Dear keisha

Dear keisha
PART 43



Mata keisya, digo dan nayla terblalakan melihat ini, sebuah benda yang begitu besar, berkilau, baru dan tentu harganya cukup mahal yaitu sebuah mobil lambogini warna merah yang terjejer di halaman rumah keisya dengan pita di spion kaca depan mobil itu menandakan mobil keluaran yang masih baru



"Wow, gila mobilnya keren bangetnya" guman nayla tidak percaya


"Ngomong-ngomong ini mobil siapa keis?" Tanya digo yang masih wajah bengongnya kepada keisya "jason beli mobil lagi?"


"Mana gue tau" jawab keisya


"OH JASOOOOON" teriak keisha


"Hey! bisakah kau tidak teriak di pagi yang cerah begini, berisik tahu" ucap jason berjalan menghampiri mereka bertiga seraya mengucap kuping


"Ada apa!?"


"Lo beli mobil lagi?" tanya digo kepada jason sambil menunjuk mobil itu


"Tidak, aku tidak beli mobil itu" kata jason terus terang


"Lalu ini mobil siapa?" tanya nayla bingung


"Mana aku tahu"


"Apa jangan-jangan...." guman keisya berhenti saat ponsel berdering, ia langsung mengambilnya dan tertera nama papanya disana


"Hello, pa?"


"Apakah mobil itu sudah sampai?"


Mata keisya membulat besar, ia yakini sekarang kalau mobil itu dari papanya


"Jadi mobil itu dari papa"


"Iya, itu mobil untukmu nak, hadiah ulang tahun 2 harinya lalu"


"Tapi pa, ini mobil mahal banget keluaran terbaru lagi? Lagi pula keis tidak perlu hadiah apapun dari papa, maksud keis papa sudah memberikan hadiah dihari ulang tahunku dengan merayakan di hotel, jadi keis tak perlu hadiah lagi pa?!"


"Tapi sayang menurut papa itu belum cukup sayang, papa merasa belum memberikan apa-apa padamu, lagi pula kamu tidak memiliki mobil kan? jadi kamu menerima mobil itu yaa"


"Tapi pa..."


"Pokoknya papa ga mau tau, kamu harus menerima mobil itu dan memakainya, Titik, tidak ada penolakan


Tut tut tut


Keisya mendesak kesal karna papanya memputuskan sambungan telepon secara sepihak,


"mobil itu punya gue, hadiah ulangtahun gue dari papa"


"Apa?!" ucap mereka bertiga kaget


"Serius lo, mobil keren ini punya lo" ucap digo tidak percaya dan keisya mengangguk mengiyakan


"Sudahlah. kalian bertiga segera siap-siap berangkat sekolah sekarang" ucap jason mengalihkan wajah shock mereka "dan kau keis, kau pakai saja mobil itu"


"Ogah gue ga mau" ucap keisha menolak untuk mengunakan Mobil itu


"Kenapa? Itu Dari ayah kandungmu sendiri kau tak boleh menolah dan durhaka kalau ditolak" ucap jason spontan "lagi pula aku akan menyita motormu lagi, jadi kau pakai mobil itu"


Mata keisya melongo tidak percaya, motornya disita lagi? Tapi kenapa?


"Kenapa?"


"karna aku tidak suka kau mengendarai motor pada malam hari yang akan merusak tubuhnya nanti"


"Tapi..."


"Tidak ada tapi-tapian kau harus memakai mobil itu, titik" ucap jason sampai final


Jason melakukan begitu demi kebaikannya sendiri, ia hanya takut jika terjadi apa-apa padanya, kondisi keisya yang sering bekerja di cafe dan sering pulang malam yang akan kelelahan nantinya, belum lagi emosi kadang-kadangnya labil dan akan membuatnya ngebut-ngebutan


...❤️❤️❤️❤️❤️...


"Sudah lo ga usah cemburut gitu, lo terima aja dengan lapang dada keisya"ucap digo berkekeh pelan senaya menyetir mobil mewah keisya


Digo yang menyetir kandala ia disuruh oleh keisya karna ia lagi malas mengetir mobil baru dan juga kesal, digo tentu saja senang menyetir mobil itu yang akan membawa mereka berdua ke sekolah, sekalian pamer mobil baru katanya


"Diam lo" ucap keisha ketus


digo hanya berkekeh melihat kekesalan keisya. Tak lama akhirnya mereka berdua pun sampai di sekolah dan langsung menjadi pusat perhatian. Mereka berdua pun sama-sama turun dari mobil dan semua siswa-siswi kaget melihat mereka berdua yang ternyata pemilik mobil itu


"Kenapa kalian terpesona liat mobil gue" ucap digo memakai kacamata hitam menunjuk gaya coolnya dan sombongnya sambil bersender di depan mobilnya sedangkan mereka memutar bola matanya malas termasuk keisya, namun tiba-tiba....


PLETAK


"Jangan sok kecakapan lo" kata rio setelah menjitak kepala digo "Mobil baru siapa nih? Bagus amat" tanyanya


"Sialan lo sakit tau" ucap digo mengusap kepalanya " mobil gue lah, siapa lagi?"


"Tidak percaya gue kalau ini mobil lo" ucap rio


"Itu mobil gue ri" ucap keisha berjalan ke arahnya


"Ini baru gue percaya" ucap rio berkekeh pelan "Dari pokap lo keis?"


