Dear keisha

Dear keisha
EPILOG



BEBERAPA JAM SEBELUM KEJADIAN.......


di thailand


seorang gadis yang sudah memakai gaun pernikahan sedang menatap kosong ke arah pantulan cermin di depannya dan juga wajahnya yang sudah make up secantik rupa


Namun wajahnya pun make up itu akan lutur seketika jika gadis itu akan terus jika ia menangis setelah menangis beberapa menit yang lalu, menangis kebodohan dan penyesali dalam hidupnya jika ia akan menikah sebentar lagi dengan pria yang tidak ia cintai bukan seorang pria yang dicintai yang bernama


DAVID WILIAM


keisha sekarang sudah mengingat semuanya, mengingat siapa yang dicintai sebenarnya. Saat tiga jam yang lalu, saat ia sudah sampai kamar di hotel dirinya lantas pingsan karna tiba-tiba saja bayangan sesosok david semakin jelas di kepalanya dan membuat kepala berdenyut makin sakit lalu ia pingsan, bak kaset yang rusak ketika ia sudah bangun ia langsung menangis karna dia sadar ia sudah mengingat semuanya kalau pria yang dicintai itu david


Tapi semuanya sudah terlambat. Kini ia sudah berada dithailand dengan gaun pernikahan yang sudah melekat pada tubuhnya, dia tak mungkin bisa kembali bersama david lagi karna sebentar lagi ia akan menyandang status sebagai nyonya Yingie bukan dengan nyonya wiliam sebagai nama gelar pria yang dicintai


Hatinya benar hancur sekarang tak tahu harus melakukan apa dengan pria yang tidak di cintainya untuk melanjutkan hidupnya, namun dalam hatinya berharap ia semoga david berbahagia di sana walaupun ia tahu kalau david menderita dan hancur bersamanya


"Dav, semoga kau bahagia disana dav. Aku akan selalu mencintaimu" lirik keisha terdengar pilu


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Lain halnya juga keisha yang menyesali hidupnya karna telah menyiyankan pria yang di cintainya. Karna radit juga hal sama dengan dengannya duduk di tepi ranjang seraya menatap kosong ke arah jendela kamar hotelnya seraya menyesali keegoisannya selama ini


Ia tahu kalau selama ini yang selalu memaksakan kehendak, kehendak untuk dicintai seseorang. Dia tahu kalau selama ini keisha tidak mencintainya. dia tahu kalau keisha tidak akan pernah terbuka hatinya ataupun melihat ke arahnya meski dia amesia sekalipun


Itu bisa lihat sendiri dari mata kepalanya sendiri dan ia melihat sendiri buktinya. Pada saat malam dihari di acara from night ia melihat sendiri kalau keisha datang memeluk david dan mengutarakan perkataan membuatnya sakit hati dan sakit hati dibakar api cemburu lantas menjadi kemarahan padanya dan membuat mengcelakai orang lain


Tapi apa yang dilakukan saat ini dengan memaksa cinta tak bisa ia raih apakah dua insan itu akan bahagia selamanya dipernikahannya nanti? 


Tapi bolehkan dia ingin berbahagia dengan wanita dicintai meski wanita itu tidak mencintainya?


TOK....TOK....TOK.....


Sebuah ketukan pintu menyadarkan lamunan radit tentang kegalauan hatinya saat ini. Ia mendesah pelan lalu menyaut panggilan itu


"Masuk"


Pintu pun terbuka munculah seorang wanita paruh baya yang masih cantik diusianya dengan penampilan sederhananya, wanita itu berjalan mendekati radit yang sudah berdiri menyambut wanita itu sopan meski ia tidak tahu siapa wanita itu, ia mengenyit dahinya saat merasa wajah wanita itu tampak tak asing baginya


