Dear keisha

Dear keisha
PART 12



Mereka semua melototi keisha ambil melipat tangan didada mereka masing-masing tanpa jengkel, ada aura gelap mereka keluar


"Wow" ucap kevin bertepuk tangan tampak kagum "sebuah pertujukan luar biasa"


"Tuh kan benar kata gue, lo punya hubungan sama david di masa lalu" ucap digo jengkel


"HEH, DENGARIN YAA, GUE EMANG NGGAK ADA HUBUNGAN SAMA DAVID SAAT ITU, KARNA IA BELUM NEMBAK GUE," ucap keisha kesal


Membuat kevin, hazel, felix, louis, shiren, dan digo tertawa lepas


"Nah, sekarang dia nembak lo, dan kenapa lo menolaknya"ucap louis


"Pakai acara balapan lagi!" Ucap sambung digo


"Itu karna gue tidak sudah melupakannya"


"Kenapa! Bukannya lo juga suka dia keis sejak dulu, tapi kenapa lo tiba-tiba melupakannya secepat itu" ucap digo mengangkat alisnya


"Mungkin dulu, gue hanya suka aja kali, sehingga gue mudah melupakannya" ucap keisha bohong


"Lo jangan bohong,"


"Eh digo, emang lo punya bukti kalau gue masih suka padanya, nggak kan, gue malah hindar dari dia, tidak bicara pada dia,"


"Iya, gue punya bukti, kalau lo masih sayang sama dia dan tak pernah melupakan dia"


keisha melotot "apa?"


Digo mengambil tasnya yang berada didekatnya, lalu mengeluarkan sesuatu dari tasnya berupa sebuah kotak polos warna merah,


Ee tunggu! Itu kan kotak kenangan gue sama david, tapi kenapa ada di digo


Apa digo mengambil dari kamar gue!


"Tunggu, itu kan kotak gue"


"kotak, apa itu digo!" ucap kevin penarasan


"ini kotak yang berisi kenangan  keisya sama david " ucap digo memegang kotak,


Reflek membuat mereka melotot


"Digo, cepat buka kotak itu, aku pengen tau apa isinya" ucap felix penasaran


keisha melotot, cepat-cepat ia menghampiri digo, dan merebut kotak darinya, cepat-cepat digo menjauh dari digo,


"Digo, berikan kotak itu ke gue" ucap keisha mengejar digo, karna digo lari menghindar darinya


"Gue nggak akan, berikan kotak ini ke lo" ucap digo sela-sela lari mengelilingi meja bundar


Sedangkan mereka kelihatan heran, melihat tingkah Keisha bersama digo saling kejar-kejaran


"Digo, berikan kotak itu padaku" ucap kevin


"Ini bos" ucap digo melempar kotak itu ke arah kevin, dengan senggap menangkap kotak


"Bos, jangan buka kotak itu" ucap keisha mencegahnya


Kalau kevin membuka kotak itu, bisa gawat ini, bisa-bisa mereka tau kalau kalau gue belum bisa melupakan david


"bos, berikan kotak itu kepada gue bos, itu kotak punya gue"


"Emang apa isi kotaknya sih!, kenapa kau tak ingin kami mengetahui isi kotak ini" ucap kevin


"Jangan, banyak tanya kau kevin,  cepat buka saja kotak itu, aku juga penasaran isinya" ucap hazel mengangat alisnya


Kevin membuka isi kotak itu pelan-pelan, dia melotot setelah membuka kotak itu, dia lalu memegang isi kotak itu, yang ia pegang pertama adalah coklat


Coklat, sebuah benda yang david berikan kepadaku pertama kalinya, tak pernah gue makan coklat itu


"Wow, sebuah kenangan tak dilupakan" kevin senyum kepada keisha dia lalu menunjukan coklat pada kami "sebuah coklat yang sudah busuk"


"Yaa ampun keis"ucap louis mengeleng kepala " lo masih cintai dia kan, bukti lo simpan coklat busuk itu"


"Nggak.....gue nggak.... cinta dia" ucap keisha gugup


"Kalau emang lo nggak cinta dia, ngapain coba lo masih nyimpan coklat itu," ucap felix jengkel


"Yaa.....gue___"


"Sekarang, sebuah foto"ucap kevin memegang isi kotak kedua dan melihat foto itu, sebelum menunjukkan ke kami lagi "wow, david ternyata tampan sekali, dan siapa perempuan cantik ini digo" ucapnya memberi komentar pada foto itu, dan pertanyaan pada digo


"Itu keisya bos"


"Apa?" Kevin kaget,


cepat-cepat hazel mendekatkan ke arah kevin, begitu pula dengan shiren dan louis untuk melihat gue dulu kayak apa, mereka lalu memandang foto itu lagi, lalu ia melirik keisha lagi, membandingkan dirinya yang dulu dengan sekarang


Lalu cepat-cepat felix merebut foto itu dari kevin, ingin meneliti, reaksinya sama seperti mereka


"Wow, keisya, dulu kau cantik sekali pantas saja cowok itu suka pada mu, tapi, kenapa sekarang  kelihatan begini yaa" ucap felix jengkel,


Maksudnya apa begini?


