, seharusnya kau harus bicara pada ibumu dulu, temui dia, minta sarannya, aku yakin pasti ibumu melakukan yang terbaik untuk anaknya"


"Kau benar, aku harus bilang mama dulu"


"Oke, baiklah, lakukan secepatnya agar masalahmu cepat selesaikan, tapi jika kau tidak menemukan solusinya, jangan melakukan hal aneh-aneh karna disini aku terus mengawasimu, mengerti!!!" Saran jason sekaligus memberi peringatan tegas kepadanya


"Iya, bawel" ucap keisya memutar bola matanya jengkel


Keisya mengangguk


"Aku tutup dulu, jaga dirimu baik-baik disana. jangan sampai kecapean dalam bekerja, beristirahatlah yang cukup, jangan terlalu banyak bertengkar dengan siapapun termasuk kepada saudara tirimu itu, karna aku mengawasimu disini" ucap jason perhatian


"Kau juga, jaga dirimu baik-baik, jangan terlalu keras bekerja, karna aku tak ingin mendengar dirimu sakit disana, oke"


"Oke, bye, good night"


"Good night too"


TUT   TUT   TUT


Keisya diam sejenak mencerna perkataan jason setelah mematikan video call dengannya jason


"Jason benar, gue harus bilang ke mama sekarang supaya masalah gue cepat diselesaikan" guman keisya tersenyum akhirnya menemukan solusi dan membereskan peralatan sekolahnya


setelah itu pun bangkit dari kursi meja belajarnya mengambil tas ransel dan membuka pintu lemari lalu mengeluarkan beberapa pakaian lalu dimasukan ke dalam tas ranselnya itu karna rencana ia harus pergi menemui mama untuk menyelesaikan masalah ini lebih cepat setelah itu ia pun tidur di ranjangnya


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Mungkin saat lo bangun, gue tidak ada di rumah ini. Gue pergi ketempat nyokap, ada urusan yang gue urus, jangan lupa bilang kepada digo kalau gue izin sekolah untuk 2 hari ini. Nanti gue balik, bye


Dari adikmu keisya❤


Arka baru saja keluar dari kamar keisya seraya menyisap susu coklatnya. ia berniat untuk membangun keisya untuk segera pergi ke sekolah namun orang tidak ada, dia hanya menemukan sepucuk surat di atas meja di samping tempat tidurnya


"Tuh anak kemana? Belum bangun?" Tanya digo mengigit rotinya, mereka sedang sarapan di meja makam


"Keisya udah bangun dari tadi. Dia pergi ke tempat nyokapnya tadi pagi sebelum kita bangun" ucap arka duduk di samping digo


"Ngapain dia kesana? Tumben banget? Dia ga sekolah?"


"Ntah aku tidak tahu, dia bilang ada urusan, dan izin sekolah selama dua hari" ucap arka menunjukan sepucuk surat kepada digo, digo pun mengambil dan membacanya


"Sendirian?!"


"Sepertinya iya" ucap arka membuat digo tertawa renyak "Kau kenapa?" Tanyanya


"Pasti duo dado akan gila" ucap digo berkekeh pelan


"Maksudmu?!" ucap arka bingung


"David dan aldo"


"Kau ada-ada saja" ucap arka geleng-geleng kepala heran


"Kak keisya mana? Kok ga ada?" Tanya nayla baru saja keluar dari kamar, ia mengambil roti lalu memolesi selai ke rotinya itu, ia sudah berpakaian rapi dengan seragam sekolah SMPnya


"Dia ga ada di rumah selama dua hari ini, untuk sementara kau diantar oleh abangmu" ucap arka bangkit mengambil jaket di kepala kursi lalu memakainya karna ia harus berangkat kuliah sekarang juga


"Tapi...."