"Maaf, bolehkah aku bicara padamu?" Tanya wanita itu lembut


"Boleh"


radit mengangguk lalu mempersilakan wanita itu duduk di sofa di samping ranjang. Sedangkan dirinya duduk ditepi ranjang dengan menatap itu penasaran


"Tapi kalau saya boleh tahu anda siapa? Kenapa saya harus bicara pada anda?" Tanya radit sopan


"Kau sangat tampan, sopan, baik, dan mampan" komentar wanita itu tersenyum penuh arti kepada radit tidak menjawab pertanyaannya


"Terima kasih atas pujiannya" ucap radit berusaha tersenyum seolah bersabar menghadapi wanita didepannya ini "Tapi bolehkan anda langsung ke intinya saja? Apa tujuan anda menemui saya? Karna satu jam lagi saya akan mengadakan pernikahan"


"Apakah kau yakin menikah dengannya?" Ucap wanita itu menatap radit penuh arti


"Maksud anda?" Tanya radit bingung


Wanita itu tersenyum


"Saya punya cerita untukmu? Setelah menceritakan ini mungkin setelah ini kau akan tahu siapa aku? Apa tujuanku menemuimu?" jelasnya


Radit terdiam. Kening berkerut benar-benar tidak mengerti dengan wanita ini namun dilain sisi ade rasa penasaran mendengar ceritanya. Ia lantas mengangguk mengiyakan


"Oke, ceritakanlah"


Wanita itu pun tersenyum lalu ia bangkit berjalan mendekati jendela dan menatap kosong arah kota thailand dari jendela, lalu menghela nafas berat sebelum memulai cerita


"Ada seorang gadis yang sangat cantik, ceria, baik, berhati lembut dan sangat menyayangi kedua orang tuanya. Gadis ini berusia 15 tahun, orang-orang sangat menyukai dan beberapa pria ada jatuh hati padanya. Pada suatu hari, neneknya yang datang menemuinya, memberitahu sebuah rahasia keluarga yang belum ia ketahui, memberitahu  sebuah kenyataan yang bisa mengubah hidupnya, memberitahu kalau.....ibunya memiliki suatu penyakit, penyakit gangguan jiwa yang bernama OCD, penyakit ini merupakan gangguan otak dan perilaku, yang disebabkan oleh kecemasan yang berlebihan dan mengurangi stress dan menyebabkan serta tekanan pada diri seseorang. Penyakit ini juga bisa melukai diri sendiri dan orang lain"


Radit mematung mendengar cerita sedih dari wanita itu. Jujur ada rasa sedih mendengar ceritanya


"Gadis itu sangat sedih sekali mengetahui itu bahwa orang paling ia sayangi mengalami itu sebuah dan ditampak sedih terpukul dan marah saat ibunya sedang sakit ayahnya pergi meninggalkannya dan menikah dengan wanita lain yang janda yang beranak dua dengan alasan ayahnya tidak mau istri yang penyakitan"


"Sejak saat itu. gadis itu mulai berubah seiring menginjak usianya, menjadi seorang wanita yang dewasa, tegar, kuat, bekerja keras dan pantah menyerah. Dia juga mengubah sikapnya sedikit dingin, datar, judes, dan jutek kepada semua orang, tidak itu saja ia mengubah cara hidupnya menjadi sosok yang jago bela diri dan balapan di jalanan. Dan juga bekerja di cafe untuk mencukupi hidupnya dan ibunya itu"


"Seiring berjalan waktu lagi, gadis itu kembali bertemu dengan seorang pria nyaris menjadi cinta pertamanya pada waktu gadis itu smp bahkan pria itu ternyata diam-diam menyukai sejak mereka smp juga. Pria itu pun mengungkap perasaan pada gadis itu setelah tiga tahun mereka tidak ketemu, namun pada saat gadis itu berubah saat ini pun menolak dengan alasan tidak menyukai, Namun dalam hatinya gadis itu juga menyukai pria itu karna ia sudah berjanji kepada dirinya sendiri bahwa ia tidak ingin memikirkan perasaannya, ia hanya inginkan ibunya sembuh dan bahagia"