"Emm, hadiah ulang tahun gue" ucap keishq


"Terus lo kenapa?" Ucap shiren tiba-tiba datang dan langsung bergalayut manja di lengan rio "Kok lo kayak ga senang gitu"


"lo tahukan gue ga suka barang-barang mewah, gue kesal sama pokap gue yang kasih mobil itu, padahal merayakan ulang tahun dihotel sudah cukup menurut gue, ini ga ditambah lagi dengan mobil ini" ucap keisha menghela nafas berat


"Udah lo terima aja" ucap david tiba-tiba berada disamping keisya lalu merangkulnya


"Tak baik menolak tawaran orang tua, itu durhaka namanya" nasihat david


"tuh dengarin tuh kata pak ustad" ucap rio berkekeh pelan dan langsung dapat tatapan tajam dari david


"Oke, baiklah, gue menerimanya" ucap keisha tersenyum paksa


"Yaa udah kita sekarang masuk, sebentar lagi bel nih" ucap david  membawa sahabat masuk ke perkarangan sekolah


"Oh yaa keis? Lo pakai kalung itu ga?" Tanya david


"Kalung?" Ucap keisya menarik rambut ke belakang menunjukkan sebuah kalung yang berbentuk setengah hati dari leher "maksudnya ini?"


"Iya" ucap david tersenyum lebar menunjuk kalung yang berbentuk setengah hati yang berwarna hitam, sedangkan keisya warna putih



"LOVE COUPLE"


Keisya hanya tersenyum senang menerima pemberian david, itu ada kado ulang tahunnya darinya, dan juga ada sebuah cincin terselip disana katanya


Itu disimpan saja dulu, itu untuk masa depan kita nantinya


Keisya hanya geleng-geleng melihat, belum juga pacaran? Masa udah mikirin masa depan?


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Kini di kelas keisya disibukkan dengan siswi-siswi yang lagi berdandan dari rambut, bedak, seragam, bahkan ada yang sibuk menyemprotkan parfum ke tubuh mereka, lalu duduk dengan rapi di meja mereka masing-masing tentunya dengan senyum lebar, selebar mungkin


Mereka melakukan itu karna mereka mendengar kabar kalau ada guru baru sangat tampan masuk ke sekolah mereka, guru matematika yang baru yang akan digantikan guru lama yang sudah pensiun. mereka berlomba-lomba untuk menarik perhatian guru baru matematika itu nantinya


Sedangkan keisya, shiren, louis cindy dan aldo tampak cuek bebek dengan gue baru itu. Keisya yang disibukkan dengan bermain game di ponselnya, shiren sama yang dilakukan keisya, louis dan cindy sibuk dunia pacaran pertama mereka, kalau aldo ia sibuk menikmati lagu di ponsel. Mereka benar-benar tidak peduli dengan guru baru itu


"Gila guru sangat tampan sekali"


"Dia bagaikan tampan di negeri dongeng"


"Tampan bagai malaikat di surga"


Itulah bisik-bisik tertangga saat guru itu mulai berjalan di melewati kelas-kelas, dan menuju kelas keisya


"Selamat pagi, anak-anak" sapa guru baru ramah


"Selamat pagi, pak" ucap semua siswa-siswi tak kalah ramah


Keisya dan aldo merasa begitu familiar mendengar suara itu langsung memperhentikan aktivitasnya dan menoleh cepat


Mereka berdua dibuat terkejut dan bengong melihatnya, bengong bukan berarti terpesona akan kertampanan guru baru itu melainkan mengenal guru baru itu dia adalah....


"Perkenalkan semua, nama saya Raditya Yingjie, panggil saya pak Radit, saya adalah guru matimatika kalian, saya harap kalian bisa bekerja sama dengan saya" ucap radit tersenyum ramah


Membuat siswi-siswi meleleh akan senyumnya itu benar-benar membuat mereka terhipnotis


"Astaga, bagaimana dia bisa ada disini" guman aldo pelan menarik rambutnya frustasi karna ia merasa ada saingan sekarang


Ia lalu memajang kaki ke bangku depannya, bangku milik keisya yang berada didepan lalu menendang agar keisya menoleh ke arahnya


"Apa?" lirik keisya


"Itu guru baru bukannya radit yaa, anak sahabat pokap lo" tanya aldo memastikan


"Seperti iya sih" ucap keisya ragu-ragu, ia masih tidak percaya ada radit di sekolahnya, guru matimatikanya lagi, parah!


"Bagaimana dia bisa ada disini" tanya aldo penasaran


"Mana...."