"Ayo berangkat" ucap digo menarik kerah belakang seragamnya menyeretnya keluar rumah bersama arka


"Woyyy!!!! Sarapan gue belum habis!!! Dan Jangan tarik-tarik baju gue!!!" teriak nayla kesal


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Keisya menikmati perjalanan menuju perkampungan tempat mamanya itu yang bisa dibilang cukup jauh dengan mobilnya alias mobil jason, perlu waktu beberapa jam untuk sampai ke sana


Keisya memang pergi sengaja pergi sendiri tidak ingin merepotkan orang lain. Selama di perjalanan ia menikmati  suasana sendirinya di mobilnya itu dengan menikmati musik, besernandung ria sambil bernyanyi dan hal lainnya agar menghilangkan kejenuhan di mobil


Ia pun berhenti dulu disebuah tempat untuk istirahat karna ia terlalu lelah untuk menyetir, ia pun berkeliling ditempat itu dan menemukan danau yang indah menarik perhatiannya


Keisya pun pergi ke pinggir danau itu lalu berjongkok lalu mengambil air danau dengan kedua tangan untuk mencuci wajahnya


"Emm sejuknya" guman keisya tersenyum merasakan air danau begitu menyegarkan paginya


Seolah tak mau melupakan moment ini ia pun menfoto dirinya dengan danau itu lalu menguplot ke instragam


INSTRAGAM


Keisya adelia wilson


...


...


so beautiful❤


101,545,000 likes


Comment


Cindy   : danaunya indah banget 😍. keisya sialan!!! Lo ga ngajak gue😈😠


Shiren  : lo pergi liburan sendiri?! lo ga ngajak kita? Huss awass lo!!! 💪😈👊


Louis : huss sendirian nih yee!!! awas lo!!! Pulang lo habis sama kita😠😈


Rio : gara-gara ini lo bolos?!


Digo : itu namanya ada urusan?!


David  : keisya lo dimana? Gue nyusul yaa!


Aldo : tempatnya lebih indah jika nikmati berdua saja lo dan gue 👫💑  Keisya lo dimana? Biar Gue nyusul lo kesitu?


Felix  : huhh basi 😝


Galang : alay


Febby : lebay


Hazel : lo dimana? Kok sendirian?


Keisya tertawa geli membaca komen satu-persatu dari sahabat yang iri dan marah karna tidak ajak mereka menikmati tempat seindah ini padahal dirinya bukan hiburan disini


Ia pun hendak memasukan ponselnya ke celena jeans setelah melihat ponselnya berdering bertanda panggilan masuk dan tentu saja keisya tahu dari siapa lagi kalau bukan david yang menghubunginya untuk menanyakan keberadaannya lalu dalam hitungan jam sudah dipastikan david akan berdiri dihadapannya sekarang ini. Tentu saja keisya tak mau itu terjadi, karna disini bukan untuk liburan melainkan untuk menyelesaikan masalahnya ini.


Ia pun memilih melanjutkan perjalanan ke tempat mamanya itu dan membiarkan ponselnya berdering terus


...♥️♥️♥️♥️♥️...


"Tante!!!" Teriak keisya baru saja keluar dari mobilnya karna ia sudah sampai di rumah mamanya itu,


dan orang pertama kali ia lihat tante mira yang lagi menyiram tanaman di halaman di depan sebuah rumah kayu


"Keis....astaga!!!!" tante mira terpanjat kaget saat mendapatkan pelukan tiba-tiba dari keisya


"Keisya kangen tante!!" Ucap keisya heboh memeluk tantenya erat, tantenya pun berkekeh pelan lalu memeluk keponakannya tak kalah eratnya


"Tante juga kangen kamu" ucap tante mira menlepaskan pelukannya "tapi tunggu!!! Kami kok berada disini? Kamu ga sekolah? Perjalanan kesini kan jauh?"