"Namun pria itu nyerah begitu saja, pria itu berusaha mengejar cintanya sampai-sampai ia tahu apa menyebab gadis itu menolaknya? pria itu pun mengambil jalan pintas dengan menyembuhkan penyakit ibu gadisnya itu dan ibunya menjadi menyukai pria dari anaknya itu dan bahkan ibunya sudah menganggap pria itu sebagai putranya sendiri, dan terbukti mereka berdua kembali tetapi sebagai sahabat bukan sebagai pasangan kekasih lainnya, karna gadis itu akan tetap dalam pendiriannya"


"Pada saat mereka akan kembali bersatu, masalah selalu datang padanya. Ayah gadis itu pun kembali untuk meminta gadis itu tinggal bersama keluarganya dan hidup dalam kemewahan, ayahnya meminta seperti karna tidak ingin anak kandungnya itu menderita bersama ibunya dan menjadi tulang punggung keluarga, gadis itu pun menolak mentah-mentah dengan alasan yang sangat mulia yaitu tidak ingin meninggalkan ibunya. Maka timbullah perpecahan dan kebencian bagi kedua anak tiri ayahnya dan istri baru itu"


"beribu cara kedua anak tiri ayah itu membuat gadis itu menderita, Sampai-sampai berebut pria yang dicintai gadis itu. Namun pria itu pun menolak saudara tiri gadis itu dengan alasan dia tidak menyukai, namun dia tidak menyerah begitu saja dia pun rencana lirik dengan mencari jodoh gadis itu dengan pria lain melalui ibunya dan ayahnya sendiri tapi dengan tegas gadis itu menolak perjodohan dengan alasan sudah memiliki pria lain dihatinya"


"Membuat pria yang dicintai itu sempat bertengkar dengan gadis itu karna ia sangat marah dengan perjodohan itu. Tapi disisi lain pria yang dijodohkan itu ternyata menyukai bahkan mencintainya sekarang dan juga mengejar cintanya. Pada akhirnya suatu kesempatan datang ke pria yang dijodohkan itu saat gadis yang dicintai mengalami amesia, melupakan segalanya termasuk juga ibunya sendiri dan melupakan pria yang dicintai yang sebenarnya dan juga membuat hati pria yang dicintainya itu harus berkeping-keping apa yang dialami gadisnya"


"Hati pria itu makin hancur saat 


Perjodohan itu terus berlanjut hingga ke jenjang pernikahan bahkan dia tak sanggup lagi dan pergi ke luar negeri dengan alasan melanjutkan pendidikan. Dan hati ibu gadis itu menjadi sedih dan bersalah padahal ibunya sangat berharap kalau anak gadisnya berjodoh dengan pria itu, dengan pria dicintainya"


Wanita itu pun lantas menghapus air matanya yang sudah menetes pada saat selesai bercerita. Ia lantas berbalik untuk menatap radit yang terlihat memantung dan sedih mendengar ceritanya karna ia tahu pasti ia akan sedih jika radit  itu akan mengalaminya. Lantas wanita itu tersenyum melihat ekpresi wajah radit


"Jadi kesimpulan ceritanya, apa yang dilakukan ibu gadis itu untuk menebus perasaan bersalah dan bersedih itu kepada anaknya yang akan menikah dengan pria yang tidak dicintainya?"