"Emm, kamu yang dibelakang yang bernama aldokan"


Aldo terklalapan saat radit bertanya padannya


"Iya ra...eh maksud saya pak?" Ucap aldo cangrung


"Saya paling tidak suka jika saya lagi menerangkan pelajaran ada murid yang mengobrol" ucap pernyataan radit


Aldo menelah ludah susah payah


"Oh maafkan saya pak, saya janji tidak ulangi lagi" ucap aldo pura-pura menyesal


padahal diam-diam ia memaki radit dalam hati karna bukan dirinya saja yang mengobrol melainkan keisha juga. Tapi ini tidak hanya dia saja ditegur bukan dengan keisha. Kalau dengan guru lain pasti mereka berdua sama-sama ditegur. aldo mulai curiga pada radit


sedangkan keisya menahan tawanya


"Saya maafkan. Sekarang perhatikan saya kedepan, jangan mengobrol lagi" ucap Radit menegur aldo


"Guru sialan" maki aldo dalam hati


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Setelah jam istirahat semua anak genk glader berkumpul seperti biasanya dikantin,


"Uhuuu, guyy ada pasangan baru jadian ini guyy?!" ucap digo bersorak senaya bertepuk tangan senang melihat kedatangan cindy dan louis sambil gandengan tangan


"berisik lo"ucap louis ketus lalu duduk disebelah keisya, david, rio, dan juga cindy disebelah kirinya


"Santai bro" ucap aldo menepuk bahu louis "kita rayakan sekarang ini"


"Maksud lo?"ucap cindy tidak mengerti


"Lo berdua harus bayar pajak jadian kalian" ucap shiren menatap louis dan cindy bergantian


"Emang harus yah" ucap louis malas


"Iya" ucap shiren


"Oke, baiklah lo taktir lo semua" ucap louis dan membuat mereka bersorak senang


"Hey, masa teman-teman aja yang lo taktir?" ucap agam tiba-tiba datang dan berdiri disebelah sambil menyesap jus jeruknya


"Maksud lo?" lirik louis


"kita-kita juga dong" cegir afam


"Oke bolehlah" ucap louis tanpa ia sadari, tapi ia langsung melotot menyadari perkataan


"Maksudnya kita-kita?"


"GUYY" teriak agam membuat seluruh siswa-siswi yang berada di kantin tertuju padanya


"KALIAN SEMUA MAKANLAH SEPUASNYA, KARNA TEMAN KITA INI ADA BARU JADIAN DENGAN PASANGANNYA, MAKA DARI ITU DIA YANG MENGTAKTIR KITA SEMUA"


membuat semua orang yang ada di kantin bersorak gembira karna mendapatkan gratis. Sedangkan louis melongo tidak percaya apa yang ia dengar, yang ia pikir hanya sahabat-sahabatnya ia taktir termasuk daffa karna menurut uangnya sudah cukup untuk mentaktir mereka. Tapi ini  mengtaktir semua orang di kantin? Oh tidak? Dia langsung kere sekarang,


"KETOS SIALAN" maki louis kesal


Orang yang dimaki hanya tersenyum menang karna berhasil mengerjai salah satu geng glader. Sedangkan sahabat louis menahan tawanya melihat kemarahan louis


"Eh, lo-lo semua ketawa aja, jangan sok tidak menewakan gue lo" sindir louis langsung menyisap jus jambunya


Mendengar itu semua meledak ketawanya yang tidak bisa mereka tahan lagi


"Hahaha, tuh ketos hebat juga mengerjai lo? Salut gue" ucap digo berkekeh pelan


"Diam lo sialan" ucap louis kesal


"Sayang, kamu jangan marah gitu dong" ucap cindy menepuk bahu kekasihnya louis


"Harus sabar"


"Tapi sayang mereka buatku kesal, di Tambah tuh anak ketos mengerjai aku" ucap louis mengpourkan pipinya kesal


Cindy hanya kekeh geli melihat kemarahan louis yang lucunya


"Kamu tenang aja, ada aku kok yang bayar semuanya" ucap cindy tersenyum lembut


"Tapikan..." ucap louis terpotong dan merasa tidak enak


"Tak apa, aku ngerti kok" ucap cindy mengelus pipi louis "Sekarang kamu makan, Emm apa perlu aku suapi?"


"Boleh" ucap louis dengan mata yang berbinar


Cindy pun menyuapi louis dengan romantis. Sedangkan sahabat-sahabat ia memandang malas


"Sok romantis lo berdua" kata aldo


"Bodo amat" kata louis dan cindy bersamaan


mereka pun menikmati sarapan di kantin, namun tiba-tiba aldo ingat suatu hal yang belum sempat ia tanyakan kepada keisya pada hari ulang tahunnya yaitu tentang siapa gadis yang bicara padanya kemaren sampai-sampai ia dicuekin


"Keis?"


"Hmm"


"Btw cewek yang kemaren yang bicara pada lo siapa?"


"Cewek yang mana?"


"Itu lo cewek yang manggil lo kakak keisya?"


Keisya pun berpikir cewek siapa yang dimaksud aldo, dan ia mengingatnya


"Oh itu namanya prilly"


UHUKK


Diantara mereka ada tersedak pas keisya menyebut nama prilly, keisya tahu orang itu lalu tersenyum penuh arti padanya


"Oh prilly, mananya cantik juga. siapa lo tuh?"


"Dia itu...." ucap keisya berhenti sejenak sengaja melihat orang itu, orang itu nampak menatap tajam dirinya "Adik kelas gue waktu smp sekaligus...."


BRAK


"Gue harap lo ga usah bahas masalah itu lagi?" ucap digo tiba-tiba setelah ia melabrak meja lalu pergi begitu saja


"Kenapa lagi tuh anak?" Ucap david heran melihat sikap berubah drastis


Keisya hanya bisa diam memandang digo pergi begitu saja


"Karna gue tahu lo belum bisa melupakannya digo" batin keisya


...❤️❤️❤️❤️❤️...