"Ga tante, keisya bolos hari ini" jawab keisya polos


"Ahhh....sakit!!! kenapa dijewer sih!!" ucap keisya menringis kesakitan karna mendapatkan jeweran dadakan dari tantenya itu


"Nih rasain nih!!! Siapa suruh kamu bolos hari ini!!! Kamu itu kelas 3 mau ujian, tidak usah bolos-bolos segala" ucap tante kesal


"Kan masih lama tante, ahhh.... sakit nih" rengek keisya


"Ada apa-apain sih ribut.... Keisya?!" ucap mama keisya datang menghampiri mereka dan kaget melihat anaknya


"Ma tolongi keisya dok, sakit nih" adu keisya kepada mamanya


"jangan dengarkan kak, anakmu ini bolos tahu, hari ini tidak waktunya libur. kakak tahukan dia mau ujian sebentar lagi, eh malah bolos pergi nyusul kita kesini" ucap tante mira


"Emang kamu datang sejak kapan keis?" Tanya mama keisya


"Baru mah, ayo doh tolongi keisya, sakit!!!" Adu keisya


"Udahlah mira, lepasin keis, kasian dia, baru nyampe kasian dia" ucap mama keisya menipiskan kuping keisya dan tangan tante mira


"Jangan terlalu dimanjakan... EH mau kabur kemana kamu" ucap tante hendak protes namun ia berteriak ketika keisya kabur melarikan diri masuk ke dalam rumah bersama mamanya


"Huss hampir saja habis gue sama tante mira" guman keisya ngos-ngos berlarian masuk ke dalam rumah kayu dan menerobos salah satu kamar


"Ini kamar siapa mah?" Tanya keisya kepada mamanya jika ia salah masuk kamar yang ternyata kamar tante mira maka habislah dia


"Kamar mama" jawab mama keisya


"Uhuu, syukurlah" ucap keisya bernafas lega lalu memeluk mamanya erat "aku kangen mama"


"Mama juga" ucap mama keisya membalas pelukannya anaknya lalu menlepaskannya "kamu kok ga ngabarin mau kesini? Pake bolos lagi?"


"Keisya mau suprise ke mama, eh malah keisya dikasih suprise sama tante mira" celetuh keisya kesal lalu duduk di ranjang tempat tidur ia melepaskan sepatunya dan meletakan tas ransel di bawah ranjang


"Itu karna kamu bolos, kamukan mau ujian, mau lulus. Kenapa bolos?"


"Cuman 2 hari kok mah, lagipula keisya udah izin bolos hari ini" ucap keisya merebahkan dirinya di ranjang mengambil guling lalu memeluknya karna ia benar-benar lelah hari ini


"Benar, kamu sudah izin?" Tanya mama keisya memastikan


"Iya. Huwah" seru keisya menguap lebar karna mulai mengantuk "nanti bangunkan keisya yah mah, keisya ngantuk. Keisya capek"


mama keisya mengangguk tersenyum lalu tangannya terulur merapikan rambut anaknya yang menutupi wajah anaknya itu, lalu ia mencium kening anaknya lama dan lembut penuh kasih sayang karna ia sangat merindukan anak semata wayangnya itu


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Keisha baru saja keluar dari kamar karna mengambil langkah menghampiri mamanya yang lagi menyiapkan makan malamnya


"Tante mira mana mah? Kok ga ada? Ga ikut bareng sama kita?" Tanya keisya menyadari kalau tidak ada tantenya di ruang makan pasalnya sudah waktunya makan malam


"Dia sudah makan duluan, terus langsung tidur, kasian. Kecapekan habis kerja keras tadi siang" jawab mama keisya ia mengangkat piring lalu mengambil nasi untuknya dan juga anaknya


"Oh begitu" ucap keisya mengangguk paham. Ia menglahap nasi dan lauk pauk ia diambilkan mamanya itu


"Oh yaa sayang, tadi david nelpon mama pas kamu sedang tidur.dia tanya keadaanmu kamu? Dia katanya khawatir?"


"Terus mama jawab apa?"


"Mama jawab kamu baik-baik saja sudah sampai dengan selamat dan dia bilang kalau kamu sudah bangun suruh telepon dia balik?"