"Nah, sekarang semuanya sudah terbukti, kalau lo masih cinta dan sayang sama david, dan sekarang lo harus jujur sama kita, kenapa lo mau menghindar dari dia" ucap digo menekan keisha


Eett, tunggu bukannya ada fotonya satu lagi, foto double date david dengan rio, tapi kenapa kevin tidak menunjukkan juga


Cepat-cepat Keisha ambil kontak diatas meja, dirinya ingin melihat isinya, tidak ada apapun disana, yang ia hanya melihat adalah hanya coklat dan foto tadi yang masih dipegang felix


Lalu dimana foto satu lagi!


keisha melirik digo, digo menjawab tanpa suara


"Nanti, gue jelasin, dirumah"


"Ok, gue akan jujur sama kalian, kenapa gue menghindar dengan david akhir-akhir ini"


Mereka mengganguk


"Sebenarnya saat gue dekat dengan dia, bicara dengan dia, bertatap dekat, gue tersiksa" ucap keisha menunduk


"Tersiksa, maksud lo keis" ucap hazel


keisha tidak menjawab pertanyaan hazel, melainkan menatap louis, shiren dan digo


"Louis, shiren, digo, kalian tau kan kalau gue sekarang menderita " ucap keisha terus terang, mereka mengganguk "dan itu salah satunya, gue nggak mau memikirkan kisah cinta dulu, gue mau menhapus penderitaan gue dulu"


"Menderita, menderita apaan keis!" ucap hazel mengangkat alisnya penasaran


"Menderita__"


"Sorry, zel, gue nggak akan ceritakan apa yg keisya alami selama ini"


Reflek gue melihat reaksi hazel, ia tampak marah sekali, marahnya mengerikan, dia mengeram, dan mengepalkan tangan. terlihat


Dia lalu berdiri, mengebrak meja tepat disampingya, sehingga membuat kami tersentak, dia mendekat ke digo, menatap tajam digo, lalu hazel menarik kerah baju digo, digo tampak ketakutan sekali


Benar kata louis, hazel itu berbahaya


Tapi mengapa hazel pengen tahu apa yang gue alami selama ini!


"CEPAT KATAKAN DIGO, APA YANG KEISYA ALAMI SELAMA INI!"ucap hazel menaikkan nada perintah, mengagetkan semua orang, aura hazel berubah dalam sekejap


Semua yang ada diruang tidak melakukan apa-apa melainkan ketakutan kalau berurusan dengan hazel


"hazel, lepasin digo nggak" ucap keisha berusaha menyingkirkan tangannya karna pegangan yang sangat kuat


"Gue, nggak akan lepasin, sebelum dia cerita apa yang lo alami keisya"


"Hazel, lepaskan digo hazel, kau merusak citra cafeku hazel" ucap kevin berusaha menyikirkan tangan hazel


"Hazel lepasin, ngapain sih, kau  paksa digo untuk cerita apa yang keisya alami selama ini" ucap felix


"HAZEL, KALAU LO NGGAK LEPASIN, GUE NGGAK AKAN MENJADI SAHABAT LO LAGI!" Ucap keisha mengancam


Reflek hazel melepaskan kerak baju digo, sepertinya dia mencerna perkataan keisha dia lalu menatap keisha lurus-lurus, kedua tangan memegang bahunya


"Keis, gue cuman mau digo cerita apa yang lo alami selama ini, yang sering bikin ngalum, marah-marah, bengong, tidak bersemangat kerja, ingat keis, gue ini juga sahabat lo, bukan mereka aja sahabat lo yang siap dengarin lo cerita apa yang lo alami selama ini, jadi gue mohon, please, lo izinin digo cerita apa yang lo alami selama ini, apa yang gue nggak tau selama ini"


"Sorry, zel bukannya gue nggak mau, tapi kalau digo cerita apa yang gue alami, itu akan membuat gue sedih, nangis,  marah dan gue nggak mau itu"


"Kei, dengarin gue, gue akan ada berada disamping lo, bersandar di pundak gue saat lo menanggis, marah, sedih, apapun itu, jadi gue mohon please" ucap hazel memohon, menatap keisha lurus-lurus


keisha pun mencerna perkataan hazel


"Ok, gue mau" ucap keisha


Hazel tersenyum, dia memeluk Keisha sehingga gadis itu bisa mendengar desakan nafasnya dan hangat tubuhnya, hazel melepas pelukannya dan menatap digo lagi!