"HOY KEISYA" teriak agam tiba-tiba ada menghampirinya dan membuat mereka kaget akan teriakannya


"Sialan lo gam" ucap keisha mengusap dada kaget "ada apa? lo mau kerjain gue sekarang"


Agam kekeh pelan


"Sorry, cewek cantik kayak lo ga mungkin gue kerjain" ucap Agam mengoda keisha dan dapat tatapan melotot dari david dan aldo


"Ohoho, lo mau gue hajar agam" tawar aldo


"Atau lo mau gue bikin lo cabut tuntutan ketos lo itu" tawar david juga


"Ga usah, tawaran kalian itu buruk sekali, ga ada bagusnya" ucap Agam berkekeh pelan karna ia tahu kemarahan mereka berdua


"Gue cuman panggil keisya karna gue disuruh sama guru baru itu, pak radit manggil keisya disuruh ke ruangannya" ucapnya lagi


"APA?!" ucap mereka kaget


"Pak radit?!" Ucap louis dan cindy kompak


"Ngapain?!" Tanya aldo dan david juga kompak


"Mana gue tahu?!" jawab agam acuh "lo juga louis, shiren?!"


"APA"


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Seseorang cowok duduk termenung di atap belakang sekolah, ia duduk termenung dengan tatapan kosong. Cowok itu adalah digo


Ia menatap kosong ke arah lapangan basket dengan tatapan kosong. hanya sebuah nama yang membuat jadi begini, hanya sebuah nama mampu membuat hatinya tidak karuan, hanya sebuah nama mampu membuatnya murung lagi, hanya sebuah nama mampu membuat mengingat masa lalunya yang tidak ingin ia bahas lagi dan tidak ingin terungkap oleh orang lain,


Ia lalu merogoh saku celana mengambil ponselnya, membuka aplikasi galeri yang sengaja ia kunci agar tidak di ketahui orang lain, ia menemukan sebuah foto yang sudah lama ia tidak lihat


Ia memandang foto itu nanar, tersenyum kecil pada foto itu. sebuah foto seorang cowok memeluk ceweknya, ada kebahagiaan terpancar disana dari wajah dua orang itu


"Aku merindukanmu" batin digo sendu


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Keisya, louis dan shiren pun berdiri didepan pintu ruang pak radit, ia menatap pintu bingung


"Kita ga ada masalahkan keis, uis?!" Tanya shiren was-was


"Tentu saja, bodoh?!" Jawab louis dan keisya kompak


"Kalau tidak ngapain kita kesini?" ucap louis


"Apa?!"


"Mana gue tahu"


Louis pun mengetuk pintu, tak lama terdengar suara radit menyuruhnya masuk dan duduk dihadapannya. Keisya pun duduk disebelah louis dan shiren


HENING


keisya menyenggol louis yang disebelah menyuruhnya ia bicara lebih dulu dan louis menuruti


"Maaf pak" ucap louis


"Kalau boleh saya tahu, untuk apa bapak panggil kita bertiga?"


"Aku dengar, kalian bertiga sering tidak masuk kelas pada jam matematika yaa?"


"Mampus gue" batin keisya


"Mati gue" batin louis dan shiren


Mereka saling tatap-tatapan seolah harus jawab apa


"I...ya pak kami bertiga sering tidak masuk pas pelajaran matematika" jawab shiren


"Kenapa?"


"Karna pelajaran matematika itu adalah pelajaran yang tidak kami sukai, rumus-rumus yang susah yang membuat rumit untuk di mengerti dan juga membuat pusing tujuh keliling"ucap keisha tanpa dosa


"tapi menurut saya pelajaran matematika itu dapat dimengerti jika kalian belajar yang benar dan fokus"


"Tapi...."


"Walaupun itu pelajaran yang kalian tidak suka, kalian harus tetap pelajaran, kalian tahu kan pelajaran matematika sangat penting saat kalian lulus nanti, beberapa bulan lagi kalian akan ujian kelulusan loh, jadi menurut saya mulai sekarang kalian harus belajar dengan serius dan fukos. Dan juga kalian harus dihukum mengerjakan soal matematika sebanyak 50 buah soal dan dikumpulkan bulan ini juga" saran radit sekaligus mengasih hukuman kepada mereka bertiga


"APA?!" ucap mereka bertiga tidak percaya


"50 soal itu tidak berlebihan pak?" Kata louis


"Menurut saya tidak, kenapa? Kalian mau tambah lagi?" Tawarnya


"Oh tidak pak terima kasih" ucap keisha tersenyum paksa


"Oke, pak, kalau tidak ada di yang perlu dibicarakan lagi apa kami boleh pergi" ucap louis pamit


"Oh tentu, silahkan" ucap radit mereka pun bangkit dari kursi lalu pergi keluar ruangan


...❤️❤️❤️❤️❤️...