"Huhh, tuh anak emang ga bisa ditinggal yaa"ucap keisya geleng-geleng kepala melihat david yang berlebihan yang selalu tanya keberadaannya


"Kalian itu seperti suami-istri tahu ga. mama pengen cepet-cepet menjadikan david menantu mama" ucap mama keisya berkekeh pelan


"keisya harap begitu mah" batin keisya sendu


"Sayang!!! kamu kenapa? Kok lamun ada yang kamu pikirkan?" Ucap mama keisya menyadarkan lamunan keisya


"Oh, ga kok mah" ucap keisya tersenyum getir


"ya sudah, cepat selesaikan makananmu, habis itu telepon david supaya ga telepon mama mulu, pusing mama mendengar celotehan tentang kamu" cerutu mama keisya


Keisya tertawa geli lalu melanjutkan memakan makanannya. Setelah selesai makan keisya dan mamanya pun membereskan meja makan. Lalu keisya langsung ke kamar untuk menelepon david


"Assalamuaikum"


"Baru nelepon sekarang lo? Lo kemana aja? gue khawatir tahu ga? Dari tadi gue nelpon ga diangkat. Sms ga dibalas. Apakah segitu rindu...."


"David stopp" ucap keisya menghentikan celetehan david "Lo tuh yaa kayak emak-emak celoteh mulu. Emang ga bisa tinggal 2 hari saja?"


"Ga, gue ga bisa hidup tanpa lo keis?"


"Lo jangan lebay deh"


"Gue serius. Lo kok ga bilang-bilang sih tempat nyokap lo? Kan gue mau ikut?"


"lo jangan kayak bocah deh, kemanapun gue pergi lo ikut mulu. Lagipula gue kan cuman 2 hari disini, ntar juga balik"


"Tapikan...."


"Dav kalau lo celoteh mulu dari tadi sebaiknya gue tutup deh, by..."


"Tunggu!!!"


"Apa lagi!!"


"I miss you and l love you"


Keisya tak bisa menahan bibir untuk tidak tersenyum senang mendengarnya, kekesalan mendengar celetohan david sirna seketika


"Jawab dong. kok diam?"


"I miss you and l love you too"


TUT   TUT   TUT


Keisya menatap ponselnya nanar, nanar memandang wallpaper foto dirinya dan david yang sedang berpelukan


"Dav, gue ga tahu apakah kita akan mencapai impian kita atau tidak. tapi perlu lo ketahui gue akan mencintai lo sampai kapanpun itu" batin keisya seduh


"Keisya"


Keisya tetap diam dalam lamunan, ia bingung melakukan apa sekarang? Ia harus berbuat apa jika david tahu tentang perjodohannya itu? Dan apa yang harus putuskan sekarang ini menerima atau menolah perjodohan itu?


"Keisya"


Papanya terus mendesaknya agar segara ambil keputusan, bahkan tuhan hampir saja mengambilnya, jujur keisya bingung hal ini?


"Keisya"


"Astaga mama, bikin kaget keisya aja" ucap keisya tersedak kaget saat mama tiba-tiba berada di sampingnya, di tempat tidur dan menyadarkan lamunannya itu


"Kamu itu mama panggil ga nyaut, kamu itu kenapa sih? Ada masalah? Cerita dong?"


"Ga kok mah, keisya ga ada masalah"ucap keisya


"Yakin"


"Iya"


Keisya pun tersenyum menyakitkan mama, ia pun tiduran di ranjang menatap langit-langit kamar


Jujur keisya ingin bilang ke mamanya sekarang juga, tapi melihat mamanya yang mengharapkan dirinya berjodoh dengan membuatnya berpikir dua kali


Adelia yang terus mengperhatikan anak kandungnya tadi itu menatap curiga seolah ada masalah yang sembunyi dari anaknya itu. Adelia sebenarnya tak sepenuhnya percaya anaknya tiba-tibanya datang menemuinya dengan alasan menrindukannya padahal ini belum waktunya liburan saat sekolahnya itu