Radit tersadar dalam lamunannya lalu menatap wanita itu bingung. Sekilas ada rasa kesedihan dan prihatin  dalam dirinya saat mendengar cerita wanita itu. Ia lalu bangkit memasukkan kedua tangannya ke caku celana


"Menurutku ibunya harus membantu anaknya untuk menemukan kebahagiaan karna bagaimanapun juga ibunya akan ikut bahagia jika anaknya bahagia" ucap radit tersenyum


"Kau benar, tepat sekali Raditya Yingie" ucap wanita itu tersenyum tulus membuat radit cukup terkejut karna wanita itu tahu namanya lalu menatapnya penuh tanya "Kau tahu. Cerita ini adalah sebenarnya tentang kisah penderitaan calon istrimu sendiri. Keisha adelia wilson, putriku"


"APA!!" Ucap radit terkejut mengetahui fakta mengejutkan baginya. Sekilas ia mulai paham ada kemiripan wajah


"an-da ibunya?" ucap Radit terbata-bata


"Iya, saya ibu kandung keisha. Adelia. Calon mintuamu" ucap adeliaa tersenyum tulus kepada radit. Sedangkan radit masih menatapnya tidak percaya


"Bagaimana bisa anda bila ibunya? Bukankah......"


"Apa kau masih tidak paham dengan ceritaku raditya yingie?" Potong adelia


Radit terdiam, dirinya mematung dan Hatinya berkerumuh seketika antara sedih, marah dan iba Sungguh dia masih belum ini untuk mengetahui kehidupan keisha yang sebenarnya yang sangat menyedihkan itu. Ia berpikir kalau keisha hidup sederhana itu memang ada dalam dirinya karna kemewahan selalu ada padanya, tapi malah sebaliknya. Ia hidup sederhana karna dirinya menderita dan sangat sulit saat ditinggal ayahnya sendiri untuk menikah dengan wanita lain dan ibunya sakit.


Pantes saja, ia sering kali melihat keisha selalu mengunakan motornya sendiri bukan dengan mobil mewah seperti devan dan tasya gunakan dan ia juga sempat melihat keisha kerja di tempat  kevin.


"lalu dimana keisha tinggal selama ini?" Tanya radit penasaran dan sedikit gugup. kalau keisha menolak kemewahan diberikan ayahnya lalu dimana ia selama ini tinggal?


"Dia selama ini tinggal bersamaku, satu rumah dengan keluarga adik perempuanku yang merupakan ibunya digo. Sepupu kandungnya" Ucap adelia lembut dan radit mengangguk paham. Ia pun menatap radit penuh arti "Jadi apakah kau akan mengabulkan keinginan ibu itu jika ingin membuat anaknya bahagia dengan menpersatukan dengan pria dicintai"


Radit mematung. menatap kosong objek di depan dan larut dalam pikirannya sejujuranya ia sangat mencintai keisha, tapi sisi lain dia tidak sanggup mendengar penderitaan atau kesedihan keisha sendiri


"Aku....."


Bahkan lidahnya keluh untuk berbicara, jujur hatinya sangat sakit dan hancur jika ia melepaskan keisha. Ia bingung apa yang sebenarnya harus ia lakukan.


melepaskan atau bertahan dengan cintanya sendiri?


"Dit. Tante tahu kau sangat mencintai keisha" ucap adelia tersenyum tanpa mengunakan kata formal lagi. Radit mendongak menatap adelia penuh tanya "tante bisa lihat sendiri dari matamu, sikap kamu selalu pfotektif kepada keisha, perhatian kamu terhadapnya dan apapun itu untuk menarik perhatiannya


"darimana tante tahu semuannya itu?" Tanya radit gugup


"Tentu saja tante tahu, karna keisha pernah menceritakan tentang kamu kepada tante. Bahkan tante juga menyukai dan sangat setuju jika kau menjadi minantu tante" ucap adelia tersenyum kepada radit membuat radit makin gugup dan tersenyum malu


"Tapi tante harus berbuat apa? Yang merasakan cinta dan hidup bahagia bukan pada tante, tapi ada dalam anak tante sendiri? Biarpun keisha amesia sekalipun, hati akan tetap milik pria lain. Kau pasti sudah melihat kemaren malam bukan?"