"Gila"


"Gue akan mati bulan ini"


"kepala gue akan pecah nanti"


Cerutu louis, keisya dan shiren frustasi saat di koridor sekolah, setelah keluar dari ruangan pak radit,


"Tentu"ucap keisya membuat louis menatapnya jengkel


"Lo gimana ren?" Tanya keisha kepada shiren tidal peduli dengan tatapan jengkel louis


"Gue sih, mau belajar mulai sekarang, gue ga mau bodoh selama-selamanya pada pelajaran matimatika, apalagi gue punya rio sekarang, bisa malu dia kalau mempunyai pacar bodoh kayak gue"ucap shiren tanpa dosanya, membuat keisya memutar bola matanya malas, tapi tidak dengan louis


"Apa kalian berdua gila hah, kerjakan soal 50 matematika, kerjakan 1 soal aja lo membuat kepala lo mau pecah, apalagi 50 soal" ucap louis tidak habis pikir jalan pikirin keisya dan shiren yang mau-maunya melaksanakan tugas itu, kalau dia sih ogah-ogahan, bisa-bisa ia mati muda bro


"Terus lo mau bodoh selama-selama dengan tidak mengerjakan soal itu, atau lo mau tidak lulus nantinya" saran keisya,


Sebenarnya ia juga ogah-ogahan mengerjakan tugas itu, cuman mengerjakan 1 soal saja membuatnya pusing tujuh keliling apalagi 50 soal


OH NO!!!!


Tapi yang dikatakan radit memang benar juga ia harus belajar mulai sekarang jika ia ingin lulus nantinya, ia juga tidak ingin membuat keluarganya dan sahabat malu karna kebodohannya pada pelajaran matematika, dan juga sebagai ketua geng glader,


"Bodo amat, pokoknya gue ga mau kerjakan tugas itu, titik"ucap louis sampai final,


Lalu pergi begitu saja meninggalkan shiren dan keisya yang masih bengong dengan ucapannya


"KALAU LO GA MAU BELAJAR, GUE PASTIKAN GUE AKAN BILANG KE PACAR LO SUPAYA LO SEGERA DIPUTUSIN"


Teriak keisya sekaligus mengancamnya membuat louis berhenti berjalan


"Ketua geng sialan" batin louis geram


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Kini keisya sedang duduk kap mobilnya lagi menunggu seorang sambil memainkan ponselnya, ia lagi menunggu digo yang telat pulang karna ada jam tambahan dikelasnya


"Keisya?"


Keisya menoleh menepati david dan rio berjalan ke arahnya.


"Lo kok masih disini? Ga pulang?" Tanya david


"Ga, gue lagi nunggu digo nih, sampai batang hidungnya belum nongol" ucap keisya kesal


"Ngapain lo nunggu digo? Digo ga bawa motor?" Tanya rio


"Digo lagi ada pelajaran tambahan hari ini dan motornya lagi di servise, dia pulang bareng gue hari ini" jawab keisya


"Oh begitu" ucap david lalu melirik ke rio "ri lo pulang duluan yaa, gue mau temani keisya"


"Oke, lo berdua hati-hati" ucap rio lalu menuju ketempat mobilnya lalu pergi keluar perkarangan sekolah


"Dav, lo ga usah repot-repot kali temani gue" ucap keisya merasa tidak enak


"Ga, gue ga akan biarin lo nunggu sendiri disini"


"Tapi...."


"Udah ga usah bawel, atau gue cium nih" ucap david mengeluarkan senyum smirknya


Keisya langsung membuang muka, menyembunyikan seburat merah dari pipinya mendengar godaan david dan jantung berdetak cepat


"Udah ga usah nyembunyikan wajah lo itu, gue tahu pipi lo merah sekarang kan?" Goda david sambil mengacak rambut keisya dari belakang dan keisya tepat dalam posisinya membelakangi david tidak mau menunjukan wajahnya memerah lagi, memalukan!


Beberapa menit kemudian keisya mendengar ponsel david berbunyi dan ekor matamya melirik david sebentar ia tampak ia sedang mengangkat telepon seseorang


"Keisya" ucap david setelah beberapa menit ia menjawab telepon itu lalu bicara padanya


"Hmm"


akhirnya keisya menoleh ke arahnya dan dapat melihat raut wajah david yang berubah


"Kenapa?"


"Kayaknya gue ga bisa temani lo. tadi sebentar ini kakak gue nelpon suruh jemput ia di persimpangan jalan, mobilnya tiba-tiba mogok ditengah jalan, gue udah suruh dia pulang dengan taxi tapi ia berbasi keras untuk menjemputnya"


"Oh gitu, lo jemput kakak aja"


"Tapi...."


"Udah gue ga pa pa kok sendirian, lagian sebentar lagi digo pasti keluar. Kasihan kakak lo nunggu lamakan?"


"oke, baiklah" ucap david


"Tapi lo bawa mobilnya hati-hati, jangan ngebut-ngebutan"


"Iya lo juga yaa?" Ucap keisya membalas perhatian david kepadanya "hati-hati"


David pun menuju ke tempat pakiran motornya lalu melambai tangannya pas melewati keisya


Begitu pula dengan keisya


Setelah beberapa lama motor david keluar perkarangan ke sekolah, akhirnya siswa-siswi kelas digo keluar juga, ia melirik kanan-kiri mencari keberadaan digo yang tak kunjuk ketemu juga, namun ia bertanya ke alex teman sekelas digo


"Alex"


"Yaa?"


"Digo mana?"


"Dia ga masuk jam tambahan hari ini"


"APA?!"