Anaknya ia ketahui jarang sekali bolos sekolah, keisha bisa dibilang sangat rajin pergi ke sekolah dan sangat jarang pergi ke luar kota jika mamanya berada diluar kota sekalipun. Kalau menrindukan mamanya ia bisa telepon, video call untuk memastikan mamanya baik-baik saja itu sudah cukup baginya


Bolos?


keisya tidak mungkin bolos kalau tidak dia dalam keadaan sakit ataupun ada masalah. Adelia melihat secara fisik anaknya tampak baik-baik saja, sehat walafiat


Masalah?


Itulah ia menganggu pikiran adelia sekarang, ia yakin anaknya pasti ada masalah menimpanya selama dirinya jauh disana.


"Sayang" ucap adelia tiduran disebelah anaknya ia pun mengusap pipinya anaknya lembut


"Iya mah" ucap keisya


"Ceritakan kepada mama? Ada apa denganmu? Dari tadi mama perhatian, kamu ngalamun terus, ada apa?"


"Ga ada kok"


"Sayang, mama ga pernah ajarkan kamu bohong sama mama, mama yakin kamu ada masalah, siapa tahu mama bisa menringankan masalahmu"


Mendengar itu keisya pun diam memantung lalu bangkit dari tidurannya, ia duduk punggungnya bersandar di kepala ranjang tempat tidur lalu mengambil nafas berat


"Keisya akan segera bertunangan mah?"


"Maksudmu?" ucap mama keisya  duduk di samping anaknya "dengan siapa? David?"


"Bukan. Dengan orang lain" ucap keisya menatap mamanya sendu


"Dengan orang lain? Maksudnya?" Ucap mama keisya bingung


Keisya pun menceritakan kepada mama awal berkenalan dengan raditya Yingie, kemarahan terhadap istri papanya karna tidak mengetahui karna radit itu sebenarnya orang dijodohkan olehnya, sampai papa masuk rumah sakit waktu itu karna dirinya


"Hisk...Hisk... keisya ga tahu mah, keisya ga tahu harus melakukan apa? Tuhan hampir saja mengambil nyawa papa" ucap keisya menangis dipelukan mamanya itu, tangan kanan mama mengelus rambut sedangkan tangan kirinya menepuk punggung anaknya lembut memberinya ketenangan


"Jujur keisya ga mau bertunangan mah. keisya ga mau. Hisk...Hisk...keisya ga mau"


"Sayang, kamu tenang, dong" ucap mama keisya memberi ketenangan, jujur ia sangat sedih melihat anaknya seperti ini. Keisya yang kuat sangat jarang mengeluarkan air mata


"Hisk...hisk....keisya ga mau..." ucap keisya terus saja menangis dipelukan mamanya itu


"Iya, mama ngerti" ucap mama keisya pelan lalu melepas pelukannya, mengcangkum pipi anaknya itu lalu menghapus air matanya itu


"Dengari mama" tutun adelia kepada anaknya


"Mama tahu kamu ga mau perjodohan itu ataupun pertunangan nantinya, yang jelas kamu lakukan adalah kamu pada berdoa, minta pada allah apa yang terbaik untukmu. Karna jodoh, maut, rejezi, allah yang menentukan. Mama yakin allah akan memberikan pada umatnya"


"Kalau memang david jodohmu pasti allah pasti memberikan yang terbaik untuk kalian berdua. Kalau tidak allah akan memberimu petunjuk siapa jodohmu sebenarnya? Kamu ngertikan maksud mama"


"Iya, mama aku ngerti" ucap keisya tersenyum menghapus air matanya kasar


"Gitu dong, kamu jangan nangis lagi, mama ga suka liat anak mama yang kuat ini jadi anak cengeng" ucap adelia tersenyum melihat anaknya berhenti menangis lalu memeluk anaknya "Kalau boleh tahu, seperti apa sih calon menantu mama ini" candanya


"Mama" rengek keisya tidak suka


"Iya, mama cuman bercanda" kekeh mama keisya "mama cuman cari tahu sayang seperti radit itu yang dijodohkan oleh papamu itu"


"Iya" ucap keisya menglepaskan pelukan mamanya, lalu mengambil ponselnya yang terletak di nakas, tangan mengotak-atik ponselnya mencari foto radit lalu menunjukan kepada mamanya


"Ini orangnya?"