Radit mengangguk lemah. ada tatapan terluka dan kepedihan dari matanya


"Untuk itu kau harus batalkan penikahan ini sebelum terlambat, tante hanya tidak ingin jika kalian berdua akan terluka dan menderita jika pernikahan ini dilanjutkan, karna pernikahan abadi itu adalah pernikahan yang menyatukan dua insan yang saling mengcintai dan hidup mereka akan bahagia nantinya"


perjelasan adelia membuat radit diam mematung, larut dalam pikirannya membuat adelia tersenyum penuh arti kepadanya


"Jadi pikirkan lah perkataan tante ini, ini demi kebaikan kalian"


Adelia pun pergi seraya menepuk pundak radit sekilas namun dalam hatinya berhadap semoga rencana berhasil untuk membahagiakan anak kesayangannya itu


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Keisha berjalan anggun dengan gaun pengantin yang berjutai ke lantai, ia tampil sangat cantik hari membuat tatapan semua orang yang hadir dalam pernikahannya menatap kagum dan terpesona


Di pernikahan ini ada rasa syukur di hati keisha, bersyukur kalau hubungan keluarga tirinya mulai membaik. Tasya sudah mulai berubah menjadi lebih baik saat ini sejak dirinya berdekatan dengan david sebagai sahabatnya, devan juga mulai bersikap baik padanya walau masih ada sikap judes dan jutek padanya, sedangkan ibu tirinya masih tetap sama selalu tidak suka akan kehadiran namun di sisi lain ia tahu kalau ada perhatian dan kepedulian dalam diri ibu tirinya dengan memberi gaun pernikahan yang sangat pas di tubuhnya


Ia tersenyum getir saat ia diduduki mama tirinya di samping calon suami yang juga sangat menawan hari ini dengan


Setelah jas mahal yang melekat pada tubuh sempurnanya serta rambut hitamnya pun ditata rapi seolah menambah kadar ketampanannya


Keisha mendesah pelan lalu menunduk seraya mengigit bibirnya mati-matian seolah menghindar air matanya yang ingin menetes, jujur hatinya sangat sesak karna sebentar dirinya akan menjadi milik orang lain dan ia harus melupakan cintanya dan berusaha mencintai suaminya itu


Ia lalu mendongak, tiba-tiba tatapannya terpaku pada seseorang wanita separuh baya yang duduk di antara tamu dan dirinya sempat sedikit terkejut saat menatap seorang pria di samping itu,


pria itu adalah hazel yang menatap dengan tatapan sedih dan wanita di samping hazel adalah ibunya sendiri, adelia. Yang juga menatap dengan sedih dan penuh arti  


radit pun tersenyum menatap keisha namun lutur dalam sekejap saat melihat keisha meneteskan air matanya seraya menatap lurus di depan, kening berkerut lalu mengalihkan perhatian ke arah yang dituju keisha lalu terpaku saat akan sadar siapa ditatapnya dan apa arti tatapan itu


"Apakah acara bisa dimulai" ucap penghulu kepada kedua calon pasangan itu dan kepada orang tua mereka


"Bisa....."


"Maaf, saya tidak bisa melanjutkan pernikahan ini"


Perkataan wilson terpotong saat mendengar perkataan lantang dan tegas dari radit seraya bangkit berdiri. Membuat semua orang yang hadir terkejut dan menatapnya shock


"Radit, apa yang kau lakukan? Kau mau bikin malu keluarga kita" ucap tuan yingie marah


"Maaf, pah. Aku tidak bisa melanjutkan pernikahan"


"Kenapa?"


"Karna...."


"Karna ada seseorang bikin aku sadar jika pernikahan ini diteruskan kami akan sama-sama terluka nanti dan tak akan ada kebahagiaan dalam pernikahan ini"


Semua orang pun tampak makin terkejut mendengar perkataan radit. Namun radit tidak peduli Akan hal itu, ia malah menatap keisha yang terlihat shock sama dengan mereka.