"Digo, gue mau lo cerita sekarang"


"Tapi, hazel, gue nggak tega kalau gue cerita keisya bakal sedih, menangis, gue nggak sanggup itu" ucap digo


"Lo, tenang aja, gue akan bersedia disamping keisya bersandar dipundak gue" ucap hazel


Digo menatap keisya untuk minta persetujuan, keisya mengangguk


" sebenarnya mama keisya sakit selama ini, sakit ganguan itu karna papa keisya yang brengsek itu"ucap digo emosi "pada saat itu papa keisya pergi meninggalkan keisya dan mamanya, lalu menikah dengan orang janda beranak dua yang kaya raya, orang terpandang di negara ini"


Reflek membuat keisha mulai menangis, sedih mengingat semuanya, hazel berada disamping gue mendengarkannya ikut sedih, dia mengelus-elus bahu Keisha untuk tenang, sedangkan felix, kevin ikut sedih juga


"Dan kalian tau siapa orang beranak 2 itu"


"Tidak, emang siapa digo" ucap kevin penasaran


"Dia adalah mamanya devan dan tasya"


"Apa!" ucap kevin, felix, hazel terkejut


"Ya, papa keisya menikah mama devan, dan parahnya lagi, devan dan tasya selalu menghina mama keisya, dan itu karna papa keisya yang selalu temui keisya terus, untuk membujuk keisya tinggal  dirumah mewah, mengunakan fasilitas mewah, meninggalkan mama yang sedang sakit, bersama devan dan tasya"


"Jadi devan dan tasya, saudara tiri keis" ucap felix


"Iya"


Pecahlah tangis keisya selama ini ia tahan dari tadi, hazel disampingnya langsung memeluknya, mengapus air mata keisya dan melepas pelukannya menatap keisya lagi


"Keis, kenapa sih lo nggak bilang kalau lo selama menderita, mama lo sakit, papa kandung pergi meninggalkan lo dan menikah dengan mama devan dan tasya, dan juga mereka selalu menghina mama lo keis" ucap hazel sedih, karna ia tak sanggup melihat keisya menanggis


"Gue nggak mau cerita, itu karna gue nggak mau mengingat penderitaan gue selama ini" ucap keisha menangis


Hazel memeluk keisha lagi,


"Keis, lo harus tenang yaa, gue yakin, suatu saat pasti ada kebahagian pada diri lo lagi, dan gue akan membuat lo bahagia kembali, melupakan penderitaan yang lo alami selama ini" ucapnya tulus


"terus, apa yang bikin kau tersiksa saat dekat dengan david" ucap kevin


keisha melepas pelukan hazel, dan menjawab pertanyaan kevin


"Saat gue didekat, bicara padanya, bertatap muka padanya, gue teringat mama gue yang sedang sakit, mama gue yang menderita, dan gue nggak mau bersenang-senang bersama david, atas penderitaan mama selama ini"


"Tapi, keis, emang lo nggak mau bahagia sama david yang jelas masih mencintai lo dan sayang sama lo sejak dulu" ucap shiren


"Shiren, gue sudah cukup bahagia jika melihat mama gue sembuh dan bahagia lagi itu sudah cukup kok"


"Tapi perasaan lo gimana, bukan lo juga sayang dan cinta sama dia" ucap louis


"Gue berdoa aja, kalau emang dia cinta sejati gue, gue harap tuhan mempertahankan perasaan gue ini, jika tidak, gue minta tuhan menghapus perasaan gue, dan melupakannya"


Mereka mengganguk


"Terus, apa lo yakin kalau lo akan menang dalam balapan lawan david" ucap shiren


Semua melototi shiren


"Shiren, kenapa lo ngomong gitu, bukannya lo tau kalau keisya jago balapan, dan selalu menang" ucap louis


"Bukannya gitu louis, gue dapat info nih, dari rio, kalau david itu ternyata jago juga balapan dan selalu menang, kalau lo nggak percaya ini gue tunjukin vidio david menang balapan di amerika"


shiren  mengeluarkan ponselnya dan menunjukan sebuah video kepada mereka di ponselnya


Dan Keisha bisa lihat kalau dikatakan shiren benar, david jago balapan dan menang


"Aah apa" ucap keisha melihat mereka semua menatap keisha setelah selesai melihat vidio itu


"Apakah kau yakin keis, kau akan menang dalam david yang juga jago balapan" ucap kevin melipat tangan didada bidangnya itu


"Kok, bos nakut- nakuti gue sih" ucap keisha panik, karna ia takut kalau david akan menang lawan dia, dan bakal dengan dia lagi


"Bukannya, gitu keis, kau kan liat sendiri, kalau david juga jago balapan, dan apakah kau yakin akan menang lawan dia" ucap kevin


Aduh gimana nih! Kalau david menang, dia akan ngejar gue lagi dong,


"Terus,  gue harus gimana dong, ini kan sudah terlanjur, nggak mungkin gue batalin begitu aja" ucap keisha


"Itu makannya jangan lawan, gaya kau sok jago balapan,  padahal ada orang yang lebih jago dari kau, kena karma kan lo" ucap felix jengkel, melipat tangannya


Felix sialan! Bukannya dukung gue, eh malah sindir gue dengan kata-kata pedasnya


Awas aja tuh anak, suatu saat gue pasti membalasnya