"Jadi ini orang" ucap adelia mengangguk paham melihat wajah radit difoto itu "orangnya tampan juga, kelihatan baik juga orangnya" komentarnya


"Mama"


"Iya, mama ngerti kamu tidak menyukainya, karna hati kamu sudah orang lain, david bukan?" ucap adelia tersenyum membuat  pipi keisha merah padam malu


"Ya sudah, kamu tidur sebentar. nanti jam 12 malam mama bangunin untuk sholat tahajud, minta kepada allah, oke" ucap adelia


"Iya mah" ucap keisya mengrebahkan dirinya di ranjang lalu menyelimuti dirinya dengan selimut


"Peluk" rengek keisya lagi


Adelia tertawa geli melihat anak semata wayangnya begitu manjanya bila bersamanya. Keisya dan mamanya pun tidur sambil berpelukan yang begitu erat


"Yaa allah tolong berikan anakku pertunjuk tentang siapa jodoh anakku yang sebenarnya? karna doaku selalu ada bersamanya" batin mama keisya mengcium kening  anaknnya itu


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Keisya menyetir mobilnya dengan senyum lebar seolah ia beban yang ada di kepala sirna seketika setelah mendengarkan mamanya itu. Tengah malam ia bangun untuk melaksanakan perintah mamanya itu untuk sholat tahajud


Ia berdoa dengan sungguh-sungguh meminta kepada allah agar memberinya petunjuk siapa jodoh yang sebenarnya antara david yang dicintai atau radit pilihan dari papanya


Dan terbukti paginya terlintas sebuah ide di kepalanya untuk membawanya langsung pulang ke jakarta lebih cepat. Ia pulang ke jakarta untuk menemui papanya untuk membicarakan masalah ini,kebetulan papa yang ia dengar sudah pulang dari rumah sakit dan sekarang ia berada dirumahnya


Setelah beberapa jam kemudian akhirnya ia sampai di rumah mewah papanya, mobilnya ia parkiran di depan perkarangan rumahnya dan langsung masuk menerobos rumah mewah papanya tersebut


"Eh, lo mau ngapain disini?" Tanya tasya sidis saat melihat keisya menaiki anak tangga rumahnya


"Bukan, urusan lo" balas keisya ketus menaiki anak tangga menuju kamar papanya yang berada dilantai atas


"Tuh anak, ngapain disini?" Tanya devan kepada tasya seraya meminum segelas air dingin


"Mana gue tahu" balas tasya cuek, ia memilih sibuk membaca majalah diruang tengah


Keisya pun tiba di depan kamar papanya, ia pun langsung masuk dan menemukan papanya sedang duduk di ranjang sambil membaca dokumen perusahaannya


"Papa" panggil keisya


"Iya?" uvap wilson menoleh kepada anaknya lalu tersenyum


"Keisya mau bicara sama papa" ucap keisya langsung ke inti pembicaraannya


"Bicara apa? Apakah keputusanmu untuk menyetujui perjodohan itu?"


"Bukan"


"Lalu?"


"Kasih keisya kesempatan"


"Kesempatan?" Ucap wilson bingung


"Yaa, kasih keisya kesempatan untuk mempertemukan papa dengan david, cowok yang keisya cintai. Keisya yakin, david bisa menyakinkan papa kalau keisyalah yang ia cintai bukan tasya"


"Tapi...."