"Pergilah keis? Pergilah jemput kebahagianmu bersama pria yang kau cintai, aku tahu bahwa kau mencintainya sampai saat ini" ucap radit tersenyum lembut kepada keisha


Keisha menelan ludah. Matanya berkedip-kedip menatap radit tidak percaya dengan hal ini


"Kau serius? Kau tidak bercandakan?"


"Apa aku pernah bercanda soal hubungan ini?"


radit bertanya dengan memasang wajah datarnya dan keisha mengeleng-geleng kepala polos. Ia berkekeh pelan lalu mengacak rambutnya gemas


"Aku serius, tidak bercanda. Pulanglah, kembalilah ke indonesia jemput kebahagianmu bersama david dan aku akan menunggu undangan pernikahan kalian nanti" ulang radit sekaligus mengeluarkan candanya


Keisha pun tersenyum penuh terima kasih kepadanya dengan air mata terharu dan lantas menarik radit ke pelukannya membuat radit sedikit terkejut


"Terima kasih, dit. Terima kasih banyak karna kau sudah mau melepaskanku untuk kembali bersama pria yang kucintai. walaupun aku tahu, hatimu pasti sangat hancur saat ini. Tapi percayalah, aku akan selalu mendoakanmu semoga kau mendapatkan wanita yang lebih baik dariku, yang bisa membalas cintamu dengan tulus"  bisik keisha dalam pelukan radit


Radit terdiam untuk memenjapkan matanya seolah membiarkan air mata kesakitannya menetes sekilas lalu tangannya membalas pelukannya


"Kau juga keis. Aku harap, dia akan membuatmu benar-benar bahagia hingga maut memisahkan kalian"


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Akhirnya hazel, adelia dan keisha pun tiba di bandara soekarno harta setelah beberapa jam mereka terbang bandara dong muaeng bangkok, thailand dengan mengunakan jet pribadi karna radit memintanya sendiri


Hazel dan adelia tambah senang saat keisha menceritakan di pesawat kalau keisha sudah mengingat semuanya tentang siapa dirinya dan siapa yang dicintai sebenarnya


"Huhh, I am back indonesia"


Keisha berteriak girang dengan tangan di pentangkan lebar seolah melepaskan rasa bahagia hari membuat hazel dan keisha berkekeh melihatnya


"Huss, segitu senangnya lo kembali ke indonesia dan ga jadi kawin" ucap Hazel menyindir keisha


"Yailah, gue senang akhirnya ga bisa kawin di usia muda ini, lagian gue mau kuliah dulu, menjadi orang sukses lalu baru kawin" cerocus keisha menyulurkan lidahnya kepada hazel seolah mengejek


"Lalu bagaimana dengan david jika mengajak lo kawin duluan" ucap hazel mengoda keisha dan membuat pipi keisha berserbu merah karna malu


"Yaa, lihat saja nanti" ucap keisha mengaruk tenguknya tidak gatal Membuat hazel tertawa pelan


"Mama senang, lihat kamu sebahagia ini nak" ucap adelia menatap keisha dengan senyum bahagia tak lutur diwajahnya


Keisha pun mengalihkan perhatian dari hazel untuk menatap mamanya lalu tersenyum lembut padanya dan memeluknya erat


"Makasih mah, mama selalu ada untukku, membantuku untuk menemukan kebahagianku sendiri dan keis harap mama akan selalu bahagia selamanya" bisik keisha tulus


"Iya sayang, mama akan selalu melakukan apapun demi kebahagianmu nak, mama akan bahagia jika anaknya bahagia" balas adelia tulus


Hazel tersenyum dan menatap haru kepada keisha dan adelia yang mengungkapkan rasa cinta mereka. Ia pun berniat mengambil ponselnya untuk memotret kejadian haru itu tapi berhenti saat ada begitu menarik perhatian dan mengeram seketika. Ia lantas menatap kedua perempuan didepannya itu


"Keis gawat!!!"