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Keisya memukul stir nyetir mobil kesal dan juga marah, kesal dengan digo tidak memberitahunya jika ia tak mau jam tambahan hari ini, kalau ia tak itu tak mungkin nungguin selama itu


1 jam


Ia bisa-bisa membuang waktu untuk istirahat sebelum ia bekerja cafe nantinya


"Digo sialan" maki geram keisya


 


Ngomong-ngomong soal digo yang tidak masuk jam tambahan membuat juga berpikir keras, berpikir kenapa ia tidak masuk hari ini? Karna tidak biasanya ia seperti, ia selalu rajin dalam melakukan sesuatu yang terbaik untuknya. Tapi kenapa?


Atau jangan-jangan dia kesal-kesalnya pada dirinya yang tanpa sengaja menyebut seseorang dari masa lalunya. cukup dibilang sikap digo sering berubah yang kadang-kadang bersikap dingin, gampang marah, kesal, sedih, atau pun lagi bercanda membuatnya sulit memahami sifat aslinya sendiri,


Keisya hanya geleng-geleng kepala memikirnya sikap digo itu, sampai-sampai mobilnya  melewati seseorang yang tak asing baginya


keisya pun menghentikan yang berada tak jauh beberapa meter dari orang itu berada, ia pun melirik kaca spion dari belakang agar melihat orang itu lebih jelas


"Itukan pak radit, ngapain ia disana?!" Guman keisha penasaran,


Ia pun melepas seatbealnya lalu membuka pintu berjalan menghampirinya dan tampak jelas sekarang kalau ia sedang memperbaiki mesin mobilnya sepertinya mobilnya mogok


"Pak radit?"


Orang dipanggil menoleh ke belakang


"keisya?!"


"Mobil bapak kenapa? Mogok?


"Iya nih mobil saya tiba-tiba mogok tidak bisa dihidupkan mesinnya, padahal jam 3 nanti saya mau mengadakan rapat di kantor papa saya"


"Oh begitu" ucap keisya mengangguk paham dan melirik kap mobil pak radit yang terbuka hendak menolongnya membantu


"oh ya keis, Kalau diluar sekolah jangan panggil aku bapak yaa, umurku masih muda untuk dipanggil bapak" keluh radit tidak suka jika ia dipanggil bapak oleh keisya


Keisya berkekeh pelan


"Iya pak... eh maksud saya kak radit saja deh"


"Jangan pula dipanggil kakak" katanya tidak suka lagi


"Kenapa? bukannya tidak sopan dipanggil nama saja, lagi pula umur saya dengan kakak beda jauh dari saya"


"Tidak apa, lagipula Aku lebih senang bila kau panggil namaku Radit, jangan bersikap formal kepada aku"


"Oke baiklah" keluh keisya,


sejujurnya keisya merasa tidak enak jika dipanggil nama saja, umur mereka beda jauh, keisya yang baru berumur 18 tahun sedangkan radit umurnya 21 tahun. ditambah lagi derajatnya ia berbeda yang ia masih 3 SMA sedangkan Rajit sudah selesai kuliah lalu meneruskan perusahaan papanya Sebagai Seorang CEO yang masih dibilang cukup muda, pasti semua gadis diluar sana berlomba-lomba untuk mendapatkan dirinya


"Seperti mobil kamu ada yang rusak deh pada mesinnya, perlu dibawa ke bengkel tuh mobil" ucap keisya setelah memeriksanya


"Emang iya?" tanya radit


"Kamu ngerti soal mobil"


"Sedikit sih" ucap keisya berkekeh pelan


"tadikan kau bilang kalau jam 3 nanti kamu ke kantor papa kau, hmm....gimana kalau kau numpang di mobilku saja" tawar keisya menolongnya


"Emm bolehkah?"


"Tentu"


"Oke, baiklah"


Radit pun menutup kap mobilnya lalu mengunci mobilnya, setelah itu mereka berdua pun menghampiri mobil keisha , keisya pun duduk mengemudi dan Radit disebelahnya lalu melajunya mobilnya


HENING


HENING


"keis"


"Hmm"


"Maafkan aku yaa masalah tadi siang yaa?"


"Maksudnya?!"


"Itu lo, masalah aku menghukum kamu dengan mengerjakan soal 50 soal matematika. pasti dalam hatimu kamu marah sama aku karna mengerjakan tugas sebanyak itu"


Keisya berkekeh pelan


"Ga pa pa kok dit, justru aku berterima kasih karna kau menyadarkan aku untuk tidak bermalas-malasan lagi. Dan mulai sekarang aku akan belajar karna aku tidak mau keluarga ku malu yang kebodohanku pada matematika"


Radit hanya mengangguk paham lalu tersenyum penuh arti pada keisha


"oh yaa radit, kalau boleh aku untuk apa kau bekerja menjadi guru di sekolahku? Bukankah kamu sudah menjadi CEO diperusahaan ayahmu?"


"Tentu saja ingin dekat denganmu"


"HAH?!" Ucap keisya kaget dengan pengakuan Rajit secara tiba-tiba sampai-sampai ia menginjak rem mobilnya


"eh maksudku aku ingin menjadi guru karna guru itu cita-citaku sejak kecil" jawab radit cepat sambil mengerutu dirinya dalam hatinya yang baru saja keceplosan


"Oh begitu, aku pikir apa" jawab keisya


HENING


"Keis, bolehkah aku meminta nomormu?"