"Pa, keisya mohon" ucap keisya rela berlutut menunduk dihadapan papanya agar hati papa luluh melihat anaknya seperti ini


Wilson mengucap wajah kasar, tidak suka melihat anaknya seperti ini padanya


"Baiklah, kalau itu keinginanmu papa akan menyetujuinya"


Kepala keisya mendongak menatap papa sambil tersenyum lalu bangun berdiri


"Besok malam, ajak dia kesini makan malam bersama papa dan juga kamu"


"Tapi bagaimana dengan mereka?" Tanya keisya heran jika mereka bertiga makan malam. bagaimana devan, tasya ataupun istrinya papa datang mengagalkannya acara mereka jika makan malamnya di rumah ini


"Kamu tenang saja, papa akan urus nanti" ucap wilson tersenyum "tapi kamu harus janji sama papa, jika dia tidak datang kamu harus menyetujui perjodohan itu"


"Iya pah, keisya janji" ucap keisya mantap ia pun memeluk papanya erat "keisya sayang papa"


"Papa juga sayang kamu"


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Dav, datanglah ke rumah papa gue, malam ini  jam 7 malam untuk makan malam bersama papa, gue tunggu, see you


^^^Dari                  ^^^


^^^gadis yang kau cintai❤^^^


Keisya tersenyum senang setelah menulis note di selembar kertas di ruang kelas karna ia sudah kembali ke sekolah hari ini


"Lo nulis apaan?" Tanya cindy tiba-tiba berdiri disampingnya


"Ade deh, kepo lo" ucap keisya cepat-cepat melipat kertas itu lalu memasukan ke saku baju seragamnya


"Iss sombong" ledek shiren


Keisya berkekeh pelan


"Ke kantin yuk"


"Ayo" ucap shiren dan cindy kompak


Mereka pun bertiga pun keluar kelas menuju kantin. ketika hampir sampai diarea kantin, keisya pura-pura pamit dahulu mau ke toilet padahal ia ke kantin untuk memastikan kalau david berada di kantin, dan benar david berada di kantin sekarang ia pun diam menuju ke kelasnya


Ia pun berjalan cepat menuju kelas david yang kebetulan lagi sepi karna semua orang pada istirahat di luar kelas. Keisya pun lekas menuju meja david dan mengeluarkan selembar kertas yang ia tulis tadi lalu diletakan di laci bawah david


"Mudah-mudahan david baca surat gue" batin keisya tersenyum


Setelah itu keisya pun keluar kelas terburu-buru dan segera menuju kantin berkumpul bersama teman-temannya


"Hai, dav" sapa keisya duduk disebelah david


"Apa!" Ucap david ketus


"Lo masih marah sama gue?" Tanya keisya heran memakan baksonya yang sudah ia pesani oleh cindy tadi


"Apa gue harus bilang gitu?" Ucap david sewot


"Kalian berantem?!" Tanya rio heran melihat sikap david kepada keisya


"Lo ga tahu aja ri, david kan lagi ngambek habis ditinggali ceweknya, padahal cuman sehari dong" sindir digo geleng-geleng kepala melihat sikap david


"Ya baguslah" ucap aldo bersorak ria


"Diam lo" bentak david kepada aldo, lalu menatap keisya "lo itu...."


"Iya, iya, gue minta maaf. lain kali gue ajak lo" ucap keisya tulus


"Janji" ucap david tersenyum menarik tangan keisya lalu menggengam tangan keisha


"Iya, janji" ucap keisya membalas senyuman david


"Cih, baru dimanisin, sikap ngambeknya hilang" ledek aldo


"Dasar bocah"


"Apa lo bilang!!!" bentak david tidak terima dengan perkataan aldo


"Bocah!!! Kenapa ada masalah?" Tantang aldo


TING   TING   TING


"Huss akhirnya perang berakhir juga" kata louis bernafas lega mendengar bel masuk berbunyi


"Penonton kecewa permiksa" sorak digo girang


"Ayo ke kelas" ucap louis langsung menyeret aldo pergi untuk menghindari pertengkaran