Adelia dan keisha pun melepaskan pelukan mereka lantas menatapnya dengan kening berkerut bingung


"Gawat apa zel" tanya keisha heran


"kekasih digo, Prilly. diculik oleh zayn malik. Sahabat kita sudah berada disana untuk menyelamatkannya"


"APA?" Ucap keisha dan adelia terkejut


"Kau serius?" Tanya keisha tidak percaya ada khawatir dimatanya tentang pada sahabatnya itu


"Iya, aku serius. Setelah ini aku berniat membantu mereka" ucap hazel memasang wajah serius membuat keisha mengangguk paham


"Kalau begitu aku ikut?" Tegas keisha dan hazel membuka mulut berniat protes tetap dengan cepat keisha memotong


"Mereka keluargaku. Aku harus menolong mereka juga" tegasnya


Hazel hanya mendesah pelan


"Oke, baiklah. Tapi....." ucap hazel mengalihkan perhatian ke mama keisha


"Tante paham maksudmu zel, tak pa. Kalian pergilah, selamatkan mereka. Mama bisa pulang sendiri kok" ucap adelia tersenyum seolah menyakinkan


"Oke, baiklah. Tapi jika mama sudah sampai tolong hubungi aku" ucap keisha


"Iya sayang. Kamu harus baik-baik saja disana" ucap adelia tulus lalu hazel tersenyum penuh arti padanya "zel, tolong jagain anak tante, jangan biarkan dia terluka?"


"Baik, tante"


Hazel mengangguk pasti


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Hazel dan keisha menrinding nyeri saat sudah sampai di dalam sebuah gedung gudang yang tampah kumuh dan melihat beberapa pria berbadan besar tergeletak tak sadarkan diri di sana dengan wajah habis di pukul dengan darah segar ada ditubuh pria itu dan tak lupa sebuah pistol pun tergeletak disana


"Zel, melihat ini semuanya, gue kok menjadi cemas memikirkan mereka" ucap keisha khawatir dengan sahabat-sahabat mereka


"Iya, aku juga. Maka dari itu kita harus bergerak cepat sekarang sebelum terlambat, kita harus mencari mereka" ucap hazel


Keisha mengangguk pasti. Lalu mereka pun melangkah kaki masuk lebih dalam gedung tua itu, langkah kaki mereka menyelusuri setiap kosong dan berhenti disebuah ruangan terdengar suara keributan disana


Mereka berdua lantas menajapkan pendengar dan mendekat ke sisi tembok ruangan itu untuk mengintip disela-sela pintu yang terbuka untuk melihat apa yang terjadi disana


Mata mereka membulat membesar dan shock saat melihat apa yang terjadi disana, tepat disana ada semua sahabat mereka berdua yang terlihat sudah lemah dengan wajah babak belur. Keisha mengepal tangan kuat-kuat ada kilatan kemarahan dimatanya saat melihat sang pelaku, biang keladi dalam kejadian ini sedang mencondongkan pistol ke arah kepala digo yang sedang lemah


"Brengsek. Gue ga akan biarkan ini terjadi"


Cerutu keisha marah. Ia lantas menyedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan untuk mencari sesuatu untuk menghentikan ini semua dan tersenyum sidis saat menemukan pistol tergelatak tak jauh darinya. Ia lalu mengambilnya


"Lo mau ngapain?" Tanya hazel heran saat melihat keisha mengambil pistol itu


"Gue mau membunuh tuh anak" ucap keisha geram lalu ia mengangkat kedua tangannya yang digenggam dengan pistol


"Membunuh? Kau sudah gila keis?" Ucap hazel hampir saja teriak dan menatap keisha tidak percaya


"Bukan membunuh itu bodoh? Aku mau menembak tangannya itu" ucap keisha mendengus kesal lalu ia fokus mata ke objek sasarannya lalu menari pelatut itu perlahan-lahan dan.....


DOR


Keisha tersenyum saat tembakan tetap sasaran tetap mengenai zayn sehingga membuat jatuh ke lantai dengan luka tembak di bahu kanannya membuat para pengawal terkejut melihat bos mereka sudah terkampar tidak sadarkan diri. 


"KEISHA!!!"


Sekilas Keisha tersenyum kepada sahabat-sahabatnya yang menatap tidak percaya seolah shock dengan kehadirannya terlebih david yang terpaku akan kehadiraannya. Namun keisha tinggalkan itu dulu, ia lantas menatap tajam para pengawal zayn yang belum ia musnahkan


"bos kalian sudah kalian sudah gue musnakan. Pergi kalian, atau gue bunuh lo satu-persatu juga" ancam keisha tajam


Membuat para pengawal mengangkat tangan bertanda menyerah lantas membawa tubuh bosnya yang sudah tak sadari itu. Keisha pun bernafas lega akhirnya masalahnya selesai juga


"Hai, lama tidak bertemu" ucap keisha tatapan beralih kepada sahabat dan tersenyum tipis kepada mereka


"Wah....wah.....wajah kalian sangat menyedihkan sekali" ledek hazel kekeh pelan


"SIALAN!! DARIMANA SAJA KAU!!! KENAPA BARU MUNCUL SEKARANG!!!HAH!!!" ucap kevin murka dan hazel hanya nyengir kuda


"Sudahlah vin, biarkan saja. Yang penting kita selamat sekarang" ucap digo bangkit berdiri tangan ditopah oleh kekasihnya tersenyum penuh kelegaan disana ia lalu menatap keisha penuh arti "Makasih keis, lo udah selamati gue"


Keisha tersenyum


"Gue ga mau lo kenapa-kenapa digo"


"Gue?" Ucap digo mengenyit bingung mendengar nada bicara keisha lalu menatap keisha tidak percaya "lo udah ingat semuanya keis?" Tanyanya heran


Keisha mengangguk mengiyakan membuat digo dan sahabatnya tersenyum bahagia mengetahui kabar bahagia itu


"Keisha"


Keisha menoleh ke arah asal suara dan menemukan david secara berusaha bangkit seolah mengabaikan rasa sakit dan lemah pada sekujur ditubuhnya. Ia lalu berjalan terlatih-latih menghampiri keisha


"Aggghh"


"David"


Dengan cepat keisha berlari menghampiri david yang berhenti seraya menunduk meringis kesakitan di bagian perut dan berjongkok didepan


"Dav lo ga pa-pakan?" Tanya keisha khawatir


David hanya geleng-geleng kepala pertanda ia baik-baik saja lantas ia tersenyum menatap keisha penuh harap


"Keis lo....."


"Iya, dav. Gue kembali. Gue kembali sama lo. Gue ga jadi nikah sama radit karna gue sadar telah mencintai lo"


David terdiam mematung, Menatapnya dengan sulit tatapan diartikan lantas ia tersenyum girang lalu menarik keisha ke pelukan, memeluknya erat seolah tak ingin terlepaskan lagi bahkan dia hampir saja menetes air mata, air mata kebahagiaan


"Terima kasih keis, terima kasih untuk kembali, gue berjanji keis, berjanji akan membahagiakan lo keis sampai nafas berhenti dan selalu mencintaimu"


Ucap david tulus


"Sama-sama dav, gue juga berjanji akan mencintai lo dan tak pernah meningali lo lagi" balas keisha tulus


Mereka, Sahabat keisha dan david. david yang menjadi saksi perjalanan cinta mereka yang begitu rumit akhirnya tersenyum bahagia menyaksikan semuanya itu. menyaksikan mata kebahagian dari mata mereka, karna mereka tahu bahwa.......


cinta akan tahu di mana jalan pulangnya


...E. N. D...


...♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️...