"Untuk apa?" Ucap keisya heran


"Untuk..." ucap Radit berpikir keras untuk menemukan alasan yang masuk akal


"Untuk meneleponmu nantinya jika kau kesusahan dalam mengerjakan tugasmu itu"


"Oh begitu" ucap keisya lalu memberikan ponselnya kepada Radit "catat aja nomor kau disitu"


"Oke baiklah, aku catat nomorku juga di ponselmu yaa" ucap Radit senang lalu mengetiknya, namun  ketika Radit mencatat tiba-tiba


Krukk  krukk  krukk


"Perut sialan" maki keisya dalam hati


"Kamu laper yaa!"


"Ga kok dit"


"Udah ngaku aja, perut kamu membuktikannya" ucap Radit tertawa geli dengan tidak pengakuan keisya tentang kelaparannya


"Sedikit"


"Kalau gitu, kita cari tempat makan aja dulu"


"Tapikan kau mau ke kantorkan, jadi ntar aja setelah aku mengantarmu dari kantor"


"Ga, sekarang aja, nanti kalau ditahan perutmu bisa bakal sakit, dan aku tidak mau itu terjadi, kalau urusan kantor bisa ditunda nantinya" ucap Radit


tak mengapa ia ingin bersama dengan Keisha terus sampai-sampai ia ingin menunda urusan kantornya itu


"Emang ga pa pa" ucap keisya tidak enak


"Ga pa pa kok" ucap radit tersenyum


"Oke baiklah"


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Radit dibuat bengong oleh keisya, gimana tidak bengong? Ia pikir keisya membawa di restoran mewah dan berkelas karna itu sesuai dengan derajat sebagai anak pemilik perusahaan ternama di indonesia


Tapi ini tidak, keisya membawanya ke sebuah warung nasi uduk dipinggir jalan kota, banyak orang berlalu ilang disana.


"Dit, kok bengong aja ayo masuk" ucap keisya menyadarkan lamunan lalu berjalan lebih dulu


"Oh, oke" ucap radit mengikutinya ke belakang


Mereka berdua pun duduk di kursi panjang, keisya pun memesan makanan seperti biasanya, lalu bertanya kepada Radit untuk memesan apa dan ia menjawab sama juga dengan keisya


"Dit?" Panggil keisya


"Kenapa kau menatapku terus?"


Keisya udah mulai risih dengan tatapan ia kini dari mulai ia berjalan ke warung sampai memesan makanan mata Radit tetap menatapnya terus


"Aku hanya heran saja padamu?"


"Maksudnya?"


"Kamu kan orang kaya kok mau-maunya makan dipinggir jalan gini? Biasa kalau aku mengajak teman perempuanku mereka selalu menolak mentah-mentah dengan alasan makanan dipinggir jalan itu jorok dan tidak sehat. Sedangkan kau tidak, malah kelihatan senang makan disini? Kenapa?" Ucap Radit penasaran dengan jati diri keisya,


Keisya berkekeh geli


"Radit, orang kaya tuh papa aku bukan aku. Dan lagian nih aku makan dipinggir jalan ini sudah terbiasa dari dulu, bahkan teman-temanku sering kesini, dan soal makanannya itu sehat, tidak juga jorok. kalau memang tidak sehat mungkin aku sakit-sakitan sekarang dan ga mungkin juga aku mengajakmu kesini


Radit mengangguk paham, memandang keisya penuh arti lagi karna menurutnya keisya itu beda dengan gadis pada umumnya,


pada umumnya ia mengenal gadis yang cantik dan elegan, menyandang barang-barang bermerek dan mewah serta mempercantik ke salon mahal agar menarik perhatian laki-laki nantinya Dan juga makan ditempat mewah dan mahal


Tapi tidak bagi keisya yang juga orang kaya raya yang ia ketahui, bahkan pada dirinya saja tidak menunjuk bahwa ia kaya melainkan sederhana dan juga cantik


"Benar-benar gadis yang menarik" batin Radit kagum


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Setelah mengantar Radit dari kantornya keisya pun langsung ke cafe untuk bekerja. ia lalu memakirkan mobilnya di parkiran, dan kebetulan memakir mobilnya di samping mobil jeep feliz


"Mobil baru nih yee" sindir felix lalu menyentuh mobilnya" Keren juga"


"Yaiyalah orang kaya gitu lo" ucap keisya menyingkir tangan felix dari mobilnya, lalu berpura-pura mengelap-gelap mobil yang terkena sentuhan felix seolah tak membiarkan kuman-kuman hinggap di mobilnya


"Sombong sekali kau" ucap felix


Keisya hanya berkekeh pelan lalu berjalan masuk ke cafe, dan felix mengekornya dari belakang


"Cie, mobil baru tuh" ucap kevin yang sedang mengenlap meja "Keluaran terbaru lagi"


"Iya, hadiah ulang tahun gue dari papa" ucap keisya kesal


"Terus lo kenapa kesal gitu?" ucap hazel tiba-tiba menghampirinya "Seharusnya lo itu senang dapat mobil baru, keren, mahal pula. kalau gue nih minta mobil baru itu ke nyokap gue susahnya minta ampun, sedangkan lo tingg bilang langsung ada didepan mata lo"


"Enak aja lo bilang minta" ucap keisya "papa yang kasih sendiri bukan gue minta mobil itu, memakainya aja gue ogah-ogahan, kalian tahukan gue?"


"Kalau kau ogah-ogahan, kenapa ada dipakiran di cafe kita, bodoh!!!" cibir felix


"Aku yakini mobil kau paling mahal yang berjejer dengan jeep felix, mobilku, motor hazel, dan motor david" kata kevin


"Kaliankan tahu, kalau gue ga suka barang-barang mewah kalau tidak usaha gue sendiri, apalagi mobil itu, lagipula gue memakai mobil itu juga terpaksa karna jason yang memaksa gue" ucap keisya


"Mau ga mau lo harus mulai menerimanya mulai sekarang. Apalagi publik sudah tahu kalau lo itu anak keluarga wilson orang ternama di negara kita nih" kata hazel


"Itu tidak akan" ucap keisya kesal lalu meninggalkan mereka yang geleng-geleng kepala melihatnya


"DASAR OKB" ledek felix


"APAAN TUH" pancing kevin


"ORANG KAYA BARU" jawabnya


"Diam kalian" kesal keisya membuat mereka tertawa terbahak-bahak menuju kamar ganti


Namun tiba-tiba mata keisya tertutup rapat dan berbalik frustasi, nyaris berteriak ketika hampir melihat david dan digo yang mengganti baju


"Udah buka aja mata lo ituh, suatu saat lo pasti liat gue kayak gini" goda david dan keisya yakini pipinya memerah sekarang


"Diam lo"ucap keisya


"Dan cepat keluar dulu, ada gue bicarakan sama digo?" Ucap keisya masih menutup matanya kesal


"Bicara apa?" Tanya david penasaran


"DAVIDDDDD" kesal keisya


"Iya-iya bawel" ucap david membereskan barang-barangnya lalu berjalan keluar dan mengacak rambut keisya dari belakang "sudah selesai"


Keisya pun membuka matanya perlahan-lahan dan benar david sudah berpakaian seragam pelayan cafe,


"Bicara apa?" Tanya david lagi,


"Urusan keluarga" jawab keisya asal lalu masuk ke kamar ganti dan menguncinya


"Apa?" Tanya digo datar


"Kenapa lo ga masuk jam tambahan hari ini?!"


"Bukan urusan lo"


"Eh, lo itu sepupu gue, urusan lo, urusan gue juga" bentak keisya


"Gue ga ada mood" ucap digo akhirnya


"Ga ada mood atau lo terpikiran perkataan gue di kantin" ucap keisya spontan dan digo langsung meliriknya tajam


"Ga"


"Bohong"


"terserah lo deh" ucap digo tidak peduli


Digo lalu memutar knop pintu kamar ganti dan setelah pintu itu terbuka, david, kevin, hazel dan felix langsung terlonjak kaget dan berjalan mundur menjauhi dari pintu, kami menatap mereka curiga, mereka pasti tadi lagi menguping?!


"Apa yang kalian lakukan?!" tanya digo memicing matanya curiga


"Kalian menguping" tanya spotan keisya menatap mereka satu persatu


"Menguping? Ngapain juga?" Ucap felix tidak mengakuinya "Minggir!! Aku mau ganti baju" tambahnya menyingkirkan digo dari hadapannya karna menghalangi jalannya diikuti hazel berjalan dibelakangnya lalu menutup pintu


"Kalian berdua mau ngapain?!" tanya keisha kaget, hazel hendak melepas kancing kemejanya, dan felix hendak melepas kancing celananya


"apa? Tentu saja ganti seragam?" Jawab hazel santai


"Kita tak bisa keluar tanpa seragam, bodoh!!" Tambah felix


"Gue lagi ganti baju disini" kata keisya jengkel


"Lalu?" Tanya mereka berdua kompak dan menaiki alisnya


Tangan keisya mengepal kuat, lalu menedang bokong mereka bergantian dan menyeret paksa mereka keluar lalu menguncinya


"JANGAN MASUK SAMPAI GUE KELUAR, MENGERTI" teriak keisya dari dalam dan cepat-cepat ganti bajunya


"APA KAU GILA HAH!! KAU MENYERET PAKSA KAMI BERDUA, DENGAN PAKAIAN BEGINI" teriak feliv tak mau kalah, sebelum mereka berdua paksa tadi mereka sudah melepaskan kemejanya,


mungkin dapat dilihat oleh para pengunjung cewek cafe yang melihat body mereka yang begitu bagus, bahkan keisya dapat mendengar teriakan histeris para cewek


"MEREKA BAHKAN SEMPAT MENGELUARKAN PONSELNYA KEIS, CEPAT!!" Kata hazel sudah mulai panik


"TUNGGU 10 MENIT LAGI" canda keisya sambil menahan tawanya


"KEISYAAAAA!!!!"


...❤️❤️❤️❤️❤️...


cafe kevin seperti biasa selalu rame pengunjung yang datang bergantian, membuat para pelayan kafe bersemangat untuk bekerja, namun tidak dengan digo mendadak hatinya tidak kaduan, lalu berjalan menuju seorang cewek yang membelakainya


"Mau pesan apa?" Tanya digo kepada cewek itu


Cewek itu menoleh ke arah digo dan kaget melihat digo


Deg


Jantung digo langsung berdetak lebih cepat lagi! saat cewek itu menatapnya, tubuhnya menegang saat ia menatap cewek itu, dan hatinya tidak karuan lagi


Dia?!