"AWASS LO!!!" Ancam david kesal kepada aldo, dirinya juga diseret oleh rio, segera meninggalkan area kantin


"David tunggu" panggil keisya membuat david berhenti ia lalu menoleh ke keisya


"Ada apa?" Tanya david


"Nanti dikelas, periksa laci, ada sesuatu disana" ucap keisya tersenyum lalu menepuk pipi david lembut lalu berlalu pergi menyusul louis, cindy, shiren dan aldo ke kesal duluan


"sesuatu? Apaan?" Guman david penasaran


Ia pun pergi ke kelas kembali bersama rio dan segera menuju meja karna ia penasaran dengan perkataan keisya. Ia pun menepuk-nepuk laci meja seolah mencari sesuatu dan menemukan kertas yang terlipat.


David pun diam memantung membaca surat itu


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Sepulang sekolah keisya langsung pulang ke rumah papanya untuk menyiapkan makan malam nanti dengan semangatnya, ia juga minta izin kepada kevin dan hazel bahwa ia tidak masuk kerja hari ini, mereka pun mengerti dan mengizinkannya


Keisya memang sengaja memasak makan malam sendiri agar makanannya di makan lebih spesial untuk orang ia sayangi dan ia cintai


Setelah selesai ia pun menata makanannya di meja makan yang secara kebetulan sudah selesai pas malam tiba. Setelah itu Ia pun langsung ke kamarnya untuk berganti baju dengan sebuah dress setulut tanpa lengan yang berwarna merah hati serta sedikit polesan make up diwajahnya, ia tampil sempurna malam ini


"Yaa ampun sayang, kamu sangat cantik sekali" puji papa keisya melihat anaknya tampil cantik yang sedang menuruni anak tangga


"Papa juga, sangat tampan hari ini meskipun umur papa sudah tua" kekeh keisya melihat papanya sudah berpakaian formal untuk makan malam ini


Mendengar itu wilson tertawa pelan. Lalu mereka berdua pun duduk di meja makan sambil menunggu david datang dalam waktu 30 menit lagi


Pukul 7 malam


keisya dan papanya terus saja menunggu di meja makan


"Kamu yakin dia datang" tanya wilson kepada anaknya


"Iya, keisya yakin" balas keisya tersenyum


Pukul 7.15 malam


Keisya dan wilson masing saja menunggu kedatangan david dengan alasan keisya memberi tahu mungkin dia telat


Pukul 8.00 malam


Wilson sudah mulai bosan pria itu yang tak kunjung menunjukan tanda-tanda kedatangan, bahkan makanan di atas meja sudah mulai dingin. Ia pun melirik anaknya yang sedang mondar-mondir di meja makan dengan HP yang menempel ditelinga kanannya, terus mencoba menghubungi pria itu namun tidak diangkat dari tadi ia hubungi


"Sayang, apakah kamu yakin dia datang? ini sudah jam setengah 8 lo" tanya wilson seraya melirik jam dinding


"Pa aku yakin dia datang, palingan dia telat, atau terkena macet dijalan" ucap keisya berusaha membujuk papa akan terus menunggunya


"oke, papa, akan menunggunya lagi. tapi kalau dia tidak datang, kamu harus menyetujui perjodohan itu, karna papa tidak suka pria yang tidak tepat waktu" tindas papa keisya mulai geram dengan pria yang dicintai anaknya


Keisya tidak menjawab melainkan terus mencoba menghubungi david namun nihil tetap tidak datang


"dav, gue yakin lo datang" batin keisya tidak karuan


Jauh di atas sana, di lantai 2 rumah mewah keluarga wilson ,dua ruang orang manusia sedang memperhatikan mereka dari tadi. siapa lagi kalau bukan devan dan tasya yang memandang mereka penuh arti


"Keisya-keisya lo memang bodoh!! Orang yang lo tunggu tak akan datang keis" guman tasya tersenyum